
Setelah Deki pergi dari rumahnya,isak tangis Shela semakin tak terbendung.Shela sangat kecewa dan benci sama Sonia.
Setelah kembali dari rumah Shela,Deki langsung menuju rumah Sonia,Namun Sonia masih di tempat kerjanya.
"Tanta Farah,boleh kan aku menunggu Sonia hingga ia pulang..?"
"Terserah kamu,tetapi nggak apa-apakan Kalau kamu menunggunya agak lama..?Tanya tanta Farah,namun Deki tetap mau bersabar untuk menunggu Sonia,hingga ia pulang.
"Sambil menunggu,bagaimana kalau tanta buatin kamu kopi."
"Oke tanta,aku mau..!! tetapi kopinya jangan terlalu manis gulanya cukup satu sendok aja." Ucap Deki.Sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.
Sedangkan Shela,telah pergi ia mau bertemu dengan Sonia.Namun ia tidak tahu Sonia ada dimana.
" Aku harus menelpon Riki dulu,Ia pasti mengetahui di mana Sonia berada." gumam Shela sambil mengeluarkan ponselnya.
kring...kring...kring..
Ponsel Riki berdering, Riki mengambil ponsel di atas mejanya.
" Shela...! Mengapa di menelepon aku...? aku angkat atau tidak usah..!, Angkat aja Mungkin dia ada perlu."
Gumam Riki dala hatinya.Riki langsung mengangkaj telpon Shela.
"Hallo..!!"
" Hallo.. Selamat siang Riki..!!, bolehkah kita bertemu..?" tanya Shela
" Aduh maaf Kayaknya aku nggak bisa, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. kalau kamu,mau bicara aja lewat telepon." jawab Ricky seolah tidak mau diganggu.
" Kalau gitu aku langsung nanya aja, Apakah kamu tahu di mana tempat kerja Sonia..?" tanya Shela.
"Aduh maaf Shela,aku juga kurang tahu dimana ia bekerja."Riki menjawab dengan berbohong, Seolah ia tidak mengetahui tempat kerja Sonia.
Namun Shela mempercayai perkataan Riki.Shela langsung mengakhiri percakapan mereka di ponsel.
Tanpa menunggu lama, Shela menelepon anak buahnya Pak Burham.Shela menyuruh pak Burham melacak tempat tinggal Sonia dan tempat kerjanya Sonia.
" Sebentar jam 7 malam aku menunggu kamu di cafe Valentine. Akan kuberikan foto Sonia kepadamu, supaya kamu dapat melacaknya. waktu kamu cuma 2 hari saja, ini hari dan besok."Pesan Sonia dan langsung memadamkan ponselnya.
__ADS_1
Sedangkan besok malam, adalah hari di mana Sonia dan Deki bertemu. Mereka Berencana untuk makan di Cafe Valentine.
ke esok harinya nya, Pak Burham mulai mengikuti Sonia. ketika sampai di Stasiun TV swasta mobil Sonia berhenti di situ, Sonia turun dari atas mobilnya ditemani oleh temannya Renza.
kring...kring...kring..
Ponsel Shela berdering, dan yang menelponnya adalah Pak Burham.
" Hallo...! Pak Burham gimana perkembangannya.?" tanya Shela.
" Aku sudah mengikutinya sampai ke tempat kerjanya dan ternyata ia bekerja di Dragon TV. "jelas Pak Burham.
" Oke kerja yang bagus, kirim nomor rekening mu dan aku akan mentransferkan uang sedikit untukmu. "Ucap Shela, lalu Shela mematikan ponselnya.
Tidak lama kemudian, Shela pun melaju dengan mobilnya menuju ke studio Dragon TV. Iya mau langsung masuk ke dalam ruangan namun ia ditahan oleh satpam.
" Selamat siang Ibu, Ibu mencari siapa...?" satpam itu langsung menanyakan tujuan Shela datang ke situ.
" Aku ada perlu sama temanku yang ada di dalam." jawab Shela sambil berbohong.
" Siapa nama temanmu dan kamu Ada perlu apa sama dirinya. "dengan tegas satpam itu menanyakan Shela.
