Antara Cinta Dan Karier

Antara Cinta Dan Karier
Eps.21 Berjanji


__ADS_3

Kejadian kemarin malam membuat Sonia kesal.Namun,dalam hatinya juga merasa bersyukur.Karena dengan kejadian itu,akhirnya Deki mengetahui semua masa lalunya.


"Kini aku tidak perlu meragukan cinta suamiku lagi.Karena semua sudah terbukti,dari sikapnya kemarin malam.Namun,mengapa dia tidak mau melakukan?" Gumam Sonia didalam hatinya,sambil berbaring di tempat tidur.


"Selamat pagi istriku,mengapa masih mengurung diri didalam kamar saja? Ayo bangun udah pagi nih.!" Ujar Deki,sambil mengajak istrinya untuk bangun dari tidurnya.


"Nggak mau,cium aku dulu baru aku bangun.!" Ucap manja Sonia,sambil jari telunjuknya menunjuk ke bibirnya.


" Yakin !,nggak takut aku minta lebih.Habisnya aku juga pengen menyentuh lahan itu." Jawab Deki,sambil merunduk dan mau mencium aku.


Namun,tangan aku langsung menarik baju Deki.Akhirnya Deki jatuh didalam pelukanku.Kini bukan Deki yang mencium.Namun,Aku yang mulai beraksi duluan.


Aku pun merebahkan dirinya,kini diriku yang berada diatasnya.Aku mencium bibirnya berulang kali,sehingga dia pun memeluk diriku.


"Suamiku,apakah aku jelek di matamu? Sehingga kamu tidak mau melakukan.Tanya Sonia,sambil menatap wajah Deki.


"Bukan begitu sayangku! habisnya selama ini, aku merasakan kalau dirimu masih ragu akan ketulusan cintaku.Benarkan kataku?"


Aku langsung terdiam,dan tidak berkata apa pun.Karena memang benar apa yang dia katakan.


" Maaf..! suamiku tersayang,aku janji akan mempercayai dirimu selalu."


"Oke kita lihat,jalan kita masih panjang" jawab Deki sambil mencium keningku.


Dari saat itulah aku berusaha, untuk selalu percaya sama Deki.Karena aku tidak mau,suatu saat rumah tanggaku hancur.Apa lagi hancur karena ulah diriku.


" Sayang aku mandi dulu,nanti aku telat ke kantor.Habisnya ini hari ada rapat di kantor."Ucap Deki, sambil bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


"Aku ikut..!" ucap Sonia,sambil mengikuti Deki dari belakang.


"Hah......! maksud kamu apa?" tanya Deki penasaran


"Aku mau mandi bersama dirimu." jawab Sonia,sambil memeluk Deki dari belakang.


"Sayang...!,aku mau mandi sendiri saja biar cepat."


"Sayang..!, aku sudah lepas semua pakaian aku." jawab Sonia,sambil mengangkat kedua pepayanya.


"Oh..sayang.! tubuhmu indah dan membuat diriku tergoda." desah Deki,sambil menggoda diriku.

__ADS_1


Deki langsung memutar kembali badannya dan melangkah menuju diriku.Aku hanya diam dan menunggu apa yang akan di lakukan Deki terhadap diriku.


Ternyata dia mengambil tanganku,dan berjalan menuju shower.Dihidupkan shower kami berdua pun mandi bersama.


Tangan Deki mulai menggosok pepayaku dengan sabun.dia mengusap dengan lembut ketika sampai di ujung pepayaku.Kini bukan hanya tangan yang beraksi.Namun mulutnya juga mulai beraksi di ujung pepayaku yang lainnya.


Kadang mengulum,kadang menjilat di ujung pepayaku.Sehingga membuat diriku semakin,tidak kuat menahan nikmat.


"Ah..! sayang,jangan siksa aku dengan semua ini.Aku pengen, ah...! terus sayang"


Kini aku tidak peduli dengan suara desahanku yang kuat.Membuat Deki semakin berani,tangan Deki mulai turun dan terus turun kebawah.Sampai di areal lahan kepunyaan diriku,yang menyimpan sejuta kenikmatan.


Suasana pagi itu, sangat indah untuk di rasakan.Walaupun cuman sentuhan tangan saja.Namun,aku dan suamiku cukup puas.


