Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
bab 16


__ADS_3

Setelah Kenzo Dewantara meminta agar bisa bertemunya dengan Lily sore ini, Lily menimbang-nimbang, Apakah sore ini Haris membutuhkannya atau tidak. Dia bingung, takut bila Bosnya itu meminta dirinya mendadak seperti semalam. Namun, tanpa berpikir panjang Lili langsung mengiyakan ajakan minum kopi Kenzo Dewantara sore nanti.


"Oke, nanti kita bertemu di cafe yang aku inginkan, ya."


Lili mematikan sambungan telepon itu, dan kembali melanjutkan pekerjaannya karena sudah masuk jam kantor.


"""""""


Angel memeluk Harris begitu melihat pria itu menunggunya di depan pintu kedatangan.'' hai, senang bertemu denganmu sayang,'' ucap Angel sembari melepas kacamata hitamnya.


" bagaimana di sana?''


" seru dan mengasyikkan tentunya,'' balas Angel dengan tawa kecilnya yang membuat wajahnya makin bertambah cantik.


"Ayo, ke mobil.'' Ajak Hari Seraya menarik koper milik istrinya.


Angel menggerakan kepalanya mengikuti irama lagu yang mengalun dari stereo, sementara Haris menopang tangan kirinya pada jendela ke dagunya dan fokus pada jalanan di depannya.


" Apa ada masalah?"tanya Angek menyelidik.


sontak Haris menoleh ke arah istrinya sembari meletakkan tangannya kembali pada kemudi


"Semua baik-baik saja," balas hari singkat.


""""""""


sore ini Lili sudah menyelesaikan pekerjaannya mereview beberapa arsip yang akan ditandatangani oleh Harris esok hari. sepertinya Bosnya itu tak akan kembali ke kantor lagi saat ini, karena waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 sore. dia sudah menghubungi Haris tadi, tetapi belum mendapat balasan dari atasannya itu.


jam 05.00 kurang 15 menit, Lily menunggu lift yang akan membawanya turun ke lobi bersamaan dengan para pegawai lainnya. Lilis sudah tiba di rumah kost lamanya yang tidak prnah ia tunggu. dan Lili pun segera membersihkan tubuh, karena jam 05.00 an nanti dia akan bertemu dengan Kenzo Dewantara. ponselnya berdering nyaring ketika dia baru selesai dan membersihkan diri tertera nama Haris di sana, wanita itu menghembuskan nafas lelah dan langsung mengangkat panggilan itu.


"Ya, Pak?" sapanya.


"Kau sudah pulang?" tanya pria itu.

__ADS_1


"Iya, aku sudah di kost ku," ucap nya memberitahu.


"Baguslah,"


Lily melirik ponselnya yang tiba-tiba mati.'' dia yang memutuskan sambungan?''


wanita itu melempar benda pipih itu keranjang, kemudian berjalan menuju lemari pakaian dan memilih dress yang akan dikenakannya untuk bertemu Kenzo Dewantara. usai memoles wajahnya dengan make up minimalis, wanita itu membenarkan penampilannya di depan cermin besar yang berdiri di depan ranjangnya.


"Cantik dan menarik," ucapnya memuji diri sendiri.


........


Taksi yang ditumpangi Lily berhenti tepat di depan sebuah Cafe Dan Resto yang menjadi tempat perjanjian dia bersama Kenzo Dewantara, KlienHaris di kantor. setelah membayar tagihan, wanita itu turun dari taksi berwarna biru itu, kemudian memasuki restoran dan berniat untuk mencari tempat. akan tetapi, ternyata Kenzo Dewantara sudah berada di sana lebih dulu


"Selamat sore, Nona Lily. Terima kasih karena sudah bersedia memenuhi undanganku,'' sapa Kenzo beranjak dari kursinya dan menyambut Lily yang sore ini tampak berbeda. cantik dan menggairahkan.


" Sama-sama, Mr Kenzo,"balas Lily sembari mengambil duduk di depan pria tampan itu. dari yang dia tahu, Kenzo Dewantara adalah pria lajang putra dari pengusaha ternama di kotanya yang banyak digilai oleh kaum hawa. Dia pria dewasa yang memiliki daya tarik kuat untuk menarik lawan jenis tidak berbeda dengan Harris, bosnya.


"Sudah memilih pesanan, Nona Lily!"tanya Kenzo melirik Lily.


"Kau sangat berbeda, Lily," ucap Ken jujur. "Maaf, bolehkah aku memanggilmu Lily bila di luar jam kerja?" tanyanya lagi.


