Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 02


__ADS_3

Dirgantara Group, adalah sebuah kantor terbesar nomor 2 di ibukota tersebut dan di sanalah Lily bekerja saat ini sebagai sekretaris kepercayaan tuan muda atau Bos di kantor tersebut. Lily yang dipilih langsung oleh istri Direktur Utama di kantor itu menjadi sekretaris suaminya, mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari istri Bosnya itu.


Lily tidak tahu harus menceritakan kisah hidupnya dari mana, begitu rumit dan perihnya cara hidupnya dijalani saat ini.


setelah selesai memakai kembali busana ia gunakan tadi, Lili pun langsung merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan merapikan kembali ruangan tersebut. wanita itu baru teringat seharusnya sebentar lagi adalah pertemuan dirinya dengan asisten dari perusahaan Dewantara Group. Lili langsung bergegas mengambil sejumlah berkas yang ada di meja direktur yang ada di ruangan itu, dia tidak harus berangkat dengan bosnya karena ini hanya memberikan Berkas untuk pertemuan di minggu depan kepada CEO Dewantara Group.


"S H I T," umpat wanita itu kesal, Bagaimana tidak hanya karena hari ini dia ingin Bolos kerja dia lagi-lagi harus mendapatkan hukuman atau mendisiplinkan dirinya dari sang Bos yang tak lain adalah suami kakak sepupunya sendiri.


tidak munafik Lily pun sangat menikmati itu semua dan entah kenapa dia seakan menerima semua perlakuan Mas Haris kepada dirinya, walaupun sebenarnya Lily tahu dirinya hanyalah dijadikan sebagai pemuas nafsu Pria beristri tersebut. Lili bisa saja menolak namun Entah kenapa dia merasa nyaman seakan dia dapat perlindungan dan cinta dari laki-laki beristri tersebut.


Ceklek.....


Lily pun membuka pintu ruangan Bosnya itu dan langsung keluar dari ruangan tersebut, banyak pasang mata menatap dirinya saat ia keluar dari ruangan tersebut. Namun, Lily tidak memperdulikan itu semua bagi dirinya mereka semua hanyalah ingin menghina dirinya dengan tatapan tajam tersebut.


" permisi Pak Danu, Apakah asisten dari Dewantara grup sudah datang?'' tanya Lily kepada salah satu karyawan di sana.


" Iya Bu Lily, utusan dari Dewantara group sudah menunggu Anda di lobby bawah.'' Ucap pak Danu memberitahukan kepada Lily akan keberadaan asisten pribadi Dewantara tersebut.


" baiklah, Terima kasih Pak.'' setelah mengucapkan terima kasih dengan ramahnya seorang Lily,dia pun bergegas turun ke lantai utama untuk menemui pihak dari Dewantara grup tersebut.

__ADS_1


setiba yang di lantai 1, benar saja Lili melihat seorang laki-laki muda berpakaian rapi sedang menunggu dirinya. dengan mengangkatkan kepala nya tegap, Lily mencoba fokus.


"Hallo.. dari Dewantara group, benar?" dengan elegannya seorang sekretaris, ini berbicara dan bertanya langsung kepada pihak tersebut.


kehidupan langsung melihat ke arah wanita yang menyapa dirinya itu lalu dia langsung menjawab pertanyaan Lily.'' iya bener, perkenalkan nama saya, Raffi. Senang bisa bertemu dengan anda nona dan bisa kita bicara sekarang?'' ucap pria itu memperkenalkan dirinya dan langsung ke topik utama kedatangan dirinya ke sana.


" Nama saya Lily, Baiklah mari duduk.''


setelah beberapa belas menit mereka berbincang tentang kontrak kerja juga pertemuan nanti antara Bos mereka yang sedang mereka bahas dan tentukan jam, tempat dan tanggal yang tepat. Lily dan Raffi pun telah memutuskan semuanya,'' Baiklah Nona Lily saya izin pamit, Senang bertemu dengan anda. Jika ada masalah atau perubahan waktu dan tempat silakan hubungi nomor saya.'' ucap Raffi berpamit kepada Lily dan memberikan isyarat jika ada keluhan akan pertemuan nanti di minggu depan.


