
Dari awal pernikahan hingga mau sebulan lebih.Sonia belum juga di sentuh oleh Deki,Deki yang dulu suka menggoda dan merayu Sonia.Sekarang hanya diam,Seperti lelaki yang tidak memiliki gairah terhadap lawan jenisnya.
"Ada apa? dengan Deki,apakah aku kelihatan jelek di matanya.?" Ujar Sonia,sambil berdiri dan menatap dirinya di depan cermin.
Sonia masih berdiri dan terus menatap dirinya,yang ada di dalam cermin.Malam itu Sonia hanya mengenakan gaun tipis.Semua lekuk tubuhnya terlihat jelas.
Malam kian larut,namun Sonia belum juga tidur.Dia masih menunggu Deki pulang.Karena terlalu lama menunggu,akhirnya Sonia tertidur.
Ketika Deki pulang,didapatinya Sonia sudah tertidur dengan pulasnya.Deki hanya tersenyum saja, melihat gaya tidur dan berpakaian Sonia.
Sonia tertidur menengadah keatas,posisi gaun tidurnya sudah tersingkap.Sehingga lahan pribadinya terlihat dengan jelas.
"Sayang bukannya aku! tidak ***** untuk menggauli dirimu.Namun, aku butuh kejujuran dari dirimu." Ujar Deki,sambil menatap Sonia.
Deki tidak menyadari kalau,sebenarnya Sonia sudah bangun dari tidurnya.Namun Sonia masih,berpura-pura menutup matanya.
Deki menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya itu.Deki menghampiri wajah Sonia,dia merunduk dan mencium kening Sonia.ketika Deki mau berpaling dan pergi,tangan Sonia langsung memegang tangan Deki.
"Jangan pergi!, tetap saja disini.Aku merindukan dirimu,aku mohon!."ucap Sonia sambil menatap Deki.
" kamu mau aku mengatakan apa.?" tanya Sonia sambil terus menatap Deki.
"Tidak! aku tidak ingin kamu mengatakan apapun." Sangkal Deki,dengan wajah serius sehingga membuat Sonia percaya.
Sonia bangun dari tidurnya,dia pun langsung memeluk Deki.Dengan sedikit jinjit Sonia mencium bibir Deki,dengan lembut.
Ketika Deki membalas ciumanku, tampa sadar aku juga langsung membalas dengan ******* bibirnya.Mulai perlahan Deki mencium turun keleherku.
"Ah......!" tampa sadar aku pun mendesah.Namun kini bukan hanya mulut Deki,yang membuatku terangsang.Melainkan tangannya mulai masuk kedalam gaun tidurku.Tangannya mulai meremas pepayaku.
"Ouwh....! sayang...!,terus sayang" Desahku sambil menggigit bibir atasku,karena menahan nikmat bercampur rasa sakit.Akibat remasan tangan Deki
__ADS_1
Karena melihat diriku yang semakin terangsang.Deki pun mendorong tubuhku,sehingga aku pun langsung terbaring,dengan posisi telentang diatas tempat tidur.
Mata Deki langsung melotot,karena melihat areal lahanku.Aku pun secara spontan langsung menutup lahanku dengan tangan kiriku.
"Mengapa kamu tutup?,bukankah aku suamimu!" Ucap Deki,sambil kedua tangannya memindahkan tanganku dari areal lahanku.Kemudian tangannya lanjut melepaskan tali ikatan gaun tidurku.
Kini aku terbaring tampa menggunakan sehelai pakaian pun di tubuhku.Kedua tangan Deki pun, mulai meremas kedua buah pepayaku yang kian mengeras. Karena aku semakin terangsang dengan remasan yang Deki lakukan.
"Ah...! sayang..!" Aku pun mendesah karena mulutnya mulai mengulum ujung pepayaku.Tampa aku sadari salah satu jari Deki,telah masuk di dalam lahanku yang udah mulai basah.
Deki pun tidak melanjutkan kembali permainannya.Dia langsung berhenti dan duduk di sampingku.
"Kenapa berhenti sayang?" tanyaku,namun dia hanya diam dan tak menjawab pertanyaanku.Aku menanyakan kembali,namun tetap saja dia diam dan membisu.
"Apakah kamu sudah tidak perawan lagi?tanya Deki,aku pun langsung terkejut tidak tahu mau jawab apa.
"Sonia,kamu dengar apa yang aku tanyakan? tanya Deki kembali.
