
Tanpa sadar Sonia dan Renza terbaring disofa,tanta Farah memanggil namun mungkin karena kelelahan jadi mereka tak mendengar apa-apa.
Keesokan hari nya Renza bangun duluan,ia pun terkejut karena disamping dirinya Sonia.
"Aduh badanku terasa pegal semua nih," ucap Renza sedangkan Sonia masih tidur dengan pulasnya.
"Sonia....sonia,kita tidur dimana nih?" Sambil memutar badan ke kanan dan ke kiri,mencari stop kontak untuk menghidupkan lampu.
"Aduh....dimana kita nie?" Sonia terbangun,untung aja televisi belum dimatikan jadi ada cahaya televisi yang menyinari ruangan itu.
" Ini sepertinya rumahku..!"
"Iya ini rumah kamu Sonia,pasti kamu tahu dimana stop kontak, hidupkan lampu dong aku takut nih...!!!" Renza menyuruh Sonia untuk menghidupkan lampu,namun tampa sadar Renza mengenggam Hp.
" Oh.....!! ini Hp ku sepertinya." Renza pun menghidupkan kan senter Hpnya,ia mencari stop kontak dan ternyata stop kontak ad di samping pintu masuk.
Lalu Renza pun menghidupkan lampu diruangan itu.Kini mereka sadar mereka tidur di sofa.
Pintu kamar tanta Farah pun tiba-tiba terbuka,Sonia dan Renza saling memandang,tanta Farah pun keluar dari kamar.
" Eh.......!! kalian udah bangun juga...?,"sambil duduk di samping anaknya Sonia.
"Ibu kenapa tak membangunkan kami...? tanya Sonia ke ibunya.
"Ibu udah panggil kalian, tapi tak ada yang mau bangun.Terpaksa ibu mengambil selimut dan menutupi kalian."
" Ibu maaf yah...!!! kami lelah" Sonia memberi penjelasan sambil memeluk ibu yang duduk di sampingnya.
"Ia nak...!! ibu ngerti kok,kalian pasti kelelahan." tanta Farah juga membalas pelukan anaknya dan mencium kening anaknya.
kebetulan hari ini,Sonia tidak ada jadwal untu syuting,ataupun menyanyi.Jadi hari ini rencananya Sonia dan Renza mau mencuci pakaian yang mereka kenakan selama diluar negeri.
"Kita antar ke laundry aja gimana...???" Tanya Sonia ke Renza.
" Eh....tidak boleh biar ibu dan kalian yang cuci aj..!!" tanta Farah pun mengangkat tas isi pakain kotor dan bawah ke mesin cuci.
kring.....kring...kring...
Hpnya Sonia berdering dan ternyata itu telpon dari Deki.
" Ibu aku angkat telpon dulu,ada telpon dari teman aku." sambil berjalan meninggalkan Renza dan ibunya.
Ketika telpon sudah selesai ,Sonia pun kembali untuk membantu ibunya,namun udah selesai.
"Telpon dari siapa nak...??"
" Dari temanku ibu ,dia hanya mau menanyakan apakah aku udah sampai apa belum..?" ucap Sonia.
__ADS_1
Kini hubungan Sonia dan Deki,sudah berjalan dua bulan namun Deki tidak pernah datang kerumah Sonia. Ia hanya menanyakan kabar lewat telpon saja.
keesok harinya Sonia dan Rensa ke pasar mereka mau membeli sayur,mereka pergi memakai motor milik Renza.Didalam perjalanan menuju pasar tiba-tiba mereka bertemu dengan Deki.
" Sonia...!!Bukan kah itu Deki..??" jari telunjuk Renza menunjuk kearah Deki.Deki berjalan dengan seorang gadis ,sedangkan wajah gadis itu mereka tidak taw siapa dirinya.
"Ayo kita samperi..!! tangan Renza menarik tangan Sonia agar mereka mendekat ke arah Deki.
"Hay Deki...!!, "Renza menyapa Deki.
" Hay juga...!!" Dengan cepat Deki menarik tangannya untuk terlepas dari genggaman tangan wanita itu.
"Muka Sonia memerah,rasa-rasa seperti mau nangis saja.Betapa tidak dengan matanya sendiri ia melihat Deki gandengan tangan dengan wanita lain.
"Kamu tegah yach...!!!, ama temanku dia begitu mencintai mu tapi kamu.
Dapat yang lebih cantik dikit udah berpaling.Baru dua bulan hubungan kalian tapi apa...?? kamu udah ingkar janji." Renza memarahi Deki yang telah menjalin hubungan dengan wanita lain.
Keesok harinya Sonia mau mengisi acara di salah satu stasiun Tv.
"Sonia.....hay..! Sonia..!!, tunggu aku," Suara Deki memanggil Sonia.
