
Pertandingan babak pertama telah dimenangkan oleh SMA Angkasa dengan point 25-21. Teriakan gemuruh penonton membuat suasana GOR memanas.
“Shiitt...”geramku sambil melempar bola.
“Fokus Ta...kamu bisa”ucap salah satu teman teamku.
“Aku harus fokus..nggak boleh pengaruh ayah sama mama disini” ucapku menyemangati diri sendiri.
Prtriittt....peluit ditiupkan oleh wasit memulai babak kedua. Permainan panjang menjadi kemenangan untuk SMA Pelita Harapan saat ini. Permainan kembali memanas dengam hasil yang seri. Permainan dilanjutkan dengan penambahan 2 point. Sebuahsmashkeras dari Vrita mampu membuat tambahan point untuk SMA Pelita Harapan.
“Masih satu point lagi”gumamku memfokuskan diri pada bola yang akan diarahkan pada lawan.
Passing atasyang tidak mampu dihalau oleh lawan mampu mencetak kembali point untuk SMA Pelita Harapan. Suara gemuruh dan tepuk tangan meriah dari semua penonton mengakhiri pertandingan volly putri. Ayah yang melihat dari kejauhan tampak mengacungkan kedua jempolnya dan mama bertepuk tangan sambil berdiri.
“Selamat ya kalian main bagus sekali..”ucap salah satu cewek dari SMA Angkasa sambil mengulurkan tangan.
“Makasih ya..aku Vrita panggil aja Tata..kalian juga mainnya bagus kok..”ucap Vrita membalas uluran tangannya.
Semua pemain saling memberikan selamat dan pelukan.
Pertandingan berikutnya nggak kalah sengit dari Volly. Lebih rame dan heboh karna cowok2 yang main semua ganteng. Hampir 40 menit permainan basket kini dimenangkan oleh SMA Pelita Harapan. Pertandingan persahabatan dilakukan secara fairplay di akhiri dengan saling jabat tangam tanpa ada permusuhan.
Setelah semua pertandingan selesai, pemain kembali ke kamar ganti.
Sambungan telfon..
“Sayang..kamu mau pulang bareng mama apa nanti?”tanya Mama Anin.
“Nanti aku sama Satya mah,.”jawabVrita.
“Oh ya udah..mama duluan ya..kamu hati2 di jalan.”pesan mama Anin.
“Oke ma..” jawabku singkat.
Seusai membersihkan diri, Vrita keluar dari ruanh ganti. Ternyata Satya dan teman2 yang lain sudah menunggu di depan.
__ADS_1
“Ini dia jagoan kita...selamat ya bebz” ucap Dara sumringah.
“Makasih ya Ra..” ucapku sambil memeluk Dara.
“Selamat ya sayang..kamu memang Kapten terbaik” ucap Satya manis.
“Makasih ya...sayang..kamu juga bagus mainnya”ucapku malu dengan kata sayang.
“Ciyeee...udah mulai sayang sayang nih” ledek Vino. “Udah deh Sat..buruan kenalin Mami”ucapnya lagi.
“Sabtu malam kamu ada acara nggak?”tanya Satya.
“Nggak ada kok yang, kenapa?”tanyaku balik.
“Aku pengen kenalin kamu sama Mami” ucap Satya dengan tatapan dalam.
“Ahayyy...pepet terus Sat...”suara Leon yang membuatku memerah seketika.
“Hmm...apa nggk terlalu cepat aku kenalan sama mami kamu?”tanya Vrita ragu.
“Iyaa udah aku mau Kak..”ucapku sedikit ragu dan takut.
“Okee..besok sabtu aku jemput kamu ya?”tanyanya dan aku jawab dengan mengangguk.
Pembahasan pertemuan maminya Satya berakhir dan kini kita kembali ke rumah masing2.
Sesampainya di rumah Vrita, Satya langsung pamit pulang dan meminta sang gadis untuk istirahat. Vrita masuk kerumah setelah mobil Satya berlalu. Di dalam rumah Vrita mencium bau yang sangat enak membuat perutnya keroncongan.
Kruuukkkk kruuuukkkk..
“Duh..jadi tambah laper deh”gumamku sendiri. Melihat sosis pedas manis bercampur udang rasanya pengen ngiler dan perutku benar2 meronta ingin segera dikasih makan.
“Eiitttsss...non cuci tangan dulu kalo perlu mandi dulu” suara Bi Surti yang mengagetkanku.
“Hiiisss...bi aku laper banget nih, cacingnya udah mau di kasih makan” jawabku memancungkan bibirku.
__ADS_1
“Iya nanti semua kamu habisin sayang, tapi kamu mandi dulu bau asem tau..”ucap mama dari taman belakang.
“Iya iya..aku mandi dulu, awas ya kalo nanti habis!” Ancamku.
Secepat kilat aku berlari menuju kamar dan langsung saja membersihkan diri.
“Berendam air hangat sepertinya enak” gumamku.
Selesai melakukan ritual mandi dan berganti baju. Vrita turun menuju meja makan. Seperti biasa telah berkumpul Ayah, mama, Kak Enda dan sekarang ada Kak Tian.
Tanpa aba2 langsung aku mengambil nasi ukuran penuh dan menambahkannya dengan sayur lauk komplit.
“Dek..kamu kalo makan jangan kayak kuli donk, kakak kan nggak kebagian nih”ucap Kak Enda sambil menyodorkan piring kosongnya.
“Salah sendiri Kakak nggak cepet ambil seh..duluan aku kan”ucapku sambil memonyongkan bibir.
“Udah udah..kalian itu ya bikin mama pusing aja”kata mama melerai aku dan kak Enda. Tian yang dari tadi melihat hal itu hanya tersenyum.
“Kakak juga seh ada ada aja...bikin kesel aja”jawabku ketus.
Acara makan malam berjalan dengan ledekan antara Vrita dengan Kak Enda. Ketiga orang yang menyaksikan cuma bisa geleng2 kepala.
Usai makan malam Kak Enda mengajakku bersantai di taman belakang rumah. Kak Tian yang dari tadi cuma diem sekarang sudah mulai ikut dalam obrolan.
Kak Enda mengajakku bernyanyi diiringi gitarnya. Nggak beberapa lama dia kembali ke kamar karna ada tugas kuliah yang belum terselesaiakn. Kini tinggal aku dan Kak Tian yang ada di taman.
“Kakak bisa main gitar?”tanyaku padanya.
“Bisa seh tapi nggak sebagus Enda”ucapnya.
“Kita nyanyi yuk..biar nggak ngantuk nih”ucapku mencoba mengajaknya bernyanyi.
“Aku cuma bisa lagunya Fiersa Besari yang judulnya Waktu yang Salah”jelasnya padaku dan aku oke aja.
Dia mulai memetikkan gitarnya dan aku mulai bernyanyi. Hingga tak terasa malam semakin larut.
__ADS_1