Antara Aku Kau Dan Dia

Antara Aku Kau Dan Dia
8. Terserah


__ADS_3

Dengan langkah yang pelan Vrita mulai masuk ke dalam lift. Masih menunduk karna takut dengan apa yang bakal Satya lakukan. Satya menekan tombol yang Vrita nggak tau kemana dia akan dibawa pergi. Keringat dingin dengan tangan yang gemetar mulai bercampur ditambah deg-deg an yang begitu kencang di sudut tubuh yang bernama jantung. Rasa yang beberapa waktu lalu terjadi di sekolah terulang lagi. Tapi yang ini lebih parah karna cuma berdua di lift. Entah kemana Satya akan membawa Vrita malam ini.


Sisi lain di acara Promnight


Leon dan kedua temannya mendekati meja sebelah yang terisi Dara, Wilo sama Raisya.


“Hey cantik..”sapa Leon senyum manis.


“Iya kak..hay juga”balas Dara disertai senyumnya yang manis. Yang bakal semua cowok klepek-klepek kalo lihat gingsul gigi yang manis itu.


“Kak boleh tanya sesuatu nggak?”tanya Raisya sama ketiga cowok itu.


“Apa?”jawab Leon cepat.


“Kak Satya mau bawa Vrita kemana sih?”tanya Raisya penasaran.


“Ohh..Satya mau nembak Vrita”jawab Vino datar.


“Apa! Nembak?”jawab ketiga cewek bareng dengan muka kaget.


“Kalian jawabnya kompak juga ya”kata Reza pada ketiga gadis.


“Kan dari dulu kita udah kompak”jelas Wilo sambil menegak minum berwarna orange.


“Kalian sahabatan udah lama ya?”tanya Leon.


“Udah kak..dari masuk SMP”jawab Raisya dan cuma dijawab Oh sama ketiga cowok itu.


Rooftop


Untuk mencairkan suasana yang tegang Vrita mencoba membuka suara.


“Kita mau kemana sih kak?”suara yang pelan bercampur dengan rasa takut.


“Ntar lo juga tau sendiri”jawab Satya dengan senyum sinis hingga sulit di artikan.

__ADS_1


“Mending nggak usah tanya aja dari pada dia jawabnya kayak gitu, tambah ngeri nih suasananya..mamah aku pengen pulang..”teriakku dalam hati.


Tidak lama kemudian pintu lift terbuka segera Vrita keluar tapi tangannya di tahan oleh Satya. Badan yang tadi udah netral jadi dingin lagi. “Nggak usah buru-buru, lo kan nggak tau mau kemana?”senyumnya sinis tapi lumayan manis.


Aku terpaksa berhenti dan ngikutin kemana dia pergi. Genggaman tangan yang dari tadi nggak mau dia lepas tapi beda rasanya waktu disekolah. Kini genggamannya halus dan berasa melindungi. Dari lift kita masih jalan menuju sebuah pintu. Di dalamnya terdapat tangga yang mengarahkan ke lantai atas tapi entah kemana. Nggak butuh waktu lama kita sampai di lantai bagian atas hotel tepatnya***rooftop.***Tempat pendaratan helikopter. Seketika kakiku rasanya ngilu karna aku takut ketinggian. Waktu disekolah yang lantainya nggak begitu tinggi rasa kaki ngilu campur gemetar. Tapi sekarang rooftop di lantai 15 mungkin. Satya sudah terlebih dulu berjalan menuju bagian tengah. Tapi tidak denganku yang masih berdiri di depan pintu berpegangan dinding. Dia menatapku lalu berjalan kearahku. “Kenapa?Lo takut sama gue?”tanyanya. Tapi aku malu mengakui kalo sebenarnya aku takut ketinggian jadi aku menggelengkan kepala sebagai jawaban “tidak”.


Satya meraih tanganku menggandengku ke tengah bangunan. Tapi kakiku tambah bergetar dan ngilu. Baru 2 langkah aku menghentikan perjalananku. Dia menatapku dan kini kita berhadapan satu sama lain.


“Kak..aku takut.....”ucapku lemah.


“Kamu nggak perlu takut, karna Gue nggak akan macem-macem”katanya menengkanku mungkin lihat wajahku yang tegang.


“Tapi...maksudnya aku takut—“ucapku hingga bibir bawah kugigit menahan rasa malu kalo sampai dia tertawa. “Aku takut ketinggian kak”jelasku menunduk menahan malu. Dan benar saja dia tertawa terkekeh mendengar pengakuanku. Mungkin sekarang pipiku merah merona bagaikan tomat yang siap di petik.


“Gue kirain lo takut sama gue”ucapnya sambil meraih daguku memperlihatkan wajahnya tepat di wajahnya. “Berarti lo nggak takut kan sama gue?” tanyanya menggodaku. Aku langsung menjauh dari dirinya tapi tangannya berhasil meraih tanganku dan sekarang kita bener2 begitu dekat. Hidung yang hampir menempel satu sama lain. Nafas yang saling beradu membuat jantungku rasanya ingin meledaka. Suhu tubuhku yang tiba-tiba jadi panas membuatku benar-benar rasanya nggak karuan. Bibir kita yang tinggal beberapa centi lagi saling menempel tapi aku urungkan segera dengan melipat bibirku ke dalam.


