ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)

ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)
Naksir Siapa?


__ADS_3

Siang itu Bima, Aris dan Aji meski beda profesi spesialis kedokterannya tetep solid setiap jam istirahat pasti saling WA nongkrong di belakang gedung B buat ngrokok trus lanjut beli makan siang.


"Bim, lo udah punya gebetan?" Celetuk Aris,


"Udeh, gue tinggal di ruangan", sahut Bima, "Gebetan yang mana bro?" , sontak Aris bertanya penasaran,


"Lah ono tas gue yang gue gebet", nyeletuk Bima,


"Dih ,orang nanya serius juga, gue mau curhat nih", Aris jawab sambil kesel,


"Yaelah ujung-ujungnya lo yang lagi nyari gebetan cuy", celetuk Bima,


"Hehe, gue naksir tu cewek di rawat inap dewasa gedung B" cerocosnya Aris,


Sontak Aji terkaget 'apa dia juga suka sama Sinta' pikirnya ,tapi tetep stay calm


"Lante berapa Ris?" Tanyanya,


"lante 3 ,yang manis itu, adem liatnya" celetuk Aris lagi sambil menyesap rokok .


"Ya udah usaha aja dulu bro" jawab Bima akhirnya.


Mereka beralih membicarakan hal lainnya lalu pergi membeli makanan di luar Rumah Sakit.


Seperti biasa Desi dan Sinta selalu beli siomay untuk mengganjal perut, sebenernya dapat jatah dari Rumah Sakit tapi namanya juga gadis , sukanya jajan dan belanja hihi.


"Kang siomaynya satu porsi ya" ucap Sinta, "Loh kok seporsi doang , sin?" Tanya Desi. "Iya, aku kenyang abis makan siang barusan Des, nyempil dikit punya kamu ya, hehe" celetuknya Sinta.


"Ya udah iya, kirain lagi mode hemat" cerocos Desi ,biasa kalo ngmong ngga disaring , sahabat sompral tapi baik hati, ngangenin banget nih bocah kalo sehari ngga ketemu, batin Sinta.


Lewatlah ketiga dokter muda yang ngobrol sambil jalan keluar Rumah Sakit,


"Bim jajan siomay yuk, enak kayanya" kata Aris.


Aji yang denger Aris minta siomay sontak melihat ke gerobak siomay, seketika melihat Sinta dan temannya sedang membeli siomay, 'beneran nih si Aris naksir Sinta'? Pikir Aji, Aji yang belum paham perasaan sendiri, kalut dengan pikirannya , entah apa gerangan yang membuatnya gundah seperti itu.


"Kang, beli siomay 3 porsi", ucap Bima kalem, "oke, ditunggu ya dok" jawab Nando, kang siomay itu.

__ADS_1


"Hei cantik, beli siomay ya? " goda Aris ke kedua gadis itu,


"Lagi beli rujak" celetuk Desi sambil main HP, sontak Sinta nyikut tangan Desi, dan Desi yang biasa nyeleneh omongannya menoleh ke orang yang ngajak ngobrol,


"Eh dokter, maap , iya beli siomay" ucapnya lagi,


Sontak ketiga cowok ganteng plus akang siomay tertawa, kedua gadis itu tersipu malu, Aji pun yang terkenal diam juga tertawa pelan dari belakang, Sinta menoleh melihat ketiga dokter itu, saat pandangan mata bertemu antara Sinta dan Aji sontak keduanya mengalihkan pandangan , dengan raut muka merah merona , salah tingkah sendiri, mengatur detak jantung masing-masing.


"Ini Nduk siomaynya" kata kang siomay, "makasih kang" jawab Desi tersenyum manis sekali, akang siomay selalu dibuat terpaku melihat senyum itu, jeda beberapa detik baru menjawab


" Oh iya, sama-sama nduk cantik" .


Aris yang melihat akang siomay bengong liat gadis itu berkata ,


"Ehem, kang pesanannya udah dibuat?"


"Eh iya dok, sebentar saya bungkus" ,


Aris sambil lirik Sinta lagi, dan benar memang Aris naksir Sinta yang kalem berbanding terbalik dengannya yang humoris, 'adem bener lihat senyumannya gadis ini, bisa ngga ya gue bersanding sama gadis seperti ini' batin Aris.


Aji yang melihat ini sedikit panas didalam dadanya.


