
kring...kring...kring..
"Ponsel siapa yang berdering itu tanta..?" tanya Deki, karena ia mendengar suara ponsel berdering.
" Ya ampun,Deki itukan ponsel kamu..!"jawab tanta Farah.
" aduh...maaf tanta habisnya,aku tidak fokus aku malah fokus mikirin Sonia. Tanta aku angkat telpon dulu.
Ini telpon dari Riki sekertaris aku."ucap Deki,sambil berjalan beberapa meter meninggalkan tanta Farah.
"Hallo...Riki,bagaimana info terbarunya...?"tanya Deki
" Ini pak..!! ternyata Shela ada membuat sesuatu rencana."cerita Riki
"Mereka membuat rencana apa Rik..?"tanya Deki.
"Aku juga kurang tahu,apa yang mereka rencanakan.yang ku dengar hanya mau mencelakakan.entah itu siapa yang mau di celakakan, aku kurang tahu pak." jelas Riki,
Memang betul ketika Shela menyusun rencana dengan pak Burham,salah satu anak buah kepercayaan Shela.Riki tidak mendengar karena mereka berbicara seperti berbisik.
"Okelah..! kalau begitu, kamu harus terus menyelidiki perencanaan mereka.Ingat jangan sampai Shela melakukan aksi liciknya."
Pesan Deki, karena ia kenal betul dengan sikap Shela.Shela tidak pernah membatalkan setiap perencanaannya.
" Riki kamu ingat pesan aku inikan..? Kalau kamu ingat,aku akhiri percakapan kita.Ucap Deki sambil mematikan ponselnya.
"Maaf tanta,aku kelamahan habisnya ada sedikit berkas kantor yang tidak ada, kurang tahu mungkin ketinggalan di rumah ku."
Ucap Deki dengan serius, padahal yang kenyataan ia mau cepat-cepat pulang dan meminta pendapat bibi Manda.
Soal tanta Farah yang meminta Deki untuk cepat bertunangan dan menikahi Sonia.
Setelah tiba di rumah,Deki langsung mencari bibi manda.
" Bibi...bibi...bibi manda.." Deki mencari bibi Manda.
"Iya nak...! bibi diteras samping." jawab bibi Manda.Sambil berjalan masuk ke dalam Rumahnya.
" Ayo duduk,dulu bibi Manda," ucap Deki sambil menarik tangan bibi manda untuk duduk dulu.
Deki menceritakan semua,yang tanta Farah inginkan darinya.ke bibi Manda. Bibi Manda hanya diam dan berpikir didalam benaknya,
" Oh Tuhan..! hati seorang ibu memang tidak salah.Yang aku ingat,ibunya Deki pernah berpesan.
Kalau Suatu saat Pasti Deki akan di suruh bertunangan dengan seorang gadis dan gadis itu pasti Sonia namanya." Ucap bibi Manda dalam hatinya.
" Nak...ibumu telah pergi,beberapa bulan yang lalu.ia hanya berpesan.apabila kamu memilih wanita,pilihlah wanita yang menyayangimu apa adanya.
__ADS_1
Bukan karena karier dan uangmu.Dan ada satu lagi lamarlah dan menikah lah dengan Sonia.Karena ibu mu sangat mendukung kalian untuk hidup bersama.
Semua kata-kata ini,ibu mu yang menyuruh aku sampaikan ke kamu." ucap bibi Manda.
Dan ketika Deki menceritakan, semuanya ke bibi Manda. Tentang tanta Farah, yang meminta agar secepatnya Deki melamar dan menikahi Sonia.
Bibi Manda pun menyetujui. karena ibunya Deki juga menyetujui, apabila Deki menikah dengan Sonia.
" Terus rencananya Kapan kamu akan bertunangan dengan Sonia..?" tanya Bibi Manda
" Aku rencana memakaikan cincin tunangan, ketika hari ulang tahunku nanti, Itupun kalau tidak ada kendala. kalau ada kendala mungkin ditunda dulu." jelas Deki ke Bibi Manda
"Kamu harus secepatnya menikah nak..! karena kalau kamu menunda-nunda dulu, takut nanti gadis yang kamu sayangi akan diambil orang.
Karena lelaki lain juga, pasti menyukai pacar mu.Sama juga dengan dirimu pasti ada wanita lain juga yang ingin mendapatkan cintamu."
Jelas bibi Manda,Karena bibi Manda memperhatikan sepertinya, Deki masih ragu-ragu akan cintanya Sonia terhadap dirinya.
Sedangkan di suatu sisi, Shela belum mengetahui rencana pertunangan itu. Dan mampukah Shela menerimanya..?
Dua hari kemudian,tiba lah hari yang ditunggu-tunggu, segala sesuatu telah dipersiapkan.
Untuk hari ulang tahun Deki,undangan telah disebarkan.Cincin pertunangan pun telah di persiapkan oleh Deki.
