Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 12


__ADS_3

Saat ini mereka Tengah berada di dapur menikmati makan malam yang dipesan dari restoran cepat saji. Ya, mereka kelaparan setelah pergulatan panas mereka di ranjang sepanjang sore ini hingga menjelang malam.


" seakan ingin menerkam ku hidup-hidup,'' kata Haris sembari memasukkan potongan ayam ke mulutnya.


Lili tertawa kecil mendengar ucapan Haris barusan.'' Ada apa denganmu tadi?'' tanya Lilis Raya jembarnya membelai rahang tegas pria itu yang sudah mulai banyak ditumbuhi bulu-bulu halus.


Haris mengerang. kemudian menghentikan kunyahannya dan mengambil gelas yang berisi air, lalu meminumnya.


" entahlah,'' katanya tak aja sembari menaruh gelas yang airnya tinggal setengah. dia pun tak mengerti dengan dirinya tadi Mengapa bisa dikuasai oleh amarah saat bercinta.


Lili tak ingin memaksa hari untuk menjelaskan tentang sikapnya tadi. Lili bisa merasakan mungkin laki-laki itu punya Trauma di masa lalu. Lili melangkah ke wastafel mencuci peralatan bekas makan mereka. wanita itu hanya memakai kemeja milik Harris yang kebesaran tanpa memakai apa-apa lagi di dalamnya. tanpa diduga, Haris menghampiri lily dan memeluknya dari belakang. daerahnya kembali bangkit tatkala menatap tubuh belakang Lili, wanita itu tampak seksi hanya dengan mengenakan kemeja miliknya saja.


"Ahh..." Lili mendesak ketika jemari pria itu membelai lembut kulit paha dalamnya. kemudian satu jari harus masuk ke dalam inti dirinya dan bermain di sana.


" masih kurang Puaskah dia?'' batin Lili bertanya.


Padahal tadi mereka sudah bermain beberapa kali hingga mereka kelaparan, dan saat ini pria itu masih menginginkan dirinya lagi. dan Ini benar-benar Tak habis pikir akan Gairah dan nafsu kelakian pria itu.


" kita akan bermain di sini,'' bisik Haris di telinga Lili. wanita itu tidak menyahut ucapan Haris, dia hanya sedang berperang melawan gairah ulah jari sialan milik pria itu yang tengah mengobrak-abrik pusat dirinya.


Haris melepas jarinya dari pusat gairah lily dan menarik tubuh gadis itu menjadi membungkuk, tanpa aba-aba langsung menghujamkan batang singkong premium dalam-dalam Liang kewanitaan dari gadis itu.


Lily menjerit. harus mengerang oleh kenikmatan yang kembali mendarah keduanya. Lili hampir tumbang, dengan Sigap harus meraih tubuh wanita itu dan memeluknya erat. Haris benar-benar tidak pernah puas dengan tubuh Lili yang membuatnya candu. tiap kali dia memasuki wanita itu dia tidak pernah ingin berhenti, Saya ingin terus berada di dalamnya.


"Ah... mas Haris!" Lili mengerang tak mampu menahan dorongan-dorongan milik pria itu yang semakin kuat menghujam ke pusat tubuhnya.

__ADS_1


tubuh Lili bergetar hebat, akibat gelombang gairah yang baru saja menerpanya. kakinya lemas seakan tak bertulang, tangannya bertumpu pada tepian wastafel. Haris melepaskan miliknya dari kewanitaan lily dan langsung mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke kamar.


******


keesokan harinya, Lily terbangun kesiangan akibat semalam. beruntung hari ini weekend sehingga wanita itu tidak perlu panik berangkat ke kantor menyiapkan tugas 1 hari penuh untuk bosnya. Lili menggerakkan tangannya ke samping, tetapi tidak ada Haris di sana. Dia bangkit terduduk dengan melilitkan selimut pada tubuh polosnya. sebuah paper bag dengan merek toko pakaian ternama di ibukota itu terletak manis di sebelah ranjang King size milik pria itu. sebuah kartu ucapan tersangkut di leher paper bag itu. Lili pun mengambil kartu ucapan itu dan membukanya.


