
Sonia telah lulus kuliah,ia berencana mencari pekerjaan,ia adalah gadis yang baik dan penurut.
Di suatu sore ada seorang lelaki,yang mau datang melamarnya.Namun di rumah hanya ibu Sonia saja.
tok tok tok
"Permisi mat sore." lelaki itu menyapa seolah olah ada orang di rumah.
"Iya sebentar." kata ibu Sonia.
"permisi...per... oh maaf ibu aku kira nggak ada orang." Ujar lelaki itu terkejut karena tiba tiba saja ibu Sonia membuka pintu.
"maaf ini siapa ya ?" Ibu Sonia terkejut dan kebingungan.
" Lelaki ini siapa,Apakah teman Sonia?" gumam ibu Sonia dalam hati.
Lelaki itu juga kebingungan,apa yang harus ia katakan.karena udah lama sekali ia main kerumah Sonia.Waktu itu ia masih sekolah dasar kelas 3 SD.
"Oh.....! saya Deki teman SD nya Sonia,bu....! ibu ibu..nya Soniakan...?"
"Iya nak.... memang aku ibu nya Sonia."
"Tanta Farah kan....?"
"Iya...!!! memang namaku tanta Farah.
Dalam hati ibu Sonia kebingungan dan penuh tanya
"Siapanya... ? Sonia pemuda ini?,kok dia tau betul tentang aku."
Gumam ibu Sonia dalam hati.
"Ayo masuk dulu nak..! "
" Udah ibu trima kasih,bu nanti lain kali aja.Aku pamit dulu yah ibu...! Kapan kapan baru aku main kesini. Salam aja buat Sonia ,dari aku Deki teman masa kecilnya.
Didalam hati ibu Sonia kepikiran terus,karena selama ini ia tidak pernah dengar tentang nama Deki.
"Ah...! udahlah,nanti entar aj Sonia pulang baru aku tanya aja."
Ucap ibu Sonia,sambil menuju dapur menyelesaikan pekerjaan yang ia tinggal tadi.
tok tok tok
"Ibu...bu..! , aku pulang..!"
"Lansung mandi sana nak.! Badan kamu pasti gerah karena panas"
"Iya bu...! sebentar aku ke kamar pakai kimono dulu. Ibu masak apa bu..?"
"Makanan kesukaan kamu.!"
" Uh pasti enak.!"
" Udalah mandi aj dulu sana nak...!!! "
Sambil menyanyi Sonia menuju ke kamar mandi.kelihatan ia sangat gembira sekali.
Setelah selasai masak ibu Sonia pun menyiapkan makanan untuk makan malam.
" Udah selesai mandi nak, ibu juga mau mandi."sambil berdiri dan menuju ke kamar mandi.
" Udah bu..! aku udah selesai mandi."
" Tunggu ibu,nanti kita makan bersama."
Ibupun selasai mandi ,ia kekamar nya untuk ganti pakaian,sedangkan Sonia ada tunggu di meja makan.
" Ayo..! kita makan nak..!"
Sambil menyiapkan piring dan sendok,ibu mengambil nasi dan sayur kesukaan Sonia.
"ini nak silakan makan..!,ibu mau menyiapkan makanan ibu."
"iya bu.. trimakasih ibu,Aku sayang ibu."
" oh iya nak..!! tadi ada yang mencari."
" Siapa ibu..?"
"Ibu juga tidak kenal nak,tapi katanya teman SD kamu nak."
Sonia diam sejenak,ia bingung siapa yang mencari dia.Apalagi ibunya juga tidak kenal siapa orang itu.mereka berdua diam tampa sekata apapun keluar dari mulut mereka.
" Ia lelaki atau wanita bu..?"
" Lelaki,kalau nggak salah namanya."
Ibu terdiam sejenak mengingat nama pria itu.
" Kalau nggak salah namanya Deki "
" Ah...! siapa ?"
" Deki nak "
" Deki?",
Sonia terdiam ia mencoba mengingat-ingat kembali semua teman kecilnya.
" Aku ingat! kalau nggak salah memang dulu ada seorang laki laki dia memang teman sebangku aku.kami pernah kerja tugas kelompok di rumah aku,namun cuma sekali saja sisanya di rumah temanku." Sonia seraya mengenang kembali masa kecilnya.
Sedangkan di sisi lain seorang pria kesal karena rencana ia mau melamar sonia tidak jadi. karena ia gugup dengan ibu Sonia.
