ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)

ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)
Cuek Bebek


__ADS_3

Aji bersikap biasa saja, justru cuek bebek, kaya es ngga peduli sekitarnya.


Karena memang yang ada dihati dan pikirannya sekarang dipenuhi oleh Sinta.


Cindy? Udah kalah jauh.


Cindy pun merasa jika Aji tak memperhatikannya, dia yang sudah terbiasa sejak SMA dan saat kuliah pun tak ambil pusing, meski batinnya menjerit gimana buat dapatin perhatian cowok es kaya gini.


"Kamu kerja disini sekarang Cin?" Tanya Aris.


"Iya, aku kesini karena disini lagi butuh banyak tenaga, juga dekat kalo pulang kerumah" ucap Cindy tersenyum. Bima yang sejak tadi diam saja sebenernya memperhatikan sosok seorang Cindy ini, entah apa yang dipikirkannya.


***


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, ya Alloh nduk sayang, udah sampai rumah kamu nak" ucap mae Sinta, berpelukan, melepas rindu masing-masing yang kian bertambah.


Adiknya yang lagi dirumah semua menyalami mbaknya ini, gembira karena mbak yang dibanggakannya datang dan bawa oleh-oleh, karena Sinta tak lupa membelinya sebelum pulang


"Sin ,beliin gamis ini nih, warna Salem cantik buat ibu mu" ucap Susi,


"Iya cantik itu, kalem tapi modis" ucap Desi


"Ha? Apa ngga kemudaan Des?" Tanya Sinta khawatir.


"Ngga lah, kan buat lebaran bagus tau" ucap Desi,


"Kalo adekmu beliin Koko ini keren, bapak sarung aja kali ya" Susi dan Desi sibuk memilih buat keluarga Sinta, karena selera mereka memang bagus dan suka banget kalo disuruh belanja, dasar wanita.


"Kalian juga milih buat keluarga gih" ucap Sinta mengingatkan


"Iya, bentar satu-satu dulu" timpal Desi


"Kita kembaran aja po?" Tanya Sinta


"Boleh tuh" ucap Susi


"Adekmu beliin gamis juga, yuk milih-milih ke toko sana buat adekku yang manis" ucap Desi


"Lah adekku itu" ucap Sinta


"Heee biarin, abis kamu kalo ngga diingetin ngga bakal kita shoping sekarang" ucap Desi, yang seorang anak semata wayang.


Lamunan Sinta berakhir saat melihat teriakan gembira adeknya itu


"Makasih mba, kita memang belum sempet beli apa-apa buat lebaran" riangnya


Sinta pun membeli oleh-oleh makanan , seperti sosis solo, roti bolu, dan beberapa roti kering buat isi toples ,lumayan buat nambah-nambah, lainnya mae bikin sendiri.


Mae sudah bikin rempeyek kacang, roti kacang, kacang umpet, kacang telur, kue bawang, sagon, kue satu, striping pisang. Hem....camilan khas  lebaran yang dikangenin Sinta.


***


"Halo beb" ucap Salsa manja kala itu membantu di UGD ke arah Aji.

__ADS_1


Aji yang cuek dengan sekitarnya tak pernah menggubris ucapan Salsa, tapi lain hal dengan Cindy, dia melihat Salsa dengan tatapan bertanya-tanya, gadis ini siapa, apa dia rival cintanya?


Karena Cindy belum mengetahui hubungan Aji dengan Sinta.


"Aji, dia siapa?" Ucap Cindy pelan, yang justru dijawab Bima,


"Dia fans berat Aji" ucapnya singkat sambil tersenyum ke arah Cindy,


"Oo begitu" jawab Cindy melihat senyum itu dia dibuat tersipu.


Aji? Tetap fokus dengan pekerjaannya, dia hanya tersenyum kala menghadapi pasien dan dokter senior , dan itu juga senyum bisnis.


Yang ada dipikirannya sekarang ingin cepat-cepat selesai dan bisa telefon bermesra-mesraan dengan Sinta yang jauh disana.


"Beb, ada yang bisa kubantu ngga?" Ucap Salsa lagi tanpa malu, mendekati Aji lalu disentuhnya tangan Aji, Aji yang baru menyadari sekelilingnya itu mengibaskan tangan dan menyalak,


"Apa kamu pegang-pegang saya, pergi sana!" Ucapnya sinis.


Lusi yang memperhatikan tingkah Salsa hanya terkikik dengan perawat lainnya.


Salsa yang dibuat jengkel akhirnya pergi ke bilik lain untuk mengerjakan tugas lainnya.


