Anak Genius-Kesempatan Kedua

Anak Genius-Kesempatan Kedua
AGKK Bab 64 - Jangan Pedulikan Aku


__ADS_3

Ini adalah kali pertama Anindya masuk ke dalam kamar Haris di rumah ini, tak banyak warna di dalam sana, dinding dan perabot di dominasi dengan warna abu-abu dan putih.


Anin jadi penasaran juga bagaimana jika kamar mas Haris di rumahnya sendiri, apakah sama saja seperti ini. Rumah yang dulu Anin datangi saat dia hendak meminta bantuan tentang Alena.


"Ingin tidur di ranjang itu?" tanya Haris tiba-tiba, cukup membuat Anindya terkejut sebab dia sedang sibuk mengamati tiap sudut kamar ini.


Anin tak mampu menjawab, tapi kemudian tangannya di tarik untuk mendekati ranjang berukuran sedang tersebut.


"Mas, kita kan tadi belum mandi," ucap Anin dengan cepat, sebelum sang suami kembali melakukan tindakan yang iya-iya.


Bukannya menjawab, Haris malah tersenyum kecil. Wajahnya yang seperti itu sungguh membuat Anin bingung sendiri. Sebab dia tak pernah bisa menerka apa yang ada di dalam kepala sang suami.


Dan Haris seperti tidak mendengar ucapan istrinya tersebut, dia tetap membawa Anindya untuk naik ke atas ranjang. Sampai akhirnya mereka sama-sama berbaring di sana.


"Papa ingin aku mengajakmu datang ke perusahaan, agar semua orang tau bahwa kamu adalah Istriku," ucap Haris.


Anindya sontak menelan ludah kasar. Pada akhirnya takdir seperti ini harus dia hadapi juga, beberapa orang jelas akan menilainya sebagai orang ketiga. Karena harusnya yang jadi istri mas Haris adalah Namira, lalu tiba-tiba berubah jadi dia.

__ADS_1


"Setelah pernikahan kita resmi secara hukum, ayo kita pergi ke perusahaan. Ya?" pinta Haris pula dan dengan sangat ragu akhirnya Anindya menganggukkan kepalanya.


"Iya Mas," jawab Anin kemudian.


"Jika ada karyawan yang berani menggunjingkan tentang pernikahan kita, aku tidak akan segan untuk memecat mereka."


"Maass!" balas Anin, lalu buru-buru menutup mulut suaminya agar tidak lagi bicara.


"Sstt, kok ngomongnya gitu sih," kata Anin lagi.


Haris lalu menyentuh tangan istrinya, menarik perlahan agar tidak lagi menutup mulutnya. "Aku hanya ingin melindungi kamu," kata Haris.


"Demi Alena?" tanya Haris.


"Demi Alena dan juga kita," ucap Anin dengan pipi yang seketika terasa panas.


Anin sadar dia dan mas Haris telah saling mencintai, maka Anin pun akan berjuang untuk melindungi cinta mereka. Anin juga berulang kali meyakinkan diri sendiri bahwa dia bukanlah orang ketiga.

__ADS_1


Mas Haris dan Namira berakhir dengan baik, bahkan dia pun menjalin hubungan baik pula dengan Namira.


Jadi kini tak perlu mencemaskan apapun.


*


*


Di tempat lain Namira masih sibuk dengan pekerjaannya, padahal saat ini waktu sudah mendekati jam istirahat.


Harusnya Namira mulai menghentikan semua pekerjaan dan kembali ke ruang prakteknya, namun gadis itu tetap menyibukkan diri.


Hati Namira rasanya begitu sesak tiap kali dia ingat tentang pernikahannya yang gagal. Lantas satu-satunya pelampiasan yang bisa dia lakukan adalah dengan bekerja, bekerja dan bekerja.


"Dokter Namira, sebentar lagi jam istirahat," ucap sang asisten.


Namira yang sedang membaca data pasien di ruang UGD pun langsung menatap ke arah asistennya tersebut.

__ADS_1


"Hem, ambilah waktu istirahat mu. Aku masih akan berada di sini," jawab Namira.


"Yang ingin makan silahkan makan, jangan pedulikan aku," ucap Namira pada beberapa perawat, dia bicara seperti itu dengan bibir yang tersenyum kecil.


__ADS_2