
Pagi harinya Raisa yang masih heran melihat tingkah kakaknya yang ngga biasa mencoba bertanya "kak abis putus cinta?",
"Lah apaan yang diputus, nyambung aja belum" jawab Aji sambil makan roti panggang isi selai dengan nikmatnya tanpa sadar dia keceplosan.
"Nah loh ,kakak lagi deket ama siapa?" Tanyanya Raisa penuh selidik,
"deket apa? Orang kamu nanyanya putus,
lah putus nyambung putus kabel kali" ngelesnya Aji karena dia sendiri ngga tau apa yang dirasakannya saat ini.
Raisa yang merasa gemas itupun cuma bisa berkata "ya udah si, ngga usah ketus ketus gitu, kalo emang suka ya PDKT dong" selepas selesai makan rotinya Raisa bergegas berangkat sekolah.
Aji yang ditinggal sendiri, karena Ayah dan Ibu nya berangkat pagi sekali keluar kota, cuma bisa bengong "ngomong apa sih tuh anak?" Lanjut makan lagi lalu berangkat ke Rumah Sakit.
Di Rumah Sakit seperti biasa merawat pasien dengan penuh dedikasi , namun pagi ini ada pasien sakit jantung coroner yang drop sehingga perlu perawatan urgent dari dokter spesialisnya , Aji pun bergegas selepas menerima panggilan telepon dari suster pendampingnya.
"Sus Lusi, pasien sudah masuk ICU?" Tanya dokter Aji,
"sedang dalam perjalanan dok" , jawabnya mengikuti dibelakang dokter menuju ke ICU , ICU ada di gedung B lantai dasar , butuh 10 menit jika dari gedung C tempatnya saat ini, tapi sudah ada dokter umum yang jaga disana.
Di dalam ICU, perawat yang menggunakan APD lengkap dengan cekatan memasangkan alat-alat ke pasien sesaat setelah pasien memasuki ruang ICU, dari selang ventilator , selang infus, selang tambah darah, layar monitor ,kateter, selang makanan, mempersiapkan defibrilator dalam kondisi kritis ,dll.
Jika orang awam yang melihatnya pasti akan merasa ngeri dan seram sekali pasalnya alat-alat yang berseliweran di tubuh pasien merupakan komponen penting yang memiliki fungsi masing-masing dalam membantu mempertahankan nyawa pasien kritis itu.
Ada 5 dokter yang memantau kondisi pasien itu termasuk Aji, mereka mengambil tindakan dengan sangat efisien dan terkoordinasi. Selang 20 menit kemudian, setelah dirasa pasien cukup stabil, pasien diambil alih oleh dokter jaga yang kompeten untuk dipantau 2 x 24 jam di dalam ICU, dan hanya boleh satu orang yang menunggu pasien di jam besuk.
Perawat yang ikut membantu pun kembali bersiap ke tugas lantai masing-masing, termasuk Sinta juga ikut.
Setelah melepas APD dan mencuci tangan lalu memakai antiseptic , mereka kembali dengan perasaan lega setelah kembali dari peperangan yang menegangkan.
Sesaat Sinta melihat dokter Aji juga keluar bersama Rombongan itu, sontak mata mereka bertemu lalu Sinta langsung memanggutkan kepala tanda hormat dan berlalu ke lantainya , Aji membalas dengan anggukan ringan dan melihat Sinta dan teman-temannya menghilang di dalam lift, "Mari kembali dok" ucap Lusi, "Oke" sahut Aji berjalan kembali ke bagian Rawat Jalan, dalam hati dia tersenyum disapa olehnya.
***
__ADS_1
"Guys , jajan apa ya kita?" Kata Desi,
"jajan ke kantin kuy" jawab Susi,
"emang mau jajan apa di kantin, nasi kucing? " ucap Desi lagi,
"enak dong , nasi kucing sama jesu, tapi sayang adanya di angkringan ges" jawab Susi lagi, Sinta yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan kawan karibnya itu sambil mengedarkan pandangan , sesaat seperti melihat sosok dokter muda di pojokan gedung , dan benar itu Aji dkk sedang merokok, 'mereka sering ngrokok disitu rupanya' batin Sinta.
Aji melihat Sinta dan temannya lewat menuju kantin di lantai dasar sebelah resepsionis itu sontak mendekat tanpa mengabari kawannya,
"Siang suster cantik, mau beli apa silahkan dipilih" ucapan penjual kantin itu,
Desi mengambil croissant isi abon, jus alpukat, wafer coklat dan kue lapis, Susi mengambil donat selai matcha dan minuman greentea, sedang Sinta hendak mengambil salad buah berbarengan dengan tangan lain, sontak melihat kearah pemilik tangan itu.
