Antara Aku Kau Dan Dia

Antara Aku Kau Dan Dia
9. Love You Mama


__ADS_3

Setelah memulai perdebatan sengit antara Vrita dan Satya. Akhirnya Vrita mau dianter pulang Satya selesai promnight. Karna Pak Ujang bertugas menjemput Ayah di bandara dan Kak Enda udah tidur jadi Vrita terpaksa mau pulang bareng Satya yang kini berstatus menjadi pacarnya.


Flasback promnight


Acara demi acara telah selesai ditutup dengan penampilan terakhir dari guest star ibu kota. Empat cewek geng Mak Lampir mendekati meja Satya dkk. Mereka merayu Satya buat mau anterin Bianca pulang. Dengan kasar Satya nolak dengan alasan masih ada acara sama Vino dan yang lain. Tapi pandangan matanya nggak beralih terus menatap Vrita yang kini asyik ngobrol sama sahabat2nya. Dengan muka lesu Bianca akhirnya pulang dengan teman2nya alias kacungnya..hahahah😆😆


“Yakin nih besok nggak ada yang main kerumahku?”tanya Vrita


“Iya bebz..besok aku ada acara sama Kak Leon”jawab Dara malu.


“What?”PDKT nih judulnya?”tanya Vrita nggak percaya.


“Iya mungkin baru sampai tahap itu Ta,”jelas Dara yang menahan rasa malunya.


“Kalo kamu Sya?”tanya Vrita ke Raisya.


“Aku biasa Ta...ke butik bantu Mami disana sekalian belajar biar bisa kayak Mami.”jelasnya Raisya yang emang punya cita-cita jadi desainer terkenal seperti Mamanya Rinda Salmun.


“Kamu Wil?”tanyanya ke Wilo menunjukkan sendok kecil bekas ice cream.


“Jelas aja aku di cafe Ta...kan hari minggu pasti cafe rame dan aku nggak cuma duduk aja kan?”ucap Wilona. Memang semenjak orang tua Wilona meninggal, dia tinggal bersama neneknya dan mengurus cafe peninggalan orang tuanya. Awalnya cafe itu kecil tapi berkat bantuan ayah dan orang tua Raisya cafe Wilo jadi bertambah besar. Bahkan orang tua Dara yang memiliki perusahaan di bidang pasar online membantu Wilo sampai cafenya sekarang punya cabang di seluruh Indonesia.

__ADS_1


Kita memang bukan saudara tapi kita sahabat. Yang mana jika salah satu dari kita merasakan duka maka semua akan merasakan duka pula. Tapi jika salah satu dari kita bahagia, maka kita semua akan bahagia. Orang tua kita mendukung persahabatan kita yang sejak SMP sudah terjalin. Hingga kita lupa apa itu pacaran dan bagaimana rasanya pacaran. Karna yang kita tahu melakukan kegiatan bersama sahabat lebih membahagiakan dari pada pacaran. Dan sekarang aku ( Vrita) sedang menjalin status pacaran dengan Satya. Apakah persahabatan kita akan baik2 saja seperti sedia kala?? Atau akan.——?? Tapi yang kita pikirkan sekarang adalah kita nyaman dan akan selalu tersenyum bersama sampai kapanpun juga.


Satya berjalan mendekatiku mengajakku pulang karna waktu menunjukkan pukul 11 malam. Ketika aku berjalan menuju arah mobil Satya. Nggak sengaja aku berpapasan dengan cowok yang kalo nggak salah mirip sama cowok yang ketemu di supermarket. Sekilas tampak mirip sekali. Dia berjalan memasuki hotel. Aku langsung berbalik menghadapnya tapi yang aku lihat cuma punggung berbalut jas hitam. Aku langsung masuk ke dalam mobil Satya. Selama perjalanan aku masih mengingat ciri2 laki-laki itu.


“Sayang..kamu nggak pa pa?”tanya Satya menyadarkanku.


“Hmmm...”jawabku bergumam.


“Kamu kayak lagi mikirin sesuatu yang?”tanyanya lagi.


“Aku nggak pa pa kok, siapa yang kamu panggil sayang barusan?”tanyaku ketus.


“Ya kamulah yang, emang siapa lagi? Di mobil ini kan cuma ada aku sama kamu aja!”ucapnya menjelaskan.


“Kalo kamu capek tidur aja nanti kalo sampai rumah aku bangunin”pinta Satya.


“Ngk lah..nanti kamu culik aku lagi”ucapku sinis.


“Iya nanti aku culik kamu terus bawa ke KUA”ucap Satya cengengesan.


Nggak ada jawaban dari mulut Vrita tapi ada tatapan tajam dengan kepalan tangan yang siap melayang ke kepala Satya. Tapi cuma dibalas senyuman jahil dari bibir Satya.

__ADS_1


Sampai di rumah Vrita, Satya nggak langsung pulang. Dia berpamitan dulu sama Mamany Vrita jika belum tidur.


“Makasih kak udah anterin aku pulang”ucapku tulus.


“Sama2 sayang, jangan lupa cuci kaki terus minum susu ya”ucap Satya yang bikin aku ketawa dipikir kayak bayi.


“Aku masuk dulu ya kak..mama sepertinya udah tidur”jelasku.


“Iya udah salam buat tante ya,”ucapnya kembali.


“Iya kak....oh ya kak, aku lebih suka kata Kamu Aku bukan Gue Lo,”ucapku pelan takut dia nggak terima.


“Y udah mulai sekarang kita pakai aku kamu aja ya”kata Satya ditambah senyum manisnya.


Pintu terbuka tiba-tiba membuyarkan suasana romantis. Mama yang ternyata belum tidur ikut menyapa Satya. Setelah Satya berpamitan dan melajukan mobilnya kini giliran aku dan mama masuk ke rumah.


“Mama penasaran dek, apa kamu pacaran sama Satya?”tanya mama.


“Iya..”jawabku nunduk. Karna mama bakalan kepo gimana aku bisa punya pacar. Lalu aku menceritakan kejadian malam ini ke mama. Tapi dengan imbalan mama harus tidur di kamarku. Setelah kita sepakat, aku sama mam naik ke lantai dua menuju kamarku. Sambil membereskan make up dan baju, aku mulai menceritakan dari awal gimana aku bisa jadian sama Satya. Tidak ada yang terlewati sedikitpun dari ceritanya. Mama yang memperhatikan dengan seksama dan menjadi pendengar yang setia terkadang mama tertawa di sela-sela ceritaku. Nggak terasa waktu menunjukkan jam 2 pagi. Ternyata cerita gitu aja membutuhkan waktu lama. Aku yang udah nggak bisa nahan ngantuk. Kini aku tanpa sadar sudah memejamkan mata. Mama menarik selimut menutupi tubuhku hingga leher tak lupa memberikan kecupan manis di pipi dan dahiku. Mama bukan hanya sekedar mama..tapi sahabat dan pendengar yang setia..


“Love you sayang”ucap mama mencium dahiku.

__ADS_1


“Love you mama”membalas ucapan mama yang seperti mimpi.


__ADS_2