Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 17


__ADS_3

Kenzo menghentikan Mobilnya di depan bangunan yang tak lain adalah tempat tinggal Lily yang dia ketahui.


" Terima kasih untuk malam ini, Tuan Dewantara,'' ucap Lili lembut seraya melepas seatbelt.


Kenzo memperhatikan Lily, lalu tanpa berpikir panjang pria itu menarik wajah wanita itu dan mengecup lembut bibirnya. Lili terkejut dengan perlakuan pria itu.


" maaf, aku tidak bisa menahannya lagi,'' de dah Kenzo jujur. Awalnya dia berniat membawa wanita itu ke hotelnya, namun dia urungkan takut bila Lili akan membencinya.


Lily tak membalas ucapan Maaf pria itu. dia hanya sedang menetralkan degup jantungnya yang seakan sedang maraton. dia sadar itu hanya sebuah ciuman, sebenarnya tidak terlalu masalah. hanya saja, bila dia membalas ciumannya, itu artinya Dia memberi peluang untuk pria itu yang Nyatanya dia sama sekali tidak ingin memberi harapan apa-apa pada Kenzo. karena hatinya telah dimiliki oleh pria lain, meskipun dia sadar pria itu telah beristri.


" baiklah, Selamat malam Tuan Dewantara,'' ucapnya lagi Seraya membuka pintu mobil dan keluar meninggalkan pria itu.


Kenzo tahu, kalau dia sudah ditolak. Tetapi dia tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan wanita itu. dia yang sudah menaruh hati pada Lily sejak awal mereka bertemu, lalu selalu membayangkan wanita itu menjadi fantasi liar nya.


keesokan harinya.


Lili sudah bersiap dengan setelan kantornya. hari ini dia mengenakan kemeja berwarna merah marun berenda, lalu dipadukan dengan rok span hitam di atas lutut dengan belahan di sisi kirinya.


hari ini Lili tidak terlambat datang, dia juga tidak akan keteteran untuk mengatur jadwal tugas untuk bosnya. lagi pula agenda kemarin belum dilaksanakan oleh bosnya karena pria itu menghilang seharian. dan baru saja dia akan duduk di kursinya, tiba-tiba Haris muncul di belakangnya.


"Keruangan ku sekarang, Lily!"titah Haris tanpa menghentikan langkahnya. wanita itu pun terkejut dan langsung mengikuti langkah pria itu masuk ke ruangannya.


" Ah!" Lili kembali terkesiap, Haris memeluknya ketika baru saja masuk ke ruangan pria itu. kemudian pria itu mengunci pintunya, lalu mengangkat tubuh Lili ke dalam gendongannya.


"Aku sangat merindukanmu, Nona Lily," ucap Haris mencium bibir Lily. wanita itu saling menautkan kedua kakinya di pinggang Haris sementara tangannya melingkar di leher pria itu. keduanya saling berpangkutan mesra.

__ADS_1


Haris berjalan ke meja kerjanya dan menyingkirkan benda-benda di sana. kemudian merebahkan tubuh Lily di atasnya. Haris menaikkan rok wanita itu hingga ke pinggangnya, dan segera menarik lepas ****** ********.


"S H I T!" makinya ketika melihat apa yang ada di depan matanya itu yang berwarna merah muda, membuat jakunnya naik turun dan air liurnya menetes.


Lili tak percaya bila Haris akan menggesekusinya pagi ini di meja pria itu seperti imajinasi liarnya beberapa waktu lalu.


××××××


Lily membasuh wajahnya di toilet yang berada di ruangan , benar-benar pagi yang menggairahkan. ini adalah untuk ke sekian kalinya Mereka bercinta di kantor, sangat memacu Adrenalin! dia sempat takut tadi jika saja ada yang datang.


wanita itu membereskan penampilannya yang agak kusut dan berantakan ulah Haris bosnya. sembari menyisir rambut panjangnya dengan jari tangannya. Lili kembali mematut dirinya pada pantulan cermin di depannya dan yakin dengan penampilan yang sudah lebih baik dari sebelumnya. bergegas dia pun keluar dari toilet.


Haris nampak fokus pada komputer di depannya, mengetikkan sesuatu atau mereview arsip. Lili pun buru-buru langsung izin keluar dari ruangan itu, dia tidak sanggup membayangkan bibir seksi Haris yang sudah menjelajahi sekujur tubuhnya dengan lidah hangat pria itu.


