Antara Cinta Dan Karier

Antara Cinta Dan Karier
Eps.18 Keraguan akan cinta


__ADS_3

Setelah acara pertunangan itu.kian hari didalam hati Sonia selalu berpikir dan berpikir.


" Oh...Tuhan..!!, dalam beberapa hari kedepan. Aku akan menjadi seorang istri apabila Deki sudah menikahi aku." ucap Sonia didalam hatinya.


Suatu ketika Sonia sedang duduk memikirkan. Bagaimana keseharian sebagai seorang istri sang ceo. Yang keseharian pasti suaminya, sibuk dengan pekerjaan dan pekerjaan.


kring... kring...kring


Ponsel Sonia tiba-tiba saja berdering. Tampah menunggu lama Sonia langsung mengangkat telpon itu dan ternyata telepon dari Deki.


"Hallo sayang,bagaimana kabar mu..? tanya Deki


" Oh...sayangku..!!.Bagaimana kabarmu sayang." tanya Sonia, menanyakan kembali apa yang di tanyakan Deki.


"Sayang bukan nya aku yang menanyakan tentang keadaanmu..? Mengapa sekarang kamu yang kembali menanyakan keadaan ku..? Tanya deki,merasa kebingungan dengan sikap Sonia


"Maaf sayang aku nggak fokus,habisnya aku lagi membayangkan.Kalau kamu akan menjadi suamiku.


Sedangkan kamu adalah pemimpin perusahan,pasti hari-hari kamu disibukkan dengan pekerjaan kantor."Jawab Sonia,seolah tidak menyangkah,kalau dirinya akan menikahi sang pemimpin perusahan.


"Mengapa...?? emangnya kamu tidak mau menjadi istriku..? tanya Deki


"Bukan begitu sayang,aku hanya rasa bahagia saja,bisah menikah dengan dirimu" jawab Sonia dengan polosnya.


"Oh... aku kira kamu, menyesal kalau menikah dengan diriku.Dan aku pikir, kamu tidak suka akan menjadi istriku..!!" jawab Deki,karena ia merasa seolah Sonia tidak mau menikah dengan dirinya.


"Sayang aku mohon..!!jangan permainkan diriku,karena aku sangat mencintai dan mempercayai dirimu."ungkap Sonia,dengan hati yang tulus


" Sayang bolehkan, esok aku datang menjemputmu. Soalnya aku rindu ingin melihat senyuman.Bolehkan sayang..!"Ucap Deki, sambil memohon agar Sonia menyetujui,permintaanya.


" Boleh...dong sayang..!,asalkan jangan minta yang lain-lain." jawab Sonia,


"Yang lain-lain,itu maksudnya apa..?" Tanya Deki,seolah tidak mengerti dengan ucapan Sonia.


"Oh.... tidak sayang,maksud yang lain-lain itu, ehm....!!mengajak orang lain maksudnya." ucap Sonia dengan malu-malu. Karena ia mengirah, Deki mengajaknya untuk melakukan hubungan layaknya suami dan istri.


"ehm....ehm...!! jujur aja kalau kamu kira,aku mengajakmu berbuat mesum.Sayang..!! aku mencintaimu dengan hati yang tulus.Bukan karena aku ***** akan dirimu."jelas Deki,dengan tegas.

__ADS_1


" Maaf sayang..!kalau boleh jujur, 100% aku belum percaya akan cintamu."ucap Sonia


"Okelah..! kalau kamu masih meragukan cintaku.Aku akan membuktikan semuanya." jawab Deki,Dengan kesal,karena sampai sejauh ini Sonia masih meragukan cintanya.Deki dan Sonia pun mengakiri percakapan mereka lewat telpon.


Esok harinya,Sonia sudah bangun pagi-pagi benar.ia pun langsung mandi dan menyiapkan dirinya untuk menunggu Deki.


"Nak..kamu mau kemana..?" tanya tanta Farah,karena ia melihat diri Sonia yang sudah rapih.


"Ibu aku, ingin bertemu dengan Deki."jawab Sonia,menyakinkan ibunya.


Sonia sudah menungguh di depan rumahnya,namun Deki tidak muncul-muncul.


" Mengapa Deki lama sekali datang..??,apakah dia marah dengan perkataan ku kemarin..?"ucap Sonia,sambil bertanya-tanya dalam hatinya.


Hari mulai siang namun tetap saja Deki belum datang.Sonia sudah mulai gelisah.


