
Sonia pun kaget ternyata ibunya yang membangunkan dirinya.
"Hay,Sonia ada kabar bagus.Mau dengar atau tidak...??" Renza muncul tiba-tiba,entah darimana datangnya Sonia tidak tahu.
"Kabar apa yang kamu bawah Renza...!!!" Sonia mulai penasaran,dan menatap Renza ia mau tahu apa yang akan Renza cerita kan.
Sambil memegang tangan Sonia.Renza pun menceritakan, kalau temannya itu akan menjadi host di salah satu stasiun Tv.
'Oh....trima kasih Tuhan,engkau masih memberikan aku pekerjaan" Sonia mengekspresikan wajah senangnya sambil memeluk Renza.
Kegiataan talk show Sonia di mulai jam sembilan sampai jam sepuluh pagi saja.
Dan bayaran juga cukup, buat kehidupan mereka.namun untuk lain-lain seperti arisan ibunya,uang belanjaan ibunya pasti tidak cukup.
Keesok harinya,masih pagi sekali matahari pun belum terbit.Sonia udah bangun duluan, dia menyapu halaman rumah,dan menyiram bunga.
Setelah semuanya selesai,Sonia pun bergegas ke kamar mandi.
Setelah Sonia selesai mandi, barulah Renza bangun. Renza langsung ke kamar mandi.Dia mau menemani Sonia.
Sonia dan Renza pun berpamitan dengan tanta Farah,
" Mau kemana kalian..?" tanya Tanta Farah, karena ia melihat Sonia dan Renza begitu rapi pakaiannya.
" Oh maaf ibu, aku belum menceritakan ke ibu ya..?" jawab Sonia ke ibunya. Sonia pun Menjelaskan ke ibunya kalau ia dan Renza Oma mau pergi ke tempat kerjanya.
" Emangnya kamu ada dapat Job yah Sonia..?" Tanya Ibu Sonia ke Sonia.
" Sudah ibu, aku dikontrak oleh salah satu stasiun TV, untuk menjadi Host di acara tersebut. " jawab Sonia.
Ibunya Sonia, langsung menanyakan berapakah pendapatmu sehari, Sonia bingung iya harus menjelaskan bagaimana lagi.
Sonia pun menyampaikan gajinya sehari,namun tanta Farah tetap cemberut karena menurutnya itu kurang.
"kami berangkat dulu ibu" Sonia dan Renza berpamitan,
Sementara tanta Fara, dalam hatinya mulai menyusun rencana. ia berencana akan menceritakan ke Deki.
kring....kring...kring
Hp Deki pun berdering.
"telepon dari siapa ya..?" ucap Deki di dalam hatinya. Iya Pun mengangkat HP dari dalam kantong celananya. dan ternyata, itu adalah tante Farah, tante Farah pun menceritakan semuanya.
Mereka berdua pun mulai menyusun rencana. Deki pun menceritakan rencana-nya ke ibu Sonia. Ibu Sonia akhirnya menyetujui rencana deki.
Deki berencana, Iya akan mencari seorang sopir yang tugasnya mengantar dan menjemput Sonia.
Dan ternyata setiap kali tanta Farah menyampaikan informasi ke Deki. Dia pasti akan ditransfer uang oleh deki.
__ADS_1
"Aku tidak akan, memaksakan perasaanmu Sonia. namun aku akan selalu mengawasi gerak-gerik mu "ucap Deki di dalam hatinya, dengan raut wajah sambil tersenyum.
Deki pun mulai memanggil Riki.
tok....tok....tok...
"Masuk aja pintu tapi kunci" ucap Deki, dan akhirnya Riki pun masuk keruangannya. Dekipun memerintah Riki, untuk mencari tahu di mana stasiun TV tempat Sonia bekerja.
"kalau udah dapat, jangan lupa kabari aku. " Ucap Deki, dan akhirnya Riki pun keluar meninggalkan ruangan.
setelah Riki menemukan tempat kerjanya Sonia, Ia pun menelepon dan memberitahu Deki. Deki pun menyuruh Iya bertemu dengan manajer stasiun TV itu.
" Tetapi kamu harus ingat, jangan sampai Sonia mengetahui rencana kita. "
setelah sampai di halaman parkir, Ricky pun memanggil satpam yang menjaga di situ.
" Bagaimana Pak..? Ada yang bisa saya bantu..?" Tanya satpam itu ke Riki.
" Bolehkah aku bertemu dengan manajermu..?" Riki pun dituntun oleh satpam menuju ruangan Manager, dan ternyata kebetulan manajernya ada di dalam.
Riki pun menceritakan semua tujuannya ke Manager itu.Rikipun berpesan agar jangan menceritakan ke Sonia, Anggap saja fasilitas dari stasiun TV ini.manajer itupun menyetujui perkataan Riki.
Riki pun menyiapkan mobil beserta sopirnya, Ia pun menjelaskan Tugas dari Sopir itu. Sopir itu pun menyanggupinya.Ia di kasih dengan foto Sonia.