" Ada apa..?,trus mana gadis yang menemani kamu kemarin..?" Sonia berhenti berjalan ,dan melontarkan pertanyaan tentang gadis kemarin.
" Itu Shela sekertaris aku di kantor..!" Deki menjelaskan identitas gadis itu.
Namun dengan rayuan gombal Deki,Sonia pun percaya begitu saja.kasihan Sonia mungkin ia terlalu polos, sehingga ia percaya begitu saja sama Deki.
Sonia,sang gadis lugu tidak bisah apa-apa,karena ia udah ter lanjur cinta dan sayang ama lelaki itu.
Setelah selesai mengisi acara,Sonia keluar dari dalam Studio.Tiba-tiba wartawan mewawancarai Sonia.
"Mbak...!!! ada apa dengan penampilan mbak...?Nyanyinya pun suaranya fals sekali" tanya wartawan itu ke Sonia.
" Maaf teman-teman,tenggorokan ku sakit..!!!" Sonia memberikan sedikit penjelasan.
Salah satu wartawan di sampingnya bertanya,
"Bukankah kamu berpacaran dengan Deki Ernesta,Si lelaki play boy itu."Tanya wartawan itu penasaran.
Sonia hanya diam saja,dan tak berkata-kata apapun.Tiba-tiba,Deki datang dan membawa Sonia pergi dari situ.
Gadis lugu dan polos,mempunyai hati yang tulus mencintai ia berpikir cintanya dibalas dengan cinta juga tapi sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Lepaskan aku,biar kan aku sendiri,"dengan air mata mengalir terus menerus,tak terbendung lagi.ia terus berjalan sambil meninggalkan Deki.
Deki terus mengikuti Sonia,karena kelelahan Sonia duduk bersandar di kursi yang ada di taman.ia terus saja menangis.
__ADS_1
"Sonia,maafkan aku...!!,aku tahu aku salah."Dengan memberanikan diri,Deki memegang tangan Sonia.
Sonia pun terkejut,karena tangannya digenggam oleh Deki.Namun dia tak memungkiri karena Deki orang pertama yang ia cinta dan sayang dalam hidupnya.
"Sonia maafkan aku,berikan aku kesempatan sekali lagi." Sambil menatap Sonia
"Deki....!! baru berapa bulan saja kita pacaran..???Kamu udah kayak gini.
Apalagi kita hidup berumah tangga...?? apa yang akan kamu lakukan..?"
Deki hanya diam saja,dan tertunduk seperti menyesali perbuatannya.
Deki pun menghantar Sonia pulang dengan mobilnya.
"kamu tidak mampir dulu...??" Sonia mengajak Deki untuk mampir dirumahnya sebentar saja.
" Boleh juga," Deki pun turun dari mobilnya.Dan mengikuti Sonia masuk.
Tok...tok...tok
Kebetulan didalam rumah ada Renza dan tanta Farah(ibunya Sonia). Tanta Farah pun cepat-cepat membuka pintu rumah,karena ia mengetahui pasti itu anaknya Sonia.
Setelah tanta Farah membuka pintu, tanta Farah pun terkejut.
"Ini siapa Sonia...??" Sambil menunjuk dengan jari telunjuknya.
"maaf tanta..!!,saya Deki tanta." Deki Sambil membukukan badan ,dan memperkenalkan dirinya ke tanta Farah.
" Ayo Sonia ajak lah temanmu masuk dulu,"tanta Farah menyuruh Sonia untuk mengajak Deki masuk dulu.
Deki pun masuk kerumah dulu,didalam rumah.
" Maaf tanta,saya juga mau memperkenalkan diri saya..!!.Tanta sebenarnya saya berpacaran dengan Sonia anak tanta..!!"
Deki pun memperkenalkan identitasnya.ke Ibunya Sonia.
" Tante sih..!! tidak melarang untuk kalian berpacaran.Namun alangkah bagusnya kalian kerja dulu."
Tante Sonia memberikan saran untuk Deki, pikir kerjaan saja dulu,namun ia tidak tahu kalau Deki merupakan pemilik perusahan.Dan memiliki perusahan dimana-mana.
"Oke maaf tanta,tetapi tanta setuju kan aku berpacaran dengan Sonia."
Deki meminta persetujuan ibunya Sonia,untuk merestui hubungan mereka.
" Oke tanta setuju..!!, yang penting cintai dan sayangi anakku jangan pernah hianati cintanya."
Deki diam dan tidak berkata apa-apa,karena ia menyadari baru menyakiti hati Sonia.Bahkan ia telah mengingkari janjinya.
__ADS_1
Dalam hatinya, juga memberatkan Shela karena ia cantik dan seksi, Sedangkan sonia lumayan juga.Tetapi soal kebaikan,memang Sonia apalagi ia gadis yang polos.