Sonia menjelaskan apa yang telah menimpah dirinya dimasa lalu.Sehingga membuat dirinya tidak perawan lagi.
"Sayang aku akan cerita,tetapi kamu janji tidak akan menyesal menikah denganku? tanya Sonia,sambil memeluk Deki.
" Kamu cerita saja dulu,nanti baru kita bahas selanjutnya" Jawab Deki,dengan raut muka yang cemberut dan kesal.Karena istrinya sudah tidak perawan lagi.
"Sayang pada saat itu,aku menemani lelaki itu dirumanya.Padahal di rumah itu, tidak ada siapa pun.Sebenarnya aku meminta dirinya,untuk mengantar pulang.
Aku kesal, karena dia telah berbohong kepadaku.Sebelumnya dia mengatakan,kalau ibunya ada di rumah jadi tidak usah kuatir" Jelas Sonia, sambil menyeka air matanya.
"Mengapa kamu tidak lari keluar dan pergi dari situ? gertak Deki,dengan nada ketus.
" Pada saat itu pikiran aku buntu.Sehingga tidak tahu apa yang hurus kulakukan.Sedangkan lelaki itu terus berjalan mendekatiku"jelas Sonia,sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih bugil.
__ADS_1
Air mata Sonia menetes semakin deras,sepertinya dia tidak sanggup lagi untuk melanjutkan ceritanya.
"Ayo lanjut! mengapa berhenti ceritanya? bentak Deki,dengan suara lantang.Sehingga membuat Sonia terkejut dan gemetar karena takut.
" Iya aku lanjutkan kembali ceritanya.Kemudian dia pun menghampiri dan memeluk diriku.Apakah kamu mau menjadi pacarku? Bisik lelaki itu di telinga kiriku.Sepertinya pada saat itu,dia tahu kalau aku juga menyukai dirinya.
Terpaksa pada saat itu, aku juga tidak bisah menolak permintaannya untuk menjadi pacarku.Akhirnya hari itu juga kami resmi berpacaran.
Karena aku sudah resmi menjadi pacarnya.Lelaki itu terus memaksa diriku,untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri" Cerita Sonia,dia pun langsung diam dan menangis.
"Seandainya waktu terulang lagi,aku tidak mau pergi kerumahnya.Pada saat itu dia langsung mencium bibirku.Terasa seperti kena sengatan listrik, aku Terus menolak tetapi dia tetap saja memaksa.Tampa sadar aku sudah tertidur dan tak sadarkan diri lagi" jelas Sonia,sambil tertunduk.
" apa yang terjadi ketika kamu terbangun dari pingsan? tanya Deki
"Aku terbangun,dan mau kekamar mandi.Namun aku bingung mengapa dia area lahanku terasa nyeri. Mau melangkah saja sakit sekali semua badanku terasa remuk.
Seketika aku pun sadar,kalau lelaki itu telah merenggut keperawananku.Dia mengambil sapu tangan,kemudian dia berkata. "ini darah keperawananmu akan kusimpan dan selalu aku kenang"jelas Sonia sesuai dengan apa yang di ucap oleh lelaki itu.
Setelah mendengar semua cerita Sonia,Deki pun memeluk Sonia dan mencium kening Sonia.
"Kamu sudah tahu semuanya,apakah kamu masih mencintai aku?"tanya Sonia sambil membalas pelukan Deki.
"Sayang! yang lalu biarlah berlalu,untuk apa kita kenang kembali.Tadi aku bertanya,karena aku ingin kejujuran darimu.
Aku salut sama kamu,karena kamu mau menceritakan masa lalu kamu yang menyedihkan itu" jelas Deki, sambil mengusap pipi Sonia yang penuh dengan tetesan air mata.
"Iya sayang! trima kasih karena sudah menerima dan memaafkan masa laluku. Sayang ayo kita lanjutkan kembali yang tadi!" pinta Sonia,sambil ******* bibir Deki.
"Nanti lain kali aja!,aku sudah tidak ***** lagi." jelas Deki sambil berjalan menuju pintu keluar kamar.
"Ih..! dasar lelaki tidak memiliki *****.Sudah lihat lahanku, bukannya di tanam biar benih tumbuh. Malah dibiarkan tetap gersang saja.Lahan aku rindu ingin di siram dengan air kamu sayang." Gumam Sonia di dalam hatinya,Dengan rasa kesal.
__ADS_1