ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)

ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)
Kepergok Aris


__ADS_3

"Telfon ngga diangkat WA ngga dibales , kemana si kamu yang?" Ucap Aji sendiri diruang rawat inap sore itu, mumpung bukan jadwal jaga dia mau ajak Sinta makan malam.


Aji menghampiri ruangan Sinta, tapi tidak mendapatinya disana, namun perawat lain yang sedang jaga,


'Udah ganti shift, pulang ngga ngabari awas aja kamu Sin, harus dapat hukuman sepertinya' ,batin Aji.


"Ada yang bisa dibantu dok?" Tanya perawat jaga disana , tersenyum , karena jarang ada dokter tampan tanpa jadwal tiba-tiba dateng kan.


"Perawat shift sebelumnya udah pulang semua?"  Tanya Aji.


"Oh iya dok, baru pulang tadi"


"Eh kayanya tadi Sinta dipapah Desi ma Susi ya, kenapa tuh anak?" Bisik perawat ke perawat lainnya.


Aji yang sedikit mendengar itu terkejut, tapi tidak dengan mukanya, masih menampilkan sikap lugas dan berwibawa.


"Oke makasih, saya cuma mau tanya perihal kasus tadi siang, besok lagi saja saya kesini" alasan Aji


"Oo baik dok" ucap perawat serempak.


Aji kembali ke ruangan, ditelfonnya anak buah,


Karena sosok Aji tak lain adalah pewaris grup WIBO grup yang memiliki Rumah Sakit dan beberapa perusahaan lainnya ini, hanya sosoknya ini masih low profil, Sinta pun hanya tau Aji adalah dokter spesialis.


"kirim rekaman cctv perawat lantai 3 sore ini ke laptop saya"


"Baik bos"


Kring! File masuk, dan dibukanya Aji, memperlihatkan adu debat perawat di depan ruangan itu, lalu Sinta yang di tarik paksa menuju lift, menekan tombol 5 itu.


"Kirimin rekaman cctv di laborat juga , jam sorean ini"


"Siap"


Kring! File masuk lagi, dan dia melihat perdebatan itu dengan senyum terkembang,


'Gitu cintaku kamu ngga kalah garang rupanya, hatiku ngga salah , kamu bukan orang lemah tapi pantang menyerah dan tau merendah' pikirnya menyanjung pacarnya itu.


" heeem .... Salsa, keponakan Professor tamak itu kan" ucapnya


"Lihat saja nanti kalian, berurusan dengan orang yang salah" berkata sendiri diruangan itu.


***


"Duh...Pas nyuci, tangan kananku nyeri banget ini Des" Kata Sinta memperlihatkan bahunya yang putih mulus itu ada memar biru sekarang.


"Ya Alloh Sin, lengan kamu kenapa ini, apa tadi gara-gara nenek lampir itu ya?!" Teriak Desi


"Ngga usah treak-treak kali Des, kaya di hutan aja" rutuk Sinta kesal, bukannya bantuin obatin atau apa kek malah teriak ngga jelas.


"Sini Sin tak olesin salep" ucap Susi yang dari tadi kalem itu.


"Iya makasih Si" jawab Sinta


"Ini kena apa si? Kok sampe lebar begini memarnya?" Tanya Susi


"Kena kaki meja tadi, nahan badan roboh" jelas Sinta


"Makanya kalo ada kejadian kaya gitu lagi, jangan sok pahlawan ngadepin sendiri, mbok ya ajak kita biar tak ladeni itu nenek lampir" rutuk Desi yang melihat Sinta diobati.


"Sin, mas Aris itu gimana orangnya?" Tanyanya pelan


"Hem? Oh dokter Aris, baik humoris kan?" Sinta tanya balik


"Ehm iya bener" ucap Susi

__ADS_1


Sinta heran kenapa Susi nanya Aris tiba-tiba, tapi ya biarin, mereka temen kan, batinnya berpikir positif.


Ya siapa tau kalo Susi ada rasa sama Aris kan, mereka udah sering berkirim whatsapp hanya Alloh jawabannya.


"Udah Si?, malu! mau pake baju" ucap Sinta malu


"Halah sama-sama cewek juga" ucap Susi


"Ih kamu tuh ya" balas Sinta dongkol.


"Terus kamu mau gimana?" Ucap Desi


"Gimana apanya?" Tanya Sinta balik


Desi yang memutar mata berucap balik ke Sinta,


"Salsa lo, mau gimanain mereka, mereka udah berani ngancam kamu sampe kamu memar kaya gini" jelas Desi.


"Em, ya ga gimana gimana" ujar Sinta yang memang ngga pernah balas dendam itu


"Uugh kamu mah kaya ibu peri" ucap Desi


"Heleh , julukan opo itu" rutuk Sinta jengkel.


Mereka pun bersiap tidur


Ting! Ada Whatsapp masuk ke HP Sinta, dibukanya terkejut ternyata ada 5 misscall dan 3 pesan WA, 'banyak telfon ngga kejawab' batinnya, dibukanya pesan itu dari Hubby,


"By maaf baru buka HP" dibalasnya WA itu


"Emangnya lagi apa sayang?"


