
Setelah menerima telepon dari kampung. Ternyata ada keluarga bibi Manda, yang meninggal dunia. Sehingga bibi Manda diminta untuk segera pulang ke kampung dulu.
Ketika bibi Manda memberitahukan kabar itu. Aku dan Deki langsung kebingungan,apa yang harus kami lakukan.Manalagi dia pembantu senior di rumah ini,mengerti apa yang harus dia kerjakan.
"Bi Manda ! apakah nanti bibi Manda balik kesini lagi.? tanyaku,seraya memegang tangan bibi Manda.
" Kurang tahu juga non,semoga aja yang meninggal bukan orang tua bibi.Kalau sampai orang tua aku,sebelumnya bibi minta maaf.Sepertinya bibi tidak kembali lagi." Ucap bibi Manda terbata-bata.
Dag
Aku seperti disiram dengan air,seketika aku pun gelisah.Di dalam hati kecilku,seolah merasakan sesuatu.Sepertinya, bibi Manda tidak pulang lagi.
Keesok harinya aku,suami aku,dan Ais semuanya bangun pagi sekalih.Soalnya bibi Manda mau pulang ke kampung halamannya.
Suami aku memberikan dua amplop kepadaku.Amplop yang satu gaji,dan yang satu lagi bonus kerja untuk selama ini.
"Mi ! nanti kamu berikan kedua amplop ini kebibi Manda.Soalnya dia bekerja sudah lama di sini."Ucap suamiku,sambil menyodorkan kedua amplop itu.
Setelah menerima amplop dari suamiku,aku menghampiri bibi Manda.Lalu kuberikan kedua amplop itu sekaligus kebibi Manda.
"Maaf non ! mengapa dua amplop yang non berikan.?" Tanya bibi Manda,seolah tidak percaya dengan apa yang aku berikan.
Malahan bibi Manda hanya mengambil amplop gajinya saja.Kemudia aku pun menyampaikan maksud dari amplop satunya.Barulah bibi Manda mau menerimanya.
Bibi Manda diantar oleh sopir suruhan suamiku.Ketika bibi Manda memberikan salam perpisahan untuk kami sekeluarga.Isak tangisku pun pecah,seolah aku tidak merelakan kepergiannya.
"Bi ! siapa lagi yang aku percaya di rumah ini.?Karena,cuma bibi Manda saja yang bisah diandalkan." Ucap aku,sambil memeluk erat bibi Manda.
" Non maaf ! bukan kemauan bibi untuk berhenti kerja.Namun,situasi yang membuat bibi pamit dari rumah ini." Ucap bibi Manda,sambil menyeka air matanya.
Setelah itu,hanya tatapan mata saja yang mengiringi kepergian bibi Manda.Hari itu adalah hari terakhir kami berjumpa bibi Manda.
Seminggu kemudian bibi Manda,menelpon dari kampung.Bi Manda hanya menyampaikan,kalau dia tidak bisah kembali lagi.Soalnya yang meninggal bukan sepupunya.Namun,ibunya yang meninggal dunia.
Dengan kepergian ibunya,di rumah bibi Manda. Hanya tertinggal putri bibi Manda yang paling bungsu.Dia masih SMA kelas tiga,dan rencananya akan kuliah di kota.
Ketika suamiku pulang dari kantor.Aku pun, menceritakan semuanya kesuamiku.Namun,suamiku tidak percaya dengan apa yang aku sampaikan.
" Papi !, namanya juga mempunyai anak gadis yang masih sekolah.Tidak mungkinkan dibiarkan sendiri tinggal di kampung."Akhirnya setelah aku jelaskan kembali,barulah suamiku memahami.
__ADS_1
Dia pun menerima kenyataan yang terjadi.Aku dan suamiku tidak bisah tidur malam itu.Kami berdua tidur saling membelakangi.
Dug
Aku pun terkejut ketika aku membalikan badan kearah suamiku.Ternyata suamiku sudah berbalik kearahku.Dengan kedua matanya yang melîat kearahku.
"Sayang ! kamu kok belum tidur.?"Tanya suamiku
"Maaf papi ! soalnya aku kepikiran. Siapa yang akan menyiapkan sarapan pagi untuk kamu.Mana lagi kebiasaan aku yang bangun selalu kesiangan."Ucapku,sambil menatap suamiku.
"Mama Khanza,kalau kamu mau kita mencari pembantu baru lagi.Kamu setujukan dengan usulanku.?" Tanya suamiku
"Jelas aku maulah,soalnya aku juga mau bekerja lagi." Guman aku di dalam hati.
