
"Sakit jangan dalem-dalem, huhuhu"
"Ini pelan-pelan kok sayang, sedikit lagi"
"Itu gede dan panjang banget kak"
"Memang ukurannya dek"
"Tapi sakit kak"
"Jangan dilihat ya, merem aja, banyangin kaya digigit semut"
"Aw!!, mama aku keluar darah banyak, huhuhu"
"Nah sebentar, kalau sudah mau pusing bilang ya"
"Ish!, Iya kak"
"Udah sayang, lengannya Jangan diteken-teken ya nanti bengkak" dilapnya dengan alcohol swab lalu ditutup plaster, Sinta lakukan dengan cekatan ke adek-adek SMA itu.
'Takut jarum tapi mau donor darah, lucu banget lihat adek-adek ini'.
"Wah adek hebat ya, sini minum susu kedelai, sama ambil makan lainnya disini" ucap suster lainnya.
"Iya , makasih kak"
"Jarum segitu aja takut , gimana jarum gue yang lebih gede" celetuk anak SMA cowok
"Emang lo punya jarum apaan ,kok lebih gede" kata anak polos yang abis di ambil darahnya itu.
"Ya mesti punya lah, junior gue nih dibawah"
"Hiii mikirnya kemana-mana Lo!" Sontak cewek SMA kabur ke tempat gerombolannya.
"Hahaha, emang iya kan!" Tawa anak-anakĀ SMA cowok ramai.
Sinta dkk lagi sibuk acara donor darah dibantu Raisa dan kru PMI lainnya , suasana disana banyak jeritan dan tangisan dari para pendonor, karena takut jarum suntik.
Tapi banyak tawa dan cekikikan setelahnya,
Kata pasar dadakan pokoknya.
Di pojok luar ruangan mengintiplah Aji melihat para perawat bekerja, dengan senyumnya terkembang tanpa disadari.
Raisa melihat kakaknya diluar lagi ngintip malah teriak, "hei liat, ada dokter tampan!"
Aji dibuat salah tingkah tertangkap mengintip , lalu masuk ke ruangan,
"Hai semua, ada yang bisa kubantu?" Katanya
"Hallo dokter, mari duduk disini" ucap anak PMI
"Oke makasih" , memakai antiseptik lalu menggunakan sarung tangan.
Sinta yang dibuat terheran-heran
"Dokter Aji kok bisa disini?" Bisiknya ke Susi
"Ngga tau, buat ngawasi kali" balas Susi
"Oo iya kali ya"
'sempat GR dong kalo mau lihat aku, apa sih, emang aku sebagus itu dapet perhatian dia, yang mau rebutan aja banyak, aku kalah saing' batinnya.
Tapi memang Aji dateng buat lihat dia, barukali ini spontanitasnya mengikuti kata hati. Diliriknya Sinta yang duduk di sebelah ranjang itu.
"Tolong lebih halus ya sus, kerja dengan hati" katanya kepada Sinta
"Baik dok"
Dag dig dug, perasaannya berkecamuk saat kerja diawasi dokter tampan,' ya Alloh ,tenang tenang'
Menarik napas panjang lalu dihembuskan , huuuu
Setelah kegiatan selesai , semua beristirahat ,
"Ini kak minumnya" kasih anggota PMI
"Makasih dek, eh satu lagi" ucap Sinta
Dia pun menghampiri dokter Aji yang duduk , karena anak PMI malu mau ngasih minum ,
"Ini dok silahkan diminum dulu" ucapnya tersenyum.
Aji menengadah dan selalu terpaku melihat senyum itu, "iya, sini kamu juga duduk"
Sinta duduk disebelah Aji, masih dengan jarak satu ruang.
"Setelah ini kegiatannya apa?" Tanya Aji
"Oh setelah evaluasi satu jam melihat kondisi anak-anak, kami berpamitan ke pihak sekolah dok"
"Oke, ada yang mau saya katakan ,nanti tunggu saya disini"
"Semua perawat dok?" Tanyanya Polos
"Bukan, kamu saja" senyum Aji terkembang melihat tingkat Sinta yang imut, pikirnya
***
__ADS_1
"Sus, kamu handle pulangnya ya, aku disuruh nemuin dokter Aji dulu"
"Kenapa Sin?"
"Ngga tau, laporan kali"
"Oo yaudah, ditungguin ngga?"
"Kalo sampe lama balik aja ya, ntar aku ngangkot aja"
"Oke oke"
Sinta menghampiri Aji di ruang istirahat tadi, dilihatnya Aji sedang telfon, entah siapa lawan bicara itu, kelihatan sangat serius.
"Tolong kasihkan ke dokter lain ya sus, saya ada kepentingan sebentar, mungkin 2 jam-an"
"Baik dok" ucap Lusi disebrang telfon itu.
