Anak-Anak Sultan

Anak-Anak Sultan
Rupa-Rupa Sahabat


__ADS_3

"LG LUXURY GRILS"


"Guyys!! Besok giliran gue yang jemput kan ya?"


"Iya Fan."


"Jangan lupa ya,,pake mobil barunya. ๐Ÿ˜€๐Ÿฅฐ."


"Okaayy!"


Fana menyimpan ponselnya di dalam tas sekolahnya, tersenyum senang melihat kunci mobil baru yang sedang digenggamnya.


Minggu ini gilirannya untuk menjemput temannya berangkat bersama, Ashira dan Otha.


Tangannya dengan lincah memasang dasi hitamnyanya kemudian memakai sepatu putihnya, lalu menuruni anak tangga menuju meja makan.


Fana sudah terbalut seragam kemeja lengan pendek putih ada garis hitam di ujung lengan dan leher baju, juga ada logo lambang sekolah di bagian saku kemeja, papan nama di sebelah kanan baju. Pinggangnya terlilit tali pinggang khas sekolahnya, dan rok putih yang kembang pas di bawah lututnya. Kaos kaki ada tiga garis hitam di ujung mulut kaos kakinya.


"Pagi Mom, pagi Dady!" sapanya pada kedua orang tuanya yang sudah duduk manis di tempat duduk masing-masing.


"Pagi, Sayang," sahut mommynya.


Dia Fana! Mommynya seorang ketua organisasi sosial di salah satu lembaga yang paling terkenal di negeri ini, melahirkan ke tiga anaknya. Dua putranya yang sudah bekerja di luar negri, dan putri bungsunya Fanna.


"Pagi putrinya daddy," sahut daddynya.


Dia Fanna! Daddynya adalah seorang yang berpengaruh besar di negri ini. Ketua mentri keuangan kas negara, sangat loyal kepada orang yang dicintainya terlebih lagi pada Fana putri satu-satunya.


Ini Fana bro! Terlahir dari sultan!!


Barang apa saja dengan gampang tinggal menggesek dari kartu kreditnya, sangat gampang meraih sesuatu dengan kekuasaan irang tuanya.


Setelah selesai sarapan, ia beranjak memasuki mobil barunya untuk menjemput temannya.



*****


Ashira sudah bersiap dengan make upnya, memakai seragam yang sama dengan Fana. Menuruni anak tangga dengan wajah datarnya, apa lagi setiap berdeketan dengan cowok yang di sampingnya ini.


"Masih pagi wajah udah ditekuk begitu," ucap cowok ini meledek.


"Bukan urusan lo," jawab Ashira ketus.


"Iddih," ledekbya lagi.

__ADS_1


"Ssshhh, lo ya Rad-"


"Ashira, makan!" peringat papahnya tegas.


"Cih," decihnya semakin meledek.


"Radiv, Ashira! Cepat habiskan sarapannya, jangan bertengkar di meja makan!" ucap papahnya tegas.


Mereka kembali makan dengan hikmat, sampai tiba-tiba papahnya menyudahi makanannya kemudian berucap pada ke dua anaknya.


"Radiv, ingat selalu kata papah. Rajin belajar biar pintar, kamu adalah pewaris sekaligus calon CEO baru di perusahaan papah nanti. Ingat itu!" ujar papahnya yang tanpa sadar telah melukai hati sepasang kembar ini.


Ashira selalu berpikir bahwa Radivlah anak yang paling diutamakan di keluarga ini, itulah sebabnya Ashira tidak dekat dengan saudara kembarnya. Sedangkan Radiv, cowok itu semakin kesal saja karena tuntutan ini itu untuknya. Melawan tidaklah mungkin, ini adalah takdir yang harus dijalaninya.


Papah dan mamahnya adalah CEO perusahan yang telah bergabung, sehingga menjadi perusahaan raksasa di negaranya. Mamahnya sudah dibantu oleh sepupu laki-laki, sementara untuk perusahaan papah hanya ditujukan untuk Radiv putranya.


Mereka hanya mempunyai sepasang kembar saja yaitu Radiv dan Ashira, keluarga yang masih memahami bahwa laki-laki adalah pemimpin yang tepat dan ketrunannya.


