
Semua anak olimpiade sudah duduk teratur di mejanya masing-masing, baik di bidang IPA maupun IPS hari ini mereka dikumpul untuk dipilih untuk memgikuti lomba.
Garrick juga turut hadir duduk kebingungan di meja paling ujung, tiba-tiba namanya ikut dalam pencarian calon peserta olimpiade. Sementara Skyler dan Eshar sudah duduk manis di bangku paling depan. Juga ada Ashira dan tim yang sudah ikut muncul dari pintu.
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka, Artha datang dengan ekspresi tegang berjalan menghampiri Pak Erlan yang ditunjuk sebagai pembimbing kali ini.
Semua memandang merasa aneh pada Artha yang masih berdiri gugup di depan, Pak Erlan mengumumkan bahwa Artha masuk menjadi calon peserta untuk IPS dan bila dia bisa menjawab soal ujian tes dengan benar, maka Artha bisa menjadi satu tim dengan Ashira yang memang sudah menjadi target peserta utama.
Kecuali Eshar, Skyler dan Garrck, semua anggota calon peserta menolak Artha dengan gamblang. Suasana ruangan menjadi mencekam protes kenapa Artha yang masih murid baru langsung masuk tim olimpiade, bahkan sampai ada yang meledek fisik Artha yang kurang pas menurut mereka. Artha di depan mencoba menahan diri agar tidak emosi dan berbuat keributan untuk membalas cemoohan.
Pak Erlan tentu kalah suara dengan muridnya yang banyak, semua bersuara bising membuat telinganya mau pecah saja dan suara ejekan murid lebih kuat dari suaranya.
Sampai suara gebrakan Garrick yang memukul meja mampu membuat mereka diam, melangkah maju ke depan mengemgam tangan Artha tersenyum pada cewek ini berbisik menenangkan Artha.
"Kalian semua belum memberi kesempatan untuk Artha mencoba ikut ujian tes, tapi mulut kalian sudah pintar-pintaran menilai pantas atau tidak." Garrick berucap lantang seraya menatap teduh pada Artha. Artha membalas dengan senyuman kecil.
Ashira mencengkram ujung roknya menunduk tidak tahan melihat pemandangan yang ada di depan, ia cemburu. Semantara Skyler juga merasakan hal yang sama, pandangannya hanya tertuju pada Ashira. Dadanya terasa sesak, sebegitu sukanya Ashira pada Garrick. Eshar tersenyum ironi pada diri semdiri, tentu dia bisa tahu bahwa tatapan mata Garrick mengartikan sesuatu yang besar pada Artha.
Kini giliran Pak Erlan yang melanjutkan pengumuman berikutnya, tentang pemilihan peserta mewakili bidang IPA. Eshar maju ke depan setelah namanya dipanggil, ia ingin menyampaikan bahwa tidak bisa mengikuti olimpiade kali ini, alasannya sedang banyak kegiatan osis yang lebih membutuhkan tenaganya.
Itu artinya akan dipilih siapa pengganti Eshar, dan Garrick sengaja diutus untuk mencoba ujian tes ini.
"Udahlah, Gar. Ikut aja, nanti kan bisa belajar sama-sama," bujuk Artha pada Garrick agar kembali duduk tenang.
Ujian berlangsung dengan hening, semua fokus dengan lembaran soal masing-masing.
Aneh, kenapa soalnya mudah-mudah seperti ini. Seperti bukan soal olimpiade saja, Garrick menatap bingung pada kertas soal yang dikerjakannya. Namun dengan cepat ia menulis jawaban yang memang materi yang sudah dipahaminya.
Tiba waktunya penilain jawaban, mencari peserta yang ikut mewakili sekolah. Ada bidang IPA dan IPS, yang masing-masing dibagi menjadi dua kategori. Untuk bidang IPA, ada kategori matematika dan biologi. Bidang IPS, ada geografi dan ekonomi.
Semua yang sudah terpilih sudah berbaris di depan dan mendapat bagian kategori untuk dipelajari, kini tinggal pembacaan hasil nilai milik Artha dan Garrck si peserta baru masuk.
Ashira sudah pasrah dengan siapa yang akan menjadi timnya.
__ADS_1
"Selamat Artha, kamu berhasil menjawab semua soal dengan benar!" pekik Pak Erlan bersemangat.
Tepuk tangan Eshar, Garrick dan Skyler menggema memberi semangat pada Artha. Artha menunduk hormat menyalam berucap terima kasih, berdiri di samping Ashira berbisik sesuatu di telinga Ashira.
"Aku janji akan membuktikan pada kalian semua, bahwa aku akan berusaha yang terbaik untuk sekolah ini!" ucap Artha tegas pada semua murid yang mengolok meragukannya tadi.
Sekarang giliran pembacaan nilai Garrick, Skyler yang lebih heboh mendengar Garrick yang akan menjadi satu timnya.
