
Dari lantai atas seorang pria mengerutkan kening ketika matanya tak sengaja tertuju pada seorang gadis yang tengah berada di meja Bartender. dan memakai gaun biru muda.
"Saksi," ucapnya pelan.
"Ada target?" tanya Ade kepada temannya seraya menopang tangan di pagar pembatas.
"Tidak ada," sahut Gibran datar.
"Kita turun kebawah," ajaknya seraya menepuk pundak temannya itu pelan.
Gibran berjalan menuju tangga dengan diikuti oleh Ade di belakangnya. keduanya tiba di bartender dan memesan Vodka. Gibran masih memperhatikan gadis bergaun biru muda itu yang duduk tak jauh dari tempatnya duduk.
sedangkan Ade Tengah mengajak wanita di sebelahnya mengobrol. sedangkan Gibran masih memantau Lily dari jarak yang tak nampak dari pandangan gadis itu.
seorang pria mendekati Lily yang hampir mabuk.
"Kau mabuk, sayang?" sapa pria asing itu.
"Siapa kau?" tanya Lily ketus.
"Enjoy dan santai sayang. bagaimana kalau kita turun ke lantai dansa?" ajak pria itu.
"Tida mau!"Lily pun menolak pria itu mentah-mentah.
Lili memutar kepalanya ke kiri dan kanan mencoba mencari keberadaan flora. Namun, dia tak juga menemukan sahabatnya itu, tadi flora sempat pamit akan pergi ke toilet. Tetapi, hingga kini batang hidungnya pun belum juga nampak. terpaksa Lily pun menjemputnya ke sana, khawatir terjadi sesuatu pada temannya itu.
__ADS_1
namun saat Lily berjalan ke arah toilet tanpa sengaja Haris ada di sana juga dan dia melihat adik sepupu istrinya itu ada di sana, seketika Haris pun memperhatikannya.
namun yang membuat Haris heran saat Lily pergi ke toilet, ada seorang pria yang mengganggu Gadis itu pun mengikutinya.
Haris pun mengikuti pria itu, Entah kenapa dia khawatir pada Gadis itu karena sempat Haris lihat dia menolak tadi.
" flora?'' teriak Lily dari luar pintu toilet.'' kau di dalam kah?'' panggilnya lagi Seraya mendorong pintunya.
Terdengar suara desa han dari dalam bilik toilet. entah suara milik siapa. Lily memilih Untuk kembali keluar. namun nahas, pria yang ditolak nya tadi ada di hadapannya dengan seringai nya yang menjijikkan.
"Minggir!" usir nya.
"Kau tak akan bisa ke mana-mana lagi, manis. hehe!"
"Bajingan!" pekik Lily yang sempat memberontak dan pada akhirnya tubuhnya pun melemas akibat pengaruh obat bius.
"Akhirnya kita akan bersenang-senang," ujar pria itu terkekeh senang.
"Dasar pria pengecut!" desis suara di belakang pria itu ketika dia sedang mengangkat tubuh Lily.
"Urus saja urusanmu sendiri!"
"Yang kau bawa itu tunangan ku," kata Haris berbohong.
Pria itu tergelak. menertawakan ucapan Haris.
__ADS_1
"Kau pikir aku segampang itu percaya?" melanjutkan perjalanan menuju pintu belakang dengan lily masih di gendongan nya.
"Lepaskan dia atau kau akan menyesal!" desis Haris tajam.
"Ck! bagaiamana kalau kita memakainya bergantian?" tanya pria itu memberi penawaran.
"Sayangnya aku tidak suka berbagi." ucap Haris
"Kau membuang-buang waktu ku, brengsek!" maki pria itu kesal."hentikan aku kalau kau bisa!"tantang nya lagi.
tak mau membuang waktu, Haris pun segera menerjang pria itu sehingga Lili terlepas dari gendongannya.
"Sialan!" ujarnya murka. dibiarkannya Lili tergeletak di lantai.
Dua pria itu saling beradu kekuatan otot. Haris berhasil menangkis semua pukulan yang dilayangkan pria itu dengan mudah, lalu kembali membalas serangan yang tak bisa terlewatkan.
Bugh!
sebuah tinju milik bersarang di perut pria itu membuatnya langsung tumbang.
"Argh! sialan!" pria itu melenguh kesakitan dan tidak sanggup untuk bangkit membalas Haris.
Bersambung
❣❣❣❣❣
__ADS_1