
kring....kring...kring..
tania pun terbangun dari mimpi indahnya karna alarm yang terus berbunyi , tania bangkit dari atas ranjang lalu masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karna hari ini tania piket jadi harus berangkat lebih pagi
setelah selesai mandi tania langsung mengenakan seragam sekolah setelah itu berasiap-siap untuk berangkat kesekolah
tania pun telah selesai bersiap-siap dan langsung keluar kamar menuruni anak tangga satu persatu sampai di ujung tangga tania sangat kaget karna reyfan tiba-tiba ada dihadapannya
" astaghfiruloh ." ucap tania yang sangat terkejut
tanpa aba-aba reyfan menarik tangan tania dan membawanya keluar rumah lalu memaksa tania masuk dalam mobil milik reyfan
" ck , apaan si rey awas." ucap tania yang merasa kali ini reyfan sangat marah
" diam atau mau gue cium disini ." jawab reyfan dengan nada mengancam yang membuat nyali tania surut
tania yang merasa sangat malu dan takut langsung terdiam dan duduk dengan manis , reyfan yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum tipis
" rey hari ini aku ada piket , kamu mau ajak aku kemana ." tanya tania yang merasa bingung karna reyfan tak melajukan mobilnya ke arah sekolah
reyfan hanya terdiam yang membuat tania merasa sangat kesal dan memanyunkan bibirnya
" turun ." ucap reyfan
" ini dimana , aku mau kesekolah rey ." jawab tania
" lu mau gue gendong ." ucap reyfan lagi
tania pun tanpa menjawab langsung membuka pintu mobil tersebut dan turun sesuai intruksi dari reyfan .setelah turun reyfan langsung menggandeng tania lalu memasuki lift
__ADS_1
tania yang merasa bingung pun clingak clinguk tania merasa dia belum pernah kesini , tania berfikir begitu keras tapi memang tania belum pernah ketempat ini
" tempat siapa ini ." gumamnya dalam hati
ting...
lift pun terbuka tania pun menggerakan kedua bola matanya mengedarkan pandangan sebenarnya mau di bawa kemana dirinya kenapa ini seperti apartemen tapi apartemen siapa , semua pertanyaan berputar-putar di kepala tania
" rey kita mau kemana sih ." tanya tania namun reyfan tetap diam
setelah berjalan beberapa menit tania pun sampai di depan pintu lalu reyfan membuka pintu tersebut ,tania pun mematung dan menelan silivanya
namun reyfan tetap menarik tania masuk kedalam apartemen tersebut reyfan tak melepaskan genggaman tangan tania dan dirinya
setelah masuk reyfan mengunci pintu tersebut yang membuat tania melotot merasa bingung kenapa harus dikunci dengan menggunakan pin bagaimana caranya dirinya bisa kabur nanti
reyfan melempar tania dengan sangat kasar ke atas kasur namun tania bangkit kembali merasa tidak terima dengan perlakuan reyfan yang sangat kasar tersebut
" maksud kamu apa ." ucap tania dengan suara keras
" lu makin berani ternyata ." jawab reyfan
" kenapa emangnya kalau aku berani kamu mau marah , silahkan marah aku enggak takut ." ucap tania berkacak pinggang
walau sejujurny tania takut melakukan hal tersbut namun tania berusaha agar terlihat tidak takut namun diluar dugaan tania reyfan mengunci pintu dan membuka baju
" kamu mau ngapain , mundur .'' ucap tania
reyfan tak menjawab namum memberikan senyum yang susah di artikan ,tania terus mundur sampai kaki tania tercekat pinggir ranjang dan akhirnya tania terduduk namun reyfan terus maju
__ADS_1
" minggir ." ucap tania diikuti tangan tania yang mendorong tubuh reyfan
" lu harus di hukum karna kamu berani kabur dan pergi berduaan dengan anak penjaga villa ." jawab reyfan
" kamu gila rey , awas ." ucap tania
reyfan menggenggam tangan tania dengan sangat kuat berusaha mencium tania
" lepasin aku rey ." ucap tania
namun reyfan tak mempedulikan perkataan tania ,reyfan langsung mencium tania dengan sangat bringas tania mulai menangis mengapa reyfan bisa melakukan ini padanya
tania pun terengah-enggah karna tidak bisa bernafas dengan teratur akibat ciuman reyfan yang sangat bringas tersebut
" bernafas bodoh ." ucap reyfan pada tania
" rey jangan gila , aku mohon ." jawab tania memohon dengan menangis
namun sepertinya tak meluluhkan hati reyfan yang sudah kesetanan , reyfan langsung melepaskan kancing seragam tania satu persatu sampai semua kancing itu pun terbuka
walau mendapatkan perlawanan dari yang empunya baju namun reyfan lebih handal untuk hal seperti itu , tania yang terus menangis membuat reyfan tersenyum bahagia
reyfan pun bangkit dari atas tubuh tania dan memberikan selimut pada tania agar tania bisa menutupi gunung kembarnya karna baju seragamnya telah terbuka
" gue ingetin sama lu ,sekali lagi lu ngelawan gue atau lu berduan sama cowok selain gue hari itu juga gue bisa lakuin yang lebih dari ini ." ucap reyfan tegas
tania pun masih menangis dengan terus membenahi seragamnya , memang tidak salah jika mereka melakukan hal lebih dari ciuman namun tania belum siap dan tidak mau melakukannya sekarang
__ADS_1