
" Apa yang harus saya lakukan, setelah menyetujui tawaran anda. Tuan?'' tanya Lili.
Haris memposisikan duduknya menjadi tegak dengan kedua tangan menumpuk ke meja. sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, harus menatap Lili lama, berharap wanita itu tidak terkejut.
" Aku ingin kau selalu siap di mana dan kapanpun bilamana Aku meminta. tidak ada penolakan.'' ucap Haris dengan suara pelan, tapi tegas.
Lily menelan salivanya.
" di luar jam kerja kau bisa panggil Namaku saja, tidak perlu formal,'' ucap hari lagi.
Kembali, Lily tak menjawab ja hanya mendengar semua penjelasan pria itu.
" Lily?''
" baiklah, Aku siap,'' jawabnya.
" aku akan membuatkan buku rekening atas namamu besok,'' ucap hari Seraya bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Lili dan duduk di meja.
Lily menatap hari yang saat ini duduk di meja tepat di depannyadepannya.
" sekarang,,,'' kata pria itu mengulurkan tangannya pada Lily.
wanita itu menyambut uluran tangan Haris, lalu berdiri di depan pria itu.
" Aku ingin mencumbumu saat ini juga,'' ujar pria itu di telinga Lili.
Haris memeluk pinggang wanita itu posesif, tangannya menurun ke bawah membelah yang lembut bok ong wanita itu dan padat dan berisi. bibir keduanya saling memanggud dan membelit lidah di dalam mulut mereka. setelah puas berpakutan mesra, keduanya saling melepas tautan bibir, Lili pun mulai bisa bernafas kembali.
" Kenapa kau meninggalkanku kemarin?'' bisik harris di telinga lili.
Lili menggeleng.'' aku hanya... Entahlah, Aku hanya ingin pergi tanpa Kau melihatnya,'' balas Lili bingung.
" Jangan lakukan itu lagi, lili. aku tidak menyukainya.'' bisik pria itu lagi. dan Lili pun mengangguk.
********
jalanan kota Jakarta sore itu tampak ramai, membuat Laju kendaraan menjadi sedikit tersendat. Lili duduk bersebelahan dengan Haris di kursi penumpang belakang, tak ada pembicaraan dalam perjalanan pulang menuju apartemen pribadi pria itu. Lilis sibuk dengan banyaknya kecaman-kecaman di kepalanya yang mengutuk dirinya bodoh karena telah menyetujui tawaran gila Bosnya itu.
__ADS_1
mobil yang membawa mereka berhenti di depan gedung perhotelan mewah yang pernah Lili datangi 2 hari lalu. keduanya turun dan masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan naik ke lantai di mana kamar hotel Haris berada. di dalam kotak besi itu hanya ada mereka berdua dan pasangan lain yang juga akan naik ke atas. setelah pasangan lain turun di lantai 3, harus langsung mendorong Lili ke dinding lift dan ******* bibir wanita itu.
Entah kenapa dia tidak bisa mengontrol gairahnya saat melihat wajah Lily berbanding kebalik dengan ia menatap istrinya.
Haris memagut kasar bibir Lily, ********** dengan rakus tanpa jeda, kedua tangannya pun tak tinggal diam. mere mas bok ong dan gundu kan kembar wanita itu. sedangkan Lili menikmati ciuman panas Haris, sampai matanya tak sengaja melirik ke atas dan menyadari kalau ada CCTV di sana.
"Ada kamera disana," ucap Lily pelan di sela-sela ciuman mereka.
"Aku tau," jawab pria itu tak acuh, lalu melanjutkan pagutannya. Lili pun pasrah mengikuti permainan Harris.
lift berhenti di lantai 10, harus mengakhiri Cumanya dan menarik tangan Lili untuk mengikuti langkahnya menuju kamar hotel miliknya.
diri masuk ke dalam ruangan yang nampak maskulin, persis kamar laki-laki. karena dimodifikasi dengan gaya yang sesuai dengan laki-laki. harus membuka jasnya dan melempar asal, lalu menghilang di balik pintu berwarna putih itu.
Lili pun Tengah melihat-lihat seluruh ruangan di kamar hotel ini. dia bertanya-tanya apakah Angel, istri pria itu tinggal di sini juga atau mengetahuinya jika suaminya memiliki kamar hotel di hotel mewah ini? atau mereka punya rumah lain selain yang Lili ketahui.
" kau mau membersihkan diri terlebih dahulu?'' tanya Haris yang muncul masih dengan kemeja digulung ke sikunya.
"Ah, Ya. bolehkah?" tanya Lili.