" Ya ampun gila aku,belum kenalan udah mau rencana mau lamar.Idih... malu maluin aja aku ni..!"
Gumam Deki didalam hatinya. Namun ia merupakan lelaki yang tidak kenal mundur sebelum ia tahu jawaban.
" Udah lah nanti besok aku akan kerumanya lagi,pokoknya harus. Aku janji..!"
Deki bercerita dan berjanji sendiri,Ia berbicara sendiri seperti orang yang udah gila. keesok harinya ia bangun pagi benar.
Padahal kebiasaan ia bangun kurang setengah jam mau berangkat kerja.
Hari itu ia sangat bahagia sekali,seperti seorang yang sedang kasmaraan.
" Pokoknya ia harus menjadi istriku,Aku janji..!"
" Siapa nak..? yang mau menjadi istrimu"
" ini ibu....ada teman masa kecilku.Baik orangnya ibu"
Deki terkejut karena ibunya muncul tiba tiba,ia malu sangat malu seolah olah di siram dengan air dingin.
Namun dalam hatinya ada rasa bahagia, karena ia udah mau membuka sedikit cerita tentang gadis yang ia mau jadikan istrinya kepada ibunya.
" Ya udah nggak apa apa asalkan orangnya baik.
Ibu sih..! tidak masalah kalau kamu suka.Ingat nak jangan pernah permaikan anak gadis orang,karena ia juga manusia."
" iya ibu, aku janji aku akan menghormati dan menyayangi ia selalu.Ibu aku berangkat kerja dulu."
" hati hati dijalan."
" Iya ibu..!"
Deki pun berangkat kerja,ia memakai mobil miliknya.Hari itu ia berencana akan jalan jalan lagi kerumah Sonia.Ia penasaran dan ingin tahu betul sifat ibu Sonia.
Sedangkan Sonia udah menyuruh ibunya untuk menahan lelaki itu apabila ia datang lagi.
Jam istirahat siang pun tiba,Deki pun rencana makan di cafe di samping kantornya.
" Ah...! Sonia,ngapain dia disini..?"
Gumam Deki ia terkejut karena bisah bertemu dengan Sonia.
" Cantik juga calon istriku ini.Betapa bahagianya aku apabila menjadi suaminya,oh.... Sonia gadis idamanku."
Deki menghayal seperti udah kenyataan aja, padahal pacaran dengan Sonia aja belum. sepertinya deki udah di mabuk cinta.
"Pak...pak...mau pesan apa..?"
Deki tetap asik dengan lamunannya,sambil melihat kearah Sonia yang hanya berjarak tiga meja makan dengannya.kebetulan Sonia juga mau makan di cafe itu.
" Pak..."
Panggil pelayan itu lagi.
" Pak...pak.. ada apa dengan pria ini.Ya... ampun...!! pantasan aj ada cewek yang ia perhatikan."
Pelayan itu berjalan kembali sambil berbicara sendiri.kebetulan ia menuju ke meja Sonia.
" Dek kamu kenal pria itu...?"
" Yang mana...?"
"Oh Tuhan, kamu juga sama saja kayak pria itu."
" Apanya yang sama mas..?
"Tu lihat kesana,lelaki itu terus memperhatikan dirimu."
Sonia kebingungan sebenarnya siapa pria itu,mukanya mulai kemerahan dan gelisah.
" Tapi manis juga pria itu." gumam Sonia dalam hatinya
Namun disisi lain Deki mulai berjalan kearah Sonia.wajahnya udah tersenyum dari kejauhan,dari awal memang Deki udah melihat Sonia duluan.
Namun Sonia tetap biasa aja,karena ia memang tidak mengenal lelaki itu.
" Permisi boleh aku duduk disini..?"
" OMG..!, apa yang pria ini lakukan,tapi ganteng juga sih..! orangnya."
Ucap sonia dalam hati,
__ADS_1
Namun disamping Sonia
pelayan berdiri kebingungan apa yang harus dia katakan kepada pria dan wanita itu. Karena dari tadi tak ada yang menghiraukan dirinya.
"Permisi mau pesan apa..?"
" Nanti aja baru ku panggil..!"
Secara spontan Deki menjawab pertanyaan pelayan,
Sedangkan Sonia hanya gugup dan sunyi tampa sekata apapun.Akhirnya pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua.
Dag...Dig...Dug..
Rasanya jantung Sonia mau copot.Dia kian gelisah dan gugup,Deki tetap saja nggak beranjak dari tempat itu.
