Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 22


__ADS_3

Angel mengerang tak melepaskan tautan bibirnya pada Meri, wanita itu melangkah turun dari sofa dan menuju jendela yang terbuka yang menampilkan pemandangan siang dari lantai 13 gedung apartemen sahabat sosialitanya itu.


" ada apa?'' Merry bertanya masih bertahan pada sofa yang mereka duduki tadi.


wanita cantik dengan tubuh profesional itu mendesah panjang. Angel kembali membuang tatapan keluar.


"Ada yang mengganggu mu, dear?" wanita berpotongan rambut pop sebahu dengan warna black and ash white, bertanya.


" kau percaya tidak, Kalau Haris selingkuh?"tanya Meri lagi kepada Angel.


Merry beranjak dari duduknya, kemudian melangkah mendekati Angel dengan tangan yang berlipat di dada.


"Bisa saja,"ucap nya yakin.


" Kemarin kami datang ke acara baru barbeque di kediaman orang tuanya, dan dia datang bersama sekretarisnya yang tak lain adalah adik sepupuku sendiri. memang aku akui setelah Lily adik sepupuku itu bekerja dengan suamiku, dia menjadi sangat cantik dan sesuai dengan kriteria Harris.'' Angel mengeluarkan unek-uneknya.


" kau cemburu?'' tanya Merry menebak langsung.


"Aku hanya kesal pada Haris, yang berani-beraninya membawa wanita itu ke kediaman orang tuanya!'' seru Angel marah. wanita itu menggigiti kukunya.merasa begitu sangat kesal akan tingkah dan perlakuan suaminya yang blak-blakan itu.


" kau tidak harus marah dengan apa yang suamimu lakukan, dear. seharusnya kau menghargainya.''saran Meri


"Entahlah, aku masih belum bisa menerimanya.''ucap Angel menolak itu semua


Ini memang bukan pertama kali Haris memiliki partner ranjang, sebelumnya ada wanita lainnya. tetapi hubungan mereka terputus begitu saja. walaupun suaminya tidak mengatakan apapun padanya. akan tetapi, Angel mengetahui semua itu. sejauh ini hubungannya dengan Harris baik-baik saja, mereka memiliki quality time yang baik.


" Bukankah dia sudah mengetahui hubungan kita sejak awal? seharusnya kau bisa menerima itu, membiarkan dirinya memiliki wanita simpanan,'' ucap Merry membelai rambut panjang Angel lembut.'' dia juga membutuhkan mainan yang menunjang lib idonya,'' tambah Meri lagi agar angel setuju dengan pendapat nya.


lagi-lagi, Angel sulit menerima semua itu. dia hanya takut bila suaminya itu berpaling darinya.dia tidak menginginkan itu semua terjadi.


" Kau hanya takut Haris meninggalkanmu, benar kan?'' tebak Merry lagi.

__ADS_1


Angel mengangguk. Ya, dia mengakui itu. dia takut Haris meninggalkannya karena bosan dan tidak lagi mengaguminya.


×××××


pagi itu Lili sudah berada di kantor, mengerjakan schedule untuk bosnya dan merapikan ruangan pria itu. ketika sedang menata tumpukan file di meja kerja milik bosnya. Haris muncul dan melangkah menuju kursi kebesarannya tanpa menyapa sekretarisnya. pria itu memperhatikan Lili dengan seksama. wanita itu pun tak ada keinginan sama sekali untuk menyapa pria yang sejak tadi memperhatikan dirinya.


Haris tau, sepertinya wanita itu marah padanya, entah apa sebabnya. Apa karena dia membawanya ke rumah orang tuanya kemarin, dan bertemu dengan Angel.


" kau baik-baik saja?'' akhirnya setelah keheningan lama, Haris pun mengalah dan menyapa wanita itu lebih dulu.'' kudengar Dari temanmu, kau sakit. benar begitu?'' tanyanya lagi karna sedari tadi dirinya hanya diabaikan saja, dan Haris tidak menyukai itu semua.


"Saya baik-baik saja, Pak,'' jawab Lily setelah beberapa menit pertanyaan Haris diabaikannya.


" Oh, baguslah.''


Lily melirik ke arah Harris yang bersandar pada kursinya dengan kedua tangan saling terpaut di depannya membentuk segitiga. mata keduanya saling menatap dan terkunci. ada kilat marah diiris mata Lily, sedangkan Haris menatapnya dengan tatapan bertanya.


" Saya permisi untuk kemeja saya, Pak,'' ucap Lily memutar tubuhnya melangkah ke pintu, meninggalkan Harris dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


Haris masih tidak mengerti, Apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu?


Untuk saat ini, Haris membiarkan Lily menghindarinya. dia akan memberi waktu sampai dirinya benar-benar sudah tidak mampu lagi menahan hasrat pada wanita itu. Jadi, seharian ini harus memfokuskan dirinya pada pekerjaan saja.


