Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 15


__ADS_3

Saat ini Lily berada di dalam mobil yang dikendarai oleh sopir Haris. Lili duduk di kursi penumpang belakang bersama pria itu. dia bodoh sekali memikirkan Kalau haris sendiri yang akan menyetir menjemputnya ke sini.


Haris menekan tombol di sampingnya, seketika jendela yang menjadi pembatas antara sopir pun tertutup.Ya, mobil pria itu memang sekeren itu.


" kita tidak akan menyia-nyiakan waktu 1 jam hanya untuk duduk menunggu sampai di kamar hotel ,kan,'' ucap Haris yang langsung menarik tubuh Lili naik ke pangkuannya.


harus langsung ******* bibir Lili ganas. ciumannya sangat menuntut dan sama sekali tidak ada kelembutan. untungnya Lili selalu bisa menyamakan intensitas pria itu. kecapan bibir keduanya terdengar bersamaan dengan Deru mesin mobil.


Haris sudah sangat ingin memasuki Lily, sehingga dia rela menjemput Gadis itu di rumah temannya. dia tidak suka menunggu.


akhirnya satu jam menuju kamar hotel di perjalanan itu, mereka kembali melakukan percintaan mereka yang tak tidak bisa Haris pertahankan lagi.


tubuh wanita itu seakan menjadi candu bagi Haris, dia akan tidak bisa melepaskan Lili begitu saja. apalagi berada jauh dari wanita itu.


Wanita bernama Lily itu tidak peduli betapa murahan dirinya di hadapan pria itu. mereka sama-sama membutuhkan kehangatan juga kepuasan satu sama lainnya.


Ketika bercinta dengan Harris, Lili nyaris tidak sanggup bernapas. tidak sanggup membayangkan kepuasan yang mendalam begitu mencapai ******* yang sangat dahsyat. seluruh tubuh Lily seolah melayang tinggi terseret gelombang gairah yang tak terbayangkan. Haris begitu kuat memacu tubuhnya, menghujamkan berkali-kali singkong premiumnya ke dalam tubuh Lili.


Lily terpejam beberapa saat, menetralkan degup jantungnya yang berpacu cepat akibat gelombang gerak yang menerjangnya berulang-ulang. ketika sudah mampu bernapas normal, Lili membuka matanya berusaha mengeluarkan kata-kata.


Saat ini Haris masih berada di atas tubuh Lily, pria itu belum sanggup beranjak meninggalkan tubuh wanita itu. kalau bisa Haris ingin terus berada di dalam tubuh Lily, selamanya.


Haris sadar pasti Lily merasa terbebani dengan bobot tubuhnya, jadi dia menunggu beberapa detik lagi Kemudian mulai melepaskan dirinya dari tubuh wanita itu.


" Apa kau masih bersamaku, Lily?'' tanya Haris dengan nafas yang masih terdengar berat.


"eum." Lily menggumamkan sesuatu. dia kelelahan.

__ADS_1


Haris mengecup bibir Lily lembut.'' ini memang sangat luar biasa, bukan?''


"Ya, benar-benar sempurna.'' Lily membenarkan ucapan Haris.


" itu baru yang pertama. aku masih memiliki kejutan lainnya Untukmu nanti.''


"Ah! ada lagi?'' tanya Lili terkesiap.


Haris tersenyum.''Dan, inilah bagian yang paling menyenangkannya,'' ucap Haris sembari memposisikan dirinya di tengah kaki Lily.


" Apa?"de sah wanita itu.


Haris mengangkat kedua kaki Lily ke bahunya, menunduk dan menghirup aroma feminim dari tubuh Lili Yang berselimut gairah.


"Sangat menyenangkan,'' ucap Haris ketika lidahnya mulai menghisap dan menjil at pusar gairah wanita itu.


"*"*"*"


dan akhirnya pagi itu keduanya terlambat datang ke kantor. Haris berniat akan memberikan setelan kerja untuk Lily, namun Lili menolak malah meminta pria itu mengantarnya pulang ke kontrakan temannya untuk berganti pakaian. Dan, di sinilah Haris menunggu wanita itu keluar dari kos temannya.


Tak berapa lama, lily muncul dari pintu yang sudah terlihat lapuk dengan setelan kerja yang lainnya. Lili langsung membungka pintu mobil penumpang depan di sebelah Haris.


" Terima kasih sudah menunggu,'' ucapnya Seraya mengucap rahang tegas pria itu yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Hm." Haris hanya bergumam dan mulai menjalankan laju mobilnya menuju kantor mereka.


Tiba dikantor, Lili langsung Membuat schedule untuk hari ini. sementara hari langsung masuk ke dalam ruangannya memeriksa email dan mengecek laporan lainnya. menjelang siang hari keluar dari ruangannya sambil menerima panggilan telepon.

__ADS_1


"Lily, batalkan meeting untuk jam 02.00 nanti,'' ucapnya lalu kembali melangkah menuju lift yang masih tertutup.


Lily melirik Harris yang masih sibuk menelepon, kemudian menuruti pesan yaitu untuk membatalkan meeting siang ini.


Jam makan siang berdentang, Lili bersiap untuk ke kantin kantor sendirian. biasanya dia akan bersama Loli, rekan kerjanya di bagian lain. setelah mengambil makan siang dia duduk di satu set meja yang kosong dan mulai menikmati makan siangnya.


Sejak kepergian Haris tadi, dia belum tahu kemana pria itu pergi, sampai siang ini pun pria itu belum kembali. ada beberapa pasang mata yang menatap seakan tak suka padanya, atau ntar dia tidak tahu. buru-buru wanita itu menyelesaikan acara makan siangnya dan kembali ke kantor.


Setelah tiba di ruangannya, Lili menjatuhkan bobotnya di kursi putar miliknya dan mulai membuka ponsel mencari tahu apakah bosnya menghubungi atau tidak. wanita itu menghela nafas lesu, tidak ada satupun chat atau panggilan dari pria tampan itu yang masuk.


Tak lama, ponselnya berdering tanda panggilan masuk. gegas wanita itu pun mengangkatnya berharap itu Haris, wajahnya sedikit mengkerut karena nama yang tertera di layar ponselnya adalah nama Kenzo Dewantara, klien nya yang mereka temui beberapa waktu lalu. karena takut ada hal yang penting, mau tak mau Lili pun mengangkat panggilan itu.


"Hallo!"


"Hallo, Nona Lily. apa kabar?" terdengar suara berat milik Kenzo Dewantara menyapa gendang telinga Lili.


"Oh, kabar baik. MR Kenzo. bagaimana dengan anda?" Lily bertanya balik.


" Bisakah kita bertemu, nona Lily?''


"Bertemu?" tanya lily membeo.


"Ya, bertemu untuk mengobrol dan minum kopi, mungkin. itu pun bila kau tak sibuk," katanya sungkan.


"Oh.. tentu saja, Tuan, kita bisa bertemu.'' Lily sedikit gelagapan membalas ucapan Kenzo Dewantara Padahal mereka tidak bertatapan.


" Sore ini, bagaimana?" tanya Kenzo menyarankan.

__ADS_1


"Hah?"


Bersambung


__ADS_2