***


"waalaikumsalam cantik" , jawab di telefon sebrang yang tak lain mamanya Sinta, "Gimana kabar orang rumah ma? " "Alhamdulilah baik sayang, gimana kerjanya , cape?",


"Sedikit mae hee, baru pulang kerja ini, bentar lagi pulang ke kost ,lagi nunggu Desi , di toilet ma"


"Oo iya Nduk, kapan pulang?, adekmu lagi pesantren kilat , bentar lagi liburan, lebaran di rumah kan nduk?",  tanya mae,


"Rencananya Sinta mau pulang H-2 lebaran Mae, tapi kalo adek mau liburan disini nanti setelah Sinta pulang trus ikut kesini ya, libur berapa hari?" , Jawab Sinta,


"Libure lama Nduk, ada 15 hari an, sebelum lebaran sampai sesudah lebaran" ,


"Iya , nanti Sinta pulang, cutinya cuma bisa 4 hari, adek ikut main sini aja ya, mae pae ikut kesini juga bisa? Soale masih kangen heee" ucapnya manja, "


"Adekmu aja ndak papa nduk, mae pae masih banyak tamu kalo tanggal segituan, udah dulu ya nduk, mae ada arisan RT", 

__ADS_1


"Nggih ma, jaga kesehatan ma, assalamualaikum "


"waalaikumsalam, sama kamu juga ya nduk , jauh disana , yang sehat ya".


Tutut panggilan berakhir,begitulah telepon pelepas rindu Sinta.


"Yuk Sin , pulang" ucap Desi dari belakang , Sinta yang main HP lalu beranjak bangun, "ayo" , absent lalu pulang ke kost putri.


***


Aji hari ini pulang lebih awal , sedikit kurang semangat, 'cape kerja nih makanya lemes' pikirnya, sesampai di gerbang meng klakson mobil ,


Tin! Lalu dibukalah gerbang oleh mang Ujang lanjut ke garasi, lalu masuk rumah "assalamualaikum" ucapnya "waalaikumsalam den" jawab bi Atun sambil menerima jaz putih dan tas seperti biasa, langsung melenggang ke kamar.


Belum 5 menit dikamar, Raisa masuk kamar dan tidur di kasur,


"Kak, minggu depan sekolahku ngadain donor darah dari Rumah Sakit kita lo", katanya,


"Iya , tadi udah liat proposalnya di reseptionist" jawabnya,


"Udah ngga galau to?" Sambungnya


"Ngga lah, mas Heri yang salah kok, dia minta maaf lalu kita baikan lagi heee" kata Raisa


'ngga habis pikir, pacaran begitu ya, kemarin nangis sekarang ketawa' batin Aji.


"Yaudah sana, kakak mau mandi, mau istirahat" kata Aji.


"Baru juga ngobrol bentar" sungut Raisa tapi tetap ngeiyakan , meninggalkan kamar kakaknya itu, 'sepertinya suasana hati kakak sedang ngga baik, ngga biasanya dia menunjukan emosi seperti itu, kenapa ya?' Tanya Raisa dalam hati.


***


Di dalam kost putri, Sinta, Desi, dan Susi , sang ahli gizi berbagi kamar untuk meringankan biaya, sebulan Rp 1.200.000, dibagi bertiga ,memang ada fasilitas wifi, dispenser air, lemari, dan kasur, tapi tidur kaya pindang dijejerin udah biasa bagi mereka, toh menurut mereka tidur yang penting merem buat balikin stamina.


Tapi malam ini, Sinta ngga bisa tidur ingat kejadian tadi siang bertatapan dengan dokter Aji kenapa berdebar gini ya jantungnya, apa aku sakit ya?' pikirnya, ah besok check up aja lah , si Desi sama Susi pasti juga udah pada ngorok, udah udah merem ah, 'bismika allohumma ahya wa bismika amut' doanya dalam hati.


Susi emang udah merem dari tadi jam 9 malam tapi berbeda dengan Desi meski pose tidur membelakangi dan anteng dia sebenernya lagi gundah juga.

__ADS_1


Desi merasakan jantungnya berdegup kencang memikirkan kang Nando si akang siomay, lagi apa ya dia kira-kira sekarang, ih apaan sih kenapa mikirin dia mulu kaya ngga ada orang lain aja, udah ah tidur aja, lalu bedoa juga dalam hati.


__ADS_2