
Setelah Deki pulang kerumahnya,ia merenungi semua kata-kata Sonia.Yang telah Sonia ucapkan tadi.
"Sekarang apa yang harus kulakukan.Kini Sonia telah membenciku."
Ucap Deki di dalam hatinya.Sedangkan di dalam lubuk hati, Deki yang paling dalam.Deki masih mencintai Sonia.
Bahkan Deki lebih dulu mengenal Sonia ketimbang Shela.Hanya saja Shela hadir diwaktu yang benar-benar tepat.
Dimana pada saat itu,Deki lagi membutukan seseorang.Seseorang yang bisah membuatnya tertawa dan tersenyum lagi.
Karena pada saat itu, Deki baru kehilangan orang yang telah membesarkan dirinya yaitu ibunya.
"Bagaimana pun esok aku harus bertemu lagi dengan Sonia."Ucap Deki dalam hatinya,sepertinya Deki mau menceritakan semua yang telah terjadi dengan dirinya .Ketika dia berada di luar negeri.
Keesok harinya ,baru jam tujuh pagi Deki sudah berangkat ke kantornya.Deki pun jalan terburu-buru menuju ke mobilnya.
" Aku harus menelpon Riki dulu,dan menyuruhnya untuk datang ke Ruanganku pagi ini juga." Ucap Deki sambil mengangkat ponselnya,dan langsung menelpon Riki.
kring....kring...kring...
Ponsel Riki pun berdering,kebetulan Riki juga sementara menyetir mobilnya.
"Hallo...!!! selamat pagi pak..!!," Riki memberi salam ke bosnya itu,walaupun hanya lewat udara.
" Riki,bisahkan..!! pagi ini juga kamu datang kekantor ku."Tampa menunggu lama-lama Deki langsung memadam ponselnya.
Setelah sampai dikantornya,Deki pun langsung menuju ruangannya,tidak lama kemudian Riki menyusul.
"Selamat pagi pak..!!" Riki memberi salam ke bosnya itu.
"Sabar Riki..!!, ada berkas yang harus kamu jelaskan,entar di ruangan rapat pemegang saham" Ucap Deki,sambil membongkar-bangkir berkas yang tersusun di mejanya.
"Oke ini berkasnya,ingat jangan lupa yach Riki..!! karena ini berkas yang sangat di perlukan di rapat entar." Pesan Deki sambil memberikan berkasnya ke Riki.
Tampa menunggu lama,Deki lansung keluar dari kantornya.Dan menuju rumah Sonia.
Sebelum sampai kerumah Sonia,Deki menelpon manager stasiun Tv tempat Sonia berkerja.
Deki meminta manager itu untuk membatalkan,kegiatan Sonia hari ini. Di studio stasiun Tv itu,terserah entah apa alasanya.
Dan manager stasiun Tv itu pun menyetujuinya.Setelah Deki sampai di rumah Sonia,tampa menunggu lama-lama Deki langsung mengetuk pintu rumah Sonia.
__ADS_1
Kebetulan yang keluar ibunya Sonia.
"Selamat pagi tanta Farah..!!," Deki merunduk,sambil memberi salam.Tanta Farah pun langsung menyuruh Deki masuk.
"Ada perlu apa nak...??,kok mampirnya masih pagi."Tanya tanta Farah.
"Maaf...!! Tanta aku ada perlu ama Sonia, boleh kan aku mengajak Sonia jalan...??" Dengan kedua tangan di dada,seolah memohon agar tanta Farah mengijinkan.
"Sonia...Sonia...!! "Tanta Farah pun langsung memanggil anaknya.Dari dalam rumah, Sonia pun langsung mendekat kearah ibunya.
"Iya...ibu...!! apakah ibu memanggil aku...??"jawab Sonia ,sambil mendekat kearah ibunya.
"kamu diajak sama Deki,untuk jalan-jalan bersama dia."
Takut dimarahi ibunya,Sonia pun langsung kekamarnya dan mengganti pakaian.merekapun pergi berdua saja,Sedangkan Renza menemani tanta Farah di rumah.
Di sepanjang perjalanan,terasa sunyi sekali. Seperti didalam mobil itu,hanya Deki saja.
Deki membawa Sonia ke pantai,di pantai Deki mencari tempat duduk yang kosong. Dan cukup untuk mereka berdua saja,ada orang namun mereka agak jauh.