Happy weekend dan selamat pagi Nona Lily. maaf aku harus pergi untuk keperluan pekerjaan. aku membelikanmu satu set pakaian, Aku harap kau menyukainya.


_Haris


πŸ’•πŸ’•


Siang itu menjadi siang bahagia bagi seorang wanita bernama Lily, dia merasa sedang jatuh cinta sama kekasihnya sendiri. bibirnya melengkungkan senyum tatkala Lily membaca pesan dari pria itu. Lili langsung melihat apa yang ada di dalam paper bag itu dan mengeluarkan isinya. sebuah dress next berbahan sifon berlengan pendek warna ungu muda yang lembut.


usai membersihkan diri, Lily memanut diri di depan cermin panjang yang ada di kamar Harris. wanita itu berulang kali memutar tubuhnya, dress itu sangat pas tubuhnya yang sedikit berisi. pria itu benar-benar bisa memilih pakaian yang cantik dan sangat pas di tubuhnya.


Lili pun meninggalkan kamar hotel Harris dan kembali ke rumah kakak sepupunya, dikarenakan Angel sang sepupu hari ini sudah berada di rumahnya. kurang dari 20 menit taksi yang ditumpangi Lili sampai ke rumah keluarga Dirgantara itu. wanita itu pun turun dan langsung masuk ke bangunan mewah itu dan naik ke lantai 2 di mana tempat kamarnya di sana.


saat wanita itu masuk ke dalam Mansion rumah itu, dia tidak mendapati jika ada kakak sepupunya di sana. Lili pun merasa tenang sehingga tak ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawabnya untuk kakak sepupunya itu.


*****


Masalalu Haris dan Angel


Cinta memang tidak bisa dipaksakan.Namun,cinta juga yang membuat sebuah hubungan menjadi lengkap. Begitu juga dengan hubungan Haris dan Angel.

__ADS_1


Haris adalah putra pertama dari keluarga Dirgantara, dia menjalin hubungan dengan seorang wanita yang berasal dari kampung yang nekat bekerja di Jakarta sehingga bisa bertemu dengan Haris. di sinilah mereka bertemu, langsung dengan gadis itu. Haris memandang gadis bermata hitam itu dengan tatapan yang sama sekali tidak bisa dia artikan.


" Apa bener-bener kau ingin menikahiku?'' itulah ucapan pertama dari seorang Angel kepada Haris saat pria itu melamar dirinya. percaya tidak percaya itulah yang dirasakan Angel. Bagaimana tidak,seorang pengusaha kaya juga penerus perusahaan Dirgantara tiba-tiba saja melamar dirinya yang hanyalah wanita kampung yang nekat pergi ke kota hanya untuk mengadu nasib.


" Aku tidak suka bermain dengan ucapanku,'' ucap Haris tegas.


" dan aku selalu bertanggung jawab dengan apa yang aku katakan,'' imbuhnya lagi, mempertegaskan Siapa dirinya.


" Selain itu Apa alasanmu untuk menikahiku?'' kembali Gadis itu bertanya, seakan jawaban pria itu sangat kurang spesifik baginya.


" Aku ingin menikah karena sudah waktunya, Selain itu aku juga ingin memiliki keturunan agar bisa mengembangkan perusahaanku.'' jawab Haris singkat jelas dan padat.


Angel pun diam sejenak, memikirkan jawaban apalagi yang harus ia lontarkan kepada pria di hadapannya itu. tidak munafik dia pun juga menyukai seorang Haris Dirgantara. namun dia merasa tidak percaya diri jika dirinya dilamar oleh seorang CEO muda di negaranya ini. itu bagaikan mimpi di siang bolong bagi seorang Angel.


" Aku tidak suka anak-anak, Mas Haris. Dan, Aku tidak ingin hamil, apalagi melahirkan. Tidak!"


Haris mengerutkan keningnya, dia merasa heran dengan gadis ini. Mengapa seorang perempuan bisa menolak hamil dan anak-anak, Apakah itu normal? pikir Haris heran.


" baiklah, kau Atur saja apa maumu.'' jawab hari simpel dan padat.


" setelah kita menikah nanti, aku akan menjelaskan Kenapa aku tidak ingin memiliki anak,Mas Haris."


"Terserah!" dan, bodohnya pria itu mau saja menuruti keinginan gadis itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2