Setelah selesai, dilihatnya Sinta didepan ruangan,
"Sini masuk Sin"
"Oh iya dok"
"Jangan panggil dok dong, panggil Aji aja"
"Oo iya dok...eeh A-a-a, mas aja ya, ngga sopan"pinta nya
"Haha, iya wes apa enaknya" tawa kecil keluar melihat Sinta kebingungan, lucu banget sih pikirnya
"Gimana dok eh mas? Butuh laporan kegiatan hari ini?" Tanyanya masih mode polos, karena Sinta ngga pernah berpikir hal lain, belum pengalaman pacaran.
"Kamu bener ngga tau?" Tanya Aji mendekati Sinta
"Kalo laki-laki berdua aja sama wanita?" Sambungnya
"Eh apa dok, saya kan kesini atas perintah anda"
"Mas"
"Oo iya m-mas"
"Dan perintah siapa, aku cuma minta kamu kesini" berhentinya saat jarak tinggal lima centi.
"Aku mau ajak kamu jalan-jalan" bisiknya ditelingan Sinta, Sinta kalang kabut dibuatnya,
Diambilnya tangan Sinta oleh Aji, karena sama-sama belum pernah pacaran Aji to the point aja,
"Aku suka kamu Sin, mau jadi pacarku?"
Sinta yang udah kalang kabut dari tadi dibuat membeku, serasa dapat Wahyu Alloh.
"Aw!"
"Haha, kamu ngapain" tanya Aji
"Eh, sakit, maksudnya nyata" ucapnya malu
"Jadi mau ngga kamu jadi pacarku?"
"I-iya mau dok"
"Mas"
"Eh iya mas"
Aji memeluk Sinta, karena udah lama pengen merengkuh gadis yang manis ini, Sinta membalas pelukan perlahan,
"Mungkin aku ngga tau apa itu cinta, tapi aku cuma pengen nglindungi kamu" bisiknya ditelinga Sinta,
Muka Sinta Merah padam sampai ke telinganya, dilihat Aji perlahan , diusap bibir ranum itu, lalu dikecupnya perlahan, bibir Aji dan bibir Sinta bertemu, lalu Sinta menutup mata, karena ngga tau apa yang harus dilakukan, hanya degup jantungnya yang berdangdut liar, Aji juga merasakan bibir lembut itu, kecupnya, dijepit dengan bibirnya lalu lidahnya masuk , dilumatnya bibir manis itu, lidah bertemu lidah, menikmati permainan itu cukup lama , tangan Aji menelusup dibalik telingan Sinta, tangan satunya dipinggang, tangan Sinta pun di dada Aji, setelah cukup lama, melepas ciuman itu, pandangan mereka bertemu,
"Kamu milikku! Jangan dekat yang lainnya" Ajipun berkata seperti itu, sikap posesifnya keluar, ternyata Aji seposesif itu saat memiliki sesuatu
"Mana jawabannya" bisiknya
Senyum malu terkembang dibibir Sinta,
"Iya mas"
Sontak dikecup lagi bibir manis itu , gemas Aji melihatnya.
Mereka bergandengan tangan menuju parkiran , dibukakan pintu mobil penumpang,
"Masuk lah" ucap Aji, Sinta hanya menurut , lalu diapun masuk ke pintu kemudi, dipasangnya seat belt Sinta, tanpa lupa kecup dahi Sinta, lalu memasang seat beltnya sendiri,
"Kamu mau kemana sayang? Ucap Aji
Mendengar kata sayang, Sintapun dibuat kepayang , "maunya mas aja dimana" balasnya
"Makan di resto depan Rumah Sakit aja ya, katanya enak"
"Boleh"
***
Raisa yang melihat kakaknya keluar dengan perawat yang di suka Raisa itu jadi senang bukan kepalang, pasalnya baru semalam dia berkata mereka serasi ternyata memang serasi , 'ucapanku bertulah lo, baru juga kecap udah terkabul, pengen memohon apa ya sama Alloh biar kekabul langsung' batinnya kegirangan tapi berkhayal , mengira ucapannya yang ajaib bisa langsung terkabul,
"Lihat kebun ku! Penuh dengan bunga! Ada yang mekar ada yang kuncup!" Teriaknya
__ADS_1
Temannya yang kaget sontak berkata
"Apa si Ra, dimana tamannya!, orang lihat jalan raya nyanyi taman"
"Iya pokoknya musim semi tiba di sini!"
"Musim semi mbahmu , wong panas terik kaya gini" temannya memutar mata, udah ngga menggubrisnya lagi
"Hem Hem Hem," Raisa menyanyi dalam dehemannya.