" Kamu Soniakan...? Masih ingat aku nggak..?"
" Kamu siapa..??"
Dengan muka cemberut dan nada jawab yang ketus keluar dari mulut Sonia.
" Aku deki teman kecil kamu,masa kamu lupa ama aku..?"
" Aduh...!! Maaf aku udah punya pacar lebih ganteng dari kamu."
Jawab Sonia,namun kenyataan sebenarnya Sonia belum punya pacar malahan sekarang ia lagi sibuk mau mencari pekerjaan.Pacar belum terlintas dalam pikiran nya.
" Maaf aku pergi duluan,aku mau cari makan di tempat lain aj."
Sonia mengangkat tas dan Hpnya,lalu meranjak keluar dari situ.Deki hanya diam dan tersenyum saja.
"oke..!!"
Dalam hati Deki penuh rasa kecewa,namun mau bagaimana ia terlanjur menyukai Sonia.
Namun ia yakin kalau sebenarnya Sonia juga menyukai dirinya,karena dilihat dari tatapan dan senyumannya Apalagi sampai dimuka pintu keluar Sonia menoleh kearah Deki sambil tersenyum.
Sonia sangat gembira di dalam perjalanan mencari cafe yang lain.Tampak ia sangat bahagia sekali.
" Oh Tuhan..! kenapa dengan pria itu..? kok dia seberani itu dan senekat itu,Tapi kalau boleh jujur ia tampan juga kok..!!"
Ucap Sonia dalam hati sambil berjalan masuk ke cafe yang baru.ia memesan makan ,setelah selesai makan ia pun pulang kerumah.
Sesampai di rumah,Sonia lansung ke kamar mandi,kebetulan hari itu cuacanya panas dan membuat badan Sonia menjadi gerah.terpaksa ia lansung mandi dulu baru menuju meja makan.
" Sonia kenapa tidak makan.?"
" Masih kenyang ibu,kebetulan tadi aku udah makan di cafe habis lapar."
Tok...tok...tok
" Ibu siapa di depan ibu,sepertinya ada tamu..!!"
" Biar ibu yang buka pintu aja, kamu disini saja...!!"
Dimuka pintu berdiri seorang cowok,kebetulan cowok itu orang kepercayaan Deki di kantor.Apalagi sedang keluar kota pasti dia yang melanjutkan pekerjaan Deki.
Ia datang mau mengantar bingkisan,karena hari itu adalah hari ulang tahun Sonia.
"maaf cari siapa...??"
" Oh tante,ini benarkan rumanya Sonia."
"Maaf emangnya ada perlu apa sama Sonia nak...?"
" Saya Riki temanya Deki, saya kesini mau mengantarkan kado ultahnya Sonia.Hari inikan ulang tahunya Sonia kan tante...??"
" Ya ampun, aku lupa ia benar hari ini ulang tahun anak ku Sonia yang ke 27."
" Sonia.....Sonia. !"
" Iya bu,ada ap ibu.?"
" ini kado dari Deki pacar kamu."
" Idih....amit-amit,kenal aj tidak ngaku pacar malu-maluin aja.Aku kan udah punya pacar."
Riki hanya tertawa kecil,dan melihat ekspresi wajah Sonia saat ibunya bilng kalau kado dari pacarnya,namun diwajah Sonia seperti bahagia sekali.
" Itukan apa.? kamu juga sukakan sama Deki.?"
" Kalau iya,aku juga suka emangnya kenapa ibu. ??"
" Nak...Rikki,makasihya udah antarkan kado dan ingatkan ibu tentang hari ulang tahunnya Sonia.!"
" Oke trima kasih ibu,aku pamit dulu."
Sedangkan Sonia buru- buru masuk kekamar untuk membuka kado yang telah diberikan temanya Deki.perlahan lahan ia membuka bungkusan kado yang lumayan besarnya Ukurannya kira-kira 30x60.
" OMG....!, Panda inikan boneka kesukaan aku.So sweet makin suka aku sama kamu Deki."
Sonia penasaran, ia heran karena cuma boneka saja yang ia peroleh.Ia membolak-balik boneka itu tampa sadar matanya tertuju pada ikatan pita kuning yang ada di leher panda.
perlahan-lahan ia mulai membuka ikatan yang dililit di leher boneka Panda,kemudian perlahan pula ia membuka kertas itu.
" Bandung dulu baru jakarta,senyum dulu baru dibaca.
lansung aja yach....!!!
