
Hari pun mulai sore,Renza memakai motornya menuju rumah Sonia.
Tok.....tok...tok
Kebetelun Sonia udah menunggu dari tadi,ia pun buru-buru membuka pintu. Seolah-olah ia mengetahui bahwa yang datang itu Renza.
"Benarkan tebakan aku yang datang pasti kamu." sambil memeluk Renza dan mengajak Renza masuk.
" ibu...ibu...!! ini Renza "
" Sore tante...!! maaf baru datang main di sini lagi." Renza sambil menyalimi tangan ibu Farah.
Sonia dan ibunya, mempersilakan Renza untuk duduk.Mereka pun ngobrol dengan asyik,kadang tertawa,kadang ngobrol serius.
" Oh iya...!! Ren aku dan ibu ada mau ngomong ama kamu."
" Silakan..! mau ngomong apa..?" Renza memberi izin kepada tanta Farah dan Sonia untuk berbicara.
Mereka pun menceritakan keinginan mereka,mereka ingin agar Renza menjadi Manegernya Sonia.
Karena Sonia selama ini belum memiliki maneger,dimana yang mengatur kegiatannya selama ini ibu Surti.
"Bagaimana Ren...? kamu mau apa tidak tawaran aku.?" Sonia sambil menatap Renza,seolah ia ingin mengharapkan jawaban iya dari mulut Renza.
"Aku sih..!! mau-mau aja,apalagi kerja sama dengan kamu, tapi..!!"
Didalam hati Renza masih ingat akan kebaikan ibu Surti,jadi ia mau memberikan jawaban ia tetapi masih berpikir sejenak.
"Begini aja..!,bagaimana..? kalau aku dan kamu yang memberi tahu ibu Surti.Kalau aku mau mengundurkan diri dan membantu kamu."
Renza meminta saran ke Sonia, dan ia pun ingin agar Sonia mau menemani dirinya untuk bertemu ibu Surti .Sonia pun menyetujui saran Renza.
Ke esok harinya,Sonia dan Renza bertemu ibu Surti.
" Ibu sebelumnya aku minta maaf..! yang sebesar- besarnya, dan aku juga mengucapkan banyak terima kasih Atas kebaikan ibu selama ini."
" Ada apa dengan kamu? dan maksudmu apa? ibu jadi takut dengan ucapan mu." Mata ibu Surti mulai berkaca-kaca.
Ia seperti kebingungan dan didalam hatinya penuh dengan kekwatiran seolah-olah ia merasa Sonia mau mengundurkan diri darinya.
"Apakah kamu mau mengundurkan diri..?" Sambil menyeka air mata ibu Surti menanyakan maksud dari ucapan Sonia.
Sonia pun ikut menangis,namun keputusanya udah bulat.Sonia tetap ingin keluar ia ingin bersolo karier.
__ADS_1
karena kalau dibawah naungan ibu Surti ia merasa lelah.mana lagi jadwal manggung yang mulai padat, kalau tidak ada manggung ia harus bernyanyi di cafe milik ibu Surti.
Dalam keadaan masih menangis Sonia berulang-ulang memohon maaf,ke ibu Surti.
" Oke ibu terima..!! pengunduran dirimu.sabar dulu jangan pergi,Trus kamu Ren..! kenapa belum ke cafe ? inikan udah jam 09:30." Ibu Surti sambil melihat kearah Renza"
Ibu Surti meminta Sonia, untuk bersabar karena ibu Surti mau ke rumahnya sebentar saja.
Ia mau menceritakan kesuaminya kalau Sonia ingin mengundurkan diri dan tidak lagi bekerja sama dengan mereka lagi.
"Mami...!! pokoknya mami jangan mengiyakan..! karena dengan hadirnya Sonia.
Grup musik milik papi meranjak terkenal bahkan papipun sampai merilis album pertama papi."
Dengan berat hati pula ibu Surti, menceritakan semuanya rasa tidak rela dengan pengunduran diri Sonia.
" Papi...udalah.! mau bagaimana lagi.Sepertinya keputusan Sonia udah bulat ia mau mengundurkan diri dan berhenti kerja sama dengan kita lagi."
" Ayolah..!! mami kita bersama-sama memohon agar Sonia, jangan mengundurkan diri dan meminta dia untuk tetap bertahan dengan kita."
Sambil memegang tangan ibu Surti,pak Frengki mengajak istrinya bertemu dengan Sonia kembali.