“Lo nggak usah takut sama gue, gue cuma mau ngomong sama lo”jelasnya berjalan meninggalkanku seperti patung. Dia berdiri membelakangiku memperlihatkan bentuk tubuh bagian belakang. Jas yang pas banget di badannya memperlihatkan sosok Satya yang dewasa tapi entah dengan sifat aslinya. Vrita memberanikan diri berjalan mendekati laki-laki aneh itu. Satya menoleh ke arah Vrita, tatapannya yang tadi tajam sekarang berubah lembut seperti ada yang ingin dibicarakan.


“Gue mau ngomong sama lo Ta”ucapnya meraih tanganku. Sumpah kali ini semua bagian tubuhku dingin mendapat perlakuan kayak gini. Sebelumnya nggak ada cowok yang berani pegang tangan karna pastinya bakal aku kasih jurus taekwondo mematikan. Tapi yang ini aku bener-bener nggak bisa berontak. Aku berusaha ikut menatap kedua manik mata safir, hidung mancung, alis seperti pedang yang tajam, bibir merah maroon. Membuat siapa saja yang melihat akan meleleh bahkan berlutut untuk dapat cinta dari laki-laki ini. Mungkin sekarang aku tengah terpesona pula dengan wajahnya. Ya Allah...ciptaanMu ini luar biasa..gumamku dalam hati.


“Ehh iya kak ada pa tadi?”tanyaku ****.


“Hmmm...lo mau nggak jadi pacar gue?”tanyanya lagi.


“Hah..pacar?”tanyaku kaget.


“Iya”jawabnya datar.


“Tapi kan kita baru beberapa hari ketemu, aku juga belum kenal kakak kayak gimana. Lagian kakak kan punya pacar Kak Bianca”jelasku tegas.


“Bianca bukan pacar gue, dia cuma terobsesi aja sama gue. Gue nggak punya pacar. Sekarang gue milih lo jadi pacar gue”jawabnya. “Apa lo udah pacar sampai nolak gue?”tanyanya balik dengan tangan terlipat di depan dada.


“Ehh...bu..bukan gitu kak, aku nggak punya pacar dan belum pernah pacaran”jawabku pelan.


Satya malah ketawa terbahak-bahak mendengar pengakuanku yang belum pernah pacaran.

__ADS_1


“Masak cewek cantik dan berbakat kayak lo nggak pernah punya pacar?”tanyanya penasaran.


“Serius kak,,”jawabku mengangguk dengan tanda✌️.


“Berarti lo nggak boleh nolak gue, karna gue nggak pernah nerima istilah penolakan”ucapnya sadis.


“Tapi kan namanya pacaran itu setau aku harus ada rasa masing-masing pihak, lah ini kakak kan maksa namanya”jawabku nada tinggi.


“Rasa itu gampang, nanti gue buat lo suka sama gue. Bahkan gue buat lo cinta sama gue”ucapnya meyakinkanku.


“Mana boleh kayak gitu, nggak mau ah,,pokoknya ngk mau jadi pacar kakak”kataku nggak mau kalah.


“Tadi kan kamu denger kalo gue nggak nerima penolakan”katanya tegas.


Malam ini harusnya aku menikmati promnight yang nyaman tapi malah harus berurusan cowok rese ini. Aku berjalan menuju pintu menuju tempat semula.


“Kalo lo diem berarti jawabannya Yes”suara itu menghentikan langkahku. Tapi aku tetap jalan menuju pintu.


“Lo yakin berani turun sendiri, beberapa hari lalu ada yang bunuh diri di hotel ini dan arwahnya masih gentayangan”teriaknya seketika menghentikan langkahku yang takut dengan hal macam itu. Dia berjalan menuju arahku dan mendekatiku.


“Nggak usah sok berani jalan sendiri, gue bakal jagain lo kok”ucapnya lagi. Dia menggandeng tangan kananku mengajakku turun ke bawah.


“Kita mau kemana lagi?”tanyaku penasaran.


“Mau ke kamar” jawabnya senyum. “Mau ngapain?”tanyaku balik. “Lo tau kan kalo cewek sama cowok di dalam satu kamar itu ngapain?”jawabnya senyum menggoda.


“Hah..emang aku cewek apaan?”ucapku sambil memukul dadanya.


“Kita mau balik ke acara lah”jelasnya menenangkanku karna dia lihat keringat dingin di dahiku.


“Jadi...sekarang kita pacaran nih?”tanyanya.


“***Terserah”***jawabku singkat.


Mereka berdua terus berjalan menuju ruangan dimana acara promnight berlangsung. Sesampainya di ruangan Vrita menuju meja tempat sahabatnya duduk dan Satya pun sama. Pertanyaan yang dilontarkan dari sahabat Satya cuma di jawab dengan acungan jempol pertanda dia sukses nembak Vrita. Walaupun Vrita sudah jadi pacarnya tapi Satya belum mendapatkan hatinya. Tapi dia akan berusaha mendapatkan hati Vrita. Pandangan mata yang dari tadi hanya tertuju pada Vrita tapi gadisnya masih cuek dan dingin.

__ADS_1


__ADS_2