
Setelah tidak mendapatkan jawaban akan pertanyaannya, Angel pun paham dan langsung membawa Lily keluar dari ruangan HRD itu. "Ayo kita keruangan suami kakak aja," ajak Angel kepada Lily saat itu juga.
Wanita itu hanya mengikuti saja kemana dirinya akan dibawa.
Setelah tiba di dalam ruangan megah dan mewah itu, terdapat banyak perabotan mewah dan berkelas layaknya orang-orang kaya.
"Ayo duduk lah, Lily." ucap Angel dengan begitu ramahnya.
Lily tak enak hati karna sudah sangat merepotkan kaka sepupu nya itu. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya dan menuruti perkataan kakaknya itu.
"Apa kamu dan Rio sedang bertengkar?" tanya Angel membuka obrolan kembali kepada wanita bernama lily itu.
Lily diam sejenak, mencoba kembali tenang dan rileks untuk menarik nafas panjang. "Rio,.. Rio selingkuh kak,,, hihkssss.... bukan selingkuh, tapi Lily lah yang menjadi orang ketiga dalam hubungan suami Lily kak." ucap nya sambil menangis , Namun tanpa Lily sadari disana juga ada orang lain selain dirinya dan Kak Angel.
Orang itu dari tadi hanya menjadi pendengar tanpa bersuara melihat wanita yang saat ini sedang rapuh banget.
"Sudah cukup, jangan menangis lagi. kamu sudah mengambil keputusan yang benar, Lily." ucap Angel kepada Adik sepupu nya itu.
"Makasih kak," jawab Lily masih menundukan kepalanya dan menghapus air mata nya itu.
"Eum Lily, kenalin ini suami kakak, namanya Mas Haris," Angel langsung memperkenalkan Lily kepada pria yang sedari tadi memperhatikan kedua wanita itu.
Lily dan Haris pun saling pandang dan mereka berdua diam saat netra mereka saling bertemu. "Saya Haris Dirgantara," ucap pria itu mendekat dan mengulurkan tangan kepada Lily.
__ADS_1
Lily masih terdiam menatap netra abu-abu itu menatapnya begitu lekat.
"Sa.. saya Lily." ucap wanita itu dengan suara pelan.
"Ehem.... " Angel berdehem dan seketika itu juga Haris dan Lily melepaskan jabatan tangan mereka.
"Sayang, apakah masih ada lowongan pekerjaan di kantor mu ini?" tanya Angel kepada suaminya.
Haris diam dan berfikir, "lowongan? lowongan sih cuma ada satu lagi sayang, jadi sekertaris aku. karna yang lama lagi ambil cuty panjang." ucap Haris dengan mode serius sambil matanya sesekali curi pandang kepada Lily.
"Ehm... sekertaris ya? gimana Ly? kamu bisakan jadi sekertaris? suami aku ga galak kok," ucap Angel menanyakan langsung kepada adik sepupunya itu.
Angel rasa menjadi sekertaris juga lah bukan hal yang terlalu sulit, apalagi suaminya pun tau jika yang akan bekerja itu adalah adik sepupu dari istrinya itu. jadi Haris pasti akan memahami dan mengajari Lily secara perlahan dan pelan-pelan.
"Tapi kak, apakah itu tidak berlebihan untuk ku? menjadi sekertaris bagi ku--" belum sempat Lily menerus kan ucapanya, Namun sudah di potong langsung oleh Angel.
Dan pada akhirnya singkat cerita Lily pun mnerima tawaran pekerjaan sebagai sekertaris suami kakak sepupunya itu.
Sejak hari itu Lily pun sudah tinggal di rumah Angel, Lily dengan sangat sopannya menjaga baik keluarga kakaknya itu.
Namun suatu hari saat kakak sepupinya Angel lagi pergi keluar negri karna urusan bisnis bersama teman-teman sosialita nya, Lily pun memilih tidak pulang ke rumah karna tidak enakkan hanya ada suami kakak nya saja.
Lily pun memilih menginap di rumah teman satu-satunya yang tak lain adalah Flora.
__ADS_1
"Ganti pakaian mu, Ly. kita ke club malam ini! belum pernah coba kan?" seru Flora seraya berdiri mengambil satu batang rokok dan mengambil korek api dan menghidap rokok di tangannya.
Flora memang lah gadis yang sedikit nakal, dari segi pergaulan juga cara berpakaian nya pun sudah bisa di lihat. Namun, Lily merasa senang berteman dengan flora, karna wanita itu baik kepada dirinya.
"Kebetulan sekali lagi boring, dan mood ku sedang tidak baik-baik saja,"sahut Lily di dalam kamar kost itu.
Lili tidak pernah mengenal namanya diskotik, tidak pernah mengikuti namanya dunia malam. apalagi yang namanya Club, namun kali ini, Lili ingin sekali mabuk malam ini. dan melupakan kekesalannya pada pria yang telah menyakitinya juga yang telah menodai sumpah pernikahannya. Sebenarnya Lili pun tak perlu takut bila minum hingga mabuk, flora tidak mungkin akan meninggalkan dirinya di sana sendirian.
Lily mengenakan dress berwarna biru muda dengan panjang di atas lutut dan leher yang terekspos. rambut lurus hitam nya dia biarkan tergerai indah di punggungnya. Lili memiliki tubuh yang tinggi dan sedikit berisi.
"Aku siap!" ucapnya berdiri dengan satu tangannya bertolak di pinggangnya.
flora menoleh ke arah Lili dan memandang menggoda pada wanita itu.'' aku jamin kau akan jatuh ke pelukan seorang pria malam ini.'' ucapnya yakin
namun Lily menertawakan ucapan temannya itu.
"Ayo, kita berangkat!" ajak Lilis Raya mengambil tas tangannya.
sekitar 30 menit kemudian keduanya tiba di klub malam di mana flora yang memang banyak mengenal pekerja di sana. mereka tidak terlalu sering datang ke sini, karena flora jarang mengunjungi kecuali di waktu senggang.
" halo, nona-nona cantik. Kalian mau pesan apa?'' seorang waiter menanyakan kepada dua wanita tersebut yang lain adalah flora dan Lily.
"Wine."
__ADS_1
bersambung
❣❣❣❣