" kemarilah,'' Ajak Hari melangkah ke kamar utama di mana kamar yang kemarin malam dia tidur bersama pria itu.
dia tidak membawa peralatan mandinya, di sini hanya tersedia milik pria itu saja. dia ingin tampil cantik dan harum ketika akan melayani hari.
"Hah melayani? sudah seperti gundik pria itu saja," ucapnya pada dirinya sendiri.
❣❣❣
Kurang dari 30 menit, Prilly keluar dengan hanya menggunakan handuk, hari setengah berada di ranjang dengan bertelanjang dada dan hanya Boxer biru yang membalut tubuhnya. Gadis itu menelan saliva, ketika kembali disuguhi oleh pemandangan tubuh berotot milik pria itu.
Haris melirik Lily yang masih berdiri mematung di tengah ruangan.'' kemarilah, Lily. puaskan aku!" mintanya frontal.
Lili melangkah pelan menghampiri pria itu yang masih terduduk bersandar pada kepala ranjang
"Lepas piyama handuk itu!" titah Haris.
Gadis itu pun menurut, dan melepaskan piyama yang dikenakannya. matahari menatap lapar pada tubuh polos di hadapannya yang nampak seksi dan menggairahkan kelakiannya.
__ADS_1
"Cantik," Puji Haris pada wanita di depannya itu.
lilly naik ke atas panjang, lalu duduk di hadapan pria itu. tangan wanita itu membelai gundukan Yang sepertinya sudah mengeras di dalam sana. perlahan dia pun menarik Boxer itu dan mengeluarkan isinya. wanita itu menelan ludah, ketika melihat singkong besar dan berurat yang mengacu sempurna di depannya.
ini adalah pengalaman baru baginya, melakukan ******* biasanya dia hanya menonton di video bersama dengan temannya flora bila sedang iseng. untuk belajar bagaimana cara melakukan hubungan badan dan salah satunya adalah ** ini.
akhirnya percintaan itu pun dilakukan kembali di kamar hotel tersebut.
Lily terbangun tersendirian di ranjang besar milik Harris, Ketika senja sudah berganti gelap. Entah sudah berapa lama dia tertidur, suatu aktivitas panas yang dilakunya dengan bosnya tadi sore. suasana kamar tampak sepi, tidak ada tanda-tanda pria itu di ruangan ini. wanita itu mengambil handuk yang tergeletak di bawah ranjang dan memakainya. perut wanita itu sudah keroncongan minta diisi. setelah mengikat tali jubah mandinya, wanita itu pun turun dari ranjang dan melangkah menuju pintu.Lily melangkahkan kaki jenjangnya ke arah dapur, terdengar suara Haris Yang sepertinya sedang mengobrol ketika dia tiba di tempat memasak itu.
" kau bisa menyuruh asistenku Untuk mengantarkan apa yang ia inginkan dan yang ia butuhkan,.'' ucap Haris yang tengah berbicara melalui panggilan telepon.
Angel meminta tolong suaminya untuk mengirimkan baju-baju yang ada di kamar mereka yang ada di rumah untuk segera diantarkan di tempat pengiriman karena Ia membutuhkan semua baju-baju itu. saat ini Angel sedang berada di luar kota untuk menjalani pertemuan penting dengan teman bisnis-bisnisnya.
pria itu masih bertelanjang dada, dan hanya memakai celana training panjang berwarna biru. lili berjalan ke arah lemari es mengambil dingin bersama dengan Haris yang menoleh pada wanita itu.
" tidak apa-apa, Angel. Kau tidak perlu khawatir, suamimu ini akan mengatasinya.'' kata Haris membalas ucapan istrinya di ujung sana.
Lili berniat kembali ke kamar dan membiarkan pria itu selesai berbicara dengan istrinya. ketika akan meninggalkan dapur, haris menarik tangannya.
"Apa?" tanya Lily tanpa bersuara.
tangan Haris meraih pinggang ramping Lili dan menariknya agar mendekat ke tubuhnya.
" kapan kau pulang?'' tanya Haris pada Angel.
Lili mengalihkan tatapannya ke arah lain, dia tidak ingin mendengar percakapan mesra pasangan suami istri tersebut.
Haris meraih pipi lily dengan satu tangannya, lalu menarik wajahnya dan ******* bibir seksi wanita itu yang sudah menjadi candunya.
" baiklah, kita bicara nanti saat kau pulang. sampai nanti, angel.''
setelah mematikan ponselnya, Haris melanjutkan kembali ciumannya di bibir lili. wanita itu tak bisa mengalah karena lengan pria itu masih melingkar posesif di pinggangnya.
" Kau pasti kelaparan, aku akan memesan makan malam untuk kita.'' ucap pria itu setelah mendengar suara perut Lily yang berbunyi.
Bersambung.....
__ADS_1
❣❣❣