Sonia...!!!
Kalau boleh kujujur perasaan apa yang ku rasakan saat ini terhadapmu,ku mau ucapkan tapi ku malu karna ini hanya sepotong kertas saja.sengaja kucoret dengan tinta biar engkau tahu .tapi udalah Memang aku tahu kalau kamu udah punya pacar. kalau boleh esok sore jam 18:30 kutunggu kedatanganmu di cafe valentine.
sekian dulu, suratku ini
kalau ada kata-kata yang salah mohon maaf yang sebesar-besarnya
Dari pengagummu
ttd
Deki Ernesta
" Deki...!!! aku terharu ama kata- katamu,Siapa yang bilang kalau aku udah punya pacar..???
Aku cuma test kamu aja seberapa besar rasa sukamu terhadap diriku."
Gumam Sonia dalam hati,disisi lain ia belum menemukan pekerjaan jadi ia belum serius dalam hal mencari pasangan hidup.
karena ibunya udah mulai tua,dan tidak mungkin ia bekerja trus menafkahi Sonia dan dirinya.
Sekarang giliran Sonia yang harus bekerja,entah mau pekerjaan apa saja Sonia mau bekerja,yang penting bisah menghasilkan uang dan menafkahi ibunya.
Tok...tok..tok
" Sonia.. !!!"
" Masuk aja ibu pintu tak dikunci."
" Sonia ibu mau ngomong sesuatu,boleh kan...?"
" Ngomong aja bu...!!
" Nak... ibu tahu kamu udah besar,kamu udah tahu mana baik, dan mana yang buruk.jadi..! carilah pria yang benar benar sayang ama kamu.
Bukan yang habis manis,Sepah dibuang.
Ngertikan maksud ibu."
" Iya ibu aku ngerti."
Jawab sonia,
Sebenarnya ibu sonia belum mau kalau sampai Sonia udah punya pacar,karena ibu ingin Sonia kerja dulu.
kring....kring..kring
"Ada telpon itu nak,emangnya dari siapa nak...??
" Renza yang telpon bu...!!,tahu dia ada perlu apa padahal udah pukul 20:15.Aku angkat telpon dulu.
"Hallo...!!! Ren ada perlu apa"
" Kamu diterima kerja di cafenya,bu Surti."
" Oh Tuhan..!! trima kasih ia telah mengabulkan doaku.Trima kasih Ren....!!! atas infonya."
" Oke sama-sama..!!"
Dengan rasa gembira,Sonia memberi tahu ke ibunya kalau ia telah di terima kerja di cafe ibu Surti.
Ibunya pun ikut bahagia karena selama ini memang ia ingin anaknya bekerja.
" Nanti hati-hati kalau bekerja nak...!!,Jangan lupa sebelum bekerja berdoa dulu."
" Iya ibu aku akan ingat pesan ibu..!
Aku tidur duluan habis besok hari pertama masuk kerja."
" Iya nak..!"
Sementara Ibu Sonia mengecek semua pintu,jendela apakah udah dikunci atau belum.
Lalu Ia menuju dapur dan mengecek api kompor udah di matikan atau belum,setelah itu ia menuju ke kamar dan istirahat.
Keesok harinya ibu Sonia yang bangun duluan,ia kekamar Sonia dan membangunkan Sonia.
Tok....tok....tok...
" Sonia...Sonia...ayo bangun..!!,udah pagi katanya mau pergi kerja."
" Iya ibu aku bangun"
Sonia bangun dan lansung menuju kamar mandi,setelah selasai mandi ia kekamar dan ganti pakaian.
__ADS_1
" Ah...!! aku pakai baju kaos berkerah aj."
Sonia memilih baju berwarna kuning,dan mengenakan celana jeens warna biru.
Ia memasukan baju kedalam celana, setelah dandan selesai.
" Wao....!!! cantik sekali anak mama...!
" Siapa lagi kalau bukan Sonia,Gue gitu loh...!!!"
...Sambil berjalan seperti model menuju meja makan....
...Sonia sarapan pagi dengan roti dan minum susu....
" Udah ibu aku berangkat ibu."
" Iya hati-hati nak...! ingat pesan ibu."
" Oke. !!!"
Uhum....... ma..... sambil mencium kening ibunya.
Sonia berangkat kerja dengan menggunakan angkot karena lumayan jauh tempat kerjanya kurang lebih 4 KM jaraknya.