"Deki..kamu marahya ama aku.Aku kan cuma bercanda..!" ucap Sonia,di dalam hatinya,perasaanya mulai sedih,Sonia sudah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas namun,Ia lebih mengutamakan rasa malu dan gengsi.


Sehingga ia tidak jadi menelpon Deki.Namun dalam hatinya terus memikir dan membayang wajah Deki.


Didalam kamar itu,Sonia menyesal karena telah membuat Deki kecewa.Namun ia juga merasa segan sama ibunya.


Karena setiap kali ia bertemu dengan Deki ibunya selalu menanyakan.Kamu tidak di apa-apain oleh Dekikan...?


"Sudah nak..!! kamu diam aja,biar nanti besok ibu yang menelpon Deki."Ucap tanta Farah,menenangkan perasaan Sonia yang sedih.


Ke esok harinya,tampa menunggu lama tanta Farah langsung menelpon Deki.Namun karena masih di kamar mandi,Deki tidak sempat mengangkat ponselnya.


Tanta Farah,kian marah dan kesal karena Deki tidak mau menjawab panggilannya di ponsel.Tanta Farah langsung masuk kamarnya.Ia mengambil tasnya lalu pergi ke kantor Deki.Ia berencana menemuhi Deki.


Ketika sampai di kantor Deki belum juga datang , karena Deki berencana berangkat agak terĺambat.


Namun tidak putus asa,tanta Farah tetap menunggu Deki,hingga Deki datang ke kantornya.


Sekitar setengah jam lamanya,Tanta farah menunggu.Barulah Deki datang ke kantornya,Deki berjalan dengan santainya.


Ketika tanta Farah melihat Deki,Tampa menunggu lama-lama,tanta Farah langsung menyampari Deki.

__ADS_1


" Selamat pagi,bapak yang terhormat..!!" ucap tanta Farah memberi salam ke Deki.


"Oh...! pagi tanta Farah, ada perlu apa kok tumben tanta kemari..??" jawab Deki,seolah tak bersalah apa-apa.


"Deki maksud kamu apa..?,tanta menelpon kamu,masuk namun kamu tidak mau mengangkatnya" tanya tanta Farah.


" Aduh..!! maaf tanta,ayo kita bicara di ruanganku saja."Jawab Deki,dan sekaligus mengajak tanta Farah untuk ngobrol di ruangan kerjanya.


Namun tanta Farah, tetap bersikeras ia tidak mau masuk ke ruangan kerja Deki.


"Tanta ku mohon..!! ini di hadapan karyawanku,nanti apa penilaian mereka tentang diriku..?" ucap Deki,sekaligus memohon pengertian tanta Farah.


Tanta Farah,akhirnya menyetujui permintaan Deki.Untuk ngobrol di ruangan kerjanya.Mereka pun membahas permasalahan yang dihadapi oleh Deki dan Sonia.


"Tanta perasaanku sangat kecewa, dengan kata-kata yang di keluarkan oleh Sonia." ucap Deki tentang apa yang dia rasakan.


" Emangnya Sonia berbicara apa..? tentang dirimu" tanya tanta Farah


Deki menceritakan semuanya,Namun tanta Farah tetap membela anaknya,ia merasa bahwa benar yang anaknya maksudkan.


Deki pun tidak bisah berkata-kata lagi,seolah dirinya lah yang bersalah.


" Oke lah..!! ibu,kalau aku yang bersalah.Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya."ucap Deki,sambil mengalah dengan apa yang tanta Farah lontarkan.


Tampa sekata apa pun,tanta Farah meninggalkan ruangan kerja Deki.


"Beginilah jadinya apabila,calon ibu mertua yang slalu mau mencampuri urusan pribadi anaknya." Ucap Deki didalam hatinya.


Ketika Sore hari tanta Farah menyuruh Renza menelpon Deki.agar ia mampir di rumah Sonia. karena ada beberapa, pesan yang akan tanta Farah sampaikan.


Tampa menunggu lama-lama. Deki langsung melajukan mobilnya dengan cepat.Agar cepat sampai di rumah Sonia.


Tok...tok...tok...


"Itu pasti Deki,"ucap tanta Farah dan ternyata benar,apa yang di tebak tanta Farah.Ketika pintu di bukakan oleh Renza.


" Selamat sore..!!,semuanya maaf aku agak terlambat.Soalnya aku masih menyelesaikan pekerjaanku dulu." ucap Deki,sambil menjelaskan keterlambatan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2