
Usai Satya berpamitan dengan orang tua Vrita mereka melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang karna jalanan di kota terasa padat.
“Cantik” ucap Satya pelan mengagumi wanita yang kini ada di sampingnya.
“Hmm..apa Kak?” tanya Vrita yang merasa ada suara sebelumnya.
“Nggak kok nggak pa pa..”jawab Satya terbata-bata.
“Oh..” jawabku lembut.
Gerbang tinggi berwarna coklat terbuka secara otomatis ketika mobil berwarna putih memasuki halaman rumah. Dari kejauhan Vino yang merupakan adik Satya sudah berdiri di depan pintu bersama seorang wanita paruh baya. Senyuman tulus dari Tante Rere menyambut kedatangan kami. Tante Rere merupakan orang tua dari Satya. Berdasarkan cerita dari Satya, papanya meninggal karena sebuah kecelakaan pesawat 3 tahun lalu. Dan kini perusahaan yang dimiliki sementara waktu dikelola oleh Tante Rere. Hingga nanti tiba saatnya Satya menggantikan posisi Tante Rere mengelola perusahaan yang bergerak di bidang properti terbesar di Indonesia.
“Selamat datang di rumah kami Vrita” sambut Tante Rere sambil memelukku lembut.
“Terima kasih tante untuk sambutannya..ini ada kue untuk Tante sekeluarga” sambil memberikan kue yang Vrita beli ketika perjalanan menuju rumah Satya.
“Makasih sayang..kamu cantik sekali” ucap Tante Rere sambil mengusap pipi yang kini tengah merona merah.
“Beda banget Lo kalo pas di sekolah” kata Vino sambil menyenggol lengan kiriku. Tapi kali ini aku cuma tersenyum.
__ADS_1
“Ayo masuk sayang..panggilnya Mami aja ya jangan tante”ucapku sambil merangkul pundakku menuju meja makan.
“Ehh..iya tan..ehh mami” balasku yang belum terbiasa dengan panggilan mami.
“Kamu pinter banget cari calon menantu Sat, ini lebih dari cantik melebihi bidadari malah” ucap Tante Rere menatap Satya di sampingnya.
“Anak siapa dulu donk Mi..”ucap Satya dengan PG dan kini puas membuatku memerah di pipi.
Acara makan malam berjalan dengan baik, canda dari Vino yang terkadang membuat semua orang tertawa lepas. Vino yang menceritakan kisah bagaimana aku dan Satya bisa pacaran dengan awalan terpaksa mampu membuatku tersenyum dan merah di bagian wajah.
“Syukur deh kalo Tante Rere menerimaku dengan baik, semoga kedepannya seperti ini terus” gumamku dalam hati.
“Hubungan kalian gimana nantinya”tanya Tante Rere tiba2.
“Hmm..maksud mami?”tanyaku sama Tante Rere.
“Maksud mami, hubungan kalian nanti mau dibawa kemana?”jawab Tante Rere menjelaskan tetapi aku belum bisa jawab apa2.
“Aku pengennya tunangan dulu setelah aku lulus mi”ucap Satya cepat sambil menatapku dalam dan aku nggak percaya dengan apa yang dia bilang barusan.
__ADS_1
“Kamu gimana Ta?” tanya Tante Rere membangunkanku dari ucapan Satya.
“Aku belum berfikir sampai arah itu mi, tapi coba aku bisacarakn dulu sama mama dan ayah” ucapku sedikit takut karena pada dasarnya untuk ke arah yang lebih serius saja belum masuk daftar pikiranku.
“Aku akan menunggu jawabanmu dengan sabar”ucap Satya dengan senyuman tulus dari bibirnya.“Apapun yang terjadi nanti, aku ingin kamu tetap jadi wanitaku. Selamanya” ucap Satya sambil menggenggam tangan Vrita erat di depan Tante Rere.
Malam semakin larut dan sekarang saatnya Vrita berpamitan dengan Tante Rere. Pelukan hangat dari Tante Rere membuat nyaman siapa pun yang merasakan.
“Sering main2 kesini ya sayang..”pinta tante Rere sambil menangkupkan kedua tangannya ke pipiku.
“Iya mi..kapan2 aku nanti main kesini lagi” ucapku sambil membalas pelukan Tante Rere.
“Kamu..hati2 nganter calon menantu mami Sat, nggak usah ngebut2!” pesan Tante Rere.
“Siap BOS..”jawab Satya tegas.
Di dalam mobil, Satya nggak melepaskan tangan kirinya yang kini menggenggam tangan kanan Vrita erat. Sesekali dia mencium tangan kekasihnya. Tatapan mata yang lembut dan tulus dari Satya membuat diriku merasa terlindungi. Dia tidak pernah mengekang bahkan membatasi kegiatan-kegiatanku. Dia memberikan kebebasan untukku melakukan hal bersama dengan sahabat2ku. Asal satu yang tidak boleh dilewatkan yaitu Memberinya kabar.
Saat ini hanya satu di hatiku yaitu Satya Rahardian. Satu nama untuk selamanya.
__ADS_1
Dan aku selalu berdoa agar Tuhan tetap menjaga hubungan kami dengan baik. Hingga ikatan janji suci kami ikrarkan bersama...