"Tadi pulang trus nyuci baju"


"Oo iya, dah makan belum?" , dilihatnya waktu baru jam 8.30 malam ,


"Makan yuk, di kost mana kamu tinggal yang?"


"Oke, di gang melati, gang ketiga dari Prapatan Rumah Sakit itu, ada kost Putri yang gerbang hitam" ketiknya lengkap


"Oke ,otw"


Sintapun beranjak dari tidurnya,


"Mo kemana Sin?" Tanya Desi, melihat Sinta berpakaian tebal


"Hee mau makan diajak mas Aji"


"Loh kamu siapanya Aji?" Tanya Desi penasaran


"Eh...pacarnya ,baru kemarin"


"Kok ngga cerita si?!"


"Nah ini cerita, kemarin pada tidur cepet kan pules banget kecapean, jadi ngga tega"


"Kalo ada apa-apa cerita lah, kitakan sahabatan, apa dah ngga anggel kita? Rutuk Susi


"Iyo Iyo, tak crita apapun wes" jawab Sinta


"Yaudah, sana pacaran , tapi janga macem-macem, belum mahrom Sin" ucap Desi


"Iya mba Desi yang baik hati, tidak sombong , dan rajin menabung" bujuknya manja


"Nabung di kang siomay wkwk" lanjutnya jail

__ADS_1


"Awas kamu Sin!" Ucap Desi meliha Sinta melenggan pergi


***


Setelah masuk ke mobil, Sinta dan Aji melaju ke sebuah mall terdekat, kira-kira 20 menit kemudian,


"Mau nonton bioskop?" Tanya Aji


"Nonton apa?"


"Horor dong"


"Ih harusnya ngomong kalo nonton mau ajak sahabat Sinta, kasihankan" ucap Sinta


"Oo ya udah besok-besok lagi sama sahabatmu itu" ucap Aji melihat Sinta merajuk ,gemas ,imut banget pikirnya, mereka pun makan di food court mall itu.


Aris yang kala itu jalan ke mall sama kawan-kawan dari universitas melihat sosok Aji dan Sinta sedang makan di food court , sontak api berkobar di dadanya, 'oh jadi gini, tikung menikung ji!' Geramnya di hati,


Saat Sinta pamit ke kamar mandi, Aris menghampiri Aji,


"Bagus ji! Bagus" ucap Aris tegas dari belakang Aji


"Eh Ris, lo disini" kata Aji belum paham arti kemarahan Aris


"Gue udah bilang suka ma Sinta , dan lo terang-terangan rebut cewek yang gue suka!" Kata Aris dengan sedikit nada tinggi


Aji yang mengerti itu sedikit bingung mau jelasinnya gimana,


Ditonjoknya di perut Aji oleh Aris karena Aji tak kunjung ada jawaban


"Awas lo ji!, Lihat nanti!" Rutuknya meninggalkan Aji


"Tunggu Ris, gue ngga ada maksud nikung menikung, karena Sinta dan gue emang saling mencintai Ris" ucap Aji menahan pundak Aris sambil tangan lainnya memegang perut yang ditonjok Aris itu.


"Terus gue harus bilang WOW gitu!" Ketus Aris,


"Ris, Lo tau gue ngga pernah pacaran, cewek-cewek yang ngejar gue, tapi gue ngga perna ada rasa sama mereka, lo mau pacaran juga gue ngga ikut campur, tapi kali ini beda Ris , gue ada rasa sama Sinta, tolong ngerti, please!" Jelas Aji,


Aris yang melihat Sinta kembali dari kamar mandi, akhirnya mengalah saat melihat wajah bahagia itu


"Oke ,kalo emang Sinta sayang sama lo, gue ngalah, tapi kalo lo nyakitin Sinta, gue aka rebut Sinta dari lo" jawab Aris memperingatkan


"Oke rus, gue janji ngga akan ngecewain Sinta sama elo" janjinya Aji


"Eh ada mas Aris, apa kabar?" Ucap Sinta sambil tersenyum menyalami Aris ,


Aris bersalaman dengan Sinta dan menjawab "baik Sin, kalian lagi pacaran?" Tanya dengan senyum humoris khas Aris,


"Em iya, dari kemarin, doain moga langgeng ya mas" ucap Sinta malu


"Iya , kamu gadis baik ,kalo Aji jahat sama kamu bilang mas aja, tak hajar nanti" jawab Aris, karena memang Sinta sering WA dengan Aris dan sudah menganggap Aris kakaknya.


"Oke siap mas" jawab Sinta dengan pose hormat.


"Yaudah , gue balik dulu bro, jangan macem-macem lo, inget anak orang, dijaga baek-baek" ucap Aris melenggang pergi kembali ke kawan-kawannya


***


Di kost Salsa pun, Salsa dan kawan-kawannya ngrasain kemenangan meski belum Menag apa-apa,


"Sa, besok Lo mesti peringatin Sinta lagi"


"Iya Sa, lo juga mesti buru-buru dapetin Aji , sebelum ada janur melengkung masih sah-sah aja"


"Iya gue juga mikir sama, tapi pakai siasat apa biar Aji bertekuk lutut dan jatuh kepelukan gue ya"

__ADS_1


Mereka merencanakan sesuatu yang jahat lainnya....


__ADS_2