Antara Aku Kau Dan Dia

Antara Aku Kau Dan Dia
7. Promnight


__ADS_3

Hampir dua hari berturut-turut sejak awal mulai pelajaran ditambah dengan latihan nyanyi untuk mengisi acara promnight. Kini hari sabtu aku harus berangkat pagi-pagi untuk gladibersih promnight nanti malam. Kali ini aku sendiri berkutat dengan gladi bersih bersama teman-teman kelas lain. Sahabat2 ku yang lain membantu persiapan yang lain dari penataan panggung dan lain lainnya. Di arah lain terlihat Satya bersama dengan teman2nya juga ikut andil bagian persiapan promnight. Secara gitu Ketua OSIS masak cuma nyuruh-nyuruh aja kayak Raja donk ya..😜


Nggak terasa udah hampir 4 jam gladi bersih, kini saatny semua pulang dan mempersiapkan diri untuk acara nanti malam.


“Ta minum nih!”pinta Dara.


“Makasih ya Ra,”ucap Vrita.


“Tau nggak dari tadi pas kamu latihan Kak Satya nggak berhenti lihatin kamu terus, jangan-jangan dia suka lagi sama kamu?tanya Dara sambil nempel di lenganku. “Hah..ogah lah, orang dia tuh super duper rese. Mendingan aku bayangin cowok yang ketemu di supermarket kemarin.”ucapku sambil ketawa. Saat aku menoleh ke arah lain nggak sengaja kita beradu pandang. Langsung aku alihkan pandanganku ke arah lain.


“Ra.. aku balik dulu ya nanti jangan lupa tungguin aku!”pinta Vrita.


“Oke Ta..aku bentar lagi juga balik kok,”sahut Dara aku cuma mengangguk.


Aku berjalan menuju pintu gerbang sekolah. Clingukan nyari mobil jemputan tapi nggak ada. Mobil Kak Enda juga nggak kelihatan apalagi mobil Pak Ujang. Aku ambil ponselku mencoba menghubungi Kak Enda tapi nggak diangkat. Terakhir aku hubungi Pak Ujang ternyata lagi anterin mama ke butik. “Pasti lagi ambil bajuku buat acara nanti”pikirku.


Aku berjalan menyusuri sepanjang jalan mencari taxi. Apesnya dari tadi aplikasi ojollu juga di tolak. “Astaga,.ini kenapa sih susah banget nyari taxi”geramku sendiri. Tak lama bunyi klakson mobil dari arah belakangku. Vrita tetep jalan aja tanpa peduli apapun. Suara cowok keluar dari arah mobil disampingku. “Mau bareng nggak?tawar Satya dari dalam mobil itu. Vrita cuma lihat sekilas lanjut jalan lagi.


“Yakin nggak mau bareng?”tanyanya lagi.


Satya akhirnya berlalu dengan sendirinya.


“Neng, pulang bareng abang yuk, naik mobil nih”ucap seorang pria nggak dikenal. Pria asing ini terus memaksa sampai narik tanganku segala. Melawan pun rasanya mustahil mereka bertiga. Sekilas ada mobil warna putih lewat dan tawaran dari orang itu langsung aku iyain dari pada urusannya repot. Tanpa ambil pusing aku masuk ke dalam mobil itu. Ternyata mobil itu punya Satya. “Oh My God...aku masuk ke kandang singa”gumamku dalam hati. Aku masih diam memilih menatap ke arah luar. “Hey...gue disini bukan sopir ya”ucapnya membuyarkan pandanganku keluar beralih menoleh ke arahnya. “Makasih Kak udah nolongin aku buat yang kesekian kalinya”ucap Vrita. “Nih gue anterin lo kemana? Ke hotel apa kerumah?”tanyanya tapi aku balas dengan tatapan tajam waktu dia sebut nama hotel. “Alamat rumahku.....”dia terus memperhatikan dan membalas dengan anggukan. Selama diperjalanan Vrita sama Satya nggak ad yang bicara sama sekali.