" Gimana ? kamu maukan kalau kita mencari pembantu baru.? Tanya suamiku sekali lagi.
" Papi ! bolehkan aku bekerja kembali.?Tanyaku mengalikan pembicaraan.
Dug
"Emangnya uang yang aku berikan selama ini kurang cukup.?Jadi,kamu meminta untuk bekerja kembali." Tanya suamiku,dengan sedikit ngegas.
" Idih ! nggak usah ngegas jugalah, Aku kan cuma tanya."Ucapku,dengan nada kesal.
"Oh ! kesempatan aku nih !,Sepertinya suamiku mau dengan permintaanku itu." Gumam aku di dalam hati.
"Aku mau terjun kedunia keartisan lagi.Bolehkan papi ?" tanyaku kembali,dengan raut wajah yang serius.
Dug
" Oh my God ! tidak salah kamu meminta pekerjaan itu.? Tanya suamiku,dengan nada ketus.
"Soalnya uangnya besar,dulu aku pernah rasakan itu.Satu Episode aja lumayan bayarannya."Jawab aku,dengan nada yang santai.
Sehingga membuat suamiku,jengkel dan kesal dengan ucapanku.
" Mama Khanza Ernesta ! emangnya uang yang kuberikan selama ini kurang.?" Tanya suamiku,dengan nada yang tinggi.
Akhirnya aku pun terdiam dan memilih mengalah.Karena aku sudah diam,terpaksa suamiku juga diam dan memilih tidur.
__ADS_1
Keesok harinya,aku dan suamiku tidak saling menyapa.Suamiku pergi kekantornya pagi benar,bahkan dia saja tidak sarapan di rumah.
Di dalam hati,aku merasa bersalah sama suamiku.Namun,mau bagaimana lagi.Itu semua demi kehendak ibuku.
" Ais ! bapak sudah pulang atau belum.?" Tanyaku mencari Deki.Namun,Ais juga tidak tahu di mana suamiku berada.
" Bu !,sepertinya bapak ada di teras samping." Ucap Ais,sambil menunjuk ke teras samping rumah.Aku pun berjalan menghampiri suamiku,dari jauh aku melihat tingkah suamiku yang hanya diam dan menongkat dagunya.
" Sonia ! mengapa kamu diam di situ,? kemarilah,aku sudah mendengar langkahmu."
Dug
" I..iya pi !, aku mau ngomong sama kamu,bolehkan? papi."
" Duduk aja dulu,kalau kamu mau bicara." Ucap suamiku,sambil mengeserkan pantatnya.Memberikan aku tempat duduk.
"Maaf papi,karena telah mengecewakan kamu." Gumamku di dalam hati.
" Hay !,mengapa melamun?katanya mau ngomong."
Dug
" Oh ! i ni tapi,papi jangan marah dulu.Soalnya ibuku,"
"Ada apa dengan ibu?" tanya suamiku,dengan memotong pembicaraanku.
Dug
" Ti tidak terjadi apa-apa papi." aku pun langsung terdiam dan membisu.
Aku pun mengalikan pembicaraan lain,dengan berpura bertanya soal pembantu yang baru.Kapan suamiku mencarinya,soalnya aku kasihan sama Ais.
Sekarang dia bukan hanya mengurus Khanza saja.Tetapi,dia juga mengurus dalam rumah.
"Oke ! besok atau lusa,aku sudah membawah pembantu baru di rumah ini." Ucap suamiku,seraya bangun dari tempat duduk dan membawaku ke dalam kamar.
" Pasti soal ibu kamu,yang selalu saja minta dikirimin uang." Ucap Deki di dalam hatinya.Akhirnya dengan terpaksa Deki pun mengizinkan istrinya bekerja lagi.
"Aku akan mengizinkan kamu bekerja lagi.Asalkan kamu tahu,status kamu apa.Aku kasih kamu waktu enam bulan saja.Kalau kamu baik-baik saja,maka teruslah kamu bekerja." Ucap Deki,dengan tatapan yang kesal.Seolah tidak menyetujuhi permintaanku.
__ADS_1
*Hay,para pembaca mohon like dan komentnya dong.Soalnya author sangat memerlukan dukungan kalian.Maklum author masih pemula,jadi banyak kekeliruan di awal cerita.Yang tidak bisah membuat pembaca gregetan di awal.Jadi simak aja dulu di episode yang akan datang.Semoga sesuai dengan selerah pembacah.
Salam hangat dari author buat kalian semua*