Antara Cinta Dan Restu

Antara Cinta Dan Restu
07. Sweet Dream


__ADS_3

Flashback bab Perlawanan (Abryne telfonan)


Drt.. Drt...


Abryne menoleh ke arah handphonenya yang berdering, segera Abryne mengangkat telephone tersebut setelah mengetahui si penelpon. "Ada kabar apa?"


"Saya sudah mendatangi alamat Kamboja nomor 19 mas, mereka setuju setelah mengetahui mas yang akan menikahinya."


"Bagus! Kuanggap kau berhasil menjalankan tugas ini."


"Semoga mas bisa menjalankan akadnya dengan lancar."


Tut.


Abryne melangkahkan kakinya ke dalam kamar, ia akan bersiap-siap menjalankan sebuah rencana yang menurutnya sangat menarik.


Setelah selesai bersiap Abryne melangkah keluar apartment dan menaiki sebuah mobil hitam Porsche Cayenne yang sudah menunggunya sedari tadi dengan seorang supir.


"Ke mall yang dekat Kua Pak."


"Baik mas."


Mobil segera melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menuju tempat tujuan, saat melewati Supermarket tempat Amoera berbelanja, Abryne melihat Amoera tengah keluar dari mobil menuju kedalam supermarket. Sebuah senyuman muncul diwajahnya."A surprise is waiting for you dear. "


Sesampainya di mall Abryne segera menuju toko pakaian yang sudah menjadi langganan keluarganya.


Seorang pegawai menyambutnya di depan pintu toko. "Selamat datang mas Abryne, kali ini mas Abryne mau mencari gaya apa?"


"Carikan saya setelan untuk pernikahan."


"Baik mas."


Pegawai itu segera pergi dari hadapan Abryne dan memilih pakaian yang cocok untuk pelanggannya. Pilihannya jatuh pada jas hitam dengan kemeja putih dan tidak lupa celana yang hitam pula segera ia menyerahkan pada Abryne dan diterima langsung oleh Abryne tidak lupa ia mengganti pakaian nya yang tadinya casual menjadi setelan.



Abryne membayar setelan tersebut dan segera pergi menuju mobilnya. "Ke Kua Pak."


Mobil melaju ke tempat tujuan selama 2 menit dan Abryne menyuruh supir nya untuk ikut ke dalam sebagai sanksinya. Seorang penghulu menyambutnya ditemani 4 orang sebagai sanksi, penghulu itu membawa Abryne menuju tempat yang sudah di siapkan.


Abryne dan penghulu itu duduk ber hadapan dengan tangan yang saling menjabat tidak lupa sebuah live instagram yang sudah diaktifkan dan memastikan bahwa keluarga Amoera menonton live instagram nya.


"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Amoera Vetyani alal mahri Alfun Minad Dzahabi, 'isyrunaa 'iijar, khomsatun sayaarat bursh, khomsatun Al-jawwaalah, wamajmueat min 'adawat alsalaa hallan."


"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Amoera Vetyani dengan mahar duaribu gram emas, dua puluh rumah kontrakan, lima mobil porsche, lima motor matic, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


"Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha 'Alal Mahril Madzkuur wa Rodhiitu Bihi, Wallahu Waliyyut Taufiq."

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."


Selesai melakukan akad pernikahan Abryne segera bergegas menuju apartment Amoera, dirinya takut saat pulang nanti Amoera tidak melihatnya dan berfikiran yang tidak tidak tentangnya.


Flashback off


❃.✮:▹ ◃:✮.❃


Amoera yang mendengar penjelasan Abryne tidak bisa berkata apa-apa, ia terlalu terkejut dengan kenyataan yang terjadi. Amoera mulai berfikir bagaimana jika ia mengulang waktu dan membiarkan Abryne di atas pagar jembatan dan membiarkan Abryne terjun dari sana.


"Hey," Abryne mengguncang bahu guna Amoera menyadarkan gadis itu dari lamunannya, entah mengapa Abryne takut Amoera berfikir yang tidak tidak tentangnya. Misalnya Amoera merencanakan untuk membunuhnya dengan cara apapun.


"Amoera, apa yang sedang kamu fikirkan?" tanya Abryne dengan raut yang kentara tengah waspada.


"Lo ada niatan balik lagi ke jembatan ngga ryne?"


Abryne mengerutkan kening nya bingung. "Buat apa ke sana?"


Amoera menatap Abryne datar. "Oh, kamu salah paham waktu itu by."


"Waktu itu saya lagi ngikutin seseorang, orang yang saya ikutin curiga kalo dia dibuntutin terus saya pura-pura mau bunuh diri setelah itu saya gagal nge buntutin." jelas lempeng Abryne.


