Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 21


__ADS_3

Lily melepaskan pagutan bibirnya dari Kenzo, dia sama sekali tidak menduga kalau tubuhnya begitu murahan dengan sentuhan pria itu. padahal otaknya sudah memperingati bahwa tubuhnya hanya milik Haris, bosnya. tetapi tubuhnya menolak akan peringatan itu.


Kenzo mer emas bongkahan kembar Lily lembut, membuat wanita itu mendesak nikmat atas pijatan dan rem asan lelaki itu. Lily sengaja memakai kaos yang kebesaran dan celana hotpants di atas lutut, berharap penampilannya tidak mengundang Kenzo. Namun, Apa yang diharapkan sama sekali tidak sesuai harapan, lelaki itu tetap menyosor padanya.


Kenzo mematikan kompor yang masih menyala, sementara Lily sudah berdiri menumpu pada tubuh lelaki itu. Kenzo menyelipkan tangannya ke dalam celana Gadis itu dan membelai lembut li*ng hangat yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.


"Jangan....," ucap Lili lemah tak kalah satu jari Kenzo masuk ke dalam sana.


'' Sebentar saja, sayang,'' bisik Kenzo di telinga Lily, wanita itu menggigit bibirnya menahan gairah yang telah meletup-letup.


satu jari Kenzo mengaduk-aduk di dalam sana, jemari laki-laki itu memijat lembut pada bagian sensitif milik Lily. lily merasakan tubuhnya bergetar hebat.


Kenzo menggendong tubuh lilin menuju meja dapur dan membaringkannya di sana. tangannya dengan cekatan membuka pengait celana Hokben Lily hingga terbuka dan meloloskannya dari kaki jenjang wanita itu.


nampak jago lelaki itu naik turun ketika menatap pada bagian perut ke bawah tubuh Lily. Kenzo membelai paha mulus wanita itu lembut, kalau laki-lakinya tiba-tiba merontak ingin dikeluarkan. Namun, dia menahannya. belum saatnya. Kenzo mengangkat kaki Lili hingga ke atas meja dan melebarkan pahanya. pria itu mengecup dan bermain di area sensitif wanita itu.


Lily menutup mulutnya agar suara-suara jahanam atau suara sialan itu tidak terdengar. air matanya tiba-tiba meleleh. dia bukan sok suci, Tetapi dia merasa sedih tak bisa menolak ketika lelaki lain menjamah tubuhnya. dia memang sudah kotor sejak awal, Sejak pertama Haris menidurinya.


"Ahhh...." Lili mengerang ketika benda tumpul dan panjang menerobos masuk ke dalam kewanitaannya. dia benar-benar wanita jalangg, makinya.


Akhirnya hari itu Lily dan Kenzo benar-benar melakukan hubungan percintaan. Kenzo tahu, bahwa lilin memiliki hubungan spesial dengan bosnya. entah apa nama hubungan mereka, dia sudah mencium gelagat itu sejak awal. Bukannya dia ingin menganggap wanita itu kotor, Tetapi dia memang sangat menginginkan Lily jadi miliknya.


Lily akui , gaya bercinta Kenzo dan Harris sangat jauh berbeda. Kenzo memperlakukan dirinya lembut dan penuh kehati-hatian, sementara hari selalu bermain kasar ketika mereka bercinta. ciuman yang buru-buru, rema san kuat, dan gaya bercinta yang ganas. mereka dua pria yang sangat bertolak belakang.


Sebuah erangan panjang lolos dari bibir tebal Kenzo, ketika senjatanya menegang dan menyemburkan cairan hangat dalam tubuh wanita itu.

__ADS_1


Kenzo melepaskan miliknya perlahan, menunduk dengan nafas terengah-engah. mayones kental itu mengalir keluar dari milik Lily yang masih berkedut.


Kenzo menari kedua tangan Lily sehingga tubuhnya terangkat menjadi duduk. nafasnya masih tersengal akibat orga sme yang baru saja direguknya.