"Nona Lily, bawakan aku beberapa agenda baru,'' kata Haris, ketika Lili memegang knop pintu.


÷÷÷÷÷÷


beberapa hari berlalu setelah Lili pergi bersama Kenzo malam itu, tidak ada lagi komunikasi berarti antara keduanya. Prilly berpikir kalau pria itu marah dan kecewa padanya, jadi dia membiarkannya saja. Jadi, wanita itu sama sekali tidak memikirkannya. malahan hubungannya dengan Harris makin intim, bahkan pria itu juga memberi sebuah apartemen untuknya tanpa dia minta, hanya saja Lily menolaknya untuk saat ini.


"Ini...?" Lili tak bisa berkata-kata Ketika Harus membawanya ke sebuah apartemen mewah untuknya sepulang dari kantor sore itu.


"Bagaiamana, suka?" tanya Haris, menatap wanita di depannya yang masih antusias.


"Bukankah ini terlalu... menakjubkan?" katanya penuh emosi bahagia.

__ADS_1


" persis seperti dirimu, sangat menakjubkan,'' balas Haris jujur.


wajah Lili merona dipuji sedemikian rupa. dia masih belum mempercayai Kalau hari membelikan Apartemen ini untuknya. padahal pria itu juga rutin mentransfer uang ke rekeningnya. Bukankah ini terlalu berlebihan?


Sebenarnya dia juga tak mau dijadikan simpanan, entah karena dia terlalu bodoh atau apa. Lili menyadari bahwa dirinya sangat mengagumi ketampanan bosnya, Apakah itu bisa disebut cinta atau hanya kagum, dia tidak tahu. Namun, dia memang tidak pernah mengutarakannya pada pria itu, di samping karena pria itu telah beristri, dan istrinya itu adalah sepupu Lily sendiri. bukan bodoh lagi namanya bila dia masih mengutarakan perasaannya pada Pria beristri. jadi dia cukup tau diri dengan hubungan simbiosis mutualisme yang saat ini dijalani.


tidak ada seorang wanita yang menginginkan kehidupannya dan cerita hidupnya seperti ini. dia Pernah menawarkan keseriusan pada laki-laki bernama Rio, namun dirinya menjadi orang ketiga dalam hubungan suaminya. Lily juga sama seperti wanita pada umumnya, menginginkan untuk dinikahi dengan orang yang mencintainya dan memiliki keluarga kecil, melahirkan anak-anak yang lucu yang menggemaskan bukan hanya sebagai simpanan saja.


dan tidak Naif, semua wanita pun pasti menginginkan hal itu.


""""


Siang ini Lily menemani Haris bertemu dengan klien di sebuah hotel. selepas pertemuan itu, Haris membawa Lily ke acara rumah orang tuanya. ini adalah hal yang mendadak, seharusnya Lili tidak ikut. Namun, Haris sama sekali tidak memberitahunya Kemana mereka akan pergi tadi.


" seharusnya aku tidak ikut ke sini.'' wanita itu mengeluh, ketika mobil yang dikendarai harus memasuki sebuah halaman luas kediaman keluarga besar Dirgantara.


" Aku malas bila mengantarmu kembali ke kantor,'' balas hari tanpa menoleh ke arah Lili. pria itu mau memarkirkan Mobilnya di samping mobil mewah lainnya berjajar rapi di carport.


" Anda tak harus mengantarku kembali ke kantor, aku bisa naik taksi.'' Lili masih ngedumel. ini benar-benar akan menjadi pengalaman pertamanya dia datang dan masuk ke kediaman orang tua Bosnya itu.


"Cerewet! Ayo, keluar!" titah Haris yang sudah keluar lebih dulu.


Haris berjalan dengan langkah lebar memasuki teras rumah, Lili mengekor di belakang pria itu dengan langkah cepat. mereka melewati ruangan besar yang diisi dengan perabotan mewah dan berkelas. Lili menahan nafas, saya akan takjub melihat isi rumah dari kediaman orang tua Harris.


kemudian mereka tiba di halaman belakang, di mana terdapat kolam renang dan suara musik yang terdengar ceria. di halaman belakang ini sudah banyak tamu yang hadir, anak-anak kecil berenang sementara orang dewasa memanggang daging.

__ADS_1


"Hay, sayang."


Bersambung


__ADS_2