"Eh, maaf silahkan ambil dulu saja" saat melihat pemilik tangan itu dia terpaku akan ke tampanannya dan secara tak sadar tersenyum kepadanya ,tak lain itu Aji, dokter spesialis termuda yang sedang menjadi suami idaman para wanita.
"Kamu mau beli ini ,dek?" Tanya Aji dengan senyumannya, ngga senyum aja kaya manekin ,guanteng, apalagi senyum, definisi dari kata SEMPURNA.
"Iya dok" jawab Sinta, karena salad tinggal satu-satunya, Sinta yang baik hati pun mengalah,
Lalu diambilnya oleh Aji, dan dibawa ke kasir untuk dibayarnya, setelah itu dikasih kembali ke Sinta,
"Ini ambilah, aku ngga terbiasa ambil punya cewek" , setelah diterima ditangan Sinta , belum sempat Sinta menjawab apapun Aji sudah berlalu meninggalkannya.
Sintapun di buat melongo melihat dokter tampan udah nraktirnya.
"Widih, salad dengan cinta sungguh menggoda" celetuk Desi sambil menjilat bibirnya melihat salad itu.
"Heeh , salad buah terbaik di dunia, tiada duanya, mau icip sin" timpal Susi.
"Heee enak aja, itu kamu punya jajan siapa mau makan, ambil segitu banyaknya Des?" Jawab Sinta.
Lanjut dia mengambil snack kentang dan jus strawberry kemasan, lalu mereka ke kasir sama-sama untuk membayar jajanannya masing-masing.
__ADS_1
Di kejauhan Salsa yang melihat adegan itu dari awal hingga akhir hanya bisa menggertakkan gigi dan mengepalkan buku-buku jarinya sampai memutih.
Ditambah kompor dari geng nya ,"aduuhh sa, jangan mau kalah lo ama orang kampung kaya mereka" kompor satu,
"Iya ya, masih cantikan kamu kemana-mana, modis dan kaya, mereka bukan tandingan" kompor dua
"Labrak aja sa, gue dukung" kompor 3
"Buruan gih, biar ngga gede kepala mereka tuh" kompor 4.
Sesaat Salsa hendak kalap ingin melabrak Sinta dan kawan-kawan tapi dia urung saat melihat Aji dan lainnya masih melihat mereka dari pojok sana, takutnya makin berkurang kesempatannya untuk dapatkan Aji, 'harus bermain cantik dong' batinnya.
***
Setelah Aji kembali ke tempat kawan-kawannya merokok, Aris terdiam terkesan cuek menikmati sesapan rokonya ,lalu beranjak pergi, "Bim, gue balik dulu ke ruangan"
"Lah ngga jadi jajan lu?" Tanya Bima yang masih belum paham temennya ngambek kenapa.
"Ji ,lu juga mo cabut?" Lanjutnya, "Mo beli jajan ntar sore ajalah, kenyang gue" jawab Aji
"Yaudah, yuk lah balik" ucap Bisa akhirnya karena udah ngga ada yang dibahas lagi, dan rokok dia juga udah habis tiga batang.
"Hem" jawab Aji ikut beranjak pergi ke ruangan masing-masing.
Aji dalam hati senang tapi juga kalut , satu sisi spontan aja pengen lihat Sinta beli apa , dia juga suka lihat senyum Sinta yang manis itu, dan benar saja Aris sontak tak mau berbicara dengannya berarti memang dia juga suka dengan Sinta, apa aku mundur aja ya?, tanya dalam hati.
***
Sepulang nya , dirumah Aji masih kalut, belum ganti belum apa duduk di sofa TV sambil main HP ,karena sedikit kurang semangat mengenai kejadian tadi siang juga karena memang lelah seharian menghadapi pasien denga bermacam penyakit dan penangannya yang berbeda tentunya.
Raisa keluar dari kamar menghampiri kakaknya, "tumben cepet kak" melihat jam baru pukul 18.00 WIB ,
"Iya, kunjungan pasien sudah berkurang jumlahnya" jawab Aji.
__ADS_1
Tapi Raisa yang seorang calon wartawan , dapat melihat gelagat mencurigakan dari kakaknya, meski membenarkan kakaknya lelah tapi ada sesuatu hal yang lain jadi....