***
Di dalam Resto itu, Aji membimbing Sinta duduk di depan kaca jendela nomor 3 , mengambil buku menu
"Mau makan apa?"
Sinta yang selalu berhemat , melihat angka di pojok nama menu membulatkan mata,
"Mahal-mahal mas, makan bakso aja yuk yang murah tur enak" katanya
Aji yang dari tadi sedang mode pria romantis
"Udah gapapa , sekali-kali kan" jawabnya
"Mas aja yang pilihin po?" Jawabnya, logat Jawa Sinta selalu keluar , dasar anak asli desa serang, lereng gunung Dieng sana.
Aji yang mendengar itu makin tambah rasa cintanya dihati, "pesen sup jagung, steak daging, nasi goreng seafood , smoothie strawberry ya" ucap Aji, karena tau Sinta sering beli jus strawberry, "iya, kayae enak" jawabnya mengangguk.
Dipojok ruangan ,duduk Salsa and the Genk , saat melihat itu ,panas didada semakin membara
"Ya ampun Sa, itu di kampungan duduk berdua sama Dokter tampan"
"Iya, gila, pakai apa dia bisa meluluhkan dokter es itu"
Setiap hari Salsa selalu ke ruangan Aji mencoba dekat , manja meski selalu dengan muka datar Aji yang diterimanya.
"Kayanya pake pelet deh, orang kaya gitu kok bisa dapetin cowok se gentle dokter Aji ,Sa"
Para kompor sudah membeleduk dari tadi di sasaran masih diam melihat dua orang itu dengan tatapan membara dan tangan terkepal, buku-buku jarinya sampai memutih.
"Tenang guys, kita lihat cara mainnya" ucapnya ketus.
***
Saat sore hari jam pulang shift pagi, Salsa dan gengnya turun ke lantai 3,
"Hei udik! ,sini Lo!" Ucapnya ke Sinta,
Sinta dan teman-teman yang bingung cuma melongo,
"Kamu ngomong sama siapa?" Tanya Desi
"Dia! Suruh kesini"
"Sinta maksudnya?"
"Iya ,siapa lagi?!"
"Nah lo mah biasa ngomong udik ke semua orang dilantai ini , gaje banget dah!" Timpal Desi udah mau emosi juga
"Uda Des, biar tak samperin, maunya apa" ucap Sinta keluar ruangan,
"Kenapa mba?"
"Ikut gue" ditariknya tangan itu, masuk lift memencet tombol 5 , memasuki ruang laboratorium yang sedang sepi ,dikuncinya dari dalam ,lalu mereka beradu mulut di dalam ruangan,
"Hey mba, kalo mau ngomong ya sopan, jangan main tarik-tarik!" Seru Sinta
" Lo denger ya, Aji itu gebetan gue, jangan deket-deket dia!" Jawab Salsa tak kalah seru,
"Dia pacar saya, kenapa juga saya haru dengerin kamu!" Timpal Sinta,
Yang bagai petir menggelegar di siang bolong bagi Salsa,
"Pacar Lo?, sejak kapan!"
"Kemarin aja masih sendiri kok! " sambungnya
"Dari hari ini!, kenapa?, berani kamu dekat-dekat pacar saya , awas kamu!" Timpal Sinta membuka kunci laboratorium
Ditariknya bahu Sinta hingga terjerembab ke lantai oleh Salsa , hingga bahunya menabrak kaki meja ,senut-senut rasanya ,'aduh jangan memar' pikirnya,
"Baru pacar kan!, lihat aja, gue tikung!" Tukas Salsa berbalik keluar dengan teman-temannya, mengunci pintu dari luar lalu pergi meninggalkan Sinta sendiri.
Sinta yang tadi HP nya sudah dimasukan kontak Aji sendiri, bertuliskan "hubby" meski dengan longonya Sinta diambil dan dibukanya, karena dia tadi sempat membawa HP di saku bajunya
Ditelepon Desi, Tut... tut... "Hallo Des, aku di lantai 5 pintu laboratorium"
Desi dan Susi yang memang tadi mengikuti Salsa menggunakan tangga , dengan ngos-ngosan membuka pintu laboratorium sambil telfon "iya Sin, hosh hosh ,lagi kesitu!"
Dibukanya pintu laboratorium, melihat Sinta sudah berurai air mata dilantai
"Ya Alloh ,kenapa to nduk?" Ucap Desi , membatu Sinta bangun.
"Salsa sama teman-temannya itu ,ngawur banget, ngunci aku disini!" Ucapnya sebal
"Lah bajumu kotor banget Sin" ucap Susi,
"Yowis , balik ke kost aja, masih punya baju lainnya, biar tak cuci yang ini" jawab Sinta
__ADS_1
Tanpa dilihatnya layar HP , ada misscall dari hubby 2 kali...