Sebenarnya aku pengen,tongkat sakti yang beraksi.Namun,sudah terlanjur puas.


Kadang aku merasa,diriku seperti boneka.Karena selalu saja,tangannya yang beraksi.


Pagi itu aku pun membantu bibi Manda,menyiapkan sarapan pagi.Setelah selesai sarapan,aku mengantar suamiku ke mobilnya.


"Hati-hati..! sayang,jangan ngebut."pesan Sonia untuk suaminya.


"Bibi..!"


" Iya non Sonia.!" mengapa mencari bibi." tanya bibi Manda.


"Bibi tahukan makanan kesukaan Deki.?"


"Iya..! bibi tahu,tetapi bibi belum pernah masak.Cuman,dulu pernah di ajarin oleh Almarhum ibunya nak Deki."Jelas bibi Manda


"Kalau begitu bibi Manda, ajarin aku dong..!" pinta Sonia.


Akhirnya aku dan bibi Manda,menyiapakan semua bahannya.Kami berdua pun mulai memasaknya.


Setelah semuanya selesai,aku meminta bibi Manda menyimpan di suatu tempat.Agar sebentar siang aku mengantar ke kantor Deki.


Hari pun mulai siang,aku sudah berdandan dengan bagus.


"Bi..! aku kelihatan bagaimana dengan penampilan ini.?" tanyaku ke bibi Manda,biar bibi Manda bisah menilai penampilan diriku.

__ADS_1


" Cantik dan seksi non Sonia." jawab bibi Manda,sambil mengangkat jempolnya.


Aku langsung menelpon sopir, yang dulu pernah disuruh Deki untuk mengantar dan menjemput diriku.Ketika aku bekerja dulu.


Tok...tok..tok..


"Bibi,mungkin itu sopirnya. Aku pergi dulu bi.. Manda." Ucap Sonia sambil mengangkat makanan,yang telah disiapkan untuk Deki.


Ketika sampai di kantor,aku langsung turun dari mobil dan menuju ruangan Deki.Belum sampai di ruangan Deki,aku sudah bertemu dengan dirinya di depan ruangannya.


" Kamu mau kemana sayang.?" Aku langsung bertanya ke suamiku.Karena dia sudah keluar dari dalam ruangannya.


"Aku mau pulang ke rumah.Aku mau makan di rumah bersama istriku."jawab Deki,sambil melihat tempat yang dibawah oleh diriku.


"Kamu membawa apa itu sayang.?" tanya Deki,karena dia melihat aku ada membawa sesuatu yang telah dibungkus secara rapi.


" Ayo masuk kembali aja dulu,nanti didalam baru kamu lihat apa yang aku bahwah."Ajak Sonia,sambil memegang tangan suaminya.


Ketika di dalam ruangan,Deki langsung membuka apa yang di bawah oleh istrinya itu.Namun,Deki berhenti sejenak dan melihat istrinya itu.


" Sayang kamu cantik hari ini." ucap Deki,sambil tersenyum.


" Trima kasih..! atas pujianmu sayang.Kamu juga tampan hari ini." Jawab Sonia,sambil membalas godaan Deki.


Aku pun menyuruh,Deki melanjutkan kembali.Membuka makanan yang aku bawah itu.


" Oh..! ibuku,inikan masakan yang biasa di masak oleh ibu untuk diriku.Siapa yang memasaknya sayang.?"Tanya Deki,sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


" Ayo istriku!! aku suapin,kita makan bersama-sama." Ajak Deki,sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


" Aduh istriku..! enak sekali masakan kamu,seperti masakan ibu aja." Keluh Deki,sambil memuji masakan Sonia.


Mereka berdua sangat menikmati masakan itu.Namun,aku membawanya cuman sedikit saja.Cukup buat porsi makan suamiku.Setelah kami berdua selesai makan,kami berdua saling menggoda.


" Sayang sudah selesai-kan,aku langsung pulang duluan." Ucap Sonia,sambil membungkus kembali tempat yang tadi dibawah olehnya.


" Jangan,biarin aku yang antar kamu pulang saja." Pintah Deki,agar mereka berdua pulang bersama saja.


Akhirnya mereka berdua pulang bersama hari itu.Mereka sangat menikmati perjalan pulang mereka.

__ADS_1


__ADS_2