Eshar mengulurkan tangan pada Garrick. "Selamat. Gue harap lo mampu mengikutinya," ucap Eshar memaksa jabatan tangannya. Garrick tidak terlalu peduli, ia sendiri pun tidak menyangka namanya masuk menjadi perwakilan sekolah.
Semua murid keluar satu per satu kelas telah berakhir, dua jam mata pelajaran habis untuk ujian tes membuat otak rasanya lelah.
"Udah pada mau bubar aja kalian," ucap Artha berdecak.
"Iya lah, emang mau ngapain lagi? Lo ke kelas lo aja sana!" Skyler mengusir halus Artha yang juatru berjalan mengekor di belakang mereka ber tiga sampai di depan pintu kelas.
"Aku mau ke kelasku juga, tapi kan aku belum punya teman. Kan kalian yang paling dekat, jadi aku sama kalian lah. Enggak enak ke kantin kalau nggak ada temannya," ungkap Artha disedih-sedihkan.
"Ya udah gini aja! Gimana kalau kita ke kantin bareng-bareng, Artha juga ikutan gabung sama kita. Sekalian ngerayain si Garrik sah masuk grup olimpiade satu tim juga sama gue. Gue yang traktir!" seru Skyler heboh.
"Lo nggak seru ah, Garr!" seru Jaya cemberut.
"Ayokk, Garrick. Jangan loyooo!" Radiv menimpali.
"Iya, kan ada Artha," ucap Artha cengengesan.
Artha. Astaga, Garrick hampur lupa ada Artha diantara mereka sekarang. "Ya udah, gue ikut," jawab Garrick memutuskan.
"Eh, Eshar juga harus ikut." ucap Artha memohon seraya melirik pada Eshar yang duduk termenung di bangkunya.
"Eshar boleh ikut ya? Kan uang kalian nggak langsung habis kalau Eshar ikutan ditraktir," lanjutnya mendemfar belum ada respon dari mereka.
Setelah berpikir-pikir sejenak, akhirnya Skyler mengizinkan Eshar bergabung bersama mereka.
__ADS_1
Di meja kantin duduk memanjang hanya Artha cewek sendiri, semua mata memandang iri pada Artha yang duduk bersama murid cowok-cowok populer di sekopah ini.
Jaya dan Skyler membuat suasana mencaor dengan celetukan yang mengandung unsur humor, Radiv yang selalu terkena bagian bullynya. Garrick dan Eshar memilih saling berdiam membuang muka padahal mereka disengajakan Artha duduk berhadapan.
"Sst, Artha," panggil Jaya pada Artha.
Yang dipanggil menoleh menghentikan gerakan mulutnya. "Apa?"
Mengikuti arah pandang Jaya, Artha mengangguk tersenyum suda tahu apa yang dimaksud Jaya.
"Garrick! Eshar! Kok pada nggak makan sih? Sariawan ya?" tanya Artha.
"Enggak!" jawab mereka kompak.
"Karena kalian berdua lama makannya, Skyler nggak jadi mentraktir kalian berdua. Bayar sendiri sana! Itu sama aja enggak hargain teman kalian dong, disuruh makan gratis malah nggak dimakan!" ucap Artha menekan suara agar terlihat marah.
"Iya, ini gue udah mau makan." Garrick menyendok makanannya ke dalam mulutnya.
Begotu juga Eshar yang begitu gampangnya menurut.
"Nah, gitu donggg!" seru Artha tersenyum ramah.
"Satu cewek dua pawang!" bisilk Jaya pada Skyler.
"Kayaknya kita harus merekrut Artha nih. Biar si Garrick dan Eshar bisa temenan," sahut Skyler.
Suasana meja semakin hangat dengan obrolan perkenalan Artha, sesekali Eshar menyahut pembicaraan. Walaupun secara tidak langsung Eshar dan Garrick berbincang, tetapi ini cukup mengalami kemajuan untuk hubungan kedekatan mereka.
Namun siapa yang tahu, pihak kepala sekolah sudah memanipulasi tentang Garrick. Om-nya Garrick menyuap kepala sekolah agar Garrick bisa masuk mengikuti olimpiade ini, soal yang dikerjakan Garrick pun berbeda dari soal yang dikerjakan teman yang lain, itulah sebabnya dengan mudah semua bisa dijawab. Sengaja menunjuk Pak Erlan untuk mendampingi kali ini, tentu ada tujuan agar tidak membuat rasa curiga. Karena murid tahunya Pak Erlan tidak akan melakukan hal selicik itu.
Dan Eshar, lagi dan lagi ia harus kembali merasakan ketidak adilan ini, jika melawan maka Pak Erlan yang jadi imbasnya.
👇👇👇
__ADS_1
Hai guysss.. amakasih yang udah menyempatkan diri untuk like, vote dan komen cerita ini.
Ojh iya,,masf kalau cerita ini kurang srek kalian rasa, hehe..ini bukan cerita yang seseru yang kalian bayangkan, biasa2 aja kok ini.