Sampailah di rumah dengan halaman yang cukup luas. Banyak tanaman di sekitar rumah Vrita yang notabennya Mami Anin suka tanaman hias.


Tidak lama mobil hitam masuk juga ke halaman rumah. Ternyata benar dugaanku mama ke butik ambil bajuku buat acara promnight nanti malam. Mama dengan ramah menyapa Satya dan mempersilahkan dia masuk. Tapi karna udah siang banget Satya langsung pamit pulang buat persiapan acara nanti malam juga. Mama lebih dulu masuk ke rumah, kini tinggal aku dan dia. “Makasih buat tumpangannya hari ini”ucapku pelan hingga nggak berani menatap ke arahnya. “Bayar ucapan terima kasih Lo nanti malam okay”bisik dia ditelingaku yang membuatku langsung mendongak cepat. Dia berlalu meninggalkanku yang masih mematung di depan pintu. Aku langsung masuk kerumah disambut mama yang nyuruh aku buat nyobain dress warna biru favoritku. Langsung aku coba aja dan wahhh...cocok banget dibadan aku. “Makasih ya mamah..gaunnya bagus nih, pas dibadan aku..”ucapku sambil memeluk mama. “Iya sayang, kamu pakai apa aja cantik banget..sekarang istirahat dulu biar nanti nggak grogi pas nyanyi ya”ucap mama sambil mengecup ujung kepalaku.

__ADS_1


Acara Promnight


Satu jam aku berkutat di depan cermin kamarku. Make up natural, lipstik warna pink muda, rambut curly sepertinya cukup untuk perpaduan gaunku yang panjangnya pas selutut, dengan lengan sedikit terbuka tapi nggak vulgar tetep sopan. Aku turun ke lantai atas langsung mendapat sambutan dari Kak Enda yang katanya kayak cinderela. Cinderela dari khayagan..jawabku disertai tawa yang keras. Aku pamit sama mama karna Ayah hari ini berangkat ke Singapura buat urusan bisnis. Sekarang aku berangkat ke acara promnight di anter Kak Enda tapi dia nggak ikut ya. Nanti waktunya pulang dia jemput aku. Di depan pintu masuk hotel bintang lima Hotel Wijaya Kusuma sahabat2ku udah pada nunggu. Mereka cantik-cantik dengan gaun yang sesuai ditubuh mereka. Aku langsung menghampiri mereka dan kita sama-sama masuk ke dalam gedung acara. Tanpa aku sadari ada satu mata yang melihat kita berempat masuk ke gedung acara.


Tempat lain Bianca dkk


“Girls..malam ini kita bakal jadi yang tercantik disekolah, lihat aja dari gaun sampai accesoria yang kita pakai made in luar negeri semua”ucap Bianca sombong.


“Pastinya donk bebz...apalagi tuh Vira eh sapa namanya tuh anak baru? Tau ah..pokoknya itu mereka nggak bakal mampu lah nyaingin standar kita”tandas Dewi diikuti anggukan dari mereka. Lalu mereka melakukan tos versi anak alay gitu kemudian melajukan mobilnya di hotel tempat acara.


Kita berempat memilih tempat duduk yang masih kosong, dekorasi seperti acara di perusahan dengan meja bundar tertata rapi. Belum sempat duduk Dara mengagetkanku memberitahukan tempat duduk sebelah ternyata Satya dkk. Mataku yang tadi normal kini berubah seakan ingin keluar. Sampai aku sendiri nggak berani menoleh atau melirik. Berurusan dengan Satya pasti mengingatkanku dengan semua kejadian yang baru aku alami. “Hay cantik..kita sebelahan ya?”ucap Leon yang menggoda Dara. Tapi cuma dibalas senyuman manis Dara dan menghasilkan tawa riuh dari empat cowok itu.


“Sejak kapan kamu jadi akrab sama Kak Leon?”tanya Vrita penasaran.


“Sejak kemarin kamu suruh aku ke kantin”jawab Dara dengan penuh senyum di bibirnya.


“Semoga aja playboynya dulu sekarang udah nggak lagi”tandas Dara.


“Jangan bilang kamu udah jadian sama —-“ucap Raisya disertai tatapan dari Dara dan Vrita.


“Nggak kok..Belum maksudnya,”jawab Dara masih dengan tatapan tajam dari ketiga sahabatnya.


Acara segera dimulai dengan Band pembuka dari sekolah. Lanjut ke acara berikutnya pensi dari masing-masing kelas X. Doni yang menjadi Ketua Kelas XIPA 1 memberitahukan sama Vrita untuk persiapan di belakang panggung. Ternyata dari mulai duduk sampai mau pentas pun pandangan Satya masih terus menatap Vrita.


“Udah buruan ditembak Sat, keburu di gaet orang tau rasa lo..”ledek Leon.


“Gue bakal dapetin dia malam ini. Kalian tenang aja”ucap Satya yakin.

__ADS_1


“Dannnnnn...kini persembahan dari kelas XIPA 1, kita sambut Vrita Putri Perdana..”ucapan pembawa acara yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton.


“Emang dia bisa apa seh rame banget?”tanya Dewi polos.


Vrita membawakan lagu dari Dewa 19 berjudul “Kangen” dengan bantuan music dan piano diiringi oleh Septa teman kelasnya. Penampilan mirip konser tunggal membuat penonton semua terpukau. Satya, orang yang nggak berhenti menatap dibuat terpesona. Dia benar-benar dibuat meleleh sama gadis ini. Sorot lampu yang fokus sama Vrita membuat kecantikannya terpancar seperti bintang. Membungkukkan badan merupakan ucapan terima kasih dari Vrita sebagai penutup penampilannya dan di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari semua yang hadir. Selesai pada penampilannya Vrita berjalan menuju kursinya.


“Gila...keren banget kamu Ta”puji Dara ditambah acungan jempol dari sahabatnya.


“Makasih..semua”ucapku memeluk sahabatku ditambah senyum sumringah.


“Ta..hp kamu bunyi terus dari tadi, lihat dulu gih”pinta Raisya menyodorkan hpku.


Glek...pesan yang aku terima ternyata dari meja sebelah. Yap..siapa lagi kalo bukan Kak Satya.


08.. :Bagus banget penampilan lo


08.. :Inget utang lo belum lunas ya👍


Gue tunggu lo diluar


08.. : Satya Rahardian


“Sumpah demi apa aku baca pesan ini rasanya takut banget, dari mana dia tahu nomor hpku?”tanyaku dalam hati.


Vrita langsung memberitahukan isi pesan sama sahabatnya lalu dianggukin ketiga sahabatnya buat ketemu Satya.


Waktu Vrita mencoba menoleh ke meja sebelah ternyata Satya udah nggak ada. “Pasti dia udah keluar duluan”gumamku kesel. Sebelum keluar aku memastikan kalo geng Mak Lampir nggak lihat aku biar mereka nggak kepo tingkat dewa. Setelah aku pastiin mereka ternyata di meja depan. Aku langsung pamit sama sahabatku dan lari ke belakang.

__ADS_1


Kini Vrita sudah keluar dari ruangan acara promnight, ponselnya berdering bahwa ada panggilan. Bener panggilan dari Satya memberitahukan untuk masuk ke lift. Baru selesai menekan tombol lift, pintu lift terbuka dan terlihat dari dalam seorang laki-laki dengan tangan terlipat di depan dada sambil bersender. Pakaian jas warna biru sedikit abu-abu dengan hem warna putih tanpa dasi menatapku penuh arti. Air liur yang tadi mudah sekali masuk di tenggorokan kini terasa sulit untuk masuk. Rasanya begitu sulit untuk kakiku melangkah.


__ADS_2