" Akhirnya selesai juga, waktunya senang-senang.'' wanita itu seakan baru saja melepaskan tugas negaranya sebagai karyawan dan ia akan memutuskan pulang kerja ini pergi ke mall untuk berbelanja atau lebih tepatnya cuci mata bagi dirinya.


15 berlalu akhirnya Lili tiba di tempat tujuannya dan hari pun sudah menunjukkan pukul setengah enam sore karena ia keluar dari kantor tadi pun jam 05.00 an kurang lebih. dengan santainya Lily melepaskan ikat rambutnya dan membiarkan rambut panjangnya menjuntai ke bawah lalu ia berjalan melihat-lihat pakaian yang ada di mall tersebut.'' Wah bagus-bagus banget ya, pasti mahal?'' ucap wanita itu dengan logat desanya yang masih melekat pada dirinya, bagi seorang diri pakaian di atas 1 juta itu adalah harga yang mahal.


" parfum? Kayaknya aku harus beli parfum deh, dan aku harus pilih parfum kesukaan Mas Haris.'' dengan tersenyum bahagia wanita itu masuk ke dalam toko parfum dan mencari patung kesukaan dari Mas Haris tersebut.


Setalah lama memiliki merk parfum akhirnya Lily menjatuhkan pilihan nya kepada parfum merk Bond No.9 Scrent of peace .Kemasan parfum yang memiliki nuansa warna ungu itu cukup menarik perhatian Lily, karena bentuknya tidak biasa. Mengambil tema perdamaian, produk andalan banyak Artis ibu kota yang memakai nya dan ini memiliki wangi yang menyegarkan tubuh.


Wewangian ini memiliki ciri khas sparkling florals dengan campuran citrus. Untuk menambah kesan elegan, parfum ini juga memiliki aroma woody musky.

__ADS_1


Notes dari parfum ini berupa grapefruit, blackcurrant, lily, hedione, cedarwood, dan juga musk. Parfum Bond No.9 Scrent of peace memiliki harga yang membuat lily kaget saat menerima struk belanjaan nya mulai dari Rp3,7 juta hingga Rp5,5 juta dan benar saja dirinya melihat struk dengan total belanja parfum.


"Wait?"


" Lima juta lima ratus ribu?"


Lily sempat menyadari banyak orang melihat dirinya dan dengan cepat dia langsung membiasakan ekspresinya dan langsung keluar dari toko tersebut. Jika dia bukan belanja dengan kartu yang diberikan Mas Haris tadi bisa dipastikan Lily akan membatalkan belanjaannya karena tidak memegang uang dengan nominal tersebut.


" gila gila, ini bener gila. ini Mall benar-benar belanja the real of Sultan sedangkan aku apalah. nggak nggak Pokoknya nggak bener, ini hari terakhir aku masuk ke mall ini, besok-besok lebih bagus lagi belanja di pasar saja,'' ucap wanita itu mengomel-ngomel di keramaian tersebut sendirian. Namun, tanpa Lily sadari sedari tadi manik mata abu menatap dirinya dari sebuah restoran megah yang ada di mall tersebut.


" kalau di kampungku Rp5.500.000 itu aku udah bisa beli bahan bangunan, eh di sini cuma dapat parfum satu botol yang ukurannya cuma 30 mili, nggak bener ini.'' oceh wanita itu lagi memarahi paper bag kecil yang ia pegang berisikan parfum yang dia beli tadi.


" Eh tapi tunggu-tunggu, ternyata unik juga bentuk parfumnya. warna ungu kesukaanku Tapi sayangnya kau si kecil mahal sekali.'' setelah ngoceh tak karuan di keramaian Mall tersebut seketika itu juga Lili tersenyum-senyum terhadap paper bag yang ia pegang tersebut.


"Masa iya, umur segini udah hampir gila?" batin Lily baru menyadari dirinya banyak dilihat orang disana.


Bersambung


❣❣❣

__ADS_1


__ADS_2