ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)

ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)
Inget Lagi Puasa!


__ADS_3

"Dah tidur belum yang?"


Ting! WA masuk, Sinta mengerjap-ngerjapkan mata dan melihat HP itu, sontak senyum manisnya terkembang,


"Kebangun by, ada apa?" Balasnya


"Ngga bisa tidur, kangen kamu?"


"Halah gombal!, udah ah, mo tidur!"


"Jangan dong, temenin hubby dulu"


5 menit kemudian


"Sayang?"


5 menit berikutnya


"Halo?"


10 menit lagi


"Yah dah tidur ya?"


1 menit setelanya


Kring! Kring! Bunyi HP,  tanpa diangkatnya Sinta terlelap kecapean dengan HP masih ditangan, karena waktu menunjukan pukul 00.30 WIB,


"Duh HP siapa si bunyi malem-malem!" Rutuk Desi terganggu tidurnya, dipencet tombol angkat olehnya


"Woy! Dah malem! Anak orang mau tidur!" Ucapnya dengan keras lalu dimatikan telfon itu , tanpa lihat HP siapa dan dengan siapa dia berbicara, ajaib memang Desi ini.


Aji yang kala diangkat langsung sumringah ingin mendengarkan suara lembut Sinta, malah dibuat melongo mendengar teriakan gadis lain, belum pernah dia dapat teriakan yang ada dia yang neriakin anak buah yang ngga becus, 'ini pasti si Desi' ,dilihatnya jam lalu tepok jidat, aku juga mesti tidur nih.


***


Krok! Krok! Alarm Sinta berbunyi menandakan waktu pukul 03.30 WIB diaturnya semalam


"Hey ges, bangun! Bangun! Sahut sahur!" Ucap Sinta menggoyangkan pundak Desi dan Susi, setelah makan Nasi Padang yang dibeli mereka malam itu lalu mengambil wudhu bertadarus bersama menanti adzan shubuh.


"Eh Des, lihat tuh Salsa mukanya ditekuk begitu" ucap Susi,


"Halah ,pasti dia gagal godain Aji lagi" ucap Desi


Sinta yang melihat itu cuma bisa tersenyum kalem, meski bahagia dihati tapi tidak dikeluarkan takut jadi tambah masalah pikirnya.


"Kenapa lo? Gagal tunangan?" Sindir Desi sambil lewat depan Salsa dan geng yang kala itu duduk di ruang tunggu resepsionis


"Apa lo liat liat! Pergi lo udik!" Teriak Salsa ,da sontak dilihat oleh orang-orang, Sinta yang malu ada keributan menyeret Desi dan Susi ke arah lift.


"Inget lagi puasa ngga boleh marah-marah" ucap Sinta.


TING! Pintu lift terbuka , setelah absent mereka bersiap Apel pagi di belakang gedung C , ada sebuah lapangan yang terkadang menjadi tempat parkir mobil dadakan saat ramai, setelah selesai Sinta dkk balik ke tempat kerja, saat lift dibuka sudah ada Aji didalam lift dan keluar menggandeng Sinta berjalan kearah sebaliknya,


"Kamu ikut saya dulu, yang lain kerja sana" ucapnya ketus


Sinta dibuat bingung, kenapa muka pacarnya kecut bener


"Hubby kamu kenapa?"


Aji yang selalu dipanggil "mas" oleh Sinta secara langsung dan selalu meminta dipanggil "hubby" tapi ngga keturutan jadinya luluh seketika , dibawanya Sinta masuk ke sebuah ruang sepi.


Sinta dihadang dengan kedua tangan Aji , muka berhadapan dengan muka, Sinta yang malu hanya menunduk, arah matanya kebawah kaki Aji ,'Eh sepatunya gede ya, nomor 42 kayanya, aku nomor 38 tok, eh Aji lagi ngambek' ditoleh keatas menatap mata jernih itu lalu dibuat salah tingkah lagi, ditoleh ke samping melihat lengan Aji yang ada di sebelah kepalanya pas 'wah kekar bener lengannya, mesti sering olahraga ya, push up ,sit up apa angkat barbel ya?'

__ADS_1


Aji yang melihat tingkah Sinta hilang sudah amarahnya yang dipendam sejak semalam, 'mikir apa si nih anak, masa ngalamun lalu kaget, senyum, bingung, ngalamun lagi ,melongo , isinya apa sih di kepala kecil itu?' Batin Aji


Dipegangnya dagu Sinta diangkat supaya menghadap muka Aji, pandangan mata bertemu lagi seketika muka Sinta terlihat merah merona sampai ketelinganya, lalu saat mau mengecup bibir manis itu ditahan Sinta,


"Lagi puasa, ntar malem aja ya" ucap Sinta memelas.


Aji yang menghela napas menahan ketawa melihat tingkah imutnya itu tapi kadung gengsi lagi mode marah kan ya


"Janji lo nanti malam ,yang" pinta Aji


"He em"


***


"Guys ,makan yuk" ucap Salsa


"Lah hari ini kan puasa Sa, lu ngga puasa mangnya?" Tanya temennya


"Eh...iya lupa ngga sahur, nah lu pada?"


"Gue sahur si ,dibangunin nyokap tadi pagi"


"Udah lah, hari pertama ini, masih lama sampe lebaran" ucap Salsa bujuk temennya supaya batal.