Namun Sonia tetap dengan keputusan nya.Akhir pak Frengki dan Ibu Surti menyetujui pengunduran diri Sonia.
" Nak...!! inikan milik kamu, dan ini jugakan hak kamu yang harus kami bayar ke kamu." Ibu Surti tetap saja mau memberikan amplop itu.
" Kalau gitu anggap aja bonus pengabdianmu selama ini." Sambung pak Frengki,dengan terpaksa akhirnya Sonia mengambil amplop itu.
Setelah urusan Sonia selesai,Sonia masih aja diam dan tidak berdiri dari kursinya.
" Nak Sonia....! kamu mau minta apa lagi dari aku dan bapak." Tanya ibu Surti karena urusan
udah selesai namun Sonia belum pamit juga.
" Ibu aku mohon..!! bolehkan aku membawa Renza juga..?" sambil memegang tangan ibu Surti,Sonia meminta Untuk Renza juga menemani dirinya.
Dan terpaksa ibu Surti pun mengiyakan, kemauan Sonia untuk membawa Renza juga.
Didalam hati ibu Surti,ia sangat menyayangi Sonia.Sehingga ia mau mengabulkan apa saja yang Sonia inginkan.
Bahkan ketika Sonia mau keluar ruangan,ibu Surti masih memanggil Sonia.Ia hanya berpesan.
"kalau mau kembali,pintu rumah aku dan bapak selalu terbuka untuk kalian berdua."
__ADS_1
Sonia dan Renza pun secara spontan, mereka berdua berdiri bersama-sama. Dengan serentak,mereka pun sama-sama memeluk ibu Surti seraya berkata.
" Maaf kan kami ibu..!!,maafkan kami juga pak...!"
"Ibu trima kasih...!!, bapak trima kasih...!! atas kebaikan ibu dan bapak selama ini." Sonia mengucakan rasa terima kasihnya. Karena dengan tangan dingin pak Frengki ia menjadi penyanyi top.
Sonia dan Renza pun keluar dari ruangan itu,mereka pun kembali kerumah Sonia.Disepanjang perjalanan pulang tak ada sepata kata pun yang keluar dari mulut mereka.
Hanya sebuah judul lagu, yang sengaja di putar ulang-ulang oleh Sonia.
Yaitu lagu IF TOMOROW NEVER COMES ,bahkan Sonia selalu menyeka air matanya.Ia masih mengenang kebaikan ibu Surti.
Tok....tok...tok
Terdengar suara ketukan pintu di muka rumah tanta Farah.
" Mungkin mereka..!" gumam tanta Farah didalam hatinya,ia membuka pintu rumah dan ternyata benar itu Sonia dan Renza.
"selamat pagi..! tanta Farah" ucap Renza,sedangkan Sonia lansung memeluk ibunya sambil menangis.
" kenapa nak..? kenapa menangis..? bos kamu tidak mau kamu berhenti yah...??" sambil mengangkat wajah anaknya,dan menghapus air matanya.
"Udalah nak...!! jangan nangis lagi..! tanta Farah memeluk anaknya kembali.
Setelah Sonia merasa dirinya udah agak tenang .Ia pun, mulai bercerita.
" Ibu...!!! aku menangis karena mengingat kebaikan ibu Surti dan pak Frengki."
" Udalah nak..!! kamu kan tidak bersalah,tapi memang kamu yang lelah dengan jadwal yang padat.
Jadi nggak ada salahnya kan kamu mengundurkan diri,"
" Iya ibu aku ngerti..! tapi aku hanya ingat kalau dulu aku cuma pelayan cafe.Dan berkat ibu Surti aku menjadi penyanyi top." jawab Sonia ke ibunya.
"Dan kamu Renza,gimana kamu jadi nggak keluar dari cafe ibu Surti..?" tanta Farah menggantikan pertanyaannya ke Renza.
"Iya ibu..! aku juga udah diberikan izin untuk keluar dari cafe itu.
Namun ibu Surti berpesan, kalau mau kembali lagi ia masih menerima kami berdua." Renza memberikan jawaban,tentang apa yang di tanyakan oleh ibunya Sonia.
Renza dan Sonia langsung ke kamarnya Sonia,mereka pun beristirat.
Nanti sore baru mereka mulai susun rencana untuk keesok harinya.
__ADS_1
..." Ibu nanti entar pukul 15:15,tolong bangun kan aku dan Renza yah.. .!!" Sambil menuju ke kamar tidur....