Sedangkan di tempat Sonia bekerja,adalah cafe kesukaan Deki,karena di situ makanan enak-enak.Namun kebetulan Deki ada cuti selama seminggu karena ibunya sakit.
" Nak...!! Deki..! kapan kamu punya istri..?"
" Kurang tahu ibu...!! kapan baru jodohku datang..?
Oh....Tuhan..!!! hampir aku lupa entar sore ada janjian mau ketemu ama Sonia di cafe Valentine."
Deki bingung apa yang harus ia lakukan..? karena tidak mungkin ia meninggalkan ibunya sendiri dirumah sakit.
Tampa pikir panjang ia pun mengingat Rikki asistenya.
" Rikky, iya Rikki aku harus minta bantuannya."
Gumam Deki dalam hati,ia meminta izin ke ibunya untuk keluar sebentar.Karena ia mau menelpon Rikky.
"Suster aku titip ibu,5 menit aja "
Dekipun buru-buru keluar,ia pun menelpon Rikki ia menyuruh Rikki untuk kerumah Sonia.
Agar meminta maaf kalau rencana pertemuan mereka berdua batal ,karena ibunya masuk rumah sakit.
Rikki berangkat kerumah sonia,lalu ia pun mulai menceritakan semuanya ke ibu Sonia.
" Tidak apa-apa nak,nanti aku sampai kan ke Sonia."
" Maaf tante aku juga lansung pamit,habis aku juga mau jengut ibunya Deki di rumah sakit.
Tok.. .tok...tok..
" Mat sore ibu,aku pulang bu...!!"
" Sore nak.. !! kenapa pulanya sore nak...??"
" Hari pertama aku kerja,jadi selama satu minggu aku pulang nya Sore.
Nanti minggu depan baru aku pulang siang, kembali lagi sore dan pulang malam."
Sonia pun kekamar dan istirahat sejenak,jam 7 malam baru ibunya membangunkanya.Ibunya udah menyiapkan makanan dimeja makan.
Setelah keduanya selasai makan,ibunya mengajak Sonia ngobrol sambil menonton Tv.
" Nak... !!! tadi Rikki datang,ia bilang katanya minta maaf habis temannya tidak bisah datang ke cafe valentine.
Soalnnya ibunya Deki masuk rumah sakit."
" Oh Tuhan....!!! aku juga lupa ibu,kalau aku ada janjian mau ketemu Deki.
Untung aja tidak jadi,emangnya ibunya sakit apa bu...?
" Rikki tidak menceritakan apa-apa nak...?, ia hanya bilang itu aja dan katanya Deki juga cuti seminggu."
" Ayo ibu kita istirahat aku uda ngantuk."
Dengan tidak sepata katapun Sonia lansung menuju ke kamar tidurnya.
Sampai di kamar ia juga belum tidur,ia terus membanyangkan Deki.
" Semoga ibunya cepat sembuh
"Ada apa dengan ibu Deki...?? Semoga ibunya lekas sembuh."
**********************************
Eps.3 Duka yang mendalam
Seminggu pun berlalu,ibunya Deki udah pulang dua hari yang lalu.Namun kata dokter ibunya tidak boleh lelah.
Deki tak tahu harus mau bagaimana,terpaksa ia menyuruh Rikki untuk mencarikan pembantu.Agar bisah mengurus rumah dan merawat ibunya.
Kebetulan nama pembantu itu Manda umurnya 50 tahun,bibi Manda orang nya baik dan pintar menarik perhatian ibunya Deki.Jadi mereka cepat akrab.
" Oke dengan ibunya aku udah akrab,sekarang tinggal Deki semoga ia juga baik dan ramah seperti ibunya."
Ucap bibi Manda dalam hatinya,ternyata betul seminggu kemudian bibi Manda juga udah akrab dengan Deki.
Disuatu sore, kebetulan hari itu Deki pulang kerja tempo ia lansung ke kamar ganti pakaian.Namun sebelumnya ia menyuruh bibi Manda membuat nya kopi dan menaruh di meja teras depan rumah.
Bibi Manda tampa sengaja melihat Deki,dalam hatinya berkata.
"Kok...!! dua hari belakangan ini Deki hanya diam saja tidak biasanya,biasanya ia ceria."
Bibi Manda pun menghampiri Deki
" Nak....!!!"
" Eh....!! bibi Manda kenapa bi...???
" Nak...! bukannya bibi lancang untuk mencampuri urusan, tetapi bibi udah menganggap nak Deki seperti anakku sendiri."