"Oke, skuy" ucap temen-temen Salsa, jadinya batal karena bujukan Salsa.


Memang orang ga baik bergaul dengan anak yang ngga baik, mesti pinter pilih pilih temen ya.


Saat mereka turun lift , sengaja Salsa dan geng melewati ruang kerja Aji, dilihatnya Aji sedang serius, semua orang terpukau


"Ya ampun....mau deh punya suami idaman kaya gitu"


"Iya, idaman banget....mau satu juga"


"Ih lu mah, orang lagi berkhayal lu buyarin gitu aja, ngga seru!" Ketus temennya


"Bodo!" Sambil berjalan masuk keruangan Aji


"Hai beb, lagi apa, makan siang yuk" ucap ya manja


Aji yang risih itu berkata "saya bukan beb kamu, dan maaf saya puasa ,silahkan keluar" ketus Aji,


'ya ampun , cowok es, gimana sih biar luluhin hatimu' gereget Salsa sambil menggertakkan giginya.


Lalu berbalik Salsa menghentakkan kakinya didikuti gengnya ke arah restoran depan.


Lusi yang gembira itu lalu diambilnya HP dan mengetik.


Ting! WA masuk ke HP Sinta, ya semua perawat sudah menjadi teman baik Sinta, terkecuali Salsa dan gengnya.


"Salsa diusir Aji dari ruangan godaanya ngga manjur" WA itu


"Wkwk, kurang kerjaan si Salsa, ngga kapok-kapok ya" balas Sinta , tersenyum gembira melihat HP nya.


"Ges ada berita" mulai gosipnya


"Apaan?" Sontak mereka penasaran


"Ntar malem ah, puasa ,ngga ilok" ucap Sinta


***


Setelah Sinta dan kawan-kawan solat tarawih bersama di masjid,

__ADS_1


Aji menghampiri Sinta dkk,


"Kamu ikut aku" ucap Aji


"Ges ,duluan aja, aku sama mas Aji"


"Cie cie, inget lagi bulan ramadhan, jangan macem-macem, dosa!" Goda Desi


"Ih iya ,tau!" Suntuk Sinta


Dan ditarik tangan Sinta oleh Aji menuju ruangan sebelah kantin,


Bibir ketemu bibir perlahan, merasakan lembutnya sentuhan itu, saat Sinta menutup matanya, tangan Aji merayap ke belakang kepala Sinta ditarik kedepan supaya lebih leluasa mencium dan mencumbunya , dilumatnya bibir ranum itu, dijilatnya ,lalu menelusup kedalam , lidah bertemu lidah ,maju mundur memutar , dikecup lagi bibirnya ,lagi dan lagi, Sinta yang belum pengalaman dalam berciuman menahan napas sangat lama hingga engap , didorongnya Aji lalu mengambil napas panjang,


"Haha" tawa aji pelan,


"Jangan tahan nafas sayang, rasakan pelan-pelan aja dan atur nafas perlahan" jelas Aji


Sinta yang diam lalu menerima kecupan lagipun perlahan bernafas teratur dan menikmati permainan itu , dirasakannya sensasi menggelitik didada , 'ini yang namanya cinta ya?, Tapi dosa ngga?'


Jawabannya ya dosa lah!.


Saat tangan Aji meraba kebawah pinggang, lalu mau kebawah lagi sontak dipegangnya tangan Aji, Sinta menjauhkan Aji dan berkata


"Jangan, saya belum kamu halalin by"


Seketika Aji merasa bersalah, "maafin aku yang, khilaf, Will you marry me?"


"Artine opo by? Lagi ndak bisa mikir ini" spontan ucap Sinta


"Haha, lucu banget si kamu yang, kamu mau nikah sama aku?" Ucap Aji mempertegas


"Ya mau lah! Kapan?"


"Hahaha ,iya besok ya, nunggu kulamar dulu" ucap Aji diiringi tawa bahagia , lalu dipeluknya Sinta erat-erat.


***


"Sa, Sinta masih sama Aji?" Tanya kompor 1 Salsa


" lah iya, lu ngomong semalem udah mau tunangan" ucap kompor lainnya


Salsa yang lagi bete dan gengsi sama temen-temennya nyari alasan


"Om gue masih sibuk, liat aja nanti" ucap ya,


Lalu melenggang ke arah lift naik ke keruangannya diikuti gengnya.


"Des, makan malam pasien dah siap" ucap Susi membawa troli makanan


"Iya, Sinta belum balik malah, lagi enak enak sama Aji pasti" ujar Desi sedikit kesal, abis mereka masih jomblo tapi Sinta dan Aji serasa dunia milik berdua , ngga mikir yang lain.


"Hey ges ,maap telat" ucap Sinta dengan tergesa-gesa masuk ruangan, mencuci tangan lalu menggunakan antiseptik dan membawa kotak obat yang sudah diracik perawat lainnya.


"Susi yuk jalan" ucap Sinta.


"Oke" jawab Susi mengikuti


Desi yang masih cemberut jadi kepikiran akang siomay, masa aku yang nembak ya?


***


"Pak, ini berkas data orang-orang yang dekat dengan tuan muda Aji" ucap asisten CEO WIBO grup bukan lain asisten kakeknya Aji, dan....

__ADS_1


__ADS_2