Amoera memasang wajah bersalah namun seketika ia sadar dengan kalimat terakhir tadi. "Lo kurang pro mbuntutin orang makanya cepet ketauan, jangan nyalahin gue lo!"


Abryne menggeleng. "Saya malah bersyu--"


Abryne menatap intens Amoera. "Cium saya dulu baru saya kasih tau."


Plak!


"Makan tuh ciuman," setelah itu Amoera mengambil handphone nya dan menekan pesan dm an dari kliennya di instagram.


Abryne memegang bibirnya yang terkena tamparan. "Tega banget mukul suami nya kayak gini, bibir saya kan jadi sakit."


".... "


Tidak ada jawaban apapun, Abryne menatap Amoera yang sibuk dengan hpnya dan tidak menghiraukan keberadaanya langsung mencemberutkan wajah.


Abryne memajukan badannya yang hanya beberapa jarak dari tempat nya duduk ke tempat Amoera lalu mengapit dagu gadis itu dan menarik ke depannya setelah itu dengan gerakan cepat ia mencium pipi Amoera yang membuat pemilik pipi melotot.


"Abryne!!" spontan Amoera menaruh hpnya lalu mendekati Abryne dan menjambak rambut pria itu.


"Aakhh! Sa-kit!" jerit Abryne


"Mamamtuh sakit! Maksud lo nyium gue tadi apa hah!"


"Ya kamu ngapain main hp terus sampai kamu nggak meduliin saya? Shsss akkhh le-pas Amoera! Perih kepala saya!" ringis Abryne

__ADS_1


Amoera segera melepas jambakannya setelah melihat Abryne yang terlihat kesakitan. "Gue tuh ada klien tadi jadi--"


"Pokoknya kalo lagi sama saya kamu jangan main hp terus!!" marah Abryne


Amoera yang melihat Abryne marah entah mengapa terlihat imut di matanya, Amoera melipat bibirnya ke dalam guna menahan rasa gemasnya pada pria didepannya.


"Dih, emang lo siapanya gue sampai ngatur gitu. "


Bibir Abryne seketika cemberut dengan dahi yang berkerut. "Saya suami kamu, masa lupa sih by?"


"Emang gue sudah bilang kalau gue nerima lo sebagai suami?"


Mata Abryne berkaca-kaca siap menumpahkan tangisnya namun segera Abryne membalikkan badannya memunggungi Amoera dan sebuah bantal sofa Abryne peluk dengan erat.


Amoera yang melihat kelakuan Abryne menggigit bibirnya gemas. "Kok lo munggungin gue sih?"


"Lagi pengin liat sana." ketus Abryne.


Amoera tersenyum gemas lalu ia memajukan tubuh nya dan menarik pundak Abryne sehingga membuat Abryne jatuh ke belakang menimpa paha berbalut kain milik Amoera.


Amoera melihat hidung Abryne yang memerah dan sebuah buliran air mata berada di pipi pria dipangkuannya ini. "Lo nangis ya? Dih, gak gentle banget."


Abryne memalingkan wajah nya. "Enggak! Jangan mengada-ngada kamu!"


Amoera menghapus buliran air mata yang berada di pipi Abryne sambil berucap. "Terus ini apa?"


"Sisa air wudhu tadi masih ada."


"Bwahaha." akhirnya Amoera melepas tawanya yang sedari tadi di tahan.


Abryne yang mendengar Amoera tertawa menatap ke atas- wajah tertawa Amoera sangat terlihat cantik di matanya. "Kamu cantik kalau ketawa."


Seketika Amoera langsung menatap ke wajah Abryne yang tengah menatap nya sehingga secara spontan mata mereka saling bertemu satu sama lain dan membuat kedua pasutri itu merasakan panas yang menjalar di pipi tidak lupa dengan jantung mereka yang berdetak kencang melebihi detakan sebelumnya.


Amoera yang pertama kali sadar langsung mengalihkan perhatiannya ke arah lain yang diikuti Abryne seketika suasana terjadi kecanggungan beberapa detik.


"Khem," dehem Amoera dengan tangan yang berpura-pura merapihkan rambutnya.


Abryne yang melihat itu menarik tangan Amoera ke kepalanya "Elus," pinta Abryne


Amoera mengangguk patuh lalu ia mulai mengelus rambut Abryne dengan lembut. Tidak lama kemudian Abryne merasakan matanya yang memberat segera menutup matanya.


Amoera yang melihat itu entah dorongan darimana ia mencium kening Abryne sambil berbisik. "Sweet dream my husbu."


❃.✮:▹ ◃:✮.❃


......Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2