Antara Cinta Dan Karier

Antara Cinta Dan Karier
Eps.30 pelajaran berharga


__ADS_3

Suatu hari aku pulang dari lokasi shooting.Aku terkejut karena di rumah sudah ada pembantu baru.


Endang



Ketika aku melihat pembantu itu,aku pun terkejut,mengapa gadis ini ada di rumahku.


"Siapakah ? gadis ini,ngapain dia di rumahku ?" Gumam aku di dalam hatiku.Karena penasaran aku pun bertanya langsung kedirinya.


Akhirnya dia memperkenalkan dirinya,dan memang dia orangnya ramah dan sopan juga.Namun,sedikit yang membuat aku terpana.Dia selalu tersenyum dan menunduk apabila menjawab pertanyaanku.


Keesok harinya, pagi benar aku sudah berangkat shooting.Soalnya hari itu sutradaraku ingin menyelesaikan dua episode sekaligus.


Ketika sampai di tempat shooting Randi yang duluan menyambutku dengan senyumannya


Dug


"Ada apakah ini ? " Gumam aku di dalam hati "Mengapa perasaan aku seperti gugup begini ?" Tanyaku di dalam hati.


Ketika sutradara memberi instruksi untuk mulai,kami pun mulai beradegan sesuai dengan teks.Namun,ketika masuk ke adegan aku mau jatuh dan ditolong oleh Randi.Awalnya aku biasa aja,ketika dia menatap aku.


Dug


Perasaan aku mulai kacau,entah perasaan apa yang membuat aku gugup.Aku juga tidak tahu.Namun,Dengan tampa sengaja aku pun tersenyum.Tampa sengaja kakiku seolah terkilir dan jatuh kedalam pelukan Randi.


Bukannya sutradara mengkatnya,justru dia tetap membiarkannya.Sehingga memberi kesempatan Randi untuk memeluk diriku.


Ketika shooting selesai,waktu sudah menunjukan pukul 03:35 dini hari.Tidak mungkin aku menelpon Deki,soalnya aku tidak mau mengganggu dirinya.


Pasti dia juga lelah dan perlu istirahat,ketika aku sedang memikirkan bagaimana caranya buat aku pulang.


"Hay ! aku antar kamu pulang,mau apa tidak ?" tanya Randi.Namun,aku hanya diam dan tidak menjawab apa pun.


"Ayolah ! sini,aku antar kamu pulang." Randi menawarkan kembali untuk mengantar diriku pulang.Karena, dia terus memaksa untuk mengantarku pulang.Terpaksa aku pun menyetujuhinya.


Ketika dalam perjalanan pulang,aku dan Randi terus mengobrol.Kami membahas soal keluarga kami masing-masing.Sehingga tampa sadar sudah sampai di rumahku.


Aku turun dari mobil,dan mengucap terima kasih kedirinya.


"Sonia !,aku suka dirimu." Ucap Randi,yang diucapnya tampa sengaja didengar olehku.


Dug


" Apa yang kamu katakan.?" Tanyaku,langsung karena aku penasaran dengan ucapannya tadi.Namun,dia hanya diam dan tersenyum.

__ADS_1


Sehingga membuat aku,lansung membalikan badanku.kemudian membuka pintu pagar rumahku lalu berjalan masuk.Tampa menghiraukan Randi,yang tersenyum dan memandang wajahku.


Di dalam kamarku,aku terus membayangkan ucapan Randi tadi.Walaupun aku terus memaksa untuk menutup mataku.Tetap saja tidak bisah,masih saja tetap terbayang dalam ingatanku.


" Itu yang kamu maukan ?"


Dug


"Deki ! kamu sudah bangun ?"tanyaku,namun Deki tidak menjawabnya.Malahan dia tertidur dengan pulasnya.


"Perasaan tadi suaranya Deki,padahal dia ada tertidur." Gumam aku di dalam hati.Akhirnya aku pun kembali, memikirkan wajah Randi dan ucapanya tadi.


Selang beberapa jam kemudian,aku sudah terbangun.Aku pergi kekamar Khanza dan ternyata dia masih tertidur.Cuman Aisyah yang sudah bangun.


Begitu pula Endang juga sudah bangun,dan menyiapkan makanan.Endang pun menghidangkannya di atas meja makan dan siap untuk disantap.


" Ibu silakan sarapan dulu bu !" Pinta Endang,agar aku sarapan dulu baru berangkat shooting.