Setelah acara selesai, manajer di stasiun TV itu pun memanggil Sonia.
Tok....tok...tok
"Masuk aja.Sonia...!! Sonia pun masuk ke ruangan itu, manajer stasiun TV itu.menjelaskan semuanya sesuai dengan apa yang dia dan Riki rencanakan.
Mulai hari itu,Sonia dan Renza selalu diatar dan dijemput.
keesok harinya pun begitu dan seterusnya, Iya diantar dan dijemput oleh sopir suruhan Deki.
kebetulan hari itu hari Sabtu, malam Minggu Deki berencana main-main ke rumah Sonia.
tok....tok...tok
Deki mengetuk pintu rumah Sonia, dan kebetulan yang membukanya Sonia sendiri. Sonia pun terkejut, melihat Deki yang datang.
" Ngapain kamu ke sini..?" tanya Sonia
"Ibumu yang menyuruh aku datang, kalau tidak percaya,Panggil ibumu. dan tanyakan benar apa tidak ia menyuruh aku ke sini..?" jelas Deki
Tiba-tiba saja Ibu Sonia muncul,
" benar kan tadi ibu yang mengundang Aku..?" Deki menanyakan ke ibunya Sonia.
"Iya benar aku yang memanggilnya ke sini."jelas Ibu Sonia.
__ADS_1
" kalau gitu masuk udah..!" dengan nada, sedikit tidak suka dan ketus Sonia menyuruh Deki masuk.
" Jangan marah-marah, nanti cepat tua loh..!" balas Deki, dengan raut muka sambil tersenyum.
ketika mereka Lagi santai di ruang tamu, tanta Farah menyuruh Rensa untuk ke dapur sebentar, tante Farah pun ikut juga ke dapur. Ia pun menyuruh Rensa untuk ke kamarnya aja dulu.
" Biarkan aja mereka berdua sendiri" jelas tante Farah ke Rensa. dan akhirnya nya Renza pun kembali ke kamar tidurnya, sedangkan tanta Farah juga menuju ke kamarnya.
Sedangkan di ruangan tamu, Deki dan Raisa juga hanya diam saja. Deki pun mulai berbicara duluan. dia hanya bilang.
" Apakah kamu masih membenci aku..?" Deki menanyakan langsung sikap Sonia yang lebih banyak diam,dan dengan wajah yang tidak pernah terseyum.
" iya..! seperti yang kamu tahu. " Bagaimana Sonia Tidak Membenci Deki,Ketika itu Sonia sedang sayang-sayangnya sama Deki.
Malahan Deki lebih memilih dekat dengan perempuan lain. Baru bukan cuma sekali saja terus-menerus dia mendekati perempuan itu.
" Coba kalau kamu menjadi aku, Bagaimana dengan perasaanmu..? terus Kamu menerimanya apa tidak..??" tanya Sonia ke Deki,namun Deki hanya terdiam saja dan membisu tidak berbicara apapun.
" Terus bagaimana hubungan kamu dengan Shela..?" tanya Sonia kembali. namun tetap saja Deki menjawab.
" Bagaimana aku dapat mencintaimu..?sedangkan kamu ada menyimpan yang lain."
Sonia pun mulai menceritakan, perasaaanya terhadap Deki. Sonia menceritakan kan sebenarnya Ia juga sangat menyukai Deki.
Namun pada saat itu dia masih ragu di samping itu ia masih memikirkan pekerjaan dulu.
Dan ketika di luar negeri, terpaksa ia menerima cinta Deki. Karena mereka sudah lama tidak bertemu, namun Deki masih mengingat dirinya.
Deki hanya menunduk malu dan tidak berkata apapun.
" Dimana kata-katamu, katanya kamu mencintai aku , Oh Tuhan...!! inikah tulang rusukku yang hilang satu."Ucap Sonia,seraya mengulang kembali ucapan Deki dulu.
" Deki...Deki...!!!" panggil Sonia,sambil menatap Deki.
"yah...!!" jawab Deki
" Puaskan aja dulu masa mudamu, kalau kamu merasa kurang puas. tapi ingat, Aku tak akan menerima cintamu selagi kamu belum sadar."
Dengan berlinang air mata Sonia,berdiri dari tempat duduknya.Dan berlari ke kamar
"Deki kamu tahu,aku cinta sama kamu mengapa kamu tegah permainkan perasaanku"Ucap Sonia ,ketika mau masuk kemarnya.
Di dalam kamarnya,Sonia terus membayang wajah Deki.
"ketika ibu mu masih ada kamu baik dan Sopan.Sekarang kenapa dan kenapa sikapmu begini...??.Setelah enam bulan kita tak berjumpa." Ucap Sonia sambil menangis.
Sedangkan diluar kamar Deki juga mau pulang,
"Tanta maafkan aku,karena telah mempermainkan cinta anakmu.
__ADS_1
Aku pamit tanta"
Ucap Deki sambil menggeleng kepala menyesali perbuatannya.