" Cerita aja bibi,emangnya ada apa bi...???"
" Nak...!!! selama dua hari belakangan ini bibi melihat nak...Deki lebih banyak diam.
Emangnya kenapa nak?"
dengan rasa penasaran mata bibi Manda melihat kearah Deki.Seolah ingin mendapat jawaban lansung.
" Nggak ada apa-apa bi!"sambil mengangkat dua jarinya seolah-olah bersumpah kalau dia tidak berbohong.
Bibi Manda pun pergi kembali kedalam rumah,ia melanjutkan pekerjaannya.Setelah semua selesai bibi Manda kekamarnya ibu Deki melihat keaadan ibu Deki.
" Nyonya....! udah bangun, kenapa tidak panggil aku..?"
" Udah tidak apa-apa!,bi Manda jangan panggil aku nyonya panggil aja ibu Meysa."
" oke bu meysa..!"
Bibi Manda pun mulai megerjakan semua tugasnya, apabila ibu Meysa udah bangun memberikan makan,menyiapkan obat untuk ibu meysa.
Selasai minum obat,ibu meysa meminta untuk bibi Manda jangan keluar dulu. Ia ingin bibi Manda menemaninya cerita.
Namun bibi Manda menolak
" Jangan bu!, sebaiknya ibu tidur sedikit dulu, karena baru menelan obat.
Nanti kalau udah bangun tidur baru aku temanin ibu bercerita."
Terpaksa malam itu bibi manda tidak kembali kekamarnya ia tetap berada di kamarnya ibu Meysa.
Jam udah menunjukan pukul 23:15 malam,lampu di ruang tamu pun udah dimatikan.Dan ternyata Deki juga udah masuk kekamarnya.
" Bibi...bibi...bi Manda"
" Iya ibu,ada apa ibu..??"
" Kemari bi...! duduk di samping aku..! Aku mau cerita dikit."
Bibi Manda pun mengikuti arahan ibu meysa,ibu meysa pun menceritakan semuanya ke bibi Manda.
Tampa sadar ibu Manda pun menangis,ia sedih dan terharu dengan ceritanya ibu meysa. kerena seolah-olah ibu meysa akan pergi selamanya.
Dua hari kemudian benar benar terjadi,ibu meysa meninggal,Deki sangat terpukul dengan kematian ibunya.
Ia tidak tahu harus bagamana,karena sampai ibunya meninggalpun ia belum menikah.Karena semasa hidupnya ia ingin Deki cepat menikah,karena ia ingin melihat sebaik dan secantik apa calon mantunya.
Hari-harinya Deki penuh kehampaan,ia hanya murung dan diam di kamarnya saja.urusan kantor aja smuanya di kerjakan Rikki.
Namun bibi Manda udah menceritakan semua pesan dan kemauan ibu Meysa ke Rikki.Hanya saja belum ada Waktu,karena Deki lebih banyak mengurung diri di kamar.
Keesok paginya,seperti biasa bibi Manda menyelesaikan pekerjaannya,Rikki pun begitu sebelum ke kantor ia pasti ke rumah Deki mengecek keadaan Deki.
" Oh..! kebetulan ada kamu Rikki "
tampa sengaja Deki keluar kamar dan kebetulan pula bibi Manda dan Rikki lagi ngobrol.
" Rikki kemari..!! bibi Manda bibi juga kesini..!!"
Deki memanggil kedua-duanya karena ia mau menyampaikan kalau ia akan pergi keluar negeri,ia berangkat cukup lama .
Ia ingin menenangkan dirinya,karena apabila di rumah pasti Deki selalu memikir kan ibunya.
Maklum ibu dan kakeknya lah yang merawatnya dari kecil,Ayah Deki pergi dari kecil pergi dengan wanita lain yang lebih mapan dan punya segalanya.
Sedangkan ibunya lebih memilih merawat anaknya,serta membantu ayahnya yang waktu itu memiliki perusahan tidak sebesar sekarang.
Tiga tahun lalu,kakeknya meninggal duluan.Jadi ia menyerahkan semuanya ke cucunya Deki.
Ditangan Deki perusahan itu tumbuh kian maju,dan punya cabang sampai di luar negeri.maklum mungkin karena Deki tamatan luar negeri jadi ia pintar beriventasi.
Deki rencana berangkat cukup lama,mungkin bisah setahun atau lebih belum ada kepastian.
__ADS_1