Antara Aku Kau Dan Dia

Antara Aku Kau Dan Dia
14. Gawat


__ADS_3

Suara mobil memasuki halaman luas rumah Tuan Hadi. Terlihat Tuan Hadi dan Nyonya keluar dari dalam rumah menyambut tamu yang datang. Senyum ramah terlihat dari kedua pasangan ini. Di dalam mobil Vrita masih tertidur dengan nyenyaknya hingga dia nggak sadar kalo sudah sampai rumah.


“Haloo Tian..apa kabar?” tanya Ayah seraya memeluk Tian seperti anaknya.


“Halo om..tante..kabar baik”ucap Tian memberikan pelukan balasan.


“Loh..Tata kemana? Kok nggak turun?”tanya Mama bingung karena Tian turun sendirian dari mobil.


“Ohh...iya tante, Tata ketiduran di mobil, mungkin dia kelelahan”ucap Tian menjelaskan.


“Aishh...tidur sembarangan”ucap mama. “Yah, panggilin Enda aja biar digendong ke kamar”pinta mama.


“Ehh..nggak perlu tante, kalo boleh saya aja yang gendong bawa masuk ke dalam”ucapnya meminta ijin mama.


“Kasihan Enda tante kalo harus turun naik..”ucapnya lagi. Akhirnya mendapatkan persetujuan dari ayah dan mama untuk bawa Vrita masuk ke dalam. Dengan hati2 Tian menggendong Vrita menuju kamarnya ala bridal. Memasuki kamar bercat biru muda Tian meletakkan Vrita ke kasur empuknya lalu menyelimuti tubuh kecil itu hingga bagian leher. Lama dia menatap wajah cantik gadis di depannya sambil menyingkirkan anak rambut yang menutup wajahnya. Tian tersenyum ketika dia teringat pertemuan pertamanya di sebuah supermarket kala itu. Ternyata gadis cantik itu adalah putri dari Tuan Hadi Perdana yang sekarang menjadi rekan bisnisnya.


Pandangan matanya terhadap gadis itu membuat dia terkagum hingga lupa bahwa ada Bi Surti yang dari tadi memberitahukan kamarnya terletak di sebelah kamar Kak Enda. Tian cuma mengangguk paham dan mengikuti Bi surti. Sebelum melangkah keluar dia kembali menatap lagi wajah gadis cantik itu yang mungkin kini telah mengisi kekosongan hatinya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Tian turun ke lantai bawah mengikuti makan malam bersama keluarga Tuan Hadi. Selama makan malam yang dibicarakan hanya perjalanannya menuju Indonesia. Mama yang ikut ngobrol memberitahukan kalo Vrita besok ada pertandingan volly di sekolah. Pastinya ayah dan mama nggak akan melewatkan pertandingan putrinya itu walaupun nanti putrinya akan marah jika orang tuanya datang melihat. Ayah dan mama sepakat untuk pergi kesekolah Vrita tanpa sepengetahuannya. Dan nggak lupa ayah mengajak Tian karena pastinya Kak Enda nggak bakal mau ikut nonton. Dia memilih main band. Selesai acara makan malam Tian beristirahat di kamar yang sudah disediakan.


“Pagi semua..”ucap Vrita yang tengah siap dengan seragam vollynya dan menempatkan diri duduk di sebelah mama.


“Kami mau sarapan apa?nasi ata roti?”tanya mama.


“Apa aja mah..aku laper karna semalem nggak makan, takut pingsan nanti”ucapnya diiringi senyuman mama yang kini tengah mengambilkan sepiring nasgor sosis di tambah telur mata sapi di atasnya.


“Kamu mau makan apa nguli dek”tanya Kak Enda meledek.


“Makan lah...! Mah tadi malem siapa yang ngangkat aku ke kamar? Perasaan aku ketiduran di mobil deh?”tanyaku sambil menyendok nasgor. Waktu mama mau ngasih tau ada kode kedipan mata dari Tian untuk tidak memberitahukan siapa yang menggendong.


Selesai sarapan Vrita bergegas mengambil tas dan mencium tangan ayah dan mama.


Cup..


“Bye mah..”ucapnya berlalu meninggalkan meja makan menuju Pak Ujang yang standbye di depan rumah.

__ADS_1


SMA PELITA HARAPAN VS SMA ANGKASA


Sesampainya di sekolah, Vrita berjalan menuju ruang ganti untuk mempersiapkan diri bersama teamnya. Ketika dia membuka loker tiba-tiba ada air minum dengan surat melingkar pada label bertuliskan “semangat sayang..kamu pasti bisa..❤️”


“Pasti dari Satya..entar aja deh minumnya”ucapnya mengembalikan botol minuman itu ke dalam loker.


Sebuah mobil hitam berhenti di halaman parkir SMA Pelita Harapan. Pemilik sekolah beserta pemilik yayasan itu berjalan menyusuri sekolah menuju GOR yang mengadakan pertandingan persahabatan. Tidak ada guru maupun pegawai yang tidak mengenal Tuan Hadi Perdana. Apalagi istrinya yang terkenal ramah Nyonya Anin. Tak luput dari pandangan cewek-cewek di sekolah yang ngiler liat cowok ganteng, gagah, tinggi, tegap, rahang yang keras, rambut halus di sekitar pipi..bikin siapa aja yang lihat pasti klepek2.


Tuan Hadi dan Nyonya Anin beserta Sebastian mendapatkan kehormatan duduk di podium khusus untuk tamu.


“Ehh Sya itu bukannya Ayah sama Mamanya Vrita ya”ucap Dara pelan.


“Iyaa tuh..apa nggak brabe ntar urusannya” kata Wilo khawatir karna Vrita nggak mau teman sekolah tau siapa orang tuanya.


Ucapan terima kasih dari Kepala Sekolah mewakili guru2 yang ada menjadi awal kegiatan tahunan di SMA ini. Cheers dari masing2 masing SMA menjadi pembuka kegiatan. Team Volly cowok dan cewek memasuki lapangan pertandingan. Satya yang tahu kalo orang tuanya Vrita ikut nonton berusaha tetep diem dan pura2 nggak tahu.


Barisan team volly putri dipimpin oleh Vrita. Seketika dia kaget kalo podium teratas dengan kursi istimewa sudah terisi oleh orang tuanya sendiri. Mama Anin yang melihat anaknya memberikan semangat. Vrita cuma tersenyum tanpa membalas lambaian tangan mamanya. Mama Anin pun menyadari hal itu. Selain Vrita kaget dengan kedatangan orang tuanya, dia juga kaget dengan sosok laki2 yang duduk disebelah Ayahnya sembari melipat kedua tangan di depan dada dan melemparkan senyumnya.

__ADS_1


“Apa apaan sih ini..kok mereka nggak kasih tau dulu kalo mau lihat,,bisa gawat kan kalo pada tau” gerutuku sendiri. “Harus fokus, fokus, fokus.,!!!”meyakinkan diri sendiri agar tidak tergoda dengan keadaan.


__ADS_2