" jadilah milikku, Lily.'' bisik Kenzo di depan bibir wanita itu dan langsung menguncupnya lembut.


Kenzo kembali menautkan bibir mereka dan berciuman. kemudian pria itu mengangkat tubuh Lili dalam gendongannya, dan berjalan menuju kamar wanita itu. kembali keduanya melanjutkan sesi percintaannya.


×××××


Seharian ini lily mendekam di kamarnya, tidak bersemangat melakukan apapun. semalam dia mengusir Kenzo dari rumahnya, setelah dua kali percintaan yang mereka lakukan. dia merasa hina di hadapan pria itu. harga dirinya seakan-akan tak ada artinya lagi, wanita itu menangis semalaman, hingga menjelang subuh baru bisa tertidur. akibatnya hari ini dia izin tidak masuk kantor.


Haris tidak marah ketika mendapat telepon dari flora pagi tadi yang mengabarkan kalau Lily, sahabatnya, sedang tidak enak badan. pria itu juga tidak mengatakan apa-apa. benar-benar pria kaku..


"Makan ini." flora membawa nampan berisi semangkuk bubur jagung untuknya.


"Aku tau. sudahlah makan itu, sejak tadi kau kan belum makan apa-apa," cecar flora seraya bertolak pinggang.


Tadi pagi ketika flora singgah ke kost Lily untuk mengantar sahabat nya itu berangkat kerja, dia terkejut dengan keadaan Lili yang berantakan. matanya bengkak, hidungnya merah, dan wajah pucat. akhirnya flora pun memutuskan untuk libur kerja juga hari ini, menemani Lily.


flora berdiri bersandar pada meja rias Lily, dengan tangan bersedekap.'' kau bertengkar dengan Bosmu?'' tanya flora menyelidik.


Lily masih menikmati bubur jagung sedikit-sedikit kepala wanita itu menggeleng, menanggapi pertanyaan flora.


"Lalu, kenapa?" flora juga melihat spaghetti yang sudah melar berada di panci, beberapa bahan dan bumbu tercecer di dapur yang sepertinya sengaja ditinggalkan.

__ADS_1


Lili bergeming di tempatnya duduk. Namun, sudah tidak lagi menyuap bubur ke mulutnya.


" Siapa yang datang ke sini semalam?'' tanya flora lagi butuh penjelasan. dia sudah berfirasat tidak enak mengenai siapa yang kira-kira datang ke sini semalam. semoga saja bukan pria brengsek itu, harapnya. andai benar, dia akan membunuhnya.


"Lily?" suara Kembali memanggil wanita itu.


Lili mendongkrak ke arah flora.'' kau masih ingat dengan Tuan Dewantara, kan? dia yang semalam di sini,'' ucap Lily akhirnya membuka mulut.


"Dia? Really? OMG!" flora terkejut ketika Lily mengiyakan tanyanya.


"Jadi kalian bercinta semalaman?!" tanyanya lagi to the point.


"Yang benar saja! bukan seperti itu!" pekik Lily kesal


"Kalian bertengkar?" Lily mengangguk.


" lebih tepatnya aku yang mengusirnya semalam,''Keluh Lily dengan tatapan tertuju pada mangkuk yang masih tersisa sedikit bubur jagung buatan flora.


"Kenapa?" tanya flora penasaran.


"Entahlah, Flo. aku hanya merasa marah dengan diriku saja,'' keluh Lili kesal. dia memang membenci dirinya yang terlalu murahan terhadap dua laki-laki itu. Seharusnya dia bisa menolak Kenzo, seharusnya dia tidak mengundang lelaki itu ke kosnya.


" Sudahlah, Lily jangan membenci dirimu. semua sudah terjadi, biarkan saja."ucap Flora menenangkan sahabatnya itu.karna mengeluh pen baginya percuma, ini sudah jalan nya, jadi nikmati saja.


Bersambung..

__ADS_1


Like dan komen


__ADS_2