Deki langsung memulai percakapan duluan.
"kamu masih marah ama aku..??" tanya Deki sambiĺ menatap Sonia.
"Oke kalau tidak marah.Aku mulai dengan satu pertanyaan saja."
"Sonia...!! kamu mencintai aku atau tidak..?" Deki pun mulai bertanya,dan ia pun meminta Sonia menjawabnya dengan jujur.
Sonia hanya diam saja,di dalam benaknya dilema.Mau bilng tidak,berarti ia berbohong dengan perasaanya.
Sedangkan mau bilang iya,takut nanti Deki bergembira dan tak mau meyesali perbuatannya.Dan ia akan mengulangi,lagi perbuatannya itu.
"Iya...aku...juga cinta kamu.!! Dengan nada berbicara yang cepat Sonia menjawabnya.
"Yes...!!trima kasih,Sonia..!! kan kujaga cintamu ini Sonia.Dengan nada berbicara sedikit keras,Deki berjanji akan tetap mencintai Sonia.
Sebelum kita berbicara jauh.aku bercerita sedikit tentang Shela.
"Emangnya kenapa dengan Shela..?" Tanya Sonia dengan nada sedikit penasaran.
Deki pun mulai bercerita...
__ADS_1
"Ketika ibu ku meninggal,pada saat itu hidupku terasa kosong,tidak tahu apa yang harus ku lakukan.
Aku pun memilih berlibur di luar negeri,aku ingin menenangkan pikiran ku.Hari pertama diluar negeri,pikiranku masih terasa kosong dan hampa.
Karena yang aku punya,cuman Ibu saja,ada kakek tapi ia udah meninggal duluan. Tiga tahun yang lalu ia meninggal.
Selama sebulan pikiran ku tetap sama,yang aku ingin hanya mau mati dan mati saja.untuk hidup tak ada lagi dalam benakku.
Satu minggu kemudian, kalau tidak salah Hari rabu,malam kamis.malam itu pikiran ku sangat kacau,saking stresnya aku memilih ke salah satu club malam dan memang paling terkenal di tempat itu.
aku ketemu dengan teman lama aku,mereka tidak tahu kalau ibu ku baru sebulan lalu meninggal,mereka pun memesan minuman keras.
Baru sebotol saja,aku udah mabuk.Padahal ada empat orang yang minum, satu wanita, tiganya pria. Ketiga pria itu salah satunya aku.Saking mabuknya aku tak sadarkan diri lagi."
Ketika Deki mau melanjutkan ceritanya kembali,Sonia sudah memotong dengan pertanyan.
"Kalau gitu,Siapa yang mengantarmu pulang...?"
"Yang aku ingat,ketika aku sadar aku tidak tidur dirumahku, malahan aku tidur di rumah temanku."Jelas Deki
"Bagaimana aku lanjutkan lagi atau,cukup ceritanya...? tanya Deki.
"Trus wanita itu siapa..? apakah kamu Juga mengenalnya..?" Sonia menanyakan kembali tentang identitas gadis itu.
"Gadis itulah yang bernama Shela..! Dia adalah teman lama kami,ketika kami masih kuliah.
kami berempat sangat akrab, saat masih kuliah. Orang tua Shela,tinggalnya di indonesia.Shela tinggal dengan Sepupunya yang ada di luar negeri." Jelas Deki
Sonia semakin penasaran,ia terus mencari tahu, tentang jati diri Shela.
"Trus bagaimana ceritanya..? Sampai kamu berpacaran dengan Shela." Tanya Sonia.
Deki mulai menceritakan kembali...
"Aku tinggal Sendiri di apartemen,hari-hariku selalu di temani Shela. hanya malam saja, ia tidak menemaniku.Dari Semenjak kami, miras sama-sama. aku dan Shela semakin akrab.
kami berdua tidak pernah berpacaran,aku cuma suka dirinya yang cantik dan body aduhai,Itu aja yang membuat aku selalu dekat dengan dirinya." jelas Deki
Dan memang benar,Deki tidak pernah berpacaran dengan Shela. Hanya karena kebetulan,ia teman lama.Dan suka memberi masukan,ketika pikiran Deki lagi kacau.
Sonia pun mulai percaya sama Deki.Ia hanya meminta untuk jangan pernah ulangi lagi.
__ADS_1
Dari semenjak itu lah,hubungan Deki dan Sonia kian mesrah.