"Iya ! trimakasih Endang" jawabku ,sambil melangkah menuju meja makan.Aku pun mengambil makanan dan menyantapnya.


Dug


"Hay ! Aisyah mengapa kamu melihat aku,lalu menggeleng-gelengkan kepalamu.?" Tanyaku dengan nada sedikit ketus.


"Tidak kok bu ! leherku rasanya seperti tegang. Jadi, aku mengelengkan kepalaku siapa tahu agak keenakan." Jawab Aisyah,dengan wajah cemberut.


📞 Kring...kring...kring


"Deki ! mengapa dia menelpon aku.?" Tanyaku di dalam hati.Tampa menunggu lama aku pun mengangakat telponnya.


📞" Hallo ! mengapa menelpon aku.? Soalnya aku mau shooting nih.!"


📞" Oh,maaf kalau gitu,aku cuman mau bilang jangan lupa makan." Deki pun langsung mematikan ponselnya.


" Idih ! mengganggu aja ini orang." Ujar aku dengan sedikit nada kesal.


Aku pun mulai shooting,hari-hariku selalu saja disibukan dengan shooting.Tampa sedikit pun waktu untuk suami dan anakku.


Suatu hari ketika Randi mengantar aku pulang.Di dalam perjalan pulang,suasana sunyi cuman diiringi lagu yang diputar oleh Randi.


" Mengapa kamu mengecilkan lagunya?" tanyaku ke Randi.Namun,Randi hanya diam dan menatap aku.


"Maukah kamu menemani aku.?" Tanya Randi


" Emangnya kamu mau aku temani kamu kemana.? Jawabku dengan sedikit tersenyum.Karena jujur aku juga menyukai Randi.

__ADS_1


" Kita ke discotik,aku mau menenangkan pikiran aku dulu.Soalnya tadi pagi,aku ada bertengkar dengan istriku."Ucap Randi,lalu menuju discotik.


Dug


"Adu maaf aku tidak bisah,soalnya aku juga sangat menyayangi suamiku.Mana lagi aku baru saja melahirkan anakku yang pertama"


Tetapi Randi tetap memaksaku,untuk menemaninya.


"Bukankah kamu perlu uang.?"


Dug


"Oh Tuhan ! Ran,suamiku memiliki perusahan di mana-mana.Bahkan sampai keluar negeri,Hanya karena ibuku sering meminta uang terpaksa aku bekerja."


Aku terus memaksa Randi untuk mengantarkanku pulang.Karena aku terus memaksa Randi,akhirnya dia mengantarkan aku pulang.


Ketika sampai di rumah,aku langsung memeluk suamiku.Padahal dia sedang tertidur,suamiku pun terkejut karena aku memeluknya.


"Mami,emangnya kamu kenapa ?" Tanya suamiku.


"Sayang aku tidak mau bekerja lagi,aku berjanji tidak akan meminta untuk bekerja lagi."Ucapku sambil memeluk suamiku.


"Terserah kamu aja,kalau memang itu keputusanmu." Jawab Deki,sambil membalas pelukanku.


Keesok harinya,aku tidak pergi shooting lagi.Randi juga menelpon aku,untuk menjemputku.Namun,aku menolaknya.


Mulai dari situlah,aku tidak bekerja lagi.Bahkan berbicara soal pekerjaan saja aku tidak mau lagi.


Kelamahan aku pun terbiasa,dengan kehidupan aku yang sekarang.Aku pun menceritakan semuanya ke ibu.


Akhirnya ibu juga menerima penjelasan aku.Mulai dari situlah,ibuku tidak pernah memaksa aku untuk bekerja lagi.


Di dalam hatiku selalu saja bersyukur,karena dia telah memberikan aku pelajaran yang berharga di dalam hidupku.


Seandainya saja Tuhan tidak membuka pikiranku,pasti akan terjadi sesuatu antara aku dan Randi.


Ketika aku masih dalam lamunanku,Deki pun muncul secara tiba-tiba.


"Hay ! mengapa melamun ada apa dengan kamu.?" tanya suamiku


Dug


"Papi ! bikin aku kaget saja,tidak kok ! aku tidak melamun.Aku cuman memikirkan seseorang saja." Ucapku sambil tersenyum


Dug

__ADS_1


"Maksudnya kamu siapa? teman akting kamu yah." Ucap Deki dengan nada ketus.


"Yah ! Mikirin kamu lah! papanya Khanza Ernesta."Jawabku dengan sambil tersenyum.


__ADS_2