Antara Aku Kau Dan Dia

Antara Aku Kau Dan Dia
23. Gadis Kecilku


__ADS_3

“Selamat pagi tuan..” sapa seorang laki-laki gagah dan berjas warna hitam.


“Pagi Wen..info apa yang bisa kamu berikan untuk hari ini?” tanya Tian dingin.


“Foto yang tuan minta sudah saya kirimkan tadi malam, dan sepertinya hari ini Nona Vrita akan mengisi acara disekolah” ucap laki-laki bernama Wen yang tak lain asisten pribadi Tian.


“Acara?” tanya Tian sambil mnatap Wen tajam.


“Acara wasana warsa di sekolahnya tuan” ucapnya lagi.


“Oke..kirimkan video atau foto kegiatannya hari ini!” pinta Tian.


“Baik tuan, saya permisi dulu” ucap Wen dan Tian hanya mengangguk.


Sebastian Wijaya Kusuma kini menatap layar laptopnya sambil membuka foto yang dikirimkan asistennya. Dia tersenyum melihat gadis kecilnya yang kini tengah tertawa dengan sahabat2nya. Gadis kecil yang mampu membuatnya jatuh cinta. Gadis kecil yang mampu membuat jantungnya berdetak.


“Aku akan menunggumu hingga kamu membuka hatimu untukku” ucap Tian lirih.


Sekolah


Vrita yang kini tengah bersiap-siap untuk mengisi acara di sekolahnya dan menuju sekolah dengan sopir pribadinya.


Drrrttttddrrtttt...


📱Vrita


Hallo sayang..aku lagi dijalan sama pak ujang


📱Satya


Kamu yakin nggak bareng aku sama mami?


📱Vrita


Nggak yang..kamu nanti repot bolak balik, nanti aja pulangnya barengan oke.,


📱Satya


Iya udah yang..sampai ketemu nanti disekolah ya..bye..ati2 dijalan..


📱Vrita


Oke yang..see you..


Tante Rere yang melihat Satya saat itu hanya bisa tersenyum. Seorang anak laki-lakinya kini begitu dewasa dan sangat mencintai gadisnya.


(Tante Rere)


Are you okay Sat?


(Satya)


Yes mam..


Vrita yang baru saja sampai di sekolah langsung bergegas menuju ruang make up. Namun tiba-tiba Sisi yang bertugas menyiapkan gaun pentas Vrita menangis.

__ADS_1


(Sisi)


Ta..maafin aku..


(Vrita)


Minta maaf kenapa Si?


(Sisi)


Ini Ta...tadi pas aku ke kamar mandi sebentar..terus pas aku balik..


(Vrita)


Terus kenapa Si..kamu jangan nangis dulu, critain dulu ada apa?


(Sisi)


Terus..aku memuin gaun pentas kamu robek.


Vrita langsung meraih gaun berwarna birunya dan terkejut dengan kondisi gaun yang sudah tidak layak dipakai. Dia mencoba menghubungi Raisya yang kini tengah sibuk di gedung depan. Raisya mendengar cerita Vritq langsung bergegas menuju ruang make up Vrita.


(Raisya)


Kok bisa kayak gini Ta..?


(Vrita)


Aku juga nggak tau Sya..pastia ada yang sengaja nglakuin ini


(Raisya)


Setelah lama mencari benang dan jarum, Sisi kembali membawa barang yang diminta Raisya.


(Raisya)


Dahh..kamu nggak perlu frustasi gitu..tenang aja nanti gaunnya bakal jadi lebih bagus. Tapi..bagian depan agak kebula ya Ta..


(Vrita)


Iyaa..terserah kamu, yg penting jangan terlalu seksi ntar Satya ngeces lagi..hahah


(Raisya)


Siap deh..urusan kayak gini gampang..


Raisya memang berbakat kalo urusan desain baju, makanya maminya nggak salah pilih orang buat bantuin di butiknya.


Setelah hampir 30 menit berkutat sama gaunnya, akhirnya gaunnya selesai di perbaiki. Vrita yang kagum sama hasil karya sahabatnya cukup tertegun dan nggak bisa bicara.


(Vrita)


Ya ampun...cantik banget Sya..


(Sisi)

__ADS_1


Iyaa Sya...sumpah ini lebih keren dari yang tadi


(Vrita)


Makasih ya sya..kamu yang terbaik...


(Raisya)


Iya..udah sana buruan ganti baju..bntr lagi kmu tampil..


Aku tunggu kami di depan ya..good luck..



Penampakan gaun cantik hasil dari Raisya. Gambar hanya pemanis ya gaess...


(Pembawa acara)


Baiklah...penampilan berikutnya yaitu Vrita Putri Perdana.


Tirai terbuka lebar, terlihat gadis cantik bergaun biru berdiri di atas panggung. Semua mata terpesona dengan gadis cantik itu. Satya yang tak berkedip melihat gadis cantiknya melongo. Gadis cantik gadis diatas panggung menyampaikan bahwa dirinya akan membawakan lagu “cintakan membawamu” dari Dewa dengan iringan piano melalui tangannya. Suara tepuk tangan bergemuruh di ruangan tersebut. Namun berbeda dengan Bianca.


(Bianca)


Gimana sih kalian..katanya gaun itu udah sobek


(Dewi)


Iyaa bener kok Bi..gue sendiri yang gunting


(Bianca)


Kalian bener2 nggak pecus..


Dara dan Wilo yang melihat sahabatnya cantik dengan gaun yang dipakai juga dibuat terpukau.


(Dara)


Cantik banget si Ta...


(Wilo)


Iya Ra..sumpah kayak putri dia..tapi ada yang aneh sama gaunnya..kemarin wktu beli modelnya nggak kayak gitu deh..


(Raisya)


Ada masalah tadi di dalam..terus aku ubah deh..cantik nggak..” celetuk Raisya


(Dara)


Cantik banget..pasti Satya nggak bakal berhenti buat ngliat ceweknya.


Alunan suara indah dengan iringan piano seperti menyajikan sebuah konser tunggal yang sederhana namun elegan. Satya benar2 kagum dengan penampilan wanitanya hingga dia tak menghiraukan suara dari teman2 disampingnya.


Di balik penampilan yang memukau ada seorang yang mengambil video dan mengirimkan pada tuannya.

__ADS_1


Tian yang melihat video itu begitu terpana dengan kecantikan gadis kecilnya. Suara yang indah yang pernah ia dengar sebelumnya membuat Tian sangat rindu. Mengingat hal yang pernah dia lakukan dengan gadis kecilnya di bandara menjadikan kenangan yang tak akan terlupakan. Tian meminta asistennya untuk mengirim buket bunga Lily untuk Vrita karena bunga itu adalah bunga kesukaannya.


__ADS_2