
Waktu perlombaan diundur lima menit lagi, Ashira sudah rapih dengan segala persiapannya tersenyum kecil mengingat bukan Artha yang menjadi teamnya. Namun baru saja satu detik bernapas lega, seseorang berlari masuk ke ruangan persiapan dengan napas tersengal-sengal.
"Maaf semua, aku terlambat!"
Artha!
Semua terkejut dengan kehadiran Artha, terlebih Ashira yang seketika memucat rasanya sial lagi gagal lagi.
"Artha, nama kamu sudah dibatalkan dari daftar team sekolah kita, itu karena kamu terlambat!" seru salah satu guru pendampung.
"Dicoret?" tanya Artha keheranan. Sekali lagi ia menghapus sisa keringat di area wajahnya.
"Ben-"
"Artha tetap bisa ikut!" Suara Garrick muncul dari arah pintu memotong ucapan guru yang berbicara sebelumnya. "Saya sendiri yang berbicara langsung dengan panitianya, bahwa tidak ada konfirmasi sebelumnya tentang pembatalan nama Artha di daftar peserta. Jadi tolong pihak sekolah kita lebih bijaksana, dan jangan mudah asal mengambil keputusan. Ini satu salinan lembar daftar peserta sudah distempel oleh pihak panita kalau masih tidak percaya," ucap Garrick menerangkan lalu memberikan kertas yang dibawanya pada Pak Erlan.
"Artha tetap ikut. Dan untuk Lesih, tetap berada di sini untuk jaga-jaga. Lesih tidak jadi menggantikan Artha." Pak Erlan tegas.
Artha bernapas lega tersenyum hangat. "Terima kasih, Pak," ucapnya senang.
Waktu tinggal tiga menit lagi, Artha merapikan diri menyeka wajahnya dengan tissu basah kemudian mengikat ulang rambutnya lalu meneguk air putih yang diberikan Skyler padanya.
"Semangat, Tha!" seru Skyler menggemgam erat tangan kiri Atha.
"Semuanya pasti baik-baik saja, Tha!" Garrick mengemgam tangan kanan Artha.
"Kita semua harus semangat, harus percaya diri. Iya kan?" Artha merangkul ke dua temannya.
Ashira tidak suka melihat pemandangan ini, langkah kakinya terhentak keluar pintu. Namun sebelum ia jauh dari depan pintu, tangannya sudah ditarik paksa Skyker menyeretnya ke lain arah. Skyler merogoh sesuatu dari saku celananya lalu memberikan pada Ashira. Satu buah permen Kiss yang ada tulisan 'Semangat🥰' di bagian sisi belakang permen.
__ADS_1
"Jangan tolak pemberian gue, Ra. Please!! Setidaknya lo terharu gitu? Atau, gue buka permennya gue suap aja. Mau?" tawar Skyler yang sudah pesimis ditolak lagi.
Mereka berdua tidak sadar bahwa Garrick dan Artha berjalan pelan seraya tersenyum-sentum meninggalkan mereka.
Ashira luluh dengan wajah memelas Skyler, tanpa berucap ia membuka dan langsung mengunyah permen tampa mengemutnya, lalu menyimpan sisa bungkus di saku seragamnya setelah itu Ashira berlalu pergi.
"Yesssss!!!" Skyle mengepalkan ke dua tangannya di atas melompat kegirangan.
.
.
Lampu sorot panggung berfokus pada satu orang pemandu acara yang sedang membawakan sepatah dua patah kata, berlanjut memperkenalkan satu-persatu juri dilanjut memperkenalkan masing-masing sekolah.
Berada di team Sains, kali ini Skyler harus lebih berusaha mengingat Eshar bukan satu teamnya kali ini. Garrick berusaha fokus mengingat materi yang sudah dipepajarinya mati-matian, sudah sejauh ini tidak mungkin lagi untuk mundur. Satu pertanyaan pertama lolos untuk sekolah lain, Garrick berdecak kesal ia kalah cepat waktu menghitung.
Pertanyaan ke dua menghitung sebuah kecepatan gaya, Skyler memulai coretannya tapi tangannya berhenti takkala suara tekanan bel dari arah mereka berbunyi.
Garrick menjawab dengan suara sedikit ragu, juri sengaja mengecoh jawaban Garrick. Garrick panik menoleh ke samping meminta bantuan Skyler.
