
Setelah bisa memenangkan perkelahian itu, Haris pun menepuk-nepuk celana dan kemejanya yang kotor terkena debu. kemudian Ia pun menghampiri Lily yang masih tergeletak dan belum sadarkan diri. Haris mengangkat tubuh Lili dengan kedua tangannya dan membawa Gadis itu keluar dari lorong yang sepi ini.
"Kau milikku, Lily," ucap Harus seraya mengecup sudut bibir wanita itu dengan lembut.
"""""""
Pagi itu Lily terbangun dengan kepala yang berdenyut sakit. dia melihat Selimut Putih yang menyelimuti tubuhnya, sontak dia tersadar. matanya memindai ke sekeliling ruangan dengan tetapan nyalang.
ruangan ini terlihat rapi dan luas. Lily kembali menyadari dan melihat pakaian yang dikenakannya sudah berubah tidak lagi memakai dress warna biru muda yang dia kenakan semalam. dia mulai panik.
lirik melihat pintu yang sepertinya mengarah ke balkon terbuka, karena tirai yang menutupinya melambai-lambai tertiup angin. dan seseorang muncul dari sana, jantung wanita itu berdegup kencang.
" Selamat pagi, adik sepupu.''sapa suara berat itu. mata wanita itu terbelalak melihat pria yang menyapanya.
pria itu yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri dan lebih tepatnya pria itu yang tak lain adalah bosnya di kantor, Masih Berdiri dengan bertela njang da da sambil bersandar pada pintu kaca.
Lili mencoba menetralkan degup jantungnya. wanita itu menelan ludah dan mengalihkan tatapannya dari dada bidang milik bosnya ke arah selimut yang membelit tubuhnya.
"Bagaimana bisa dia bisa berada disini dengan bos nya." batin wanita itu bertanya.
Seingatnya tadi malam dia...
"Mengingat sesuatu, Lily?"
Lili mendongkak, menatap pria di depannya. kembali Dia menelan ludah dengan susah payah ditambah disuguhi pemandangan tubuh berotot milik pria itu.
" Kenapa saya bisa berada di sini, bersama anda? Dan Kita.. tidak melakukan sesuatu kan?'' tanyanya dengan suara tercekat.
__ADS_1
Haris berjalan pelan mendekati ranjang. lalu kedua tangannya bertumpu pada tempat tidur, wajahnya hampir dekat dengan wajah gadis itu.
" bercinta maksudmu?'' tanya Haris berbisik.
wajah Lily bersemu Merah.'' Saya tidak suka bercinta dengan orang yang tidak sadarkan diri, Lily. seperti bercinta dengan mayat.'' ucapnya frontal'' Berhubung sekarang kau sudah sadar, Mungkin kita bisa melakukannya, Bagaimana menurutmu?''
Mata Gadis itu kembali membulat kemudian dengan cepat turun dari ranjang. Haris hanya tersenyum miring karena berhasil membuat gadis itu panik.
Lily bergerak menjauhi Haris, dan sialnya dia hanya memakai kemeja yang sepertinya milik pria itu. Dan, yang lebih parahnya lagi dibalik kemeja itu dia tidak mengenakan dalaman.
"Sial, pasti dia yang melakukannya! " batin Lily mengumpat.
Haris berbalik menghadap Lily yang panik
"Saya sudah menunggunya sejak semalam, Lily." ujar Haris.
"Why?" tanyanya dengan kepala yang dimiringkan.
"Berhenti disana Tuan Dirgantara!" Lily melangkah mundur karna Haris mulai berjalan mendekati nya.
Haris tak mengindahkan peringatan Lily,Memilih tetap mengikuti langkah wanita itu yang mencoba menghindarinya.
" Saya melihat tatapan laparmu setiap kali kamu menatap diriku di kantor ini, kau mengagumiku bukan? aku sangat prihatin akan percintaan dan rumah tanggamu, Bisakah kita bersenang-senang?hm,"
Lily sontak membelalakkan matanya.
"Kaget, eh?" ucap Harus mengejek.
__ADS_1
tubuh Lili membentur dinding di belakangnya, nafas wanita itu naik turun. kini hari sudah berdiri tepat di depannya. Supra itu menopang tangannya ke dinding, dan mengurung Gadis itu di dalamnya. lebih tepatnya mengintimidasi.
tangan Lili menahan dada bidang pria itu agar tidak menghimpit tubuhnya.
Haris membeli pipi mulus Lili, kemudian tatapan mata keduanya terkunci.
" Saya tahu kamu juga menginginkanku, Lily.'' ucap Haris dengan suara berat yang masih terdengar seksi di telinga wanita itu.
Lily tidak dapat munafik perihal itu, dia memang sangat menginginkan hari Sejak pertama mereka bertemu di kantor. Namun, ketika dia tahu bosnya itu sudah memiliki istri dan istrinya pun adalah kakak sepupunya sendiri, dia memilih hanya bisa mengaguminya saja tanpa berharap memilikinya.
Haris mengusap bibir bawah Lili dengan ibu jarinya, sehingga bibir wanita itu terbuka. Lili memejamkan mata, pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Lili merasakan sebuah daging kenyal menyentuh bibirnya. harus memulai ciumannya dengan lembut, kemudian perlahan lumaatan-lumaatan itu berubah menjadi semakin liar.
Kemudian lid ah hangat pria itu melesat ke dalam mulutnya dan mengeksplor seluruh giginya. Lili pun tak menolak sentuhan dari pria itu, dia menyambutnya tanpa protes. karena memang sejak awal dia sudah menginginkan Haris.
tangan Lili menyentuh dada bidang Haris. pria itu terus memagut kasar bibir Lili tanpa ampun. Lalu, Haris mengangkat tubuh Lili, reflek wanita itu pun melingkarkan kakinya ke pinggang Haris dan keduanya masih terus berpagutan mesra.
Haris membaringkan Lily di ranjang dengan bibir mereka yang masih saling berpakutan. tangan pria itu mulai mengerayangi tubuh Lili dimulai dari membuka paksa kemeja itu sehingga semua kancing terlepas dari tempatnya. Haris menghentikan ciumannya dan membiarkan Lily untuk bernafas.
pagi itu adalah pagi di mana Lili melepaskan keperawanannya dengan Pria beristri itu, karena memang sejak menikah suaminya tidak pernah menyentuh dirinya sama sekali. Entah mengapa ada kehangatan di dalam diri pria itu.
Lili memandangi pria yang tengah terlelap dengan damai di sebelahnya. dia telah menjadi wanita jalan yang tidur dengan bosnya sendiri dan lebih tepatnya suami dari kakak sepupunya sendiri. jelas-jelas dia tahu kalau pria itu telah beristri. tak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataannya dia memang sudah jatuh cinta pada Bosnya itu.
Siapa sih, yang tidak tertarik pada pria seperti Haris Dirgantara, si tampan penerus perusahaan Dirgantara Corp. yang bisnisnya sudah bercabang di mana-mana. Sedangkan istri hari sendiri adalah seorang wanita sosialita dan banyak bisnis di mana-mana. wajah istri Haris pun sering muncul di mana-mana Terkadang juga sering muncul di majalah cover terkemuka di negeri ini.
dibandingkan dengan Kak Angel, Lily hanyalah serpihan bunga dandelion yang berterbangan tertiup angin.
Lily mende sah, dia harus pergi dari sini secepatnya sebelum pria itu terbangun. bergegas wanita itu pun turun dari ranjang dan mencari pakaiannya.
__ADS_1
Bersambung