ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)

ANATOMI CINTAKU (Dokter Spesialis Termuda)
Akang Siomay atau Bos Restoran?


__ADS_3

"mba silahkan, mau pesan apa?" Tanya mba resto itu


"Mau...apa ya Des?" Tanya Susi, melihat Desi bengong ke arah kasir ditoel nya pundak itu


"Woy ngalamun ae, nanti kesambet lo" sambung Susi


"Eh iya, mba mau pesan nasi goreng seafood aja, sama minumnya jus alpukat" jawab Desi tersenyum


"Aku mie goreng seafood ya, minumnya leci greentea" ucap Susi.


"Oke mohon ditunggu" catat pelayan resto itu


"Em mba, mau nanya mas yang tadi pake kemeja putih masuk ruang itu siapa ya?" Tanya Desi


"Oo itu bos kami mba, permisi ya" ucap pelayan itu


Desi dibuat bingung ,masa iya bang Nando si akang siomay bisa punya restoran elit begini,  apa kembarannya ya? cuma mirip kali ah, pikirnya ,lalu main HP.


"Kamu tanya siapa Des?" Tanya Susi


"Eh aku kayanya salah liat deh" ucap Desi


"Lah emang siapa?" Dedes Susi


"Itu, kamu paham kan wajah akang siomay kaya gimana, nah tadi kulihat dia masuk ruang khusus karyawan itu, tapi pake bajunya rapi bener, masa iya sih itu kang Nando?" Ucap Desi menjelaskan ke Susi.


"Halah salah lihat kamu, lagi kangen ya sama akang siomay, apa kamu punya perasaan sama tukang siomay itu?" Selidik Susi


Desi hanya tersenyum dan menghindari tatapan Susi, "ngga tau, aku cuma kadang sering keinget wajahnya aja"


"Oo gitu, kalo suka juga nggapapa kali, namanya Cinta ngga punya mata, bisa jatuh sama siapa aja" ucap Susi enteng, toh Desi masa sama akang siomay pikirnya.


Saat pesanan datang mereka makan dengan lahap, tanpa tau ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


Ya , yang memperhatikan itu bukan lain memang sosok Nando ini, dia melihat dua gadis dekat jendela kaca itu dengan terpesona.


Pasalnya dia sengaja berjualan siomay karena setahun lalu melihat Desi, dia sudah punya perasaan dengan gadis itu, tapi gadis itu tak pernah mampir ke restorannya ini, gimana supaya bisa dekat pikirnya memutar otak, masa iya dia sakit dulu kan ngga mungkin banget, jadilah dia mangkal di Prapatan itu jualan siomay, para pelayan direstoran pun sudah dia kasih tau supaya tutup mulut.


Saat jam istirahat siang dan sore hari saja dia mangkal di Prapatan itu, selebihnya anak buahnya yang berjualan jadi kebanyakan orang tak memperhatikan sosok dia berjualan disitu.

__ADS_1


Nando ini sebenarnya anak Sultan alias anak konglomerat yang punya bisnis batu bara di Kalimantan , ayahnya seorang CEO tapi dia memilih merintis karirnya sendiri, berbekal hobinya memasak dia membuka restoran dan sekarang punya beberapa cabang di pulau Jawa ini, namun menginjak usia dewasanya dia belum juga memiliki kekasih, dibesarkan oleh neneknya karena orang tua yang sibuk, sekarang neneknya kerap meminta dia untuk menikah ,ingin menimang buyut katanya, dan sekarang sering sakit-sakitan jadilah Nando memutuskan langkah itu untuk mendapatkan pujaan hatinya yang bekerja di Rumah Sakit itu.


"Halo gadis-gadis cantik" sapa laki-laki ganteng bukan lain adalah Nando, menyapa Desi dan Susi,


Desi dan Susi yang sedang asyik makan itu dibuat melongo, apalagi Desi seperti patung, Susi yang lebih dulu sadar menyapa balik


"Halo mas Nando, berarti tadi Desi ngga salah lihat ya" ucap Susi meski masih terkejut.


"Ehem, iya...saya lagi libur jualan siomaynya ,hehe" tawa renyah Nando ,membuat Desi seketika kalang kabut ,muka bak tomat mateng alias merah padam sampai ketelinganya.


"Eh iya, kang eh mas Nando yang punya restoran ini?" Tanya Desi menyakinkan dirinya sendiri


"Ehem iya , maaf ngga cerita" Nando merasa bersalah sendiri meski gadis itu tak menyalahkan apapun hanya bertanya.


"Oo ngga, brati mas Nando orang sukses, kok mangkal jadi tukang siomay si, aneh banget" ucap Desi


"Em itu , aku lagi mengincar gadis idamanku" ucap Nando mengisyaratkannya.