" kamu masuk..!!dan menunggu di lobby aja sedikit lagi mereka udah keluar." jelas satpam itu.
Shela menunggu di lobby sambil mengotak-atik ponselnya. Kadang dia berdiri,kadang dia duduk.
Selang beberapa menit kemudian, Sonia pun keluar dari dalam. Sonia terkejut karena Shela sudah menunggunya di lobby.
" Ngapain kamu datang ke tempat kerjaku."Tanya Sonia
" Cleaning service kok sombong..!" ucap Shela Seraya menghina Sonia
"Biarin mau kerja apa kek..?, yang penting aku tidak mencuri dan mengharap kekayaan orang tua." jawab Sonia sambil menyindir Shela, yang hanya memanfaatkan kekayaan orang tuanya.
" Mengerikan, dasar pelakor, aku bingung sama Deki. kok dia bisa menyukai dirimu," Ucap Shela
"Hay...!! jaga mulutmu,aku bukan pelakor,kami berdua hanya pacaran saja.Belum ada status apa pun didalam hubungan kami."jawab Sonia sambil menunjuk muka Shela dengan jari telunjuknya.
"Hay.....!!! Semua gadis ini pelakor.Dia telah merebut suamiku." Teriak Shela.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Sonia dan Renza langsung keluar naik ke mobilnya. lalu pergi dan meninggalkan tempat itu.
" Pak antar aku ke kantornya Deki, aku ada perlu sama dirinya." Ucap Sonia sambil mengusap air matanya. iya sangat kecewa, dibilang pelakor sedangkan yang nyatanya dirinya dan Deki masih berpacaran.
Setelah sampai ke kantornya Deki, Sonia langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam kantor menuju ke ruangan Deki.
Dengan tak mengetuk pintu dulu Sonia langsung menerobos masuk menemui Deki. Untung saja Deki sedang tidak sibuk.
" Hei ayank kok tumben mampir ke kantorku ada apa..?"tanya Deki.
" Itu Shela, dia menuduh aku pelakor, sedangkan kita berdua aja masih pacaran. atau jangan-jangan kamu udah menikah dengan nya di luar negeri..? Ucap Sonia
" Gila... gadis itu, kapan kami menikah..? jangankan menikah pacaran aja tidak pernah..! ucap Deki sambi menggelengkan kepalanya.
" Udahlah sayang enggak usah dipikirkan..!, lagian hubungan kita berdua yang jalani.
" Iya aku paham ayank, tapi aku kan malu di depan banyak orang dia menuduh aku pelakor."jawab Sonia sambl meneteskan air mata.
Deki pun tak bisah berkata-kata lagi,ia hanya bisah mengambil sapu tangan dan menghapur air mata ke kasinya itu.
" Ayank aku benar-benar malu, muka Aku mau taruh di mana..?? Semua orang di Dragon Tv,tadi melihat dan mendengarnya.
Ayank aku mau mengundurkan diri,dari situ saja dan mencari pekerjaan lain," cerita Sonia
" Sayang kamu pikir baik-baik dulu, kamu pulang Tenangkan pikiran kamu dulu. Setelah itu baru kamu ambil keputusan.
Kalau udah dapat keputusan kamu telepon aku.Dan ceritakan apa keputusanmu"
Jelas Deki, sambil sedikit memberikan pesan dan masukan untuk Sonia.
Kini sonia sudah sedikit tenang,dia sudah melupakan kata-kata Shela yang sangat menyakitkan hatinya itu.
"Ayank kalau gitu aku pulang,habis perasaan aku udah agak enakan tidak seperti tadi." Ucap Sonia.
"Udalah ayank...!!, nanti aku yang antar kamu pulang".Tawar Deki,karena ia ingin menemani kekasih hatinya dalam sedih dan duka.
"Oke... ayank papi...!,kalau gitu aku menunggu di sini saja." jawab Sonia sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya .
Tidak lama kemudian,semua berkas telah Deki selesaikan kini tinggal menyerakan ke Riki untuk presentasekan di Rapat sebentar sore nanti.
__ADS_1