Juri dari depan terus mendesak untuk jawaban Garrick, hampir saja dilempar pertanyaan. Skyler menekan bel lalu menjelaskan terperinci jawaban Garrick. Dan tepuk tangan menyambut poin umtuk team Skyler mendapatkan satu poin.
"Jangan ragu sama kemampuan lo, Garr. Lo harus percaya sama apa yang udah kita pelajari selama ini," bisik Skyler tersenyum hangat pada Garrick.
Soal berikutnya menghitung massa berat suatu benda, kembali Garrick menghitung dengan isi kepalanya. Kali ini keyakinannya maju ke depan untuk membuktikan hasil hitungannya di papan tulis. Menyatukan diketahui dengan rumus kemudian mengerjakan mengisi penyelesaian, lagi Skyler terus memberi tatapan terindah mengepalkan tangan. Lagi sekolah mendapatkan poin tambahan, hingga mencapai kemenangan imbang melawan sekolah lain.
"Skyler, kepala gue udah sakit banget jawab soal-soal ini," keluh Garrick dibangkunya.
__ADS_1
Skyker menepuk punggung badan Garrick seraya berkata "Gue yang akan melanjutkan perjuangan lo. Salut gue sama penampilan lo yang menjawab soal sebelumnya, gue maju ke depan dulu ya."
Satu soal untuk penentuan pemenang babak pertama, Skyler dan satu perwakilan dari team lawan siap berdiri di depan papan tulis untuk mengerjakan soal dengan cepat benar dari juri.
Bayangan Garrick yang selalu berusaha menjawab soal sebelumnya menambah semangat Skyler mengerjakan soalnya, dengan cekatan tampa banyak berpikir akhirnya kedua team menyelesaikan soal dalam waktu yang sama. Juri lebih berhati-hati dalam menilai hasil akhir ke dua team, ada satu langka yang salah saat memasukan rumus pengerjaan.
Skyler berpelukan mendengar team mereka menang melawan team lawan dan siap masuk ke babak selanjutnya.
Begitu pun juga di dalam team AshiraArtha, terjadi ketegangan sengit antar lawan sekolah.
Artha dengaan mudah menjawab soal yang diberikan juri tampa menunggu waktu yang sudah ditentukan, Ashira harus menahan rasa tidak sukanya karena sedari tadi Artha selalu berhasil unggul darinya.
Juri yang sangat mengagumi cara Artha menjawab dengan cekatan tetapi tetap tersenyum dan tenang, berbeda dengan Ashira yang sudah mereka kenal sebelumnya. Ashira yang mereka nilai selama ini adalah, Ashira yang menjawab dari mikrofon tetapi sebenarnya temannya satu lagilah yang menjawab. Juri sangat tahu ketidakmampuan Ashira yang tidak bisa seorang diri, namun pihak panitia tidak membukanya ke public. Toh, Ashira tidak melakukan kecurangan yang fatal dan juga teamnya membawa satu sekolah yang sama.
Pada akhirnya di babak pertama ini sekolah mereka unggul dua poin dari sekolah lawan, Artha benar-benar menunjukkan perfomanya dengan baik.
Keluar ruangan istirahat 15 menit lagi, berkumpul di satu ruangan yang disediakan panitia.
"Eh-eh Guuyyys! Garrick sama si Artha foto berdua dong, kan mereka udah menangin di babak pertama. Setuju!" ujar Skyler.
Teman yang lain mengangguk setuju. Skyler dengan camera yang memang dibawa dari sekolah memotret wajah ke dua sejoli ini dengan gaya seribu tersenyum. Ya, ponsel mereka masih ditahan Pak Erlan selama olimpiade berlangsung.
"Tunggu,,tunggu! Aku sama Garrick udah foto bareng, nih. Gimana kalau Skyker foto juga sama Ashira. Setujuuu!" Artha balik memberi usul.
Teman yang lain bersorak menunggu Skyler berfoto, Garrick berdiri menjadi juru camera dan mengatur gaya keduanya.
Cekrrekk...
Dua pose sudah cukup mengisi camera, Ashira terpaksa bergaya setelahnya ia kabur dari hal aneh ini. Masuk ke dalam toilet, mengeluarkan ponsel rahasianya dari saku roknya.
__ADS_1
👇👇👇