
Tin! Bunyi klakson didepan gerbang kost putri.
Sinta dan lainnya keluar kost itu mau berangkat kerja.
"Yuk naik, daripada jalan kaki" ucap Aji membuka jendela kaca pengemudi.
Sinta dan lainnya terheran pasalnya dari kost putri ke Rumah Sakit hanya 15 menit jalan kaki itu kalo pelan-pelan, ngga sampai 10 menit kalo jalan biasa, ya mereka hanya menurut dan masuk ke mobil BMW itu.
"Pagi sayang" ucap Aji tersenyum, Desi dan Susi yang melihat itu hanya dibuat melongo karena Aji hanya dengan Sinta bisa berubah 180 derajat.
"Pagi hubby, tumben jemput kita" kata Sinta seraya tersenyum manis.
"Iya sejalan, tadi habis check sesuatu dulu" ucap Aji ,yang memang dari markas utama lagi, markas utama berlawanan arah dengan rumahnya.
Setelah sampai di Rumah Sakit, Sinta dkk dikejutkan dengan Salsa dan gengnya yang sedang beradu mulut dengan Cindy di halaman Rumah Sakit.
"Ada apa mba Cindy?" Tanya Sinta menghampirinya.
Cindy yang terpaku dengan Salsa tidak melihat Sinta habis keluar dari mobil Aji.
"Ini nih, cewek satu pagi-pagi ajak ribut" ucap Cindy malas.
"Gue peringatin ya, lu jangan sok kecantikan dokter baru, hanya karena kenal dokter tampan itu sok deket bener, awas lu! Aji incaran gue!" Ucap Salsa dan gengnya melenggang masuk.
Cindy tak habis pikir, rival cintanya begini amat, kalo cantik masih cantik Sinta kemana-mana, pikir Cindy, tapi aku juga cantik kok lumayan lah.
"Udah mba ngga usah diladenin, mereka emang otaknya sableng, yuk masuk" ucap Desi.
Cindy hanya tertawa mendengar ucapan Desi, dan hatinya yang tadi terasa berat sekarang jadi berkurang.
***
"Guys.....ada berita anget ni..." ucap Sinta.
"Apa si Sin?" Tanya perawat senior yang sudah lebih dulu ada diruangan.
"Desi dilamar tukang siomay lo" ucap Sinta masih dengan senyum manisnya.
Sontak semua terkejut, ada yang senang ada yang menyayangkan.
"Selamat mba Desi udah ngga jones lagi kaya aku" ucap salah satu perawat dengan senyum sumringah.
Tapi dengan perawat senior yang sudah menganggap Desi dan Sinta adik sendiri jadi khawatir.
"Ya Alloh nduk, masa cantik-cantik dapet tukang siomay, nanti masa depanmu gimana?" Tanya suster Lely khawatir.
"Eemm belum selesai nih aku ngomongnya" ucap Sinta.
"Tukang siomay itu bukan lain Nando pemilik restauran disebrang Rumah Sakit lo, dia sengaja nyamar jadi tukang siomay buat deketin Desi" sambung Sinta.
Desi yang dari tadi tersipu malu cuma bisa senyum-senyum , pokoknya seorang Desi jadi kalem dadakan.
"Cuit cuit ya Alloh so sweetttttt"
"Demi cintanya begitu banget caranya"
"Iya lo, apalagi cowok dah mapan"
"Semoga langgeng sampai ke pelaminan ya Des" doa dan ucapan haru dari teman-temannya.
"Nah kamu gimana nduk manis?" Tanya Suster Lely ke Sinta, yang ditanya cuma senyum bingung.
"Mas Aji nya masih betah pacaran tok?" Tanya perawat lain.
__ADS_1
"Sinta sempet cerita katanya bulan depan mas Aji nglamar ke rumahnya lo " ucap Desi sambil melirik Sinta menunggu jawabannya.
"Hehe itu rencana mas Aji, soalnya sekarang dia masih sibuk di Rumah Sakit juga urus klinik barunya itu" ucapnya malu.
"Cie cie yang mau dapat dokter ganteng" sanjung perawat lain.
Salsa menguping pembicaraan mereka sontak masuk dengan raut muka marah-marah.
"Ngga usah mimpi!" Pekiknya.
"Lo itu ngga pantes buat Aji, lihat saja besok dia akan bertekuk lutut sama gue, kalo Lo masih deket sama Aji, lo bakal kehilangan pekerjaan lo sekarang" ancam Salsa dan melenggang pergi penuh kemenangan.
Sinta dibuat terkejut sekaligus takut dengan ancaman Salsa, meski dia dapat beasiswa dari komite tapi paman Salsa itu wakil direktur, dia hanya bisa gigit jari.
"Ngga usah didengerin omongannya, fokus aja sama pekerjaan sekarang ya Sin" ucap Desi meski dalam hati dia juga khawatir.
***
"Om...gimana ini, Aji ngga memberi aku kesempatan sedikitpun" merengek Salsa manja di ruangan Hendra.
Belum kelar pusingnya kala dapat ancaman dari Aji sekarang keponakannya ngga bisa diandelin membuat Aji dipihaknya, tambah pening ini kepala, rutuknya dalam hati.
"Om, pecat aja itu Sinta" ucap Salsa.
Seketika Hendrapun tersenyum sumringah kenapa dia ngga pakai cara ini.
"Iya benar kamu, kalo Sinta dipecat dia ngga bisa deketin Aji lagi kan" ucapnya tersenyum jahat.
