Antara Cinta Dan Restu

Antara Cinta Dan Restu
06. Live Instagram


__ADS_3

Srekkk


Abryne membuka tirai jendela yang berada di kamar Amoera, cahaya terik yang menembus kaca jendela mengenai wajah ayu pemilik kamar yang masih tertidur di ranjang.


Dahi Amoera menyerngit pertanda bahwa dirinya terganggu dengan cahaya yang mengenai nya namun tidak lama kemudian Ia membalikkan badan memunggungi jendela kamar.


Abryne menggelengkan kepala dan tersenyum kecil. Ia berjalan mendekati Amoera dan menggoyangkan tubuh gadis itu. "Amoera bangun, hey."


"Apaan sih."


"Sudah siang Amoera, wake up."


"Gue baru tidur! Lo pergi sana!"


Abryne menyerngit. "No baby, kamu sudah tidur semalaman dan kamu belum makan. Ayo bangun."


Amoera menggosok telinganya kasar setelah itu dirinya duduk dan menendang bantal guling ke lantai. "Haaa berisik tau nggakk?!!"


Pluk!


Mulut Amoera yang tadinya mangap seketika tertutup dengan telapak tangan besar milik Abryne. "Mulut kamu bau tau nggak?!" suara yang dikeluarkan Abryne menirukan nada Amoera.


Amoera merapatkan bibirnya dan menatap Abryne malu sedangkan Abryne terkekeh melihat Amoera yang terlihat lucu di matanya.


"Mandi gih, bersihin cilohnya sana," setelah mengatakan kalimat tadi Abryne mengacak rambut Amoera sebelum keluar dari kamar istrinya.


"Masa sih ada cilohnya?" Jari telunjuk Amoera mengarah ke sudut matanya dan menemukan sebuah benda kecil keras bulat.


"Ini asli?? Ada cilohnyaaa?! Aaaa malu bangett!! Wajah gue tadi kek apaa yaa?! Hiii gila gila!! " segera kakinya berlari ke kamar mandi dan menatap wajahnya dalam cermin.


"IHHHH GILAAA!!! INII BENGKAK!! MATA GUEE!! GIMANA DONG!! KOMUK GUEE TADI KEK APA YAA?! HUWEEE!! " Amoera menjerit keras dengan tangan yang berada di atas rambutnya.


Menarik nafas beberapa kali dengan maksud agar dirinya dapat tenang. "Huft... Oke calm. Gue kaya gini tetap cantik kok, cantik banget gila. Eh.... Haaah."


Amoera menghembuskan nafas mulutnya ke dalam tangan yang Ia tangkupkan di depan mulutnya. "Bau bangett ihhh, HAAA ASLII DOUBLE MALUU KENAPA BISA SEJOROK INI SIIHHHH!! DI DEPAN PRI--"


Tiba-tiba Amoera berhenti berteriak panik ketika Ia mengingat kejadian kemarin hari, kedua tangannya mengepal tidak lupa dengan ekspresi wajah nya yang menunjukan emosi.


❃.✮:▹ ◃:✮.❃


Amoera melangkahkan kakinya menuju dapur namun sebelum sempat kakinya menginjak area dapur ia melihat Abryne yang tengah duduk di meja makan dengan berbagai lauk pauk di atas meja.


Amoera memalingkan wajah nya ketika Ia terciduk sedang menatap pria itu. Baru selangkah Amoera melangkah Abryne sudah lebih dulu memanggilnya.

__ADS_1


"Amoera, saya sudah masak."


"Silakan di makan masakannya."


Abryne menghembuskan nafasnya. "Ayo, kita makan bersama."


Amoera menyunggingkan bibirnya sinis. "Heh, mulut lo kayaknya gampang banget ya?" Amoera menjeda beberapa saat perkataannya dan Ia kenbali menatap Abryne tajam.


"Gampang banget ngomongnya, padahal kita kemaren baru berantem lo inget kan? Oh iya, selain gampang mulut lo ternyata juga gampang lupain ya?"


Kembali menghela nafasnya Abryne bangkit dari kursi duduk dan menghampiri Amoera.


"Oke fine saya minta maaf soal kemarin. Jadi, ayo makan bareng." Abryne yang berniat menarik tangan Amoera namun tidak jadi karena ditepis oleh sang pemilik tangan.


