Antara Cinta Dan Karier

Antara Cinta Dan Karier
Eps.26 kelahiran


__ADS_3

Usai kehamilan aku,lima hari lagi genap 9 bulan.Aku dan Deki telah menyiapkan, segala macam jenis kebutuhan bayi.


Bahkan namanya saja aku dan Deki telah mempersiapakan.Aku dan Deki tinggal menunggu kelahirannya,kapan pun kami akan menunggu.


5 hari telah lewat.Namun,aku belum merasakan apa pun.Keesok malamnya perut aku sudah mulai rasa nyeri dan belum pernah aku rasakan sakit seperti ini.


" papi perut aku sakit sekali,terasa sakit sekali." jelas aku,tampa menunggu lama Deki membawa aku kerumah sakit.ketika sampai kerumah sakit,perawat langsung membawa aku keruangan VIP.


Aku dan Deki sepakat melahirnya dengan operasi saja.Karena biar punyaku tidak longgar kata suami aku.


Keesok harinya operasi pun di lakukan.Aku dibawah para perawat ke ruangan operasi.Dokter pun menyuntikan sebuah obot,tidak tahu obat apa itu.Beberapa menit kemudian aku tidak sadarkan diri.


Setelah aku siuman,Deki sudah ada di samping aku.


" Jangan langsung bangun,biar aku yang bantu bangunin kamu.Kamu baru selesai operasi."Ucap Deki,dengan posisi tangan kanannya membelai rambutku.


"Mami, anak kita cantik kayak mamanya." Ucap Deki,sambil mencium bibir aku.


"Papi,mengapa bibir yang kamu cium?,Aku jadi ingat kelakuan kamu.Kalau cium bibir tandanya kamu lagi kepingin."


"hahaha...!! maaf keceplosan,habisnya aku bahagia.Karena kamu sudah memberikan aku anak."Sahut Deki,sambil tertawa dan mengalikan pembicaraan.


"Kita sudah sepakat bersama,karena wanita jadi kita namai dia Khanza Ernesta"jawab aku, dengan mengangkat kening aku seolah minta persetujuan.


"Oke mantap,sayang,aku setujuh dengan nama itu."Jawab Deki" Bagaimana,aku cariin kamu bebysister yah...? tanya Deki,meminta persetujuan aku.


Tampa mempertimbangkan matang-matang dulu.Aku langsung mengiyakan usulan suami aku.


Keesok harinya,aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.Ibu ikut mengantarkan aku pulang kerumah.


Ketika sampai di rumah,aku diperbolehkan tidur di kamar ibu mertua aku dulu.Namun,aku tidak mau karena setahu aku.Selama ini tidak ada yang gunakan kamar itu.


"Aku tidak mau papi,aku mau di kamar kita saja."Jawabku,dengan melangkah menuju tangga naik.


" Mami..! di kamar bawah aja,sini aku antar biar kamu lihat kamar ibu dulu."Ucap Deki,dia memegang tangan aku dan menuntun aku ke kamar ibu mertua aku.


Ketika pintu dibuka,aku pun terkejut melihat tata rias interiornya semuanya baru.Tempat tidur,seprei,sarung bantal dan segala perlengkapan tempat tidur.


Semuanya telah diganti dengan warna kuning,warna kesukaan aku.

__ADS_1


"Trima kasih..! suamiku,atas semua yang kamu berikan I Love you.!" Tampa sadar,aku ucap kalimat itu sehingga membuat Deki membalikan badannya dan berjalan kembali ke arahku.


"Coba kamu, ulangi kembali kalimat kamu yang terakhir." Ucap Deki,dengan kedua matanya menatap aku.


"I love you,emangnya ada apa papi.?" tanyaku dengan rada penasaran


" seingat aku,dari awal kita ketemuan sampai sekarang.Baru hari ini aku mendengar ucapan kalimat itu secarah tulus dari dalam hati kamu." Jawab Deki,yang tiba-tiba saja membuat aku jadi terkejut.


" Ah...! yang benar saja,papi.?Mungkin kamu lupa."Tanya aku,seraya tidak percaya yang baru saja Deki katakan.


"Mami,aku ingat betul sifat kamu.Trima kasih sudah membuka hati kamu untuk aku."Jawab Deki dengan sungguh-sungguh.