Namun Desi dibuat salah paham, dia jadi patah hati sebelum mengungkap perasaan yang dipendamnya.


"Ooo gitu, ya semoga cepat berjodoh dengan gadis itu ya mas" seraya bangkit dan mengajak Susi ke kasir.


Diikuti Nando ke kasir,saat gadis itu akan membayar makanan dihentikannya,


"Ngga usah bayar, itung-itung itu traktiran dariku sebagai langganan setia siomay"


"Jangan, ngga enak kita" ucap Susi menolak


"Nggapapa , toh cuma makan ringan begitu" ucap Nando


"Oo gitu , yaudah makasih mas" ucap Desi yang meski hatinya getir melihat senyum yang disukainya ternyata sudah punya gadis pilihan.


"Makasih sekali lagi ya mas" ucap Susi.


Mereka pun melenggang meninggalkan restoran itu kembali ke kost putri.


***


Saat masuk kamar dilihat sudah ada Sinta didalam sedang merapikan bawaannya,

__ADS_1


"Assalamualaikum Sin, udah sampe dari tadi?" Tanya Susi ceria, Desi yang suntuk dia tertutupi dengan kedatangan Sinta kembali senyumnya itu,


"Haiiii beeebbb kagen!!!!!" Teriak Desi kegirangan


"Ya Alloh Des, ngga usah teriak-teriak kaya dihutan aja" ucap Sinta membalas pelukan Desi itu.


Sesaat bercerita lebaran masing-masing dirumah , lalu sesi curhat dimulai


"Kang siomay eh maksudku mas Nando ternyata pemilik restoran di sebrang Rumah Sakit itu lo Sin" ucap Desi sambil manyun ke Sinta,


"Lah brati dia holang kaya dong" dengan muka masih ceria


"Ha iya holang kaya tapi udah punya gadis pilihan" ucap Susi , diliriknya Desi yang cemberut akhirnya dia mengerti.


"Kamu suka ya sama mas Nando?" Tanya Susi ke Desi


"He em, tapi sebelum tau punya restoran kok, waktu masih tau dia akang siomay aku dah suka, cuma saat tadi bilang sengaja ngincer gadis yaudah aku tak mundur aja" ucap Desi manyun.


"Lah kan baru ngincer, brati belum jadian dong..." ucap Sinta memberi harapan Desi.


"Tapi ngga lah, ngga mau aku ngejar-ngejar, siapa tau ada cowok yang suka aku, tanpa aku ngungkapin perasaan ,aku lebih milih dicintai aja" ucap Desi , prok prok prok suara tepukan Susi dan Sinta membuatnya jengkel lalu tersenyum.


"Nah gitu dong Desi yang kita kenal, ngga usah diambil pusing lah soal cowok, nanti juga mereka yang deketin, mana ada bunga jalan-jalan yang ada lebah yang terbang, kan?" Ucap Sinta.


"Nah terus ,kenapa itu dirumah kamu?" Tanya Desi


"Aku kan punya akun adekmu, dia live kemarin" sambung Desi dengan khawatir


"Iya , aku lihat juga, ya Alloh siapa yang berani ngancam-ngancam gitu, apa lagi sama bapak loh...." ucap Susi, seketika suasana kamar jadi mendung


"Nggapapa, nanti tak bicara sama mas Aji, kayanya aku mundur aja" ucap Sinta dengan tegar, mereka berpelukan dengan sedih namun saling menguatkan.


***


"Sayang aku mau bicara" ucap Aji masuk ke ruangan perawat itu, dilihat pada perawat lainnya tapi Aji tak malu mengungkapkan hubungannya dengan Sinta, justru Sinta yang dibuat malu dengan lantangnya Aji mengucap kata "sayang" meski dengan batin berbunga-bunga, kalo hati itu bisa bicara udah teriak-teriak kegirangan kali ya, namun Sinta seketika ingat ancaman itu ,muka yang tersenyum itu tiba-tiba mendung mengungkapkan kekhawatiran batinnya,


"Ya , aku juga mau bicara mas" ucap Sinta,


Karena waktu menunjukan pukul 21.00 WIB ,jam dokter pulang ,namun Sinta sedang shift malam jadi ada jeda waktu sebentar, mereka berjalan ke arah lift dan memencet tombol 1.

__ADS_1


Ting! Bunyi lift , pintu terbuka, Aji meggandeng tangan sinta erat meski dengan perasaan gundahnya itu, saat tiba di ruangan sebelah kantin didekapnya Sinta erat-erat , Sinta sontak menangis , dan....


__ADS_2