***


"Yah, kami sudah selesai membuka cabang baru itu" lapor Agus Diandra Wibawa dan Mila kartiningsih , orang tua Aji ke kakeknya.


"Ya ,bagus kerja kalian" ucap kakeknya dari meja kerjanya. "Duduklah" sambungnya.


"Oh iya, gimana Aji dan Raisa, bikin ulah ngga?" Tanya Mila


"Mereka dah besar, bikin ulah juga bisa atasi sendiri" ucap Adam.


"Raisa masih bisa jaga sikap, dia dididik Aji dengan baik" ucap kakeknya.


"Aji sedang dekat dengan seorang gadis, menurut kakek dia cocok untuknya" sambung kakek


Pasangan itu beradu pandang bingung,


"Masa sih? Aji suka sama wanita?" Tanya Mila heran, karena dia paham anaknya ini cuek, kaya ngga peduli soal asmara.


"Siapa gadis ini yah?" Tanya Agus


"Nanti kalian tau saat di Rumah Sakit" ucap Adam santai.


Orang tua Aji masih terheran-heran, pasalnya Aji yang terlalu cuek dan tak memikirkan asmara sekarang dikatakan dekat dengan seorang gadis dan kedua ,ayahnya ini Adam, setuju, gadis manakah yang beruntung itu?


Orang tua Aji berpamitan dengan kakek, dan pulang kerumah.


***


"Kak..." ucap Raisa di ruang TV malam ini , setelah pulang solat tarawih di mushola,


"Hem" ucap Aji sambil main HP , mengetik sesuatu.


"Mba Sinta dibawa main kesini dong" ucap Raisa, Aji yang mendengar nama Sinta langsung melihat adiknya yang sejak tadi diabaikannya itu,

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Aji


"Ya suruh main lah, kenalin ke aku"


"Kamu kan udah kenal" ucap Aji


"Iih...iya kenal, tapi kan belum tau kalo aku adek kamu kak" ucap Raisa lagi


"Em...iya, besok lusa dia tak bawa kesini suruh main" ucapnya lagi


"Kok besok lusa?" Tanya Raisa


"Iya, dia lebaran di rumah" singkat Aji


"Ooh ,dia orang mana si kak?" Selidik Raisa


"Dia anak serang, Kejajar, bawah Dieng sana"


"Waah dingin dong, mau dong kapan-kapan main kesana yuk kak" ajak Raisa


Aji yang hanya kalut merindukan Sinta itu ngga kepikiran main, dia jadi sumringah.


"Yuk kapan?" Tanya Aji semangat


Raisa sontak tertawa melihat tingkah kakaknya ini


"Hahaha kamu lucu sekali kak" riangnya membuat Aji bengong,


"Haha ,abis seorang Aji Purnama Wibawa bisa kata anak ABG berpacaran, kakak kan terkenal sebutan pangeran es bisa jadi kalang kabut dibuat Sinta,hahaha aduh perutku sakit" ucap Raisa menertawai tingkah Aji.


Aji kaya kebakaran jenggot dengan lawakan Raisa ini, malu jadinya.


***


"Cin, kamu dah punya pacar belum?" Tanya Aris ke Cindy,


"Belum, kenapa? Naksir ya?" Ucap Cindy jail ke Aris, Aris yang lagi naksir Susi nanggapi ledekan itu dengan biasa aja,


"Iih ngga lah, maksudku cewek secantik kamu kok lebaran masih sibuk kerja, ngga ada cowok yang ajak jalan?" Jawab Aris, Bima hanya menguping pembicaraan itu masih mengerjakan tugasnya.


"Orang belum ketemu jodohnya" ucap Cindy singkat.


Cindy melihat ke arah Aji yang sibuk dengan kerjaannya, dia memberanikan diri bertanya ke pangeran es ini.


"Ji, mau jalan ngga sama mba?" Ucapnya


"Ngga mba, sibuk" ucap Aji singkat


"Sama aku mau ngga mba?" Ucap Bima menawarkan diri, tersenyum.


"Boleh, yuk nanti ke alun-alun ,pasti rame kalo malem takbiran gini" ucap Cindy mengiyakan ajakan Bima.


"Ikut dong" ucap Aris yang langsung dipelototi Bima


"Em...aku ajak anak lain aja, heee adalah yang kutaksir" kilah Aris, yang memang ada yang ditaksir tapi lagi pulang kampung jadi ngga bisa ajak main.

__ADS_1


***


Kring! "Halo pak, saya sudah didaerah anak itu tinggal" ucap orang disebrang telefon genggam Hendra itu


__ADS_2