"Oh, tentu saja boleh." Lili masih merasa canggung berhadapan dengan Kenzo di luar jam kerja seperti ini.


Kemudian keduanya terlibat dalam obrolan seru mengenai hobi dan beberapa kesamaan dalam berbagai hal. Lili menilai Kenzo adalah pria yang supel dan penuh pesona, tetapi tidak membuat hatinya berpaling dari Haris. Lili masih menjadikan Harris pria yang membuatnya berdebar kencang tiap kali mereka bertemu. sementara Kenzo tidak membuat dirinya antusias sama sekali.


selepas menikmati hidangan, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati Jalan Kota.'' kita bisa ke sana,'' ucap Lily menunjuk sebuah tempat permainan.


"Ya, pasti menyenangkan. Ayo!" ajak Kenzo Soraya menggandeng tangan Lili untuk berjalan cepat ke tempat yang ditunjuk oleh wanita itu.


malamnya Lili dan Kenzo masuk ke sebuah klub malam dan menghabiskan waktu di sana. Lily hanya memesan minuman yang kadar alkoholnya ringan, dia tidak ingin mabuk malam ini. sedangkan Kenzo memilih minuman yang menurutnya sangat keras.


"Mau ke bawah?" bisik Kenzo di telinga Lili. wanita itu melirik Lantai Dansa yang banyak dipenuhi oleh pasangan yang tengah meliukkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang dimainkan oleh DJ.

__ADS_1


"Hm, oke." Lily menuruti permintaan pria itu.


keduanya saling berhadapan di lantai dasar dengan musik yang menghentak, Lily sama sekali tidak pandai menggerakkan tubuhnya.


"Kemarilah!" Kenzo menarik tubuh Lily, membuat tubuh keduanya saling Menempel dan melepas mereka bertubrukan.'' jangan terlalu Canggung, Nona Lily.'' berisik pria itu kembali di telinga Lily.


nafas hangat pria itu menggelitik cuping telinga Lili menimbulkan kelenjar aneh dalam tubuhnya. Lili pun melingkarkan kedua tangannya ke leher Kenzo, sementara tangan pria itu memeluk posesif tubuh Lili.


Kenzo memanfaatkan posisi intim mereka dengan mengendus leher Lily.


" Wangimu sangat enak,'' ucapnya. Lily hanya menanggapinya dengan tertawa. Kenzo masih mengendus leher Lily, membuat wanita itu sedikit menggelinjang merasakan geli.


"Hentikan, Aku tidak akan bertanggung jawab bila itu membuatmu menjadi ketergantungan padaku,'' balasnya bercanda.


" Tidak masalah, aku bisa mengatasinya."


" Bagaimana caranya?''


" menjadikanmu tawanan, mungkin?'' Kenzo berkata nyeleneh. Lili kembali tertawa kecil.


"Aku serius." katanya lagi. tetapi Lily tidak menanggapinya.


wanita itu tahu, kalau Kenzo sudah sangat bernafsu padanya. Namun, dia akan berpura-pura tidak menanggapinya. dia milik Haris, dia tidak akan menghianati Bosnya itu.


******


"Ah... Sayang lebih cepat!" desah Angel yang saat ini dengan membungkuk membelakangi suaminya.


Haris menghujamkan senjatanya pada lia ng kewanitaan istrinya dengan tempo cepat.


Angel mengerang panjang ketika merasakan milik pria itu mene gang di dalam inti tubuhnya. Haris melengkung menikmati ******* yang baru saja menderanya. kemudian pria itu mengeluarkan senjatanya dan langsung melangkah masuk ke kamar mandi untuk melepas karet pengaman yang membungkus miliknya.


Usai dari toilet membersihkan tubuh bawahnya, Haris menarik celana kain miliknya yang tergeletak di bawah ranjang dan memakainya. sementara Angel masih berbaring telungkup di atas ranjang menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja direguk. nafas wanita itu masih naik turun.

__ADS_1


Haris berjalan ke arah balkon kamarnya dan berdiri sambil menumpu kedua tangannya pada teralis. pria itu memejamkan matanya, berusaha bisa menerima kenyataan kalau dirinya belum bisa menikmati percintaan dengan istrinya semenjak mereka menikah pada tahun lalu. Angel selalu memintanya untuk menerima kekurangan wanita itu. dia memang Berusaha Tetapi dia tidak bisa. Walaupun dia tahu sangat mencintai Angel, tetap saja Dia benci bila mengingat istrinya tidak ingin memiliki anak dengannya.


Bersambung....


__ADS_2