Kring! "Hallo bos"
"Kenapa?" Ucap Hendra tenang,
"Maaf bos, kita kecolongan"
"Eemm berkas rahasia di brangkas dibobol orang" ucap anak buah diseberang telepon dengan takut.
Seketika Hendra ngamuk dibantingnya gelas di meja itu, "Dasar ngga becus kerja kalian!! Untuk apa kubayar mahal kalian ini!! Bangs*t!!" Dan dibantingnya HP itu , beruntung ke arah sofa di kantor jadi tak sampai pecah.
Kini Hendra takut semua rahasia gelapnya akan terbongkar ke publik, lalu dia bergegas memberesi barangnya menuju markasnya itu ,dan diambilnya HP tadi.
Salsa yang terkejut saya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu, dan makin terperanjat kala omnya pergi dengan membanting pintu.
"Om kenapa? Apa ada rahasia yang disembunyikannya?" Gumam Salsa, namun memang dia segelintir mendengar gosip pamannya ini punya bisnis gelap dengan mafia-mafia kejam begitu, dan ada yang bilang juga pekerjaan kotor dan ilegal dia lakoni, tapi Salsa toh tak ambil pusing dia hanya memanfaatkan fasilitas dan kenyamanan yang diberikan pamannya itu.
Kring! "Halo?" Ucap telepon diseberang sana.
"Denis kamu keruangan wakil direktur sekarang temani aku" ucap Salsa bossy ke Denis, dokter tampan tapi sayang dia dari kalangan rakyat biasa, dan dengan ancaman Salsa menuruti apapun yang diminta Salsa, termasuk melakukan hubungan terlarang.
"Permisi" ucap Denis.
"Hai ganteng" ucap Salsa manja dan melambai kearah Denis dari sofa di kantor pamannya itu.
"Disini aman, ngga ada CCTV"
"Tapi kemarin di lorong itu ada CCTV" ucap Denis.
"CCTV itu pamanku sudah rusakin lama" ucap Salsa.
Tanpa tahu sudah di rekonstruksi oleh Aji dan anakbuahnya.
"Hmm...emmm..." ucap kedua sejoli itu keasyikan ,tanpa mereka ketahui ada orang yang melihat dan memvideonya, ya anak buah suruhan Aji.
"Nah kena kamu Salsa" ucap Aji setelah mendapat kabar dari anak buahnya.
__ADS_1
Dasar Salsa tidak tahu diri, sudah dapat kenyamanan fasilitas dari pamannya tapi melalukan hubungan suami istri sebagai pelampiasan atas ketidak harmonisan dikeluarganya.
Para korban dokter-dokternya pun harus menanggung akibatnya, padahal mereka hanya korban, banyak dokter selain Denis yang harus rela melakukan apapun dibawah ancaman Salsa dan pamannya.
***
"Mas, berkas udah kami dapatkan" lapor Bara melalui telepon.
"Bagus, salin dibeberapa lembar, dan difoto , simpan di beberapa flashdisk" ucap Aji. Tut ,telepon dimatikan.
Dengan langkah riang, dia menuju ruangan Sinta, saatnya mereka pulang.
"Sayang udah diberesin semuanya?" Ucap Aji
"Em udah" dengan absent sidik jarinya di mesin absent itu.
"Saya mau ajak Sinta kerumah, kalian pulang dulu saja, nanti Sinta saya antar pulang" ucap Aji ke teman-temannya.
Mereka hanya tersenyum mengangguk.
"Jangan malam-malam mas, nanti macam-macam, belum mahrom" ucap Desi mengingatkan.
Sinta dibuat tersenyum salah tingkah, dan Aji terpesona dengan senyuman manis itu.
"Oke ,siap Bu!" Ucap Aji iseng.
Mereka berdua berjalan ke parkiran dan waktu melaju kearah rumah Aji.
"Mas aku belum ganti pakaian, ngga bawa ganti juga" ucap Sinta khawatir.
"Oo ya udah mampir ke toko baju dulu ya" berbelok ke arah mall dan berhenti untuk membeli baju untuk Sinta, saat Sinta mau bayar dicegah Aji.
"Saya yang bayarin aja"
tapi ditolak Sinta, "jangan mas, pamali, belum mahrom, kata orang dulu nanti ngga langgeng, ora ilok" ucap Sinta.
Aji yang melongo cuma bisa mengangguk, lalu dilihatnya toko perhiasan.
"Kalo beli perhiasan boleh ngga?" Tanya Aji.
"Ngga tau, hehe" ucap Sinta.
Aji mengajak Sinta memilih perhiasan, dan dipilihnya kalung berlian dan diambil dan dipakaikan ke leher Sinta.
"Cantik sekali" ucap Sinta melihat kaca.
"Iya cantik sekali" ucap Aji melihat Sinta.
"Kalungnya lo ini, cantik sekali, ngga cocok deh aku pakai kaya gini , kebagusan" ujar Sinta khawatir.
"Haha, ngga kalung ini cantik kalo yang pakai orang cantik kaya kamu" gombal Aji.
Sinta hanya tersipu malu, tapi saat mau melepas kalung itu .
"Ini hadiah dariku sebagai ungkapan cinta, kamu ngga mau terima?" Ucap Aji dengan muka memelas.
Sinta jadi merah merona dibuatnya.
"Makasih banyak hubby" ucap Sinta memeluk Aji.
Mba-mba toko hanya tersenyum melihat kemesraan pasangan didepan matanya itu, seraya itu kapan jones ini dapat pasangan.
Dari kejauhan, ada seorang lelaki tampan melihat Aji dengan pasangannya , hati ini bergetar seraya mengepalkan tangannya.
__ADS_1