"Entar malam engkau akan resmi bertunangan denganku,wahai Sonia gadis impianku." Ucap Deki dalam hatinya.
Sore pun tiba,tamu undangan mulai berdatangan di Cafe Ibu Surti. Untuk menghadiri hari ulang tahun Deki.
Shela pun hadir di ulang tahun itu.namun ia tidak mengetahui kalau diadakan pula dengan pertunangan.
Semua orang yang hadir di acara itu,hanya tahu kalau itu pesta ulang tahun Deki.Acaranya meriah benar.
Hari itu Deki benar-benar tampan,Sonia pun demikian ia mengenakan gaun yang membuat dirinya begitu menarik di depan semua orang.
" Wow cantik benar calon istriku, aku enggak salah kalau aku memilihnya menjadi istriku." Ucap Deki dalam hatinya.
"itu Dekikan, tampan benar Pangeranmu Sonia..! ucap Renza,memuji ketampanan Deki.
Setelah semua undangan telah hadir.Pembawa acara telah membaca susunan acara untuk malam itu.
Satu persatu susunan acara telah dimulai.Kini tiba waktu istirahat.Dimana Semua lagi menikmati santapan yang disiapkan.
Deki berjalan menuju microfon,semua pun tenang dan senyap.Cuman suara Deki saja yang terdengar.
"Selamat malam hadirin semua,di malam hari yang bahagia ini.
Saya mengucapkan banyak terima kasih,karena telah meluangkan waktunya untuk menghadiri syukuran ulang tahunku yang ke 27.
__ADS_1
Dimalam hari ini saya akan menyampaikan sebuah pengumuman penting.Tetapi sebelumnya, saya mengundang Sonia Astuti untuk naik ke panggung. Menemani aku selaku MC buat saat ini." ucap Deki.
Sonia kebingungan.
"Maksud Deki apa yah..? aku tidak mengerti dengan dirinya." ucap Sonia dalam hatinya
Perlahan-lahan Sonia berjalan menuju Deki.Dan tatapan Sonia tetap tertujuh pada Deki. jantung Sonia berdenyut semakin karuan.Semakin ia mendekat Deki semakin ia gugup.
"Maksud kamu apa..? Aku tidak mengerti."Tanya Sonia, sambil berbisik ketika berdiri berhadapan dengan Deki.
Namun,Deki hanya membalas dengan senyuman. Deki mengambil sebuah mic lalu ia memberikan ke Sonia.
"Sayang ambilah, dan ketika aku bertanya kamu harus menjawabnya dengan jujur.Ingat jangan bohong,pesan Deki sambil berbisik pula.
"Hadirin yang terkasih,pasti ada yang sudah mengenal gadis ini.Namun pasti ada juga yang belum mengenal dirinya.
Aku akan mengenalkan dirinya,untuk kalian nama gadis ini ialah Sonia Astuti,dan statusnya apa dengan diriku..?" Deki bercerita sedikit tentang identitas Sonia.
Seketika Deki diam,semua nya juga terdiam
"Hey....! Mengapa kamu diam..?" tanya sonia sambil berbisik.
....stttttt..!!( jari telunjuk Deki,mengarah kemulut Deki) memberi syarat agar Sonia diam.
" Hay...!! Sonia apakah kamu mencintai aku..? Ku mohon jawab lah dengan jujur..!" tanya Deki, dan meminta agar Sonia menjawab dengan jujur.
" Apakah maksudnya ini,kok dihadapan begitu banyak orang ia bertanya...?" Gumam Sonia di dalam hatinya.
" Ayo silakan..! dan jawablah memakai mic yang kamu pegang itu." Pinta Deki
" Deki...aku malu taw...!! ini banyak orang." ucap Sonia sambil berbisik.
" Sonia...!! apakah kamu mencintai aku..? " tanya Deki sekali lagi.
" Iya....aku mencintai dirimu,aku tidak bohong" jawab Sonia dengan perasaan gugup dan malu.
Tib-tiba bibi Manda naik keatas panggung dan membawa kotak yang berisi cincin.
Kemudian bibi Manda menyerahkan cincin kepada Deki, dan sekaligus pula menjadi saksi Deki.
Deki mengambil cincin dari bibi Manda.Lalu ia pun berlutut di depan Sonia.
"Sonia mau kah kamu? aku kenakan cincin ini ke jari manismu sebagai tanda aku telah melamarmu untuk menjadi calon istriku.!!" pinta Deki sambil menatap Sonia.
Dengan malu-malu dan gugup Sonia mengulurkan jari tangannya dan Deki pun langsung mengenakan cincin tanda pertunangan. Dan malam itu resmi mereka bertunangan.
Dari sinilah,awal kehidupan sonia dan Deki pun mulai.dari awal mereka bersatu dan bersiap-siap mangarungi baktera rumah tangga dan liku-liku kehidupan pun di mulai.
__ADS_1