Selepas jam pulang kantor, Haris menahan dirinya di ruangan kerjanya. dia akan melihat, Apakah Lili akan menunggunya seperti biasa atau memilih pulang lebih dulu. setelah 30 menit kemudian, harus membereskan bawaannya seperti telepon genggam dan kunci mobil, lalu keluar dari ruangannya.


Lily menoleh ke arah pintu, dan mendapati bosnya baru saja keluar. wanita itu pun mulai membereskan bawaannya, bersiap untuk pulang. Sebenarnya, Lily tidak akan pulang lebih dulu tadi, tanpa menunggu pria itu. Namun, dia urungkan, dia tidak mau Haris akan mengamuk nanti saat melihatnya sudah pulang lebih dulu.


Haris bersorak dalam hatinya ketika Lili masih berada di kantor tidak memilih pulang lebih dulu.


Keduanya memasuki lift bersama, yang berisi para pegawai kantor lain. Haris berdiri tepat di sebelah Lily, hampir memepet wanita itu. saat pintu lift berhenti di lantai lobby, Lily ingin keluar, namun Haris menahannya. mata wanita itu melebar marah dengan sikap pria itu. dia ingin melawan tetapi takut dengan pegawai yang masih bertahan untuk turun ke lantai basement, di mana area parkir berada.


Tak sampai 5 menit, pintu lift kembali terbuka. dan satu persatu orang keluar dari lift, Begitu juga dengan Haris yang sengaja menggandeng lengan wanita itu. Haris berjalan menuju arah parkir VIP Di mana mobilnya terparkir.

__ADS_1


"Masuk!" titah pria itu dingin setelah membuka pintu mobil untuk wanita itu.


Lily menurut, tanpa membantah. kemudian hari menutup pintu mobil itu dengan dorongan keras, membuat Lily di dalamnya berdenyit kaget. pria itu lekas memutar masuk ke sisi kemudi dan menyalakan mesin.


" Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi padamu,Lily."ucap Haris putus asa.


" Aku punya sesuatu untukmu,'' ujar Haris. Awalnya dia ingin memberitahu dengan suasana nyaman yang tidak diliputi emosi. Namun, sikap lilin membuatnya kesal setengah mati dalam seharian ini.


Lilly bergeming di tempatnya, entah apa sesuatu yang dimaksud pria itu. dia tidak mau menebaknya, dia takut. dalam perjalanan itu keduanya sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun, setelah ucapan Haris yang tidak dijawabnya tadi.


mobil yang dikendarai Haris memasuki basemen gedung Hotel miliknya. keduanya pun naik ke lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana kamar pria itu berada. Haris membuka pintu kamarnya, lalu masuk ke dalam disusul oleh Lily.


"Kemarilah," ucap Haris menarik tangan wanita itu ke kamarnya, Lili terkesiap melihat sebuah benda di depannya. wanita itu menelan ludah kembali memandang benda empuk itu. yaitu sofa Tantra. sofa yang banyak dipakai oleh para penikmat hubungan percintaan.


sofa berwarna merah terang itu membuat hasrat dalam dirinya bergejolak. Haris memeluknya dari belakang mulai mencumbui pipi dan lehernya. dan tangan pria itu pun tak tinggal diam menjelajahi tubuh wanita itu yang semakin terbakar gairah.


"Kita bisa mencobanya," bisik Haris di telinga Lily.


Lily menggeleng ketika hari membawanya menuju sofa itu. dia menyatakan pada dirinya tadi pagi, tidak akan bercinta dengan bosnya sampai waktu yang tidak ditentukan. itu sebabnya dia sengaja menghindari Harris, meskipun itu adalah hal yang tidak mungkin.


"Kenapa?" tanya Haris yang terkejut dengan respon wanita itu.


"Anda membohongi saya!"


"Bohong?" Harus benar-benar dibuat bingung oleh perkataan Lily yang membingungkan, bahkan pria itu tidak tau sama sekali apa salah dirinya saat ini.


"Maksudnya apa, Nona Lily?" tanya Haris, karna dia di tuduh tanpa penjelasan membuat dirinya kesal.


Lily membuang pandangan nya tak ingin melihat wajah laki-laki yang bisa meruntuhkan pertahanan egonya itu, bahkan Lily masih sangat-sangat kesal akan itu semua.


Dia salah, dan dia tau itu. dia tidak pernah membenarkan apa yang di perbuat saat ini. Namun, dia jugalah manusia yang punya hati juga perasaan. jika pun dia hanyalah selir atau simpanan sang bos setidaknya jangan membawa dirinya untuk bertemu keluarga bos nya terutama istri bos nya. Dia juga merasakan sakit layaknya wanita biasa, namun balik lagi . Lily tidak bisa berkeras, karna dia tetaplah wanita yang dibayar oleh pria kaya untuk kepuasan pria tersebut.

__ADS_1


Bersambung


Sorry tulisan yang tidak rapi juga berantakan, karya saya hanyalah penulisan yang minim pendidikan, jadi harap maklum ya.


__ADS_2