"Hehh!! Kayaknya lo serba gampang in sesuatu deh... LO MIKIRIN PERASAAN GUE WAKTU ITU ENGGAK SIH!!? LO NGGAK MIKIRIN ITUU! KENAPA LO SEGAMPANG ITU MINTA MAAF!! KENAPA LO SEGAMPANG ITU NGLUPAIN!!"


Kruyuk


Perut Amoera berbunyi dengan keras setelah ia selesai berteriak terhadap Abryne. Bola mata Amoera bergeser ke ujung mata menghindari contact eyes dengan Abryne sebagai untuk mempertahankan harga diri dan pengalihan rasa malu yang sedang dirasakan.


Sedangkan Abryne yang tadinya merasakan rasa bersalah dan sesal seketika menipiskan bibir menahan tawa yang siap keluar namun berakhir gagal. "Pfftt."


"KETAWA KETAWA AJA NGGAK USAH DITAHAN!! "


"BWAHAHAHAHAHAHAHANGOKNGOKNGIKNGEK."


"BWAHAHAHANGOKK kwatwanya twady dwi swuruh kwetawa BWAHAHANGOKKNGEK."


Bugh!



Amoera meninju perut Abryne keras membuat tawa Abryne berhenti yang digantikan dengan rasa sakit. "Shhhs."


"Ketawa ada ngok ngok gitu jatuh nya kek pig, tapi masih bagusan pignya dari pada lo."


Amoera melangkahkan kakinya menuju meja makan meninggalkan Abryne yang tengah menatap dirinya dengan bibir yang dimajukan beberapa senti.


"Bibirnya nggak usah di maju-majuin gitu biar lucu, yang ada jatuhnya malah gue ilfil."


Abryne mengelus dadanya sabar pasrah akan hinaan yang dilontarkan Amoera. Setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju meja makan menyusul Amoera yang sudah makan terlebih dahulu.


Sesampainya di meja makan Abryne melihat Amoera yang terlihat sangat lahap saat makan. "Kamu kelihatan laper banget."

__ADS_1


"Ini emang lagi laper banget, nggak usah di tanya!!" Sinis Amoera


❃.✮:▹ ◃:✮.❃


Disebuah ruang keluarga


"Mah, pah kemarin lihat live instagram bang Abryne nggak?" tanya seorang pemuda di tengah-tengah pasutri yang tengah menonton televisi.


Pria dan wanita paruh baya yang dipanggil 'mah' 'pah' tadi menatap anak kedua mereka dengan dahi berkerut tidak percaya.


"Abang kamu nggak mungkin live instagram, jangan tanya yang enggak enggak," jawab Erica- orang yang dipanggil 'mah' tadi. Menurutnya tidak mungkin anak pertamanya melakukan live instagram di tengah kesibukannya saat ini.


"Ini beneran mah, pah di hpku ada notif abang live kemaren."


"Terus katanya temen Andi yang follow instagram bang Abryne, memang bener kalo bang Abryne kemaren live," lanjut Andi


"Halah, live kumpulan berbaju cokelat diributin," celetuk Andre- orang yang dipanggil 'pah' oleh Andi.


Andi menggeleng keras dan menunjukan ekspresi serius. "Bukan, ini beda mah, pah!! Abang nge-live kalo abang ngelakuin akad pernikahan emang nya abang sudah minta izin ke mamah papah ya?"


Erica dan Andre saling bertatapan dengan ekspresi terkejut tidak percaya "Yang benar saja kamu ndi! Jangan asal bicara!"


"Andi nggak ngasal, ini real!"


Melihat tampang Andi yang terlihat serius mengatakan hal tersebut membuat Erica dan juga Andre percaya namun ketika Andre memalingkan wajah nya kesamping terlihat Erica yang menunjukan ekspresi marah bercampur kecewa segera Andre langsung mengalihkan topik saat ini. "Skripsi kamu sudah selesai belum ndi?"


Andi menghela nafasnya kasar. "Sudah."


"Bagus, besok kamu ikut papah ke acara syuting."


Andi memutar bola matanya. "Pah, Andi nggak mau terjun ke dunia entertainment! Kenapa papah nggak bebasin Andi kayak papah yang nge bebasin bang Abryne?!"


Setelah mengatakan itu Andi melangkah pergi dari ruang keluarga menuju kamarnya, namun saat di pertengahan tangga Andi berhenti sejenak. "Besok Andi ada urusan penting, Papah ajak bang Abryne saja."


...❃.✮:▹ ◃:✮.❃ Bersambung...


..


.


.


.

__ADS_1


.


.Luve 🖤


__ADS_2