Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 20


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Lily menepi di depan toko kue milik keluarga terkenal yang ada di ibukota itu.


"Terimakasih, pak," ucap lele ketika sopir keluarga Dirgantara membukakan pintu untuknya keluar.


pria itu hanya mengangguk, lalu kembali masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan Lili Yang masih berdiri mematung di pinggir jalan. wanita itu bergegas menyeberang jalan menuju tempat kosnya, hari masih sore ketika dia sampai di pintu utama.


"Hai, Nona Lily." terdengar suara Bariton yang menyapa di belakang tubuhnya, gegas Lili pun berbalik. Dia sedikit terkesiap ketika mendapati Kenzo Dewantara berdiri tak jauh darinya.


"Oh.. Pak Kenzo, sedang apa kau disini?" tanyanya sedikit terkejut dengan kemunculan pria itu.


"Aku sengaja menunggumu."


"Oh." Lily mend esah.


" Maaf mengejutkanmu dengan kedatanganku yang mendadak ini,'' kata Kenzo menyesal, membuat wanita di depannya seolah sangat terkejut.


"Mengapa berkata begitu?" Lily kebingungan harus apa sekarang, tidak mungkin dia mengajsk pria itu masuk ke kost nya, kan?


"Aku takut mengganggu," ucap Kenzo dengan tampang innocent.


"Kau mau mampir?" tanya Lily, terpaksa. Sepertinya dia harus mengundang pria itu masuk, sebagai tuan rumah yang baik.


"Terima kasih, sudah diizinkan,'' katanya dengan senyum manis yang mampu membuat lutut lele bergetar.

__ADS_1


kemudian Lili berjalan lebih dulu, sedangkan Kenzo mengekor di belakangnya. menaiki anak tangga hingga sampai ke lantai 2 di mana kosnya berada.


Sebenarnya Lili sudah Berencana untuk berendam sepulang dari kediaman Haris, sepertinya rencana itu harus dibatalkan.


Lily mendesak kesal ketika mendapati pria yang paling dibencinya tengah bersandar pada dinding kamarnya, Seraya menghisap rokoknya.


"Mau apa lagi pria sialan itu ke sini?'' umpatnya kesal.


" Wah! wah! ternyata tidak sia-sia Aku menunggumu sejak tadi, kau pulang bersama pacarmu,Lily," ujar Rio yang saat ini mulai berdiri tegak.


Lili memandang jijik, sementara Kenzo mengerinyit. pria itu bertanya-tanya siapa lelaki ini?


" hai, kau pacarnya Lily, kah?'' tanya Rio pada Kenzo. Kenzo tak menjawab pertanyaan lelaki, itu dia menunggu Lili yang membalas.


" Ini, pergilah!" Lili memberikan beberapa lembar uang pada lelaki bejat itu, berharap tidak mengganggunya lagi dan sepertinya itu tidak mungkin. dia benar-benar muak, Kenapa dia bisa harus berkenal dengan namanya Rio.


"Terimakasih, Manis. kita akan bertemu minggu depan lagi."


setelah kepergian Rio, Lily membuka pintu kosnya dan mempersilahkan Kenzo untuk masuk. Lily berjalan ke arah dapur meninggalkan Kenzo di ruang tamu. pria itu memindai ruangan yang tampak tertata rapi. dia bisa menilai wanita itu adalah tipe yang sangat menyukai kerapian. tak lama Lily kembali dengan membawa minuman soda untuknya.


"Silahkan duduk," ucap Lily mempersilahkan tamunya.


Kenzo mengambil duduk di sofa tunggal, selanjutnya mereka di dera kecanggungan. sebenarnya suasana hati wanita itu masih kesal akibat Haris tadi, ditambah dengan kehadiran Rio yang membuatnya kian meradang. Lily mencium aroma tubuhnya yang tidak enak, kulitnya pun lengket setelah seharian di luar.

__ADS_1


" bisa tunggu sebentar, Aku ingin membersihkan tubuh karena sudah tak nyaman setelah seharian bekerja,'' kata Lily pada Kenzo.


"Tentu, silahkan Lily."


Sementara Lili mandi, Kenzo kembali memindai ruangan kos wanita itu. Lalu, tatapannya tertuju pada bingkai foto yang ada di dalam lemari.


"Cantik," ucapnya menatap foto yang ada Lily didalamnya.


Setengah jam kemudian, Lily keluar dari kamarnya dengan penampilan yang segar. aroma sabun wanita itu mengeluarkan seluruh ruangan membuat Kenzo tergugah.


" Maaf membuatmu menunggu lama,'' ucap Lili menyesal.


" Tidak masalah,Lily. Aku suka menunggu,'' balas Kenzo dengan senyum jenaka, Seraya memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.


" aku akan membuat makanan untuk kita," ucap lilin sembari melangkah ke arah dapur. Kenzo mengikuti langkah wanita itu yang mengarah ke dapur.


Kenzo memilih menunggu di kursi bar, sedangkan Prilly mengeluarkan makanan dari lemari es. wanita itu berencana akan membuat spaghetti, salah satu masakan yang paling mudah dibuat.


Keduanya saling membahas hal-hal lucu dan kesukaan masing-masing. Lilik akui sejak awal Kenzo memang pandai membangun komunikasi dengan dirinya. wanita itu merasa terhibur dengan obrolan obrolan yang mereka bahas, membuatnya bisa melupakan kekesalannya sejenak.


Entah sejak kapan Kenzo sudah berada di belakang tubuhnya. memeluknya dari belakang dan menciumi lehernya.Dan bodohnya lagi, Lily sama sekali tidak mengelak ataupun menyingkirkan pria itu dari tubuhnya.


Karena tidak mendapat penolakan dari wanita itu, Kenzo pun mulai berani menarik wajah lily dan menciumi bibirnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2