Ashira memandang wajahnya sekali lagi di cermin mungilnya, sudah cantik. Dasinya, juga sudah rapi. Sekarang tinggal menunggu jemputan Fana.



*****


"Otha, ingat juga ucapan Bunda ya. Kamu harus selalu pandai jaga sikapmu, jangan berbuat yang macam-macam."


Otha sudah jengah mendengar ucapan bu danya yang itu-itu saja, huff!


Baiklah, tarik napas lagi dan ayo mulai pagi dengan senyuman. Itu mobil baru sudah datang menjemputnya.


*****


"Are you ready, Guyys!"


"Ready now!" sahut mereka bersama menjawab lengkingan Fana.


Mobil baru Fana yang sudah terparkir cantik menjadi pusat perhatian orang-orang, telinga Fana masih dapat mendengar decakan dari bibir mereka.


Mereka ber tiga turun dengan elegannya, kaca mata hitam bertengger di wajah mereka. Berjalan bak model profesional melewati murid yang memperhatikan mereka dengan bermacam pemikiran.


"Wwoiii!!"


Teriakan seseorang menghentikan langkah kaki mereka, berbalik badan menatap jengah pada tiga cewek yang menghampiri mereka.


"Mobil baru lo?" tanya salah satu dari mereka yang menjadi ketua geng mereka, Jeslyn nama yang tertulis di papan namanya.

__ADS_1


"Seperti yang lo lihat," jawab Fana angkuh.


"Oouhhh," sahut Jeslyn membulatkan bibirnya menatap remeh pada Fana.


Kalau ke dua geng ini udah ketemu, auto jadi bahan tontonan satu sekolah. Live ini!! Murid-murid yang baru saja datang sudah berkerumun membentuk penonton dan membela kubu masing-masing.


"Kenapa? Irii, bilang boss!" Otha menyahut.


"Iuuhh! Ngapain iri, paling juga duit hasil korupsi bapaknya!" seru Jeslyn sedikit keras agar suaranya terdengar.


Fana menggeram tidak suka, langkahnya hampir menyerang Jeslyn namum dihalangi tangan Ashira.


"Tahan emosi," bisik Ashira.


"Serang dong, takut ya!" Jeslyn semakin berteriak.


"Takut kedok keluarganya kebongkar nih ya," sambung Ayoola yang berdiri di samping kanan Jeslyn.


"CUKUPP!"


Teriakan Pak Erlan menggema menghentikan pertengkaran ini, berjalan menghampiri ke dua kubu geng yang diikuti oleh salah satu cowok terpintar di sekolah ini.


Suasana lobbi menjadi hening.


"Ashira, Fana, Otha. Ini gedung sekolah, lepas kaca mata kalian. Sekolah tempat belajar bukan bergaya, lepas segera!"


Menurut melepas kaca mata.


"Jeslyn, Ayoola, Tara! Di sekolah tempat belajar, bukan cari ribut. Sekarang pergi ke kelas masing-masing!" Pak Erlan memberi perintah tegas pada ke tiga muridnya.


Satu per satu meninggalkan lobbi menaiki tangga menuju kelas masing-masing, Pak Erlan adalah guru yang paling disegani di sini karena sifatnya yang tegas.


"Enggak tahu malu kalian ber enam!" ujar cowok yang datang bersama Pak Erlan tadi melewati kerumunan mereka begitu saja.


"Eshar apaan sih," Otha menggumam.


Sebelum mereka benar-benar pergi, Fana berbalik badan menatap intens pada Thara. "Kasihan banget lo, Thar. Lo harus berteman sama orang seperti Jeslyn, lo jadi ikutan rusak juga. Andai lo enggak ngelakuin kesalahan itu, pasti kita ber empat masih barengan sampai sekarang," monolognya pada diri sendiri.


"Ck. Udahlah, Fan. Lo enggak pantas mikirin dia lagi, ayok lanjut jalan lagi," ucap Ashira mengetahui maksud arah pandang mata Fana.



๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Kasih tau aku kalo ada yang typo gaesss!

__ADS_1


Salam hangat dari GadisKarya๐Ÿ™


__ADS_2