Aku pun meminta maaf kepadanya,bukannya aku sengaja.Namun,aku trauma dengan kata manis yang keluar dari mulut lelaki.


Kini aku memang benar-benar sudah membuka hati untuk Deki.Semua yang Deki lakukan aku tetap percaya sama dia.Karena memang selama ini dia tidak pernah,main serong dengan wanita lain.


Sebulan telah berlalu,bekas luka ceaser juga sudah kering.Namun,Deki belum pernah meminta kami melakukan.Padahal aku juga sudah meminum pil KB.


"Bibi Manda,dimana Deki? apakah dia sudah berangkat kekantor.?"Tanyaku,karena dari tadi aku tidak melihat Deki.


" Nak Deki sudah kekantor non,katanya dia mau menjemput baby sister.Emangnya Deki,tidak sampaikan.?" Jawab bibi Manda,seperti keheranan dengan pertanyaan aku.


"Kok!,aku tidak disampaikan bi.?"Jawab aku,dengan sedikit kesal.


Bibi Manda,kemudian membantu aku memandikan Kanza.Setelah selesai memandikan Khanza,bibi Manda yang memakaikan pakaian Khanza.


Sementara aku masih sarapan pagi,soalnya aku mau minum obat.Agar lukaku cepat kering dan sembuh.


Hari makin siang,mengapa Deki belum juga pulang.


"Kemana-kah? suami aku,atau jangan-jangan dia kenapa-napa di jalan."Guman aku di dalam hatiku.


"telpon aja non!"saran bibi Manda.


"Oh! iya,aku-kan bisah menelponnya" jawabku,sambil mengambil henpon aku di atas meja.


๐Ÿ“ž Kring...kring...kring


๐Ÿ“ž Hallo mami!

__ADS_1


๐Ÿ“žHallo papi,lagi dimana pi.?


๐Ÿ“žUdah mau jalan pulang mami.Ada apa mi.?


๐Ÿ“žKamu jalannya,tidak pamit ama aku.Jelaskah,aku mencari kamu.Mana lagi hari sudah makin siang,sedikit lagi sore.


๐Ÿ“žMaaf mami,soalnya aku berangkat pagi-pagi benar.Sedangkan kamu masih tidur.Tapi,bibi Manda sudah beritahukan.?


๐Ÿ“ž Iya sudah pi!,katanya kamu mau menjemput baby sisterkan?


๐Ÿ“žIya mi!,aku bersama dirinya,aku sudah membawahnya.


๐Ÿ“žOke hati-hati di jalan jangan ngebut.


Aku pun mematikan ponsel,dan menaruhnya kembali di atas meja.Khanza juga sudah tidur,kini aku menuju ke dapur untuk membantu pekerjaan bibi Manda.


Namun bibi Manda melarangnya.katanya biar aku istirahat saja.Soalnya bibi Manda takut,kalau lukaku nanti sakit.Karena aku bekerja.


"Bibi Manda,nanti besok sudah ada beby sister yang akan mengurus dan merawat Khanza." Ucapku,sambil memijit bahu bibi Manda.


"Iya non,semoga orangnya baik seperti aku."Ucap bibi Manda,dengan wajah tersenyum.


"Dia tua atau muda non."tanya bibi Manda


"katanya sudah punya anak.Namun,aku belum tahu tua apa muda." Jawab aku,dengan wajah yang sedikit cemberut.


" Mengapa cemberut non?"tanya bibi Manda


"Tidak kok bi!,perutku kekenyangan,jadi raut wajah aku kelihatan cemberut." sangkal aku,dengan raut wajah tersenyum.


" Idi ! non bisah aja,bercanda ama bibi." jawab bibi Manda.


"Kalau orangnya masih muda.Gimana non?"


"yah! aku pecat dia,kalau dia mau merebut Deki dari aku." Ucap aku,dengan nada kesal dan jengkel mendengar nama pelakor.


"Iya non! dipecat saja non,itu namanya pelakor bukan beby sister."Jawab Bibi Manda,dengan nada sedikit kesal seperti aku.


Tok...tok...tok

__ADS_1


" Itu pasti mereka bi!,biar aku yang membukakan pintunya." Ucap aku sambil melangkah menuju pintu.


"Jangan non! biar bibi saja yang membukakan pintu itu."Ucap bibi Manda,sambil melarang aku.


__ADS_2