Antara Aku Kau Dan Dia

Antara Aku Kau Dan Dia
16. Calon Mertua


__ADS_3

Sepulang sekolah Vrita langsung saja masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan siapa pun di ruang tamu. Dia buru-buru mempersiapkan diri untuk acara makan malam dengan keluarga Satya. Belum juga mengganti seragam sekolahnya Vrita memasuki ruang ganti memilih milih baju apa yang cocok dia gunakan nanti malam. Semua dress di dalam lemari di keluarkan. Dia mencoba satu persatu bajunya tapi dirasa tidak ada yang cocok. Bisa dikatakan tidak sesuai.


“Ya ampun Ta...kamu ngapain sih semua baju dikeluarin gini?”tanya Mama sambil memunguti baju-baju di lantai.


“Nyari baju mah..buat acara nanti malam”ucapku masih mencari baju yang cocok.


“Lah..ini semuanya nggak ada yang cocok?”tanya Mama balik masih berdiri melihat Vrita yang sibuk mencari baju.


“Nggak ada mah..semuanya udah lama mah”ucapku kesal. Karna lelah memilih baju yang cocok kini Vrita duduk di kasur sambil menggenggam baju2nya.


“Ada apa tante? Kok rame banget?”tanya Kak Tian sambil berdiri menyilangkan tangan.


“Ini loh Vrita sibuk nyari baju buat acara nanti malam katanya”jelas mama.


“Emang ada acara apa sih sampe semua baju keluar gini.?”tanya Kak Tian.


“Makan malam sama mamanya Satya mah”ucapku datar.


“Ohhh...makan malam”jawab Kak Tian. “Iya udah ayo ikut Kakak ke butik langgananku” ajak Kak Tian bersemangat.


“Tapi kan mama juga punya butik Kak” jawab Vrita balik.


“Udah nggak pa pa, sekali2 pindah tempat nggk pa pa kan tante?” tanya Kak Tian sambil menoleh ke arah mama.


“Nggak papa donk Tian, biar ada suasana baru gitu” jawab mama tersenyum.


“Okee aku trima ajakan Kakak, tunggu 5 menit aku siap2 ya”ucapku bersemangat.

__ADS_1


Cukup 5 menit aku mandi super cepat dan memakai dress warna pink selutut sepatu flat. Make up tipis dan liptick warna pink natural.


“Siapp...” ucapku sambil menuruni tangga.


“Oke...ayo..” Tian mengambil kunci mobil dan melajukan kendaraan ke sebuah mall terkenal di kota ini. Vrita berjalan di samping Tian dan mengarahkannya pada sebuah butik bernama “La Boutiqe”. Butik yang melebihi butik milik mama. Sesampainya di butik Tian disambut oleh seorang SPG yang cantik. Dia memberitahukan sesuatu kepada pegawai butik untuk mengajakku ke dalam sebuah ruangan. Di dalam ruangan ini berjejer gaun, pakaian formal, dan dress dengan harga yang cukup fantastis.


“Non..ini ada beberapa pilihan baju yang menurut kami cocok untuk anda” kata salah satu pegawai sambil menyodorkan baju-baju yang sangan indah.


“Baik..akan saya coba satu persatu”ucapku dengan mengambil baju2 tersebut dan memasuki ruang ganti.


Sudah empat baju Vrita mencoba dan menunjukkannya kepada Tian. Tapi nggak ada yang cocok katanya. Yang katanya terlalu terbuka, terlalu seksi, terlalu apalah. Tinggal satu baju terakhir berwarna peach tanpa lengan dengan bagian dada berbentuk V, panjang selutut ditambah aksen mutiara.


“Kak..yang ini gimana? Ucapku yang sudah lelah bergonta ganti baju.


Tian yang melihat Vrita dengan dress yang dipakai sekarang membuat dia tak berkedip.


“Kak giman yang ini? ulangnya lagi.


“Makasih ya Kak Tian” ucapku tersenyum tapi dia hanya mengganggukkan kepala.


Di sepanjang perjalanan pulang Vrita nggak henti-hentinya melihat dress yang diberi Tian. Tian yang dari tadi melihat dari sampingnya tersenyum tipis.


“Sebegitu senangnya ya mau ketemu calon mertua?”tanyanya.


“Belum calon mertua kak, masih tante aja..”ucapku menoleh ke arah Tian.


“Emang nggak mau jadi istrinya Satya?”tanyanya balik.

__ADS_1


“Buat saat ini nggak dulu kak, aku masih pengen sekolah dan masih pengen wujudin cita2 aku” jawabku.


“Cita2 kamu apa?”tanya Tian balik.


“Pengen jadi guru dan mendirikan sekolah seperti Ayah”jawabku polos.


“Kenapa nggak jadi pengusaha aja, Om Hadi kan orang sukses di dunia bisnis.


“Ayah nggak pernah menuntut kita menjadi apa yang dia mau, ayah memberikan kebebasan untuk kita memilih jalan hidup” jelasku pada Tian dan dia mengangguk mengerti.


“Kamu udah lama pacaran sama Satya?”tanyanya lagi.


“Baru 6 bulan kak”jawabku singkat.


Cuma oh yang keluar dari bibir tipis Kak Tian. Di dalam perjalanan mereka membicarakan masalah pacaran. Tian yang tersenyum kalo Vrita sangat polos dalam hal pacaran. Hingga dia mengakui bahwa semenjak pacaran dia belum pernah melakukan yang namanya ciuman pertama.


Sampai di rumah, Vrita langsung masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terima kasih pada Tian atas baju yang sudah diberikan. Dari kejauhan Tian merasa ada yang aneh di bagian dalam tubuhnya. Dia merasakan rasa sesak saat mendengar Vrita yang saat ini mencintai Satya sebagai kekasihnya. Di dalam hatinya dia berdoa jika memang Vrita berjodoh dengannya maka selalu meminta di dekatkan namun jika Vrita berjodoh dengan Satya maka dia adalah orang pertama yang akan duduk menyaksikan kebahagiaan orang yang dicintainya.


Malam mulai tiba dan Satya sedang dalam perjalanan menjemput gadisnya yaitu Vrita. Suara mobil yang memasuki halaman rumah Vrita membuat Vrita segera menyelesaikan aksi make upnya. Tian yang tidak sengaja melintas di depan kamar Vrita memberhentikan diri dan mencoba mengetuk pintunya.


Tok tok tok


“Masuk..”sahutan dari dalam kamar.


Tian merasa terhipnotis dengan kecantikan gadis di depannya kini. Gadis yang memakai dress berwarna peach dengan sepatu heals 3 cm, dengan make up yang natural membuat aura gadis ini terpancar.


“Ada apa kak?”tanyanya sambil memakai anting.

__ADS_1


“Ehmm..itu kayaknya pacar kamu udah dateng” ucapnya kembali.


“Oke kak makasih ya” ucapnya lagi. Jantung yang bergetar seusai menutup pintu kamar gadis itu tak berhenti. Hingga suara Enda menyadarkan Tian yang masih berdiri di depan kamar Vrita. Enda mengajak Satya untuk ke halaman belakang sambil bercerita masa2 mereka sekolah.


__ADS_2