Andai Kau Mencintaiku

Andai Kau Mencintaiku
aku akan menikah


__ADS_3

Hari berganti minggu, dan Minggu berganti bulan,


rencana pernikahan tinggal seminggu lagi,


Ajeng terlihat lebih legowo dan tenang menghadapi hari pernikahannya.


Baju pengantinnya, baju pengantin Agung, semua sudah siap, bahkan Nurdin yang mati Matian menentangpun kini tidak bisa melakukan apa apa, keputusan Mbah kung sungguh tidak bisa di rubah.


" Wei, calon pengantin?!" suara Sofyan dari pintu, semua orang di ruangan tentu saja melihatnya, tapi Sofyan hanya meringis dan mengarahkan pandangannya pada Agung yang sedang duduk di tempatnya.


" Seminggu lagi.. tidak ada pesta lepas bujang ini?" goda Sofyan duduk di depan meja Agung.


" Lepas bujang opo sih bang," jawab agung memandang Sofyan seperti lelah.


" lho? mau menikah kok lemes?!" tanya Sofyan,


" iya! lemes terus dari kemarin, tidak semangat, apa jangan jangan kau sudah malam pengantin duluan, jadinya kau Ndak semangat?!" goda senior satunya yang bernama Panji.


" Huuss.. opo ae tho bang, nanti kalau di dengar orang?" protes agung,


" habisnya lemes banget, mbok ya yang semangat?" ujar Panji,


" aku capek e bang, susah tidur.. semalam aku tidur hanya tiga jam.. seperti itu terus beberapa hari ini.." keluh agung, wajahnya memang terlihat lesu.


" Kau terlalu tegang.." ujar Panji,


" iya, apalagi kau satu rumah, setiap hari bertemu jadi hatimu dag Dig dug.. hahaha.." imbuh Sofyan,


" dag Dig dug opo tho bang.." agung tersenyum sekilas,


" kan di jodohkan, kalau di jodohkan iku piye ngunu rasane.. seperti ada getar getar.."


" getaran jiwa yang ingin sesegera mungkin menyatu tapi ah aku malu.. hihihi.." Panji dan Sofyan tidak ada habisnya menggoda Agung, membuat agung yang lesu itu akhirnya tertawa juga.


Sementara di butik Ajeng sedang sibuk membuat pola,


meski sudah seminggu menjelang pernikahan ia tetap bekerja, menyelesaikan pesanan dalam tiga hari, setelah itu dia akan menutup butiknya sampai setelah pesta pernikahan.


" mbak Ajeng?" panggil salah satu pekerjanya,


" ada apa?" jawab Ajeng tanpa melihat siapa yang bicara,


" ada mas Bayu di luar, mencari sampean?"


mendengar itu Ajeng menghentikan kesibukannya sebentar, ia terlihat berpikir,


" katakan kalau aku tidak ada," jawab Ajeng akhirnya,


" tapi mobil sampean ada di depan, dan mas Bayu ngotot ingin bertemu??"


" katakan kalau aku sibuk dan tidak bisa menemuinya,"

__ADS_1


mendengar itu pekerja itu mengangguk dan mundur, ia berbalik pergi.


Melihat itu Ajeng kembali pada kesibukannya, tapi tidak di sangka tiba tiba Bayu masuk ke dalam ruang kerja Ajeng.


" Apa apaan ini?!" suara Bayu terdengar keras di telinga Ajeng, laki laki itu berdiri di depan pintu.


Ajeng yang kaget tentu saja bangkit,


" kau yang apa apaan? tiba tiba masuk kesini?" tanya Ajeng.


Bayu berjalan ke arah Ajeng dan memegang kedua lengan perempuan itu,


" apa ini?! apa yang kudengar ini?! katakan kalau itu kabar bohong?!" tanya Bayu,


" kabar apa itu?" Ajeng balik bertanya,


" kau akan menikah??!" tanya Bayu dengan wajah sedih,


mendengar kalimat itu keluar dari mulut Bayu Ajeng terdiam, ia berusaha untuk tegar dan tidak menangis, tapi air matanya malah meleleh dengan sendirinya.


" Iya, aku akan segera menikah.." jawab Ajeng sembari menyeka air matanya.


" Tidak!" tegas Bayu,


" kau tidak boleh seperti ini terhadapku? apa kau membalas ku? karena aku tidak menyapamu saat itu?,


kau kan tau aku bersama istriku, apa jadinya jika aku menyapamu dan dia tau kau adalah kekasihku??!"


" tidak, aku tidak membalas mu.." jawab Ajeng pelan,


Ajeng menggeleng pelan,


" tidak, aku tidak mau menjadi duri dalam daging.. lanjutkan lah pernikahanmu, dan aku akan membuka lembaran baru dengan orang lain,"


" tidak!" Bayu tiba tiba saja berlutut,


" tidak, tolong aku.. maafkan aku.. aku tidak rela??" ucapnya dengan air mata menetes,


" aku salah.. aku salah tidak menghiraukannya saat itu.. aku salah.. aku salah.. tapi tolong jangan menikah? jangan menikah.. aku mencintaimu jeng, aku mencintaimu, aku hanya tidak bisa berontak, aku terlalu pengecut untuk mempertahankannya?? maafkan aku jeng.. maafkan aku..??" Bayu memegangi kaki Ajeng, sembari memohon.


melihat itu dada Ajeng serasa sesak, ia sudah bertekad untuk berumah tangga dengan agung, tapi kenapa Bayu seperti ini.


" Aku tidak bisa tidak menikah, ini bukan keputusanku, tapi keputusan Mbah kung mas.." ujar Ajeng,


Bayu membisu ia tapi matanya tetap penuh,


" aku merelakanmu saat kau menikah,


jadi tolong kau relakan aku.. dan jangan mencari ku lagi.." kata Ajeng,


" tidak jeng.. tidak.. aku tidak akan sanggup tidak melihatmu.."

__ADS_1


" kau ini suami orang, dan aku akan menjadi istri orang.."


" katakan siapa laki laki itu jeng? siapa? aku akan bicara kepadanya, biarkan aku memohon jika perlu??"


" untuk apa? sudahlah mas, jangan kau membuat semuanya menjadi berantakan,


laki laki itu adalah orang yang baik, yang menjagaku sedari kecil,"


Bayu tercekat,


" laki laki itu? apakah laki laki bernama agung yang selalu di bicarakan oleh Mbah kung mu? tentara yang berdinas di luar Jawa itu??" tanya Bayu, karena selama ini dia sering mendengar nama agung di eluh eluhkan oleh Mbah kung, betapa Mbah kung bangga pada laki laki itu.


" bukankah kalian sudah seperti saudara?? kenapa kalian tiba tiba di nikahkan?!"


" mungkin karena aku masih menangisimu sampai detik ini.." jawab Ajeng membuat bayu semakin frustasi.


" Kenapa kau menerimanya begitu saja? apa aku tidak penting untukmu??"


" lalu kenapa kau juga menikah? apakah aku tidak penting untuk mu?" Ajeng balik bertanya,


" itu karena aku tidak sanggup menolak permintaan ibuku??"


" sama, aku juga tidak sanggup menolak perintah mbah kung yang sudah merawatku sejak kecil, kau tau kan, bagaimana keluargaku?


aku harus menikah dengan laki laki yang mengetahui latar belakang keluargaku dengan jelas.."


" aku mengerti jeng?!"


" tapi kau meninggalkanku?"


" aku tetap datang padamu meski aku sudah menikah, itu adalah bukti aku masih mencintaimu?!" agung masih bersimpuh,


" sudahlah," kata Ajeng,


" sudahlah apa?! jangan jangan kau sudah tertarik dengan laki laki itu?!" Bayu emosi,


" jaga kata katamu?" peringat Ajeng,


" pulanglah, akan dikirim undangan pernikahanku, datanglah dengan istrimu nanti.."


" kau kira aku sanggup melihatmu menikah dengan laki laki lain?"


Ajeng diam, ia tidak menjawab,


" baiklah.. jika kau bersikeras.." Bayu bangkit, ia menyeka sisa air matanya,


" status bukanlah hambatan untukku, aku yakin kau masih mencintaiku, terserah kau menikah dengan siapapun yang penting hatimu tetap padaku!" tegas agung,


" kau mulai tidak waras?" tanya Ajeng,


" kau berkata seakan akan hanya kau yang sakit hati, seakan akan aku yang mengkhianatimu, padahal kau yang memulai semua ini,

__ADS_1


pergilah, tidak ada yang bisa di rubah, kembalilah pada istrimu dan cintailah dia dengan baik.." ujar Ajeng berbalik, ia kembali duduk di meja kerjanya, mengabaikan Bayu.


Melihat dirinya di abaikan seperti itu mau tidak mau Bayu mundur, dengan langkah berat ia berjalan pergi meninggalkan ruangan kerja Ajeng.


__ADS_2