
“Woy...sendiri aja, mana Satya?” suara dari kedua sahabatku Dara dan Raisya yang mengagetkanku.
“Bisa cepat serangan jantung aku gara2 kalian” ucap Vrita dan malah mereka senyum.
“Kemana sii ganteng?” tanya Dara yang dimaksud adalah Satya.
“Lagi di perpus tadi ambil buku kan 2 bulan lagi mereka udah mau ujian” jawab Vrita.
“O ya..aku lupa ini buku Leon masih aku bawa, pasti dia lagi butuh” ucap Dara sambil nepuk jidatnya. “Aku ke perpus dulu ya, bye” ucapnya lagi.
“Mau ngasih buku apa ketemu singa?” teriak Raisya dan Dara hanya menoleh sambil memamerkan lesung pipinya.
Hampir dua tahun Vrita menjalin hubungan dengan Satya Rahardian. Hubungan keduanya sudah diketahui kedua orang tua mereka. Bahkan Tante Rere sebagai mama dari Satya sudah memberikan lampu hijau untuk mereka menjalin hubungan yang lebih serius. Tetapi Satya masih ingin bekerja mengurus perusahaan alm papanya setelah dia selesai kuliah. Vrita yang mengerti hal itu tidak memaksakan Satya untuk membahas hubungan lagi. Vrita dan Satya memang bisa jadi panutan dalam sebuah hubungan yang disebut pacaran. Mereka lebih memilih melakukan hal yang positif dari pada melakukan hal yang merugikan diri sendiri.
“Sya..kamu lihat Wilo nggak sih?” tanya Vrita memastikan salah satu sahabatnya itu.
“Dari tadi aku nggak lihat dia, ini kan jam dia ikut ekstra renang” ucap Raisya melihat arloji yang memang menunjukkan bahwa sekarang Wilo sedang ikut ekstra renang.
Semenjak kelas XI (sebelas) Wilo menambah kegiatan ekstra yakni ekstra renang karena dia mendapat tawaran beasiswa menjadi polwan. Kadang kala dia datang berkumpul ke rumah sahabat2nya yang punya kolam renang.
“Oh...dia bener2 serius banget pengen masuk ke polisi ya?” tanya Raisya.
__ADS_1
“Iya Sya..lumayan kan kalo dapet beasiswa lagian dia juga pinter kok” ucap Vrita. “Kita cukup dukung dan doain dia” ucap Vrita lagi.
Baru selesai ngomongin Wilo tiba2 ada suara berteriak yang menghampiri meja makan kita.
“Ta....Sya..tolongin..tolongin” ucap salah satu cewek terputus-putus.
“Tenang dulu..ada apa jelasin ke kita” ucap Raisya.
“Ituu..itu..Wilo tenggelam” ucap cewek tadi.
“Apa?!” Ucap Vrita kaget dan langsung berlari menuju kolam renang.
Sesampainya di kolam renang Vino lebih dulu dateng nyelamatin Wilo. Dia membawa Wilo menuju tepi kolam. Tapi Wilo nggak sadarkan diri. Vino yang kala itu tengah panik langsung memberikan nafas buatan buat Wilo. Beberapa saat kemudian Wilo terbatuk mengeluarkan aur dari mulutnya.
“Kamu nggak papa? Mana yang sakit? Kepala? Kaki?” pertanyaan beruntun yang sahabatnya lontarkan membuat Wilo tersenyum.
“Aku nggak papa kok..baik-baik aja nih” jawab Wilo senyum.
“Siapa yang nglakuin ini sama kamu?” tanya Raisya.
“Aku nggak tau..tadi aku berdiri di samping kolam karna waktu ekstra sudah selesai, aku cuma pengen ngulang yang udah diajarin aja, tiba2 ada yg dorong aku” jelas Wilo pada kita semua.
__ADS_1
“Shiit..aku bakal cari tau siapa orangnya, awas aja kalo ketemu! Dia nggak bakal bisa sekolah dimana pun” ucap Vrita geram.
Satya dan teman2 lain yang mendengar langsung menuju kolam renang. Satya malah panik dikira Vrita yang kenapa2. Semua orang tertawa melihat kehebohan Satya dengan Vrita.
Vrita dan teman-temannya membantu Wilo mengganti baju dengan seragam olahraga milik Dara. Dengan segera Vrita menuju ruang CCTV disekolah itu.
“Aku bantu kamu cari tau siapa pelakunya ya yang” ucap Satya menggenggam tanganku dan hanya anggukan saja yang aku berikan sebagai jawab iya.
Setelah sampai diruang CCTV, Satya dan Vrita mencari video yang terekam namun si pelaku sudah menghapus semua videonya. Vrita tak kurang akal, dia tetap mengcopy semua video dan meminta bantuan orang lain.
“Kamu yakin bisa melihat videonya lagi” tanya Satya ragu.
“Aku yakin yang..dia ahli dalam hal IT” jawab Vrita tegas.
“Hallo..” jawab seseorang di lain panggilan
........
“Oke..kirimkan aja videonya lewat email, jika sudah selesai akan aku kirim kembali” jawabnya.
.......
__ADS_1
Setelah mengakhiri panggilan Vrita dan Satya kembali ke teman2nya yang kini tengah di kantin.
Aku akan membalas perbuatan siapa pun yang berani mengganggu kalian